Minggu, Juli 26, 2026
Beranda blog

Mahasiswa STAIN SAR Kepri Ukir Prestasi di Lomba Artikel Kemendikdasmen RI

Mahasiswa STAIN SAR Kepri Ukir Prestasi di Lomba Artikel Kemendikdasmen RI. (Dok. STAIN SAR Kepri)

Bintan, GK.com – Dunia akademik kembali menghadirkan kabar membanggakan dari Kepulauan Riau. Seorang mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) STAIN Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau berhasil menunjukkan bahwa tugas perkuliahan dapat berkembang menjadi karya yang mampu bersaing di tingkat Nasional. Berkat ketekunan dan kreativitasnya, ia sukses menembus 20 besar dalam Lomba Artikel dan Foto “Cerita Pendidikan dan Wajah Pendidikan” yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.

Prestasi tersebut diraih oleh Afnesia Tamara, mahasiswa semester III Prodi Tadris Bahasa Inggris (TBI). Artikel yang mengantarkannya masuk 20 besar berawal dari tugas Ujian Tengah Semester (UTS) mata kuliah Paragraph Writing yang kemudian dikembangkan hingga layak mengikuti kompetisi Nasional.

Kompetisi bertema “Menguatkan Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua” itu diikuti peserta dari berbagai kalangan, mulai dari guru, tenaga kependidikan, mahasiswa, masyarakat umum hingga wartawan. Seluruh peserta diminta menyusun artikel orisinal dengan penilaian yang mencakup kualitas gagasan, kesesuaian tema, kedalaman isi, serta penggunaan bahasa.

Dalam karya berjudul “Ketika Pendidikan Bermutu Belum Menjadi Hak yang Nyata”, Afnesia mengangkat persoalan pemerataan pendidikan di Indonesia. Ia menyoroti masih adanya kesenjangan akses pendidikan, keterbatasan sarana belajar, hingga tantangan ekonomi yang dihadapi sebagian peserta didik. Melalui tulisannya, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan dapat diakses semua kalangan.

Pengalaman Afnesia sebagai pengajar di pondok pesantren turut memperkaya sudut pandang dalam penulisan artikelnya. Pengalaman tersebut menjadi bekal dalam menggambarkan kondisi pendidikan yang masih membutuhkan perhatian dan kolaborasi berbagai pihak.

Afnesia mengaku tidak menyangka tugas kuliah yang awalnya hanya dikerjakan untuk memenuhi kewajiban akademik justru mampu mengantarkannya meraih prestasi di tingkat Nasional.

“Alhamdulillah, saya tidak menyangka bisa masuk 20 besar. Awalnya saya hanya ingin menyelesaikan tugas kuliah dengan sebaik mungkin. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar, berkarya, dan berani mengikuti berbagai kompetisi”. ungkapnya.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan nilai akademik, tetapi juga mampu melahirkan karya yang berdaya saing di tingkat Nasional. Prestasi Afnesia diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan menulis, berpikir kritis, serta aktif mengikuti berbagai ajang kompetisi yang membawa nama baik kampus maupun daerah. (*)

Editor: Endang

Sinergi Lintas Instansi, Imigrasi Batam Laksanakan Operasi Gabungan Pengawasan Perairan Batam

Sinergi Lintas Instansi, Imigrasi Batam Laksanakan Operasi Gabungan Pengawasan Perairan Batam. (Dok. Imigrasi Batam)
Batam, GK.com – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam bersama sejumlah instansi melaksanakan Operasi Gabungan Pengawasan Keimigrasian di wilayah perairan Sekupang dan
Batu Ampar pada Rabu (22/07/2026).

Pada operasi gabungan yang melibatkan personel dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Satuan Polisi Perairan Polresta Barelang, Bea Cukai Batam, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Batam, serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) itu, petugas melakukan pemeriksaan terhadap dua kapal berbendera asing, yakni MV. Forte yang berlabuh di Perairan Sekupang dan Vasco Da Gama yang berada di Perairan Batu Ampar.

Adapun pemeriksaan saat itu meliputi verifikasi dokumen keimigrasian awak kapal, crew list, last port clearance, dokumen manifes, sertifikat kesehatan dan karantina, serta dokumen pendukung lainnya sesuai kewenangan masing-masing instansi. Selain pemeriksaan administrasi,
petugas juga melakukan pengecekan langsung terhadap aktivitas awak kapal di sejumlah area kapal untuk memastikan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas Warga Negara Asing (WNA) di wilayah kerja Kantor Imigrasi Batam, khususnya pada jalur perairan internasional. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya pelanggaran keimigrasian maupun pelanggaran lain yang menjadi kewenangan instansi terkait.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam Wahyu Eka Putra menegaskan bahwa pengawasan di
wilayah perairan merupakan bagian penting dari strategi pengawasan keimigrasian, mengingat
Batam dengan mobilitas internasionalnya yang tinggi.

”Sebagai daerah perbatasan yang memiliki mobilitas internasional tinggi, Batam memerlukan pengawasan yang adaptif dan berkelanjutan. Melalui operasi gabungan ini, kami memastikan setiap aktivitas orang asing di wilayah perairan tetap berjalan sesuai ketentuan keimigrasian, sekaligus memperkuat sinergi antar instansi dalam melaksanakan fungsi imigrasi menjaga keamanan dan kedaulatan Negara”. katanya.

Melalui pengawasan yang dilakukan secara berkala dan kolaboratif bersama instansi terkait, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam berkomitmen menjaga kepatuhan terhadap ketentuan keimigrasian, sekaligus memperkuat keamanan di wilayah perbatasan.

Upaya ini juga merupakan bagian dari langkah preventif untuk memastikan lalu lintas orang dan aktivitas Warga Negara Asing di wilayah kerja Imigrasi Batam berlangsung secara tertib, aman, dan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan. Pelaksanaan operasi ini sejalan dengan semangat “Imigrasi untuk Rakyat” dan juga merupakan implementasi dari Perintah Harian Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko. (*)

Editor: Endang

UPTD Instalasi Farmasi Kepri Pastikan Distribusi Obat Dan Vaksin Berjalan Cepat, Tepat, Dan Bermutu

Kepala Seksi Distribusi dan Perencanaan UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kepri, Sulistiawati. (Foto gerbangkepri.com/Siska)

Kepri, GK.com – UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau terus berkomitmen memastikan ketersediaan obat, vaksin, Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), serta berbagai perbekalan kesehatan lainnya untuk seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Provinsi Kepulauan Riau. Melalui sistem distribusi yang terencana, serta pengawasan mutu yang ketat, kebutuhan logistik kesehatan di tujuh Kabupaten/Kota dapat terpenuhi secara cepat, tepat, dan sesuai standar.

Kepada gerbangkepri.com, Kepala Seksi Distribusi dan Perencanaan UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kepri, Sulistiawati menjelaskan, UPTD Instalasi Farmasi memiliki peran penting dalam pengelolaan logistik kesehatan, mulai dari perencanaan kebutuhan, penerimaan barang dari Pemerintah Pusat, penyimpanan, pemeliharaan mutu, hingga pendistribusian kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

“Pelayanan kami mencakup seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi Kepulauan Riau. Penerima layanan meliputi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Puskesmas, Rumah Sakit, dan fasilitas kesehatan lainnya sesuai dengan program serta kebutuhan pelayanan,” kata Sulistiawati.

“Proses penyaluran juga dilakukan berdasarkan permintaan resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Setelah permintaan di terima, petugas segera melakukan verifikasi, menyiapkan barang sesuai kebutuhan, kemudian mendistribusikannya berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan,” tambahnya.

“Untuk menjaga kualitas pelayanan, UPTD Instalasi Farmasi berupaya merespons setiap permintaan dalam waktu singkat. Permintaan yang masuk pada pagi hari umumnya dapat dipenuhi di hari yang sama. Sedangkan permintaan yang diterima pada siang hari atau dalam jumlah besar akan segera di proses untuk didistribusikan paling lambat keesokan harinya,” ungkap Sulistiawati.

“Secara umum, proses penyaluran dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 24 jam, tentunya dengan tetap memperhatikan prosedur serta ketersediaan stok. Selain mengutamakan kecepatan pelayanan, UPTD Instalasi Farmasi juga memastikan ketepatan jenis, jumlah, mutu, dan waktu distribusi melalui koordinasi rutin dengan seluruh penerima layanan serta pemantauan stok secara berkala,” terang Sulistiawati.

Ditegaskan Sulistiawati kepada awak Media ini, Rabu (22/07/2026) pagi, setiap keluhan yang disampaikan oleh fasilitas kesehatan tentunya akan segera ditindaklanjuti. Seluruh laporan terlebih dahulu di identifikasi, kemudian dikoordinasikan dengan pihak terkait untuk menemukan solusi, sekaligus melakukan evaluasi agar permasalahan serupa tidak kembali terjadi.

“Semua pelayanan kami mengacu pada standar operasional prosedur yang telah ditetapkan, mulai dari pengelolaan, penyimpanan hingga pendistribusian perbekalan kesehatan,” ucap Sulistiawati di Front Office.

Sebagai informasi, dalam menjaga kualitas obat dan vaksin, UPTD Instalasi Farmasi menerapkan pengawasan yang ketat selama proses penyimpanan. Kondisi ruang penyimpanan di pantau secara rutin dengan pencatatan suhu sebanyak tiga kali setiap hari, yakni pagi, siang, dan sore. Khusus vaksin dan produk yang memerlukan suhu tertentu, pengawasan dilakukan melalui sistem cold chain atau rantai dingin sesuai standar nasional.

Pengawasan mutu tersebut menjadi tanggung jawab Seksi Distribusi yang di dukung lima tenaga pengelola sesuai tugas masing-masing.

“Perhatian serupa juga diterapkan saat proses pengiriman, terutama ke Wilayah Kepulauan seperti Kabupaten Anambas dan Natuna yang memiliki keterbatasan jadwal transportasi laut. Dengan frekuensi pelayaran yang umumnya hanya dua kali dalam sepekan, jadwal distribusi disusun secara cermat, agar mutu obat dan vaksin tetap terjaga hingga diterima oleh fasilitas kesehatan. Dan untuk menjamin akuntabilitas pelayanan, seluruh tahapan distribusi didokumentasikan sesuai ketentuan yang berlaku. Evaluasi juga di lakukan secara berkala dengan menampung berbagai masukan dari penerima layanan,” papar Sulistiawati.

Untuk diketahui, sebagai sarana komunikasi, UPTD Instalasi Farmasi memanfaatkan media penghubung resmi melalui Google Drive yang dapat diakses seluruh Dinas Kesehatan di tujuh Kabupaten/Kota. Sistem tersebut memudahkan penyampaian informasi, pelaporan, maupun penanganan keluhan secara cepat oleh petugas penghubung di masing-masing daerah.

Dalam mendukung pengelolaan logistik kesehatan, UPTD Instalasi Farmasi juga mengembangkan Sistem Informasi Layanan Obat dan Vaksin (SILOVe). Aplikasi ini memuat data penerimaan barang, stok, masa kedaluwarsa, hingga proses distribusi sehingga pengelolaan logistik menjadi lebih efektif dan akurat.

“Kami menerapkan metode First Expired First Out (FEFO), sehingga obat yang memiliki masa kedaluwarsa lebih dekat akan diprioritaskan untuk disalurkan terlebih dahulu. Sementara proses pemesanan dari Kabupaten dan Kota menggunakan aplikasi nasional SMILE,” ujar Sulistiawati.

Ia menyebutkan, inovasi SILOVe yang dikembangkan UPTD Instalasi Farmasi Kepri telah diterapkan di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Riau, dan mulai menjadi rujukan bagi daerah lain. Provinsi Jambi telah mereplikasi sistem tersebut, sementara beberapa daerah lain masih dalam tahap persiapan implementasi.

“Harapan kami, sinergi yang telah terjalin dengan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dapat semakin kuat, sehingga penyaluran obat, vaksin, serta program kesehatan yang bersumber dari Pemerintah Pusat dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat Kepulauan Riau. UPTD Instalasi Farmasi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui prinsip cepat, tepat, ramah, transparan, dan akuntabel”. tutup Sulistiawati. (Sis)

Editor: Endang

Imigrasi Batam Hadirkan Layanan Reach Out Izin Tinggal, Dipadukan Dengan Coaching Clinic

Petugas Imigrasi Batam saat melakukan layanan Reach Out Izin Tinggal yang diipadukan dengan Coaching Clinic

Batam, GK.com – Selalu berupaya meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian sekaligus mempermudah akses bagi pelaku usaha, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam kembali menghadirkan layanan Reach Out Izin Tinggal yang dipadukan dengan Coaching Clinic. Kali ini, layanan tersebut menyasar kepada perusahaan-perusahaan yang berada di Kawasan Industri Tunas Prima, Nongsa. Ini juga sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan efektif bagi masyarakat serta penjamin Warga Negara Asing (WNA).

Tim Seksi Izin Tinggal Kantor Imigrasi Batam dalam kegiatan tersebut tanpak melayani sebanyak tujuh pemohon izin tinggal. Selain menerima berkas permohonan, petugas juga membuka sesi konsultasi untuk memberikan penjelasan mengenai prosedur, persyaratan administrasi, hingga menjawab berbagai kendala yang dihadapi perusahaan maupun penjamin WNA terkait layanan keimigrasian. Seluruh dokumen yang diajukan dinyatakan lengkap dan di terima untuk diproses lebih lanjut.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam Wahyu Eka Putra mengatakan, program Reach Out menjadi salah satu bentuk transformasi pelayanan publik yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

“Kami berupaya memberikan pelayanan keimigrasian yang terus bertransformasi mengikuti kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia usaha. Melalui program Reach Out, kami ingin memastikan layanan izin tinggal tidak hanya mudah diakses, tetapi juga memberikan kepastian, transparansi, dan nilai tambah bagi iklim investasi di Batam”. ujarnya, Kamis (16/07/2026).

Menurutnya, kemudahan layanan keimigrasian menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung iklim investasi di Kota Batam. Meski demikian, pelayanan yang diberikan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan pengawasan terhadap keberadaan, serta aktivitas WNA sesuai ketentuan yang berlaku.

Ke depan, Kantor Imigrasi Batam berkomitmen untuk terus memperluas pelaksanaan layanan jemput bola dan program edukasi keimigrasian guna meningkatkan akses pelayanan, memperkuat kepatuhan terhadap regulasi, serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat dan pelaku usaha di wilayah Batam. (DW/*)

Editor: Endang

SD Negeri 009 Bintan Timur Gelar Parenting di Awal Tahun Ajaran Bersama Wali Murid

SD Negeri 009 Bintan Timur saat menggelar Parenting bersama Wali Murid

Bintan, GK.com – Dalam upaya mempererat kemitraan antara sekolah dan keluarga, SD Negeri 009 Bintan Timur menggelar kegiatan parenting yang diikuti oleh para orang tua atau wali murid pada awal tahun ajaran baru. Kegiatan ini menjadi wadah untuk menyamakan persepsi dalam mendampingi tumbuh kembang anak, sekaligus membangun komunikasi yang lebih erat antara pihak sekolah dengan orang tua.

Kepala SD Negeri 009 Bintan Timur Liza Paulina menegaskan, keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan memiliki peran yang sangat penting. Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah saja, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari lingkungan keluarga melalui komunikasi yang terbuka dan saling membangun.

“Komunikasi yang efektif itu wajib. Tanpa orang tua, sekolah akan pincang. Begitu juga tanpa sekolah, orang tua akan kehilangan arah. Jika komunikasi tidak terjalin, maka keduanya akan berjalan sendiri-sendiri. Padahal tujuan kita sama, yakni menciptakan anak-anak yang hebat, bahagia, dan berkarakter,” ujarnya melalui pesan Whatsapp, Rabu (15/07/2026).

Ia menegaskan, komunikasi antara sekolah dan orang tua bukan untuk saling menyalahkan atau sekadar menyampaikan keluhan, melainkan menjadi ruang yang jujur untuk bekerja sama demi masa depan anak. Menurutnya, anak-anak yang unggul lahir dari keluarga yang memberikan dukungan, dan sekolah yang mampu mengayomi.

Pada kegiatan tersebut, SD Negeri 009 Bintan Timur mengangkat tema “Komunikasi Efektif Membangun Keluarga Harmonis.” Tema tersebut dipilih dengan harapan, setiap keluarga peserta didik mampu menciptakan suasana rumah yang penuh kasih sayang.

“Kami berharap setelah mengikuti parenting ini, setiap rumah siswa SD Negeri 009 Bintan Timur dipenuhi lebih banyak tawa, lebih banyak pelukan, dan lebih sedikit kemarahan. Dari keluarga yang harmonis akan lahir anak-anak yang cerdas, berakhlak, dan memiliki karakter yang kuat.

Kegiatan ini bukan untuk menyalahkan orang tua, tetapi bentuk dukungan agar kita sama-sama belajar demi anak-anak kita,” harapnya.

Ia juga menjelaskan, kegiatan parenting akan terus menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap awal tahun pembelajaran. Bahkan, sekolah berharap program tersebut dapat menjadi ciri khas SD Negeri 009 Bintan Timur sebagai sekolah yang mampu membangun kekompakan antara guru dan orang tua.

“Kami percaya, sekolah yang hebat bukan karena memiliki gedung yang megah, tetapi karena guru dan orang tua mampu berjalan bersama dalam mendidik anak. Melalui kegiatan parenting ini, kami berharap terbuka ruang kerja sama yang semakin baik antara sekolah dengan seluruh orang tua murid,” ungkapnya Pukul 16.25 WIB.

Sebagai kegiatan perdana, pihak sekolah mengakui masih terdapat berbagai hal yang akan terus dievaluasi. Namun demikian, program tersebut dipastikan akan terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang dengan persiapan yang lebih matang.

“Ini merupakan langkah awal kami. Insya Allah kegiatan parenting akan terus berlanjut setiap tahun dengan konsep yang semakin baik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh orang tua dan peserta didik”. tutupnya. (DS)

Editor: Endang


Pos Bantuan Hukum di Seluruh Kelurahan Disiapkan Pemko Batam Dan Kemenkum Kepri

Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat menerima audiensi Kemenkum Kepri di Kantor Wali Kota Batam. (Foto Diskominfo Batam/Rumawi)

Batam, GK.com – Salah satu fokus kerja sama dalam memperluas akses layanan hukum bagi masyarakat, Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Kepri berencana menghadirkan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di setiap Kelurahan.

Rencana tersebut disampaikan oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad saat menerima audiensi Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Kepri Edison Manik beserta jajaran di Kantor Wali Kota Batam pada Selasa (14/07/2026).

Selain pembentukan Posbakum, pertemuan tersebut juga membahas penguatan perlindungan kekayaan intelektual, penyusunan produk hukum daerah yang lebih adaptif, serta peningkatan kolaborasi pelayanan hukum antara Pemerintah Daerah dan Kementerian Hukum.

Rencana pembentukan Pos Bantuan Hukum untuk di seluruh Kelurahan disambut baik oleh Amsakar. Menurutnya, keberadaan Posbakum akan memudahkan masyarakat dalam memperoleh pendampingan dan konsultasi hukum tanpa harus menghadapi akses yang rumit.
Namun demikian, ia juga mengingatkan, agar kerja sama yang dibangun tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman semata.

“Saya menyambut baik ide ini, terutama terkait pembentukan Pos Bantuan Hukum di setiap Kelurahan. Namun, jangan sampai produk hukum menjadi besi tua tidak termanfaatkan, dan hanya berhenti di atas kertas,” tegas Amsakar.

“Keberhasilan sebuah MoU di ukur dari implementasinya. Karena itu, setiap poin kerja sama harus memiliki mekanisme pelaksanaan yang jelas, indikator keberhasilan yang terukur, serta memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Yang lebih penting bukan hanya memformulasikan narasi MoU, tetapi juga memastikan implementasinya berjalan dengan baik, sehingga benar-benar mampu memberikan solusi bagi masyarakat”. harap Amsakar.

Selain pelayanan bantuan hukum, Amsakar juga menyoroti pentingnya perlindungan kekayaan intelektual. Menurutnya, Batam memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif, UMKM, seni, dan inovasi yang perlu mendapat kepastian hukum agar mampu meningkatkan daya saing.

Sementara, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Kepri, Edison Manik menyampaikan, pihaknya siap memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Batam dalam meningkatkan pelayanan hukum kepada masyarakat.

Menurut Edison, hingga saat ini, Kanwil Kemenkum Kepri telah melayani sekitar 1.600 permohonan kekayaan intelektual, mulai dari pendaftaran merek, hak cipta, desain industri, hingga bentuk perlindungan hukum lainnya.

Ia berharap kerja sama dengan Pemerintah Kota Batam dapat segera direalisasikan, sehingga pembentukan Pos Bantuan Hukum di tingkat Kelurahan dapat menjadi salah satu upaya memperluas akses keadilan bagi masyarakat, sekaligus memperkuat penyusunan regulasi daerah dan perlindungan terhadap karya intelektual masyarakat Batam. (Diskominfo Batam/Yogi Septiyan/Red)

Editor: Endang