Tanjungpinang, GK.com – Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi, BAZNAS Kota Tanjungpinang terus berupaya memperkuat perannya sebagai lembaga penyalur zakat, infak, dan sedekah yang tepat sasaran. Melalui berbagai program sosial, BAZNAS tidak hanya menyalurkan bantuan kepada warga kurang mampu saja, tetapi juga melakukan pendampingan agar bantuan yang diberikan benar-benar bermanfaat bagi penerimanya.
Wakil Ketua II Bidang Perindustrian dan Pendayagunaan BAZNAS Tanjungpinang, H. Syahrial Ajis, S.Sos.I mengatakan, pihaknya terus mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi, agar proses pendistribusian dapat dilakukan secara transparan dan terorganisir.
“Setiap pendistribusian kami selalu melibatkan pihak terkait. Kami juga menyampaikan informasi melalui grup-grup dan jaringan masyarakat supaya penyaluran bantuan ini diketahui bersama,” ujarnya di lobi Kantor Baznas Tanjungpinang, Jumat (22/05/2026).
Dijelaskannya, program bantuan yang dijalankan BAZNAS di fokuskan pada bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Dalam sektor pendidikan misalnya, BAZNAS membantu siswa yang mengalami kesulitan membeli seragam sekolah, buku, hingga perlengkapan belajar lainnya.
“Kita berkoordinasi dengan guru di sekolah. Kadang ada anak yang bajunya sudah tidak layak pakai, tidak punya buku pegangan, atau memang tidak ada yang membiayai sekolahnya, itu yang kita bantu,” katanya Pukul 15.30 WIB.
Selain pendidikan, bantuan juga diberikan kepada masyarakat yang sedang sakit, warga terlantar, maupun keluarga kurang mampu yang terkendala biaya pengobatan dan transportasi berobat.
“Kalau ada warga sakit dan memang kesulitan biaya transportasi atau kebutuhan lain, kita tinjau langsung kebutuhannya seperti apa, lalu kita bantu sesuai kemampuan,” ungkapnya.
Dalam bidang ekonomi, BAZNAS turut menjalankan program pemberdayaan UMKM melalui bantuan modal usaha bagi masyarakat kecil. Bantuan tersebut disesuaikan dengan kondisi usaha penerima agar benar-benar membantu perkembangan usaha mereka.
“Kita lihat dulu usahanya seperti apa. Kalau alat usahanya masih layak dipakai, kita lebih fokus membantu tambahan modal supaya usaha mereka bisa berkembang,” tuturnya.
Ditegaskannya, seluruh program bantuan yang dijalankan selalu dilaporkan kepada Kementerian Agama maupun BAZNAS Pusat sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban lembaga.
Terkait penghimpunan zakat dan infak, pihaknya mengakui, kondisi ekonomi pasca pandemi COVID-19 cukup berdampak terhadap jumlah pemasukan. Namun, BAZNAS tetap berupaya melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar target penghimpunan dapat tercapai.
“Dulu penghimpunan bisa mencapai sekitar Rp 100 juta per bulan. Sekarang kita terus mencari strategi, agar penghimpunan zakat dan infak tetap meningkat sesuai target yang diberikan pusat”. tutupnya. (DW)
Editor: Milla

