Sabtu, Juni 13, 2026
Beranda blog Halaman 350

Terkait Polemik Imigrasi Batam, Kabid Intelijen Kanwil Kepri Akan Lakukan Pengawasan Dan Penindakan

Redaksi GK.com saat mewawancarai Kabid Intelijen Dan Penindakan Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkum Dan HAM Kepri. (Foto GK.com / Nadya)
Redaksi GK.com saat mewawancarai Kabid Intelijen Dan Penindakan Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkum Dan HAM Kepri. (Foto GK.com / Nadya)

Tanjungpinang, GK.com – Mewakili Kadiv Intelijen Dan Penindakan Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Riau, Ujang Cahya, selaku Kabidnya menegaskan, terkait permasalahan TKI illegal yang menggunakan paspor pelancong, pembuatan paspor di luar prosedur hingga terjadi dugaan suap dan pungli di Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, pihaknya berjanji akan segera melakukan pengecekan langsung ke lapangan bersama tim nya dalam waktu dekat ini, untuk mengecek bagaimana proses pembuatan paspor khusus di Kota Batam.

Baca juga : 👇👇👇

“Dalam hal ini kami selaku pembina semua berdasarkan dengan apa yang disampaikan. Mungkin Imigrasi Batam melaporkan ke kita sesuai SOP, tetapi fakta di lapangannya kita tidak tau bagaimana mekanisme dalam pembuatan paspor tersebut seperti apa ?,” ucap Ujang Cahya, Kamis (02/02/2023) pukul 11.06 Wib kepada Redaksi ini.

“Terima kasih saya ucapkan kepada Media sebagai kontrol. Karena ini ada laporan dari masyarakat, jadi harus ditindaklanjuti,” ujar Ujang Cahya di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Riau.

“Sekarang sistem M-Paspor dilakukan secara online. Untuk kapasitas orang-orang yang lanjut usia dan orang sakit bisa dengan log-in. Dan sudah di program dari Direktorat Jenderal Imigrasi, dan memang ada kuota nya,” terang Ujang Cahya.

“Dengan adanya berita ini, sebagai Devisi Keimigrasian, poksi kita memang sebagai pembinaan, pengawasan, dan pengendalian. Saya ucapkan terima kasih atas pengontrolan di lapangan hingga disampaikan ke sini. Hal ini akan segera kami tindaklanjuti bersama ibu Kadip,” tuturnya.

Menanggapi terkait kepemimpinan Kepala Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Ujang Cahya menjawab, “Kalau untuk ini berkaitan dengan masalah karakter seseorang atau kepribadian. Kalau pribadinya welcome, tentu bisa lebih bagus. Tapi kalau istilahnya dia tertutup atau ada kesibukan, itu saya juga tidak tahu. Kalau di lapangan udah jadi begini, memang semua merujuk ke pribadi masing-masing, kalau pribadinya amanah dan sesuai dengan tupoksi jabatannya, pasti hal ini tidak akan terjadi,” jawab ungkapnya.

“Kita punya misi, karena Imigrasi ini pelayanan, dan penegakan hukum kita berorientasi ke situ. Kita udah ada garisnya, tapi kan itu kembali ke manusianya. Saya mohon maaf, kalau ada kesalahan di bawah Divisi Imigrasi,” ucap Ujang Cahya.

“Saat ini memang era harus ada keterbukaan, baik sama Wartawan, LSM, dan Masyarakat. Semua ini merupakan pelayanan kepada masyarakat, harus lebih baik dan humanis, bukan seperti istilahnya kucing-kucingan. Nanti saya akan sampaikan, kalau ada informasi atau berita harus ditindaklanjuti dengan baik, supaya masyarakat juga tidak bertanya-tanya, dan tidak menjadikan bom waktu,” tegas Ujang Cahya.

Menanggapi terkait penempatan pengangkatan jabatan pucuk pimpinan tubuh Imigrasi untuk menduduki kursi-kursi strategis, Ujang Cahya juga menjelaskan, “Pengangkatan atau seleksi Pemimpin itu dari Pusat, karena melalui assessmen, melalui tes, wawancara, dan tes uji kompetensi. Apa lagi sekarang zaman udah tidak seperti dulu, yaitu menjadi pimpinan, sebelum ditempatkan melalui assessmen,” terangnya.

“Bukannya menutupi, tapi saya juga akan melakukan pengecekan, pembinaan, serta memberikan masukkan ke sana, apakah masih ada seperti itu atau bagaimana. Sepanjang saya di sini memang ini perlu pendalaman, karena saya baru menjabat, jadi harap maklum,” kata Ujang Cahya.

“Ini sebagai tantangan saya untuk lebih meningkatkan dalam pengawasan dan pembinaan. Mungkin harus lebih ketat lagi, jangan sampai terulang dan terulang lagi masalah-masalah yang sama,” tegasnya lagi.

Pada kesempatan itu, Ujang Cahya juga menyampaikan, terkait peristiwa pembuatan paspor di luar prosedural ini, Dirinya berjanji akan mengurangi, agar hal serupa tidak terulang kembali.

“Ini juga sebagai rekomendasi untuk saya sampaikan ke pimpinan. Kalau untuk mengurangi mungkin bisa, tapi kalau untuk menghilangi sama sekali, saya angkat tangan. Karena orang macam-macam,” ujarnya.

“Saya akan laporkan ke ibu Kadiv terkait masalah ini. Beliau orangnya tegas, bijaksana, dan baik. Mudah-mudahan dengan ada pemberitaan ini, dan atas kontrolnya dari Media Gerbang Grub, mungkin beberapa hari nanti, ada Perintah untuk ke sana, turun ke lapangan. Nanti saya akan sampaikan lagi informasi selanjutnya”. tutup Ujang Cahya. (QQ).

Editor : Ron

Masyarakat yang Ingin Melakukan Perjalanan Laut Harus Ikuti Aturan

Kepala KSOP Kelas II Tanjungpinang, Letkol Marinir Benyamin Ginting bersama awak Media ini. (Foto GK.com / Nadya)
Kepala KSOP Kelas II Tanjungpinang, Letkol Marinir Benyamin Ginting bersama awak Media ini. (Foto GK.com / Nadya)

Tanjungpinang, GK.com –  Ketinggian gelombang laut yang tadinya mencapai 4 s/d 6 meter, sekarang sudah mulai berkurang, yaitu sekitar 2,5 meter. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungpinang, Letkol Marinir Benyamin Ginting saat di wawancarai oleh awak Media ini.

“Artinya ada beberapa kapal yang saat ini sudah bisa di operasikan berlayarnya, akan tetapi tidak bisa dipastikan dalam satu minggu kedepannya bagaimana. Karena dalam membuat keputusan, tentunya di sesuaikan dengan data primer yang dikeluarkan dari BMKG, serta di dukung juga oleh data skunder seperti, data telekomunikasi pelayaran, data dari nahkoda, dan data-data lainnya,” terang Benyamin Ginting, Jum’at (03/02/2023) sekitar pukul 11.10 Wib.

Baca juga :

Curah Hujan Akan Terjadi Sampai Februari, Waspada Gelombang Hingga Capai 4 Meter | gerbangkepri.com


“Dalam mengantisipasi cuaca buruk agar tidak terjadi kecelakaan di perairan, setiap ada surat permohonan yang masuk untuk berlayar, tim KSOP selalu mengacu kepada surat yang dikeluarkan dari BMKG. Jika memang jarak yang di tempuh memiliki ketinggian gelombang yang tidak aman, maka dipastikan kapal tersebut tidak akan di berangkatkan dari pada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Benyamin Ginting.

“Saya menghimbau kepada masyarakat, jika cuaca kurang bersahabat hendaknya kalau tidak begitu penting agar tidak usah melakukan perjalanan lewat laut dulu. Apalagi bagi rute-rute yang memang gelombangnya cukup tinggi seperti wilayah Natuna dan Anambas. Dan jika pun harus melakukan perjalanan, maka ikutilah aturan yang berlaku”. himbau Kepala KSOP Kelas II Tanjungpinang. (NDY).

Editor : Ron


Angka Stunting Kepri Tahun 2022 Turun

BKKBN menyerahkan Dana Alokasi Khusus dan Bantuan Operasional KB kepada seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi Kepri. (Foto Diskominfo Kepri)
BKKBN menyerahkan Dana Alokasi Khusus dan Bantuan Operasional KB kepada seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi Kepri. (Foto Diskominfo Kepri)

Kepri, GK.com – Angka prevalensi stunting di Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2022 kembali mengalami penurunan, yaitu yang awalnya diangka 15,4 persen, turun 2,2 persen dibanding tahun 2021 di angka 17,6 persen.

Capaian ini tentunya menempatkan Kepri berada di posisi keempat Provinsi dengan prevalensi stunting terendah setelah Bali, DKI Jakarta, dan Lampung. Serta mendapatkan apresiasi oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, dr. Hasto Wardoyo atas kinerja Provinsi Kepri.

“Kepri sungguh luar biasa, karena angka stunting Kepri sudah mendekati Nasional yang 14 persen. Jadi Kepri masuk Provinsi yang keren,” tutur Hasto Wardoyo.

Dalam rakerda yang dilaksanakan di Hotel CK Tanjungpinang itu, Hasto Wardoyo hadir langsung untuk memberikan sejumlah pengarahan terkait dengan peningkatan sinergitas dan kolaborasi pencapaian program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting.

Sebagai informasi, Program Bangga Kencana ini merupakan akronim dari Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana menjadi salah satu program unggulan dari BKKBN. Bangga Kencana menjadikan keluarga sebagai sandaran pembangunan, serta berfokus mewujudkan keluarga yang berkualitas.

“BKKBN mempunyai dua tugas utama. Yang pertama adalah menjaga pertumbuhan penduduk seimbang, dan yang kedua mewujudkan keluarga berkualitas,” jelas Hasto Wardoyo.

BKKBN telah melansir angka Total Fertility Rate (TFR) atau rata-rata perempuan Indonesia melahirkan anak berada pada rasio 2,1. Hal tersebut menunjukkan pertumbuhan penduduk Indonesia terjaga dan tidak ada resesi seks seperti yang dialami di berbagai Negara.

“Angka 2,1 berarti, hanya perempuan-perempuan praktis yang melahirkan satu anak perempuan rata-rata, sehingga pas sekali bahwa satu perempuan meninggal digantikan 1 perempuan yang lahir. Sehingga nanti akan berkesinambungan dan sustainability-nya tetap terjaga,” ungkap Hasto Wardoyo.

“Presiden RI Joko Widodo telah menargetkan penurunan angka gagal tumbuh atau stunting sebesar 14 persen yang harus dapat dicapai pada tahun 2024 mendatang. Saat ini, angka stunting di Indonesia telah mengalami penurunan dari 37 persen pada tahun 2014 menjadi 21,6 persen di tahun 2022,” terangnya.

“Saya berharap, Kabupaten dan Kota penyangga di Kepri yang jumlah penduduknya banyak seperti Batam dan Karimun, harus bekerja keras menurunkan stunting agar menjadi bandul bagi Provinsi maupun Nasional,” harap  Hasto Wardoyo, Kamis (02/02/2023) pagi.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad bersyukur, meskipun Kepri adalah Daerah Kepulauan, namun indikator makro di Provinsi ini menunjukkan hasil yang bagus, salah satunya adalah angka stunting.

“Kalau indeks kesehatan menjadi salah satu indikator dari indeks pembangunan manusia, maka stunting ini harus kita kejar agar tercapai seperti target Presiden. Tahun lalu masih 17 persen, tahun ini turun 2 persen,” tutur Ansar.

Dijelaskan Ansar saat itu, Pemprov akan menggandeng seluruh Peremerintah Kabupaten dan Kota, termasuk Forkopimda, BKKBN, TP-PKK, serta Darma wanita untuk memastikan stunting di Kepri agar bisa terus menurun.

Dikesempatan itu, BKKBN menyerahkan Dana Alokasi Khusus dan Bantuan Operasional Keluarga Berencana kepada seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi Kepri.

Adapun rinciannya adalah, Kota Tanjungpinang mendapatkan Rp. 2,4 miliar, Kabupaten Natuna mendapatkan Rp 3,3 miliar, Kabupaten Karimun mendapatkan Rp Rp 3,6 miliar, Kabupaten Bintan mendapatkan Rp 3,1 miliar, Kabupaten Lingga mendapat Rp 3 miliar, Kabupaten Kepulauan Anambas Rp 2,1 miliar, dan Kota Batam mendapatkan Rp 9,2 miliar.

Turut menghadiri pada momen itu, Ketua BKKBN Provinsi Kepri Rohina, Ketua TP-PKK Kepri Hj. Dewi Kumalasari Ansar, Danlantamal IV Batam Laksamana Pertama TNI Kemas M Ikhwan Madani, Danlanud RHF Tanjungpinang Kolonel Nav Arief Budiman, Walikota Tanjungpinang Hj Rahma, Bupati Natuna Wan Siswandi, Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim. (jlu).

Editor : Milla

Mendes PDTT RI Abdul Halim Iskandar di Anugerahi Dato Sri

Mendes PDTT RI, Abdul Halim Iskandar saat menerima gelar Dato Sri. (Foto GK.com / Ronny)
Mendes PDTT RI, Abdul Halim Iskandar saat menerima gelar Dato Sri. (Foto GK.com / Ronny)

Tanjungpinang, GK.com – Kesultanan Bentan Darul Mashyur anugerahi Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar menjadi warga kehormatan dengan gelar Dato’ Sri.

Sri Sultan Huzrin Hood menerangkan, gelar Adi Guna Krama bermakna seseorang yang menjalankan aturan sebagai manfaat utama dalam kebudayaan.

Program ini sangat penting untuk memastikan kelestarian budaya daerah di Indonesia.

“Kami dengar pak Menteri ada program Desa Tanggap Budaya, sehingga sudah tepat langkah bapak mengunjungi Pulau Penyengat, karena di sana sudah melahirkan 3 pahlawan Nasional,” ujar Huzrin Hood, Kamis (02/02/2023).

Sejalan dengan itu, Abdul Halim mengucapkan terimakasih atas gelar Dato Sri yang telah di berikan kepadanya.

“Hari ini saya sangat bersyukur bisa berziarah ke Pulau Penyengat, dalam batin saya berjanji akan membawa keluarga berziarah ke sini”. ucap Abdul Halim Iskandar.

Gelar Dato Sri sebelumnya pernah diberikan kepada mantan Panglima TNI Moeldoko, mantan KASAL Marsetio, mantan Pangkogabwilhan I Muhammad Ali Hanafi, para Kapolda, Rektor UMRAH, dan tokoh lainnya. (RP).

Editor : Sai

Pelabuhan Taman Bunga Alami Kerusakan, Bupati Beri Bantuan Sembako Kepada TKBM Dan Sopir

Bupati Karimun saat menyerahkan bantuan sembako kepada TKBM dan Sopir. (Foto Diskominfo Karimun)
Bupati Karimun saat menyerahkan bantuan sembako kepada TKBM dan Sopir. (Foto Diskominfo Karimun)

Karimun, GK.com – Sopir dan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dapat paket sembako dari Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun.

Dalam penyerahan yang di serahkan langsung oleh Bupati Karimun, Dr H Aunur Rafiq S.Sos M.Si di kediaman Rumah Dinas Bupati Karimun itu, ada sekitar 111 orang Sopir dan TKBM yang menerima bantuan itu.

Para TKBM dan Sopir saat menerima bantuan sembako. (Foto Diskominfo Karimun)
Para TKBM dan Sopir saat menerima bantuan sembako. (Foto Diskominfo Karimun)

“Alhamdulillah, hari ini saya menyerahkan bantuan berupa paket sembako kepada saudara-saudara kita Tenaga Kerja Bongkar Muat di Pelabuhan Taman Bunga. Bantuan ini diberikan sebagai wujud kepedulian Pemerintah terhadap saudara-saudara kita yang belum bisa bekerja kembali, karena kerusakan yang terjadi. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara,” ucap Aunur Rafiq, Jum’at (10/02/2023) pagi.

“Kita masih rapatkan terkait hal ini. Hari ini masih akan dirapatkan untuk menyelesaikan persoalan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Taman Bunga”. Terang Aunur Rafiq.

TKBM Dan Sopir saat menunggu diberikan bantuan. (Foto Diskominfo Karimun)
TKBM Dan Sopir saat menunggu diberikan bantuan. (Foto Diskominfo Karimun)

Untuk diketahui, kondisi Dermaga Pelabuhan Taman Bunga mengalami kerusakan usai di tabrak kapal. Dalam beberapa minggu belakangan ini, para TKPB tidak bisa bekerja seperti biasanya.

Pada kesempatan itu, Bupati Karimun Aunur Rafiq berjanji akan segera menyelesaikan persoalan tersebut, agar TKBM bisa segera kembali bekerja.

Dan perbaikan Dermaga Pelabuhan Taman Bunga akan dikerjakan oleh pihak KM Gloria. (QQ).

Editor : Sai

Lebih Dari 33 Stand Hiasi Bazar Hari BUM Desa Nasional 2023

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Abdul Halim Iskandar di dampingi Gubernur Kepri dan Bupati Bintan saat mengunjungi salah satu stand peserta. (Foto GK.com / Nadya)
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Abdul Halim Iskandar di dampingi Gubernur Kepri dan Bupati Bintan saat mengunjungi salah satu stand peserta. (Foto GK.com / Nadya)

Bintan, GK.com – Bertempat di Halaman Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bintan, serta didukung dengan cuaca yang cerah, kegiatan Bazar dan pasar murah BUMDes pada peringatan Hari BUM Desa 2023 berjalan lancar.

Acara diawali dengan pemotongn pita oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Abdul Halim Iskandar di dampingi Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Bupati Bintan Roby Kurniawan sekitar pukul 14.10 Wib ittu bertanda dimulainya kegiatan.

Baca juga :

“Mari kita pusatkan perhatian kepada produk BUMDes, semua makanan dari BUMDes pasti enak dan bergizi,” ucap Abdul Halim Iskandar.

“Semoga dengan diadakannya BUMDes ini, komuditas Desa akan menjadi lebih baik lagi, dan setiap ciri khas produk di masing-masing Desa dapat menjadi lebih terkenal, lalu produknya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar”. harap Abdul Halim Iskandar, Rabu (01/02/2023).

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar mengaku bangga melihat antusias dari pada BUMDes yang menawarkan masing-masing produknya pada kegiatan tersebut.

Nani salah satu perwakilan peserta yang berasal dari Maluku, pada kegiatan itu memperkenalkan produk-produk unggulan dari maluku yaitu, minyak kayu putih goro dan makanan khas yang bahan bakunya terbuat dari ikan.

Baca juga :

Adapun peserta lainnya adalah Abdul Razak selaku pengurus stand Bazar Bintan Pesisir memperkenalkan produk khas dari wilayahnya yaitu, minyak gamat dan VCO yang berbahan baku dari minyak kelapa asli.

Kedua peserta tersebut mewakili peserta lainnya berharap agar kegiatan positif ini dapat di selenggarakan setiap tahunnya, karena dianggap dapat membantu menonjolkan ciri khas produk dari hasil BUMDes masing-masing daerah atau desa yang selama ini tidak terjangkau oleh publik, dapat di lirik.

Dikesempatan itu, di damping Gubernur Kepri  dan Bupati Bintan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Abdul Halim Iskandar mengunjungi stand bazar satu per satu yang di ikuti oleh peserta BUMDes se- Indonesia.

Ada lebih dari 33 stand bazar seluruh Provinsi di Indonesia yang menampilkan produk olahan dari masing-masing Desa nya.

Adapun produk yang ditampilkan saat itu selain produk olahan dari Desa berupa makanan, ada juga produk dari hasil kerajinan tangan. (NDY).

Editor : Milla