Sabtu, Juni 13, 2026
Beranda blog Halaman 351

Jadi TKI Illegal Melalui Batam Nyaris di Perkosa Anak Majikan

Diduga para TKI Illegal. (Foto GK.com / Qiqi)
Diduga para TKI Illegal. (Foto GK.com / Qiqi)

Batam, GK.com – Meski sudah berulang kali di beritakan oleh Media, bisnis TKI yang bekerja di Luar Negeri bermodalkan Paspor Pelancong masuk melalui pintu Kota Batam ke Negara jiran Malaysia dan Singapor, seolah tidak membuat surut bagi para calo-calo TKI Illegal yang diduga bekerjasama dengan oknum Petinggi Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Batam untuk menjalankan bisnis yang melanggar hukum dan Undang-Undang.

Baca juga :

Miris, berdasarkan sumber informasi yang di terima oleh tim Media ini, serta dilakukannya investisigasi di lapangan untuk mendapatkan bukti secara akurat, tanpa diketahui oleh publik, berangkat dengan menggunakan Paspor Pelancong, Bunga (nama samaran) yang di janjikan untuk bekerja di Negara Malaysia sebagai Pelayan di salah satu Restoran (Rumah Makan) hampir saja di perkosa oleh anak majikannya.

“Sebelum diberangkatkan ke Malaysia, saya dijanjikan akan di pekerjakan disalah satu Restoran yang ada di sana. Namun sesampainya saya di Malaysia, saya dipekerjakan sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT),” ujar Bunga.

Baca juga :

“Saya dipekerjakan di rumah majikan mulai dari pagi sampai dengan larut malam. Dan hanya di kasih makan satu hari satu kali, itupun cuma makan mie,” terang Bunga, Kamis (19/01/2023) siang kepada tim Media ini.

“Yang membuat saya ketakutan bekerja di rumah majikan itu, kemaren pas majikan saya keluar rumah, saya hampir di perkosa dengan anaknya, untungnya saya segera mengunci pintu dan langsung menghubungi keluarga,” ungkap Bunga.

Baca juga :

“Setelah kejadian itu, keluarga saya langsung menghubungi calo A (inisial nama) sebagai orang yang mempertemukan saya dengan penyalur I (inisial nama). Sebelum saya dikenali dengan I, awalnya saya menjumpai A untuk mendapatkan pekerjaan, namun pada saat itu, kata A, ditempatnya belum ada loker ke Malaysia, lalu A menyerahkan saya ke I,” terang Bunga.

“Setelah saya dijumpai I, saya ditampung di rumah I beberapa hari, sembari A menyiapkan Paspor saya. Begitu Paspor saya siap, I pun memberangkatkan saya ke Malaysia hingga terjadi peristiwa itu. Awalnya I tidak ingin memulangkan saya ke Indonesia, tepatnya di Kota Batam dengan alasan mereka sudah banyak keluar uang buat keberangkatan saya mulai dari pembuatan Paspor untuk kasih ke orang Imigrasi Batam, hingga biaya makan saya selama beberapa hari saat ditampung di rumahnya. Padahal menurut cerita dari majikan saya di Malaysia, sebelum saya diberangkatkan ke Malaysia, terlebih dahulu majikan di Malaysia sudah mengirimkan sejumlah uang I sebagai ganti rugi dalam pengurusan biaya operasional saya,” papar Bunga.

Baca juga :

“Parahnya lagi, setibanya saya di Malaysia, I bilang setiap bulan gaji saya akan dipotong selama 3 bulan bekerja sebagai ganti biaya operasional keberangkatan saya, dan makan selama di tampung dirumahnya. Saya merasa kok kejam sekali mereka. Kapok saya bekerja keluar Negeri dengan adanya kejadian ini,” tutur Bunga.

“Teman-teman lain yang pernah berangkat ke Malaysia bahkan berdasarkan informasi yang saya terima ada yang melarikan diri karena mereka tidak komitmen dengan ucapannya. Satu hari setelah saya tiba di Batam, A sempat menghubungi saya untuk meminta Paspor saya agar dikembalikan kepada I, tetapi tidak saya hiraukan,” jelas Bunga kembali.

Berbekal informasi dari Bunga, tim Media ini pun lantas berupaya menghubungi calo TKI Illegal yang ada di Kota Batam itu.

Kepada tim Media ini, diwaktu berbeda, secara terang-terangan, A mengakui, untuk memuluskan dalam aksi pembuatan Paspor di Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Batam agar berjalan  cepat, pada Paspor Bunga telah menyetorkan uang sebesar Rp 2.500.000,- kepada salah satu oknum Petinggi di Imigrasi Batam.

“Pembuatan Paspor itu kita buat sebesar Rp 2.500.000,- di Imigrasi Harbour Bay. Itu sudah termasuk murah loh, kadang ada di minta Rp 5.000.000,- bahkan Rp 8.000.000,-”. tegas A, singkat.

Demi menghasilkan perimbangan dalam pemberitaan ini, Jum’at (20/01/2023) siang, tim Media ini berupaya mendatangi Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Batam untuk mengkofirmasi terkait peristiwa ini.

Didatangi di Kantornya, Kepala Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Batam, Subki Miuldi sedang tidak berada di Batam.

“Saya di Tanjungpinang, karena sedang ada pelantikan,” jawab Subki Miuldi saat di konfirmasi keberadaannya oleh tim redaksi ini melalui pesan Whatsapp sekitar pukul 13.07 Wib.

Saat tim Redaksi ini bertanya kapan diri nya bisa di jumpai, Subki Miuldi menjawab, “nanti saya cek jadwal ya”. balasnya singkat.

Selasa (31/01/2023) sekitar pukul 11.57 Wib, guna mendapatkan pemberimbangan dalam pemberitaan, tim Media ini kembali berupaya menghubungi Kepala Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Batam, Subki Miuldi. Namun hingga berita ini di tayangkan, Redaksi ini masih menunggu atas jawaban dari klarifikasi Kepala Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Batam, Subki Miuldi terhadap kasus ini. (QQ).

Editor : Ron

Jadi Pembicara di FGD Forum Daerah Kepulauan, ini yang Dipapakan Gubernur

Gubernur Ansar Ahmad didampingi Kadis Kominfo Kepri saat di wawancarai. (Foto Diskominfo Kepri)
Gubernur Ansar Ahmad didampingi Kadis Kominfo Kepri saat di wawancarai. (Foto Diskominfo Kepri)

Jakarta, GK.com – Pada dialog yang diselenggarakan oleh PT. Tempo Inti Media Tbk bersama Badan Kerja Sama (BKS) Provinsi Kepulauan yang mengerucutkan opsi dan sikap para Pemimpin Daerah Kepulauan atas RUU Daerah Kepulauan, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad  menjadi pembicara dalam Dialog Forum Daerah Kepulauan Tahun 2023.

Mengambil agenda “Upaya Percepatan Pengembangan Daerah Kepulauan dan Payung Hukum mengenai Daerah Kepulauan” DPR RI menyetujui 39 rancangan Undang-Undang yang masuk dalam Program Legislasi Nasional atau Prolegnas Prioritas 2023. Satu dari 39 RUU itu adalah RUU Daerah Kepulauan.

Sebagai informasi, anggota BKS Daerah Kepulauan terdiri atas 8 Provinsi, diantaranya Provinsi berciri Kepulauan yakni, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Untuk diketahui, BKS di bentuk sebagai upaya percepatan pengesahan RUU Daerah Kepulauan yang rekam jejaknya telah berlangsung selama 18 tahun, sejak tahun 2015.

Pada momen itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad dalam pemaparannya menjelaskan tentang urgensi percepatan pengesahan RUU dengan menggambarkan betapa sulitnya membangun kesejahteraan di Provinsi Kepulauan.

“Masing-masing Provinsi Kepulauan memiliki karakteristik dan kondisi yang sama. Kita menggunakan kebijakan ‘tight money policy’ pun belum cukup untuk pemerataan pembangunan. Oleh karena itu, tingkat kesenjangan sangat tinggi. Contohnya di Kepri, kesenjangan di Natuna dengan wilayah Batam atau Bintan yang investasinya begitu besar sangat tinggi,” ungkap Ansar, Selasa (31/01/2023) di Hotel Borobudur, Jakarta.

Ditegaskan Ansar pada kesempatan itu, RUU Daerah Kepulauan harus secara serius mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat. Menurutnya, tidak ada kata lain untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dan pemerataan pembangunan, yaitu harus didukung fiskal yang lebih kuat.

“Kita perlu meyakinkan Pemerintah Pusat melalui Kementerian hingga Presiden bahwa, RUU ini tidak membebani Pemerintah, namun justru menunjukkan Negara hadir sampai ke Daerah Kepulauan. Ini akan membentuk sense of belonging anak-anak Bangsa untuk menjaga perbatasan,” ujar Ansar.

Ansar menyimpulkan langkah konkrit BKS Provinsi Kepulauan sudah mengkerucut. Menurutnya, saat ini langkah yang diperlukan adalah dengan melengkapi referensi-referensi penting untuk meyakinkan Pemerintah Pusat, sinkronisasi dengan UU lain, kemudian fleksibilitas angka yang diusulkan dalam RUU yang di sesuaikan dengan kondisi APBN saat ini, serta komunikasi politik dengan DPR RI.

“Mudah-mudahan ini segera terwujud. Kita tidak ingin Provinsi-Provinsi Kepulauan ini suatu saat di declare sebagai Provinsi penyumbang angka kemiskinan tertinggi, penyumbang IPM yang terendah, dan indikator-indikator lainnya yang menunjukkan kesenjangan Daerah Kepulauan,” harap Ansar.

Sementara itu, dalam diskusi panel, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB Rokhmin Dahuri menuturkan, selain Kepulauan Riau dibawah kepemimpinan Gubernur Ansar yang kinerja pembangunannya, seperti PDRB ADHK per Kapita dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) nya cukup tinggi, secara umum kinerja pembangunan 8 Provinsi anggota BKS Provinsi Kepulauan masih dibawah kinerja Nasional.

“Jika RUU Daerah Kepulauan ini dapat segera disahkan, kita dapat mencontoh Negara Qatar yang memaksimalkan berbagai potensi termasuk Sumber Daya Alam (SDA) nya. Salah satu contoh adalah potensi gas alam Natuna yang begitu besar yang dapat dimaksimalkan”. tutur Rokhmin.

Hadir pada dialog tersebut, beberapa Gubernur Anggota BKS Provinsi Kepulauan seperti Gubernur Sulawesi Tenggara yang juga Ketua BKS Provinsi Kepulauan Ali Mazi, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba dan Pj. Gubernur Bangka Belitung dan Direktur Utama Tempo Media Grup Arif Zulkifli.

Acara juga diisi dengan diskusi panel yang diisi oleh Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono, akademisi dari bidang Kelautan dan Perikanan, bidang Ekonomi, bidang Perundang-Undangan dan Administrasi Pemerintahan, dan bidang Otonomi Daerah. (ron/ml).

Editor : Milla

Curah Hujan Akan Terjadi Sampai Februari, Waspada Gelombang Hingga Capai 4 Meter

Kepala BMKG Kota Tanjungpinang Yohanes Drajad Bintoro dan Prakirawan Cuaca (Forecaster) Hayu Nur Mahron saat di wawancarai. (Foto GK.com / Nadya)
Kepala BMKG Kota Tanjungpinang Yohanes Drajad Bintoro dan Prakirawan Cuaca (Forecaster) Hayu Nur Mahron saat di wawancarai. (Foto GK.com / Nadya)

Tanjungpinang, GK.com – Meningkatnya curah hujan yang terjadi di Kota Tanjungpinang dan sekitarnya diprediksikan akan berlangsung hingga bulan Februari 2023. Hal ini disampaikan langsung oleh Prakirawan Cuaca (Forecaster) Hayu Nur Mahron yang saat itu mendampingi Kepala Badan Meteorologi, Klimmatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Tanjungpinang, Yohanes Drajad  Bintoro saat di temui oleh awak Media ini di Kantornya.

“Saat  sekarang ini kita masuk pada musim utara. Untuk di Pulau Bintan, curah hujan di mulai dari Desember 2022 kemarin cukup tinggi. Kemudian diawal Januari cenderung rendah, sementara untuk moonsaasia dan kondisi belokkan angin disekitar sini kurang medukung. Pada akhir Januari hingga nanti di prakirakan sampai awal bulan Februari frekuesi terjadinya hujan lebih tinggi,” jelas Hayu Nur  Mahron.

“Sebenarnya Februari curah hujan menurun, tetapi dikarenakan adannya gangguan atau anomali, yaitu pusat tekanan rendah di sekitar perairan Natuna dan Utara Kalimantan, maka hal ini mengakibatkan adanya belokkan angin yang cukup signifikan terjadi di Pulau Bintan. Kuatnya moonsaasia juga mendukung hingga pasokkan uap air di Wilayah Pulau Bintan cukup tinggi untuk saat ini. Makanya pada satu minggu terakhir bulan Januari sampai awal Februari terjadi pasokkan uap air dan gangguan belokkan angin yang sangat signifikan, sehingga dapat mengakibatkan potensi untuk pertumbuhan awan hujan,” ungkap Hayu Nur Mahron.

“Di bulan Februari, pada dasarian (10 hari pertama bulan) di akhir dasarian satu, tingkat curah hujan cenderung menurun. Tetapi untuk pertengahan Februari hingga akhir Februari di prakirakan frekuensi hujan akan meningkat. Sehingga untuk di bulan Februari di prediksikan lebih basah dari pada biasanya,” tambahnya.

“Kita frediksikan terjadinya curah hujan ini sampai akhir Februari. Untuk kejadian ekstrim, menurut data 30 terakhir kami cenderung tidak signifikan hujannya. Cuma mungkin intensitas hujannya lebih cenderung ringan dan sedang. Tetapi untuk tutupan awannya secara umum lebih banyak,” terang Hayu Nur Mahron.

“Kita juga memiliki program rutin melayani cuaca publik, dan juga cuaca penerbangan. Secara umum sesuai SOP kita, yang pertama memberikan perkiraan cuaca harian, lalu prospek tiga harian, kemudian melakukan prakiraan curah hujan tiap bulannya,” katanya.

“Sebenarnya kita sudah melewati fase waspada pada hujan maupun gelombang tinggi. Di akhir Februari, gaya grafitasi bulan sudah menurun. Jadi nanti untuk tinggi pasang air laut maksimum menurun,“ ujarnya, Selasa (31/01/2023) sekitar pukul 11.32 Wib.

“Untuk mendapatkan informasi perkiraan cuaca, masyarakat bisa mengunjungi melalui  Media Sosial (Mensos) di Instagram @bmkgtanjungpinang atau bisa melalu Website BMKG Tanjungpinangdi meteo.tanjungpinang.bmkg.go.id,” tutur Hayu Nur Mahron.

Sementara itu, Kepala BMKG Kota Tanjungpinang Yohanes Drajad  Bintoro menghimbau, dikarenakan saat ini masuk pada angin utara yang sifatnya kencang, maka di harapkan adanya pemangkasan pohon-pohon yang dirasa tinggi serta pohon tua, agar lebih safety untuk masyarakat.  

“Untuk gelobang harus di waspadai, terutama di daerah Ranai Tarempak yang gelombangnya akan lebih dari 4 meter. Dan khusus di Pulau Bintan yaitu dipesisir Barat akan lebih basah di bandingkan tengah dan timur nya”. Himbau Yohanes Drajad Bintoro. (NDY).

Editor : Milla

Misni Optimis Kegiatan Hari BUM Desa Nasional Bisa Membuat Ekonomi Bangkit

Plt. Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Kepri, Misni. (Foto Diskominfo Kepri)
Plt. Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Kepri, Misni. (Foto Diskominfo Kepri)

Bintan, GK.com – Ditunjuk menjadi tuan rumah pada penyelenggaraan Peringatan Hari Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Tingkat Nasional pertama di Tahun 2023, dan dengan melihat kondisi cuaca yang kurang bersahabat, Dinas PMD Dukcapil Provinsi Kepri saat ini fokus dalam mempersiapkan untuk perhelatan besar tersebut.

Baca juga :

“Harapan kita dengan terlaksananya kegiatan peringatan Hari BUM Desa Tahun 2023 di Kepri ini bisa membuat Ekonomi Bangkit. Dan dari BUM Desa nya sendiri juga bisa menjadi motivasi dengan berkumpulnya BUM Desa se- Indonesia,” ungkap Plt. Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Kepri, Misni.

“Dari data peserta yang kita terima sampai dengan hari ini, hampir 600 peserta yang sudah mendaftar. Target kita ada sekitar 800 peserta”. tegas Misni melalui via Telepon Saluler, Selasa (31/01/2023) sekitar pukul 11.59 Wib. (QQ).

Editor : Sai

Raih Nilai 90,92, Karimun Geser Pemkab Dan Pemko yang Ada di Kepri

Bupati Karimun saat menerima penghargaan dari Ombudsman Kepri disaksikan Gubernur Kepri dan Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri. (Foto Diskominfo Karimun)
Bupati Karimun saat menerima penghargaan dari Ombudsman Kepri disaksikan Gubernur Kepri dan Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri. (Foto Diskominfo Karimun)

Batam, GK,com – Raih nilai 90,92 zona hijau dan kualitas tertinggi dalam opini pengawasan publik, menjadikan Kabupaten Karimun duduki peringkat pertama atau nilai tertinggi di penghargaan Predikat Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Tahun 2022 dari Ombudsman Republik Indonesia (RI).

Pada penghargaan yang diserahkan oleh anggota Ombudsman RI Jemsly Hutabarat kepada Bupati Karimun Aunur Rafiq di ball room Hotel Planet Holiday Batam, Senin (30/01/2023) itu juga di hadri Sekretaris Daerah (Sekda) Karimun Drs Muhammad Firmansyah M.Si, sejumlah Kepala OPD dan perwakilan FKPD Karimun.

Dalam keterangannya, Bupati Karimun Aunur Rafiq mengaku sangat bersyukur atas pencapaian yang telah diraih Pemkab Karimun, serta mengucapkan terima kasih kepada jajaran Pemkab Karimun yang telah bekerja keras, sehingga memperoleh penghargaan dari Ombudsman RI.

“Saya harap semuanya tidak hanya puas dengan pencapaian ini, meskipun kita bersyukur mendapat nilai tertinggi dari Ombudsman. Mari kita terus tingkatkan dan beri pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pesan Aunur Rafiq.

“Terima kasih kepada Ombudsman RI yang sangat intens melakukan pengawasan serta bimbingannya terhadap kinerja Pemkab Karimun selama ini. Insya Allah Pemkab Karimun akan terus berusaha agar kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik dapat senantiasa meningkat setiap tahunya”. ungkapnya. (QQ).

Editor : Sai

Pemerintah RI Jadikan Kepri Sebagai KSPN

Pembangunan jembatan Batam-Bintan. (Foto Diskominfo Kepri)
Pembangunan jembatan Batam-Bintan. (Foto Diskominfo Kepri)

Kepri, GK.com – Dijadikan sebagai Kawasan Strategis Perekonomian Nasional (KSPN), sejalan dengan program Pemerintah Pusat, di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Pembangunan jembatan Batam-Bintan sebagai jembatan terpanjang di Indoneia yaitu 14,74 kilometer segera diwujudkan.

“Sebagai kawasan yang ditunjuk oleh Pemerintah Pusat menjadi Kawasan Strategis Perekonomian Nasional, tentu saja Kepri harus didukung berbagai infrastruktur penunjang yang memadai. Jembatan Batam-Bintan ini nantinya akan menjadi jembatan yang terpanjang di Indonesia, ikonik dan usefull bagi masyarakat Kepri dan tentu menjadi kebanggaan bagi Bangsa Indonesia,” ungkap Gubernur Provinsi Kepri, Ansar Ahmad.

“Jembatan Batam-Bintan ini tidak hanya mimpi bagi masyarakat Kepri saja, tetapi juga impain besar bagi seluruh Bangsa Indonesia. Kepri ini berbatasan dengan Singapura dan Malaysia, dengan adanya infratrusktur yang baik di daerah perbatasan akan menambah kewibawaan Bangsa di hadapan Negara-Negara lain,” harap Ansar.

“Kita semua selalu berbicara lantang bahwa Negara kita adalah Negara yang besar dan kaya, maka inilah saatnya kita menunjukkan kebesaran dan kekayaan Negara kita,” ucap Ansar.

Secara manfaat, jembatan Batam-Bintan ini juga tentu Saja  dapat memudahkan mobilitas kendaraan, barang, orang, dan gang dari kedua wilayah. Dimana pada muaranya adalah menghidupkan perekonomian masyarakat, yang kemudian berdampak juga kepada daerah-daerah lain disekitarnya.

“Kita sudah berusaha, kita juga sudah berdoa, semoga saja mimpi kita bersama ini bisa segera wujudkan. Apalagi kita lihat Pemerintah pusat juga cukup serius dengan proyek ini,” ujar Ansar, Minggu (29/01/2023).

“Pemerintah telah mendapatkan dana pinjaman dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) untuk menopang pendanaan proyek ini senilai US$ 300 juta, atau setara Rp 4,4 triliun. Di bangun dengan skema kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), proyek ini juga termasuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024”. papar Ansar.

Dikutip dari bisnisindonesia.id, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selaku penanggung jawab proyek kerja sama (PJPK) Jembatan Batam-Bintan tengah melakukan percepatan atas proyek tersebut bersama dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.


Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna mengatakan, proyek Jembatan Batam-Bintan termasuk dalam daftar proyek KPBU pada tahun ini. Investasi untuk pembangunan Jembatan Batam-Bintan mencapai Rp 14,74 triliun. 

Berdasarkan informasi pada laman resmi Kemenkeu, proyek Jembatan Batam-Bintan diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan, serta mengurangi biaya logistik antara Pulau Batam dan Pulau Bintan. Selain itu juga dapat mengefisiensikan mobilitas kendaraan dari kedua wilayah di Kepulauan Riau tersebut.

Jembatan Batam-Bintan direncanakan akan dibangun sepanjang 14,74 Km dengan pembagian 7,98 km untuk porsi KPBU (Pulau Bintan-Pulau Tanjung Sauh) dan 6,76 Km untuk porsi dukungan Pemerintah (Pulau Tanjung Sauh-Pulau Batam) yang akan bersumber dari pinjaman Luar Negeri.

Saat ini sedang dilakukan review kajian lalu lintas oleh PT PII terkait dengan minimum revenue guarantee (MRG) untuk memitigasi risiko arus lalu lintas yang tidak sesuai dengan proyeksi pada saat awal operasi.

Berdasarkan laporan yang disampaikan Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna dalam RDP dengan Komisi V DPR pada Selasa (24/1/2023) lalu, proyek tersebut saat ini memasuki tahap finalisasi final business case (FBC), lalu penandatanganan MoU atas pembagian tugas dan tanggung jawab antara Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Prakualifikasi proyek tersebut ditargetkan bakal dilakukan pada kuartal III/2023. Rencananya jembatan dengan total panjang 14,74 kilometer ini akan terbagi menjadi 7,68 jembatan dan 7,06 jalan tol. (*).

Editor : Ron