Sabtu, April 18, 2026
Beranda blog

Gaji Dan Rapel Pensiunan Belum Ada Kenaikan, Taspen Imbau Masyarakat Harus Cek ke Sumber Resmi

Finance Section Head Taspen Tanjungpinang, Adam Victor Handoyo. (gerbangkepri.com/Hasbi)

Tanjungpinang, GK.com – Kepada gerbangkepri.com, Finance Section Head Taspen Tanjungpinang, Adam Victor Handoyo menegaskan, hingga sampai saat ini, belum ada kebijakan dan kejelasan resmi dari Pemerintah terkait kenaikan gaji dan pencairan rapel bagi pensiunan.
“Untuk kenaikan dan rapel bagi PNS maupun pensiunan, sampai saat ini belum ada informasi resmi dari Pemerintah Pusat. Jadi, kami imbau kepada masyarakat, setiap informasi terkait kenaikan atau rapel yang beredar saat ini dipastikan itu hoaks,” jelas Adam.

“Taspen hanya akan mengeluarkan pernyataan resmi apabila telah menerima dasar hukum berupa Surat Keputusan (SK) atau Surat Edaran dari Pemerintah Pusat. Jika memang sudah ada mandat resmi, kami akan menyampaikan informasi melalui berbagai Media, seperti Koran, Radio, Media Sosial, serta melalui mitra perbankan agar sampai kepada para pensiunan,” ujarnya.

Selain meluruskan informasi yang beredar, Taspen juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap maraknya penipuan yang mengatasnamakan instansi tersebut.

Ditegaskan Adam lagi, bahwa Taspen tidak pernah meminta data pribadi sensitif dari peserta.

“Perlu digarisbawahi, Taspen tidak pernah meminta data pribadi seperti nomor rekening, PIN, ataupun kode OTP melalui telepon atau media lainnya,” katanya.

Menurutnya, salah satu modus yang sering digunakan pelaku adalah berpura-pura sebagai pegawai Taspen, dan meminta kode OTP atau sejumlah uang dengan dalih pencairan rapel. Bahkan, ada juga yang mengaku sebagai perwakilan Instansi Pemerintah atau bendahara gaji.

“Modus lainnya, pelaku meminta korban mengirimkan uang terlebih dahulu agar rapel bisa dicairkan. Ini jelas penipuan,” tambahnya.

Taspen sendiri telah mengambil langkah hukum terhadap kasus-kasus tersebut. Pihaknya bekerja sama dengan Aparat Kepolisian untuk menindak sindikat penipuan yang merugikan masyarakat.

“Dari sisi legal, kami sudah melakukan tindakan hukum, bahkan sudah ada sindikat yang berhasil ditangkap. Kami juga terus merekap laporan dari masyarakat untuk ditindaklanjuti,” ungkap Adam.

Ia pun mengimbau masyarakat yang menemukan atau menjadi korban penipuan untuk segera melapor.

“Silakan laporkan ke Taspen dan juga ke pihak Kepolisian agar bisa segera ditindaklanjuti,” ujar Adam.

Sebagai langkah pencegahan, Taspen secara aktif melakukan sosialisasi melalui Media Massa dan Media Sosial terkait berbagai modus penipuan, termasuk phishing dan penyalahgunaan data pribadi.

“Jangan mudah percaya pada informasi yang tidak resmi, apalagi jika diminta data pribadi atau uang. Pastikan selalu cek ke sumber resmi” pesan Adam, Kamis (16/04/2026) Pukul 14.15 WIB.

Isu mengenai kenaikan gaji dan pencairan rapel bagi pensiunan belakangan ini memang lagi ramai diperbincangkan di masyarakat. (HB)

Editor: Endang

Beberapa Bisnis Rumahan Yang Jarang di Lirik, Namun Bisa Menarik Cuan

Beberapa Bisnis Rumahan Yang Jarang di Lirik, Namun Bisa Menarik Cuan. (Foto gerbangkepri.com/Qiqi)

Bingung tidak memiliki pekerjaan, dikarenakan minimnya lapangan kerja yang di buka oleh Pemerintah maupun dari pihak swasta, sementara, biaya kehidupan tetap terus harus berjalan. Apalagi bagi Kepala Keluarga yang wajib memberikan nafkah demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salah satu solusi dengan minim modal, namun tetap bisa menghasilkan cuan adalah dengan cara memulai usaha rumahan. Selain berusaha, anda masih bisa tetap berkumpul bersama keluarga.

Usaha rumahan yang cocok dengan model bisnis yang sangat relevan di Indonesia, karena memanfaatkan bahan baku lokal yang melimpah dan murah seperti singkong, pisang, dan ubi saat ini menjadi salah satu jenis usaha yang menjanjikan, bahkan jika beruntung, anda mungkin bisa menjajakan dagangan hingga Keluar Negeri, karena keunggulan Provinsi Kepulauan Riau yang berbatasan dengan dua Negara sekaligus, yaitu Singapura dan Malaysia.

Dengan sentuhan kreativitas pada kemasan dan variasi rasa, produk rumahan yang sederhana bisa naik kelas dan menjangkau pasar yang lebih luas melalui sistem titip jual di warung atau melalui Media Sosial.

Berikut adalah ide jenis dagangan rumahan yang simpel, tidak menguras banyak modal, namun menjanjikan bagi keberlangsungan hidup yang jarang di lirik.
1. Keripik Pisang.
2. Keripik Ubi.
3. Rengginang.
4. Aneka jenis Kerupuk Ikan, Sayuran, hingga Daging.
5. Kacang-kacangan.
6. Peyek.
7. Kue Kembang Goyang.
8. Kue Bawang.
9. Emping Belinjo dengan berbagai aneka rasa.
10. Aneka olahan Keripik Tahu dan Tempe dengan berbagai rasa.
11. Aneka olahan Kerupuk dari beberapa Sayuran dengan berbagai rasa.
12. Aneka berbagai manisan dari buah-buahan.

Ketekunan, kegigihan serta kesabaran tentunya sangat diperlukan dalam setiap keberhasilan. Melalui beberapa saran untuk para pemula bisnis rumahan ini, diharapkan mampu nantinya menciptakan lapangan kerja baru jika usaha tersebut berkembang pesat.

Penulis: Qiqi



Pesona Coastal Area, Hingga Jadi Tempat Favorit

Pesona Coastal Area, Hingga Jadi Tempat Favorit. (Foto gerbangkepri.com/Dwi)

Karimun, GK.com – Kawasan Coastal Area di Karimun setiap hari ramai didatangi masyarakat untuk berolahraga maupun bersantai setelah menjalani aktivitas seharian. Area ini menjadi salah satu pilihan utama warga untuk melepas penat, khususnya pada sore hingga malam.

Terlihat masyarakat dari berbagai kalangan memanfaatkan kawasan tersebut untuk jogging, berjalan santai, hingga duduk menikmati pemandangan laut yang menenangkan. Suasana yang sejuk dengan hembusan angin laut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Selain itu, deretan pedagang yang menjajakan aneka makanan dan minuman turut menambah semarak kawasan ini. Beragam kuliner, mulai dari jajanan ringan hingga minuman segar, menjadi pelengkap bagi warga yang ingin bersantai sambil menikmati suasana.

Andi (35) salah satu pengunjung mengaku rutin mengunjungi kawasan tersebut sepulang kerja.

“Kalau habis kerja, saya sering ke sini untuk jogging atau duduk santai. Suasananya enak, anginnya sejuk, jadi bisa hilangkan penat,” ujarnya di Tugu Coastal, Rabu (15/04/2026).

Warga lainnya, Siti (28) juga menyampaikan hal serupa. Ia menilai kawasan Coastal Karimun kini semakin nyaman untuk dikunjungi bersama keluarga.

“Sekarang lebih ramai dan banyak pilihan makanan. Anak-anak juga senang kalau diajak ke sini, jadi sekalian jalan-jalan dan santai”. katanya Pukul 16.05 WIB.

Dengan meningkatnya kunjungan masyarakat, kawasan ini diharapkan dapat terus dijaga kebersihan dan ketertibannya, sehingga tetap menjadi ruang publik yang nyaman, aman, dan menarik bagi seluruh warga. (DS)

Editor: Endang

Program Pensiun BPJS Ketenagakerjaan Tahun 2026

Gambar ilustrasi (Foto google)

Jaminan pensiun merupakan salah satu program penting yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan finansial bagi pekerja di masa tua. Tahun 2026 menjadi momentum penting, karena Pemerintah menetapkan ketentuan baru yang lebih jelas mengenai manfaat bulanan yang dijamin untuk seluruh peserta.

Program jaminan pensiun hadir untuk memastikan pekerja tetap memiliki penghasilan setelah memasuki usia pensiun. Dengan adanya manfaat bulanan, pekerja tidak sepenuhnya bergantung pada keluarga atau tabungan pribadi. Sistem ini juga menjadi bagian dari jaring pengaman sosial yang mendukung kesejahteraan masyarakat.

Manfaat bulanan jaminan pensiun diberikan dalam bentuk uang tunai yang ditransfer ke rekening peserta. Besarannya dihitung berdasarkan formula yang mempertimbangkan masa iur dan rata-rata upah selama bekerja. Dengan sistem ini, pekerja yang memiliki masa iur panjang dan upah lebih tinggi akan menerima manfaat lebih besar.

Sementara untuk pembayaran dilakukan setiap bulan secara teratur. Dan dana ditransfer langsung ke rekening peserta, sehingga lebih aman dan transparan.

Besaran manfaat bisa berbeda antar peserta, tergantung riwayat iuran dan upah.

Selain jaminan pensiun, terdapat program Jaminan Hari Tua (JHT) yang juga dikelola BPJS Ketenagakerjaan. Perbedaannya adalah JHT bisa dicairkan sekaligus dalam bentuk tabungan, sedangkan jaminan pensiun memberikan manfaat bulanan seumur hidup sesuai ketentuan.

Adapun syarat untuk bisa menerima manfaat jaminan pensiunnantara lain:

1. Terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan.
2. Membayar iuran secara rutin sesuai ketentuan.
3. Memiliki masa iur minimal tertentu, biasanya 15 tahun atau lebih.
4. Usia pensiun sesuai aturan, umumnya 56 tahun, dengan kemungkinan penyesuaian di masa depan.

Penulis: Alam
Editor: Milla

Sertifikat Tanah Elektronik Lebih Aman Dan Mudah Diakses

Koordinator Pendaftaran Tanah dan Ruang di BPN Tanjungpinang, Heli Pitra Liansa. (Foto gerbangkepri/Hasbi)

Tanjungpinang, GK.com – Badan Pertanahan Nasional (BPN) terus mendorong penerapan sertifikat tanah elektronik sebagai bagian dari transformasi digital di sektor pertanahan. Sistem ini dinilai memberikan kemudahan akses, sekaligus meningkatkan keamanan data kepemilikan tanah.

Heli Pitra Liansa selaku Koordinator Pendaftaran Tanah dan Ruang di BPN Tanjungpinang, kepada gerbangkepri.com menjelaskan bahwa, sertifikat tanah elektronik merupakan bentuk digital dari sertifikat konvensional yang sebelumnya masih berbasis fisik (Analog).

“Kalau dulu sertifikat masih berbentuk fisik dan datanya belum sepenuhnya digital, sekarang sudah beralih ke sistem elektronik. Data kepemilikan tanah sudah tersimpan secara digital dan bisa diakses kapan saja,” ujarnya.

“Peralihan ini merupakan bagian dari kebijakan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN dalam melakukan modernisasi sistem administrasi pertanahan. Seluruh data, termasuk arsip, kini tersimpan secara digital, sehingga lebih terorganisir dan mudah ditelusuri,” ungkapnya.

Secara fisik, sertifikat elektronik juga tampil lebih sederhana. Dokumen hanya berupa selembar kertas yang dilengkapi dengan barcode. Keabsahan data dapat diverifikasi melalui aplikasi “Sentuh Tanahku” yang disediakan oleh Kementerian.

“Dari sisi hukum, lanjut Heli menerangkan, BPN memastikan bahwa sertifikat elektronik memiliki kekuatan yang sama dengan sertifikat konvensional.

“Kekuatan hukumnya tetap sama. Ini sudah diatur dalam peraturan turunan dari Peraturan Presiden dan juga Peraturan Menteri terkait penerbitan sertifikat elektronik,” tegas Heli, Selasa (14/04/2026).

“Penerapan sistem ini juga mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satu alasan utamanya adalah, karena banyaknya kasus kehilangan sertifikat fisik yang sering diikuti hilangnya data penting. Dengan sistem digital, masyarakat merasa lebih aman karena data tersimpan dan bisa diakses dari mana saja,” kata Heli.

“Terkait keamanan, sertifikat elektronik dilengkapi dengan sistem pengamanan seperti barcode dan kode khusus yang hanya dapat diakses melalui aplikasi resmi yang terdaftar di Kementerian. Ini tentunya membuat potensi pemalsuan menjadi jauh lebih kecil,” tambahnya.

Sejauh ini, BPN Tanjungpinang mengaku belum menemukan kasus peretasan maupun pemalsuan sertifikat elektronik.

“Belum ada kasus di Tanjungpinang. Justru untuk sertifikat analog, kasus pemalsuan cukup banyak, dan bahkan sudah sampai ke proses persidangan”. ujar Heli kepada gerbangkepri.com saat ditemui di Kantor BPN Tanjungpinang pada Selasa, 14 Pukul 14.30 WIB.

Meski demikian, BPN memastikan bahwa apabila terjadi kendala akses, masyarakat tetap dapat melakukan pengecekan langsung di Kantor BPN setempat.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, sertifikat tanah elektronik diharapkan dapat menjadi solusi atas berbagai permasalahan administrasi pertanahan, sekaligus meningkatkan kepastian hukum bagi masyarakat. (HB)

Editor: Endang

Ongkos Pesawat Haji Naik, Menhaj Datangi DPR RI

Ilustrasi jemaah haji brangkat ke Mekkah menggunakan transportasi udara. (Foto google)

Jakarta, GK.com – Pada saat Rapat bersama Komisi VIII DPR RI, Selasa (14/4/2026), Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf meminta persetujuan sumber pembiayaan haji di Tahun 2026 sebesar Rp 1,77 triliun.

“Dikarenakan ada kenaikan harga avtur pada aspek transportasi udara, total biaya melonjak dari Rp 6,69 triliun menjadi Rp 8,46 triliun atau meningkat sebesar Rp 1,77 triliun. Alhamdulillah, Presiden telah menegaskan pelonjakan biaya ini jangan dibebankan kepada jemaah,” tutur Irfan.

“Terkait hal ini, kami juga berkoordinasi dengan Kejagung terkait legalitas sumber pembiayaannya, berbagai alternatif sumber pembiayaan untuk mengakomodir hal tersebut seperti dari APBN juga di bahas. Pada kesempatan ini kami berharap kepada Komisi VIII DPR RI dapat menyetujui dan diputuskan mengenai besaran dan sumber pembiayaan tersebut untuk memenuhi penyesuaian biaya”. ujar Irfan di Ruang Rapat Komisi VIII, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Dikesempatan itu, Irfan juga menuturkan bahwa ada penyedia layanan makan jemaah haji di Mekkah yang mengundurkan diri. Namun penggantinya sudah di tunjuk. (DK)

Editor: Milla