Kamis, Mei 28, 2026
Beranda blog Halaman 925

Pembukaan MTQ Tingkat Kecamatan Karimun Yang ke-12 di Sambut Antusias Oleh Masyarakat

Karimun, GK.com –  Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S.Sos, M.Si membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke- 12 tingkat Kecamatan Karimun, di Lapangan Tanjung Rambut, Coastal Area. Kegiatan agenda tahunan yang dilaksanakan itu bertujuan untuk meningkatkan seni budaya membaca kitab suci Al-Qur’an ditengah masyarakat dalam meningkatkan iman dan taqwa.

Dalam sambutannya, Bupati Karimun, H. Aunur Rafiq,  memberikan Apresiasi serta mengucapkan terimakasihnya kepada seluruh Kecamatan se- Kabupaten Karimun, yang telah menyikapi makna dari MTQ dalam mensyiarkan agama islam, serta menjunjung tinggi makna dari Al- Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Kecamatan Karimun merupakan Kecamatan ke- 8 yang telah saya datangi dalam melaksanakan kegiatan MTQ, masih terdapat 4 Kecamatan lagi yang akan melaksanakan kegiatan MTQ ini,” ungkap Aunur Rafiq, Sabtu (15/02) sekitar pukul 21.00 Wib.

“Adapun 4 Kecamatan yang akan melaksanakan kegiatan yang sama antara lain,  Kecamatan Belat, Kecamatan Kundur Barat, Kecamatan Ungar, dan Kecamatan Moro,” terang Aunur Rafiq.

Dikatakan Aunur Rafiq, dari beberapa Kecamatan yang telah dikunjunginya, baik dalam pembukaan maupun penutupan MTQ, Kecamatan Karimun merupakan Kecamatan ke- 2 setelah Kecamatan Meral yang terbaik dalam tingkat kehadiran, tingkat kemeriahan dan antusias masyarakatnya yang sangat luar biasa.

“Tentunya kita berharap kedepannya, kegiatan-kegiatan seperti ini setelah 20 tahun Kabupaten Karimun berdiri, dapat lebih baik lagi, sehingga Kabupaten Karimun semakin maju,” harap Aunur Rafiq.

Dikesempatan yang sama, Camat Karimun Agung Jati Kusuma mengucapkan terimakasihnya kepada Bupati Karimun beserta rombongan yang telah hadir pada acara pembukaan MTQ yang ke- 12 tingkat Kecamatan Karimun itu.

“Pada pelaksanaan pawai ta’aruf yang diikuti lebih kurang 1.500 peserta, menunjukkan bahwa antusias masyarakat yang luar biasa dalam memeriahkan kegiatan MTQ Kecamatan Karimun,” kata Agung.

“Dengan keikutsertaan dalam pawai ta’aruf oleh lapisan masyarakat dari berbagai Ras, Suku, dan Agama dalam rangkaian kegiatan MTQ, ini membuktikan bahwa masyarakat Kecamatan Karimun merupakan masyarakat yang bertoleransi, bertimbang rasa, serta menghargai satu sama lain, sehingga mencerminkan Kabupaten Karimun sebagai bumi berazam yang penuh toleransi,” tutur Agung.

“Kami berharap kepada para Dewan Hakim agar dapat memberikan pengayaan yang terbaik kepada Qori dan Qoriah utusan dari kelurahan dan desa pada cabang-cabang yang dipertandingkan, sehingga menghasilkan Qori dan Qoriah yang mampu bersaing pada ajang MTQ tingkat Kabupaten Karimun”. tutup Agung.

Pembukaan MTQ tingkat Kecamatan Karimun yang ke- 12 itu, ditandai dengan pemukulan beduk oleh Bupati Karimun Dr. H. Aunur Rafiq, S.Sos, M.Si, didampingi Camat Karimun Agung Jati Kusuma. Sementara itu, turut hadir pada acara tersebut, para Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Karimun, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karimun M. Firmasnyah, M.Si., Staff Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kabupaten Karimun H. Zamri, anggota DPRD Kabupaten Karimun, Danlanal Karimun, Dandim Karimun, Kapolsek Tanjungbalai, Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Karimun, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karimun, Lurah dan Kepala Desa se- Kecamatan Karimun, serta seluruh masyarakat se- Kabupaten Karimun. (KR).

Editor : Milla

Bazar Kelurahan Meriahkan MTQ Kecamatan Tanjungpinang Timur

Tanjungpinang,  GK.com –Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) sebagai ajang untuk membentuk manusia yang berakhlak mulia, kini kembali digelar oleh Kecamatan Tanjungpinang Timur,di Halaman Masjid Nur Al Weini, Jalan Peralatan Km 7 Tanjungpinang.

Acara MTQ yang dibuka oleh Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Hj. Rahma,  S.IP itu,  tidak hanya melangsungkan perlombaan MTQ semata, namun juga bersamaan dengan pelantikan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Tanjungpinang Timur, serta dimeriahkan dengan suguhan Bazar dari setiap Kelurahan se- Kecamatan Tanjungpinang Timur.

Uniknya lagi, MTQ kali ini diisi dengan 3 orang Pembawa Acara yang masing-masing menggunakan bahasa yang berbeda, yaitu bahasa Indonesia, bahasa isyarat dan bahasa Inggris.

 

Baca :
https://gerbangkepri.com/2020/01/30/gelar-mtq-ke-vii-mirwansyah-semoga-dapat-menghasilkan-qori-dan-qoriah-ter

https://gerbangkepri.com/2020/01/29/49-kafilah-sukseskan-mtq-kelurahan-bukit-cermin/

https://gerbangkepri.com/2020/02/12/wakil-bupati-karimun-resmi-membuka-mtq-tingkat-kecamatan-tebing-yang-ke-12/

 

“Kita mau menonjolkan anak-anak yang mempunyai kemampuan dalam bahasa asing, seperti bahasa Arab dan bahasa isyarat, biasanya kita menggunakan empat bahasa, satu lagi bahasa Inggris, namun dengan keterbatasan waktu yang kita miliki, jadi hanya menggunakan tiga bahasa saja,” terang Camat Tanjungpinang Timur, Feri Andana, S.STP, M.Si, saat menyampaikan sambutannya di depan para tamu undangan yang hadir.

Fery berharap, dalam pelaksanaan MTQ yang digelar pada Jum’at (14/2) sekitar pukul 20.00 Wib itu, dapat menghasilkan Qori dan Qoriah yang berkualitas, serta menjadi contoh bagi masyarakat lain untuk menadi manusia yang berakhlak mulia dan mampu membangun Kota Tanjungpinang yang lebih baik lagi kedepannya. (Mis).

Editor : Febri

Polres Tanjungpinang Antisipasi Virus Corona Melalui FGD

Tanjungpinang, GK.com – Polres Tanjungpinang  menggelar Forum Grub Discussion (FGD) dengan tema “Antisipasi Dan Pencegahan Terhadap Penyebaran Virus Corona” yang dilaksanakan di Hotel Bintan Plaza Tanjungpinang, Sabtu (15/2) sekitar pukul 09.30 Wib.

Dalam FGD yang dibuka oleh Kasat BINMAS Polres, IPTU Zubaidah yang mewakili Kapolres Tanjungpinang AKBP H. Muhammad Iqbal itu, mengimbau agar masyarakat tidak terlalu khawatir dengan adanya virus corona, serta mampu mengetahui cara pencegahannya.

“Kegiatan ini kita undang ibu-ibu Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) yang berjumlah 33 orang, dengan materi mengenai virus corona dan cara pencegahannya, baik secara medis maupun Agama yang di sampaikan oleh narasumber yang berkompeten,” ujar Kasat BINMAS, IPTU Zubaidah.

Dikesempatan itu, Zubaidah juga berpesan kepada masyarakat, meskipun Kota Tanjungpinang masih dalam keadaan aman dari virus corona, namun harus tetap waspada dengan cara menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kesehatan.

 

Baca :
https://gerbangkepri.com/2020/01/29/minimalisir-penyebaran-virus-corona-wali-kota-tinjau-alat-screening-pada-pelabuhan-sri-bintan-pura/

 

Sementara itu, Dokter Made Sukmawati dari Klinik Urkes Tanjungpinang yang hadir sebagai narasumber dalam FGD tersebut, menyampaikan bahwa virus corona tidak bisa bertahan di suhu lebih dari 50 derajat Celcius dan Alkohol 70%.

Namun secara Agama, Ustadz Suryadi menyampaikankhususnya bagi yang beragama Islam, jika obat yang nantinya hadir mengandung alkohol,dalam situasi genting seperti saat inisuatu hal yang haram bisa menjadi halal jika tidak ada yang lain.

“Ada kaidah dalam fiqih, hal yang haram bisa menjadi halal ketika tidak ada yang lain, namun jangan hanya berfokus kesana, karena saya yakin pasti Allah akan hadirkan petunjuk buat obat tersebut”. tutup Ustadz Suryadi. (Mis).

Editor : Febri 

LAM Tanjungpinang Gelar Seminar Guna Luruskan Adat Istiadat Melayu

Tanjungpinang, GK.com – Bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Tanjungpinang menggelar Seminar Perkawinan Adat Melayu yang bertema “Melestarikan Adat Istiadat Dan Kebudayaaan Bukti Jati Diri Bangsa”.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjugpinang, Surjadi dikesempatan itu menyampaikan bahawa, adat istiadat Melayu memiliki legalitas yang tidak hanya dalam unsur sosial saja, tetapi juga terkandung dalam Pemerintahan.

“Kita harus bersama-sama menegakkan adat istiadat Melayu, karena jika tidak kita tegakkan akan runtuh adat yang kita miliki,” kata Surjadi, Sabtu (15/2) sekitar pukul 10.00 Wib.

Dalam Seminar yang digelar di Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tanjungpinang itu, Surjadi juga membahas tentang muatan lokal pada pendidikan yang seharusnya masih ada, namun kini sudah tidak berlaku lagi sejak Tahun 2013.

“Sebenarnya, untuk muatan lokal ini kembali lagi pada Dinas Pendidikan, karena bukan wewenang kami sebagai Dinas Pariwisata untuk mengunggahnya, kami hanya bisa mendorong seperti pembelajaran Arab Melayu, yang bertujuan untuk mengenalkan salah satu adat istiadat kita kepada para generasi penerus,” ungkap Surjadi.

Pada waktu yang sama, Ketua LAM Kota Tanjungpinang, H. Wan Raffiwar menuturkan beberapa hal yang harus diluruskan kepada seluruh peserta seminar, sehingga kedepannya tidak ada lagi terjadi kesalahan adat istiadat yang terus menerus diajarkan kepada kaum muda.

“Salah satu hal yang terjadi adalah banyaknya pertanyaan yang datang untuk Mak Andam, maka dalam Seminar ini akan dibahas tentang kesalahan yang terjadi pada tata cara Mak Andam yang simpang siur,” tutur Wan Raffiwar.

Dikatakan Wan Raffiwar, dengan diadakannya seminar tersebut, diharapkan bisa membuat peserta paham akan adat istiadat Melayu, terkhusus adat Perkawinan, agar tidak ada lagi kesalahan.

“Kota Tanjungpinang ini tidak hanya terdapat suku Melayu, melainkan banyak beragam suku yang ada disini. Oleh sebab itu, semua suku yang berada disini akan segera menggunakan adat istiadat Melayu”. pungkas Wan Raffiwar. (MA).

Editor : Febri

Polres Mura Adakan Latihan Dalmas Jelang Pilkada Tahun 2020

 

Musi  Rawas, Gk.com – Dalam menghadapi persiapkan pengamanan jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Musi Rawas Tahun 2020, jajaran Markas Polisi Resort (Mapolres) Musi Rawas mengadakan kegiatan latihan dan kemampuan dalam Pengendalian Massa (Dalmas), Jum’at (14/2) usai pelaksanaan Apel pagi di Mapolres Musi Rawas.

Pada pelatihan dan pemberi materi kegiatan tersebut di pimpin  langsung oleh  Kasat Sabhara AKP Yulfikri SH, dengan di lanjutkan dengan praktek lapangan. Sementara untuk pemandu pembinaan dipimpin instruktur KBO Sabhara Iptu Rafiq dan Kanit Dalmas IPDA Barliano .

Latihan pengendalian massa dimulai secara eskalasi skala hijau yakni Dalmas Awal yang menggunakan alat berupa tameng dan tongkat serta alat pengaman lainnya.

Kapolres Musi Rawas melalui Kasat Sabhara AKP Yulfikri mengatakan bahwa, latihan ini rutin dilaksanakan setiap hari Rabu dan sudah dimulai dalam 2 Minggu kebelakang ini.

“Latihan anggota Dalmas ini akan di laksanakan sampai menjelang pelaksanaan dan persiapan pengamanan Pilkada 2020 mendatang,” tegasnya.

“Dengan jumlah personil 93 orang, nantinya akan di bagi menjadi peleton Dalmas Awal dan peleton Dalmas Inti, guna mendukung dalam pengamanan Pilkada nanti,” jelas Yulfikri.

Ditambahkanya, latihan ini juga merupakan persiapan kalau terjadi demo atau unjuk rasa, baik yang terjadi pada tahapan Pilkada maupun pasca pemungutan suara nantinya.

“Saat ini, rangkaian latihan sudah digelar secara rutin, dengan berbagai sistem pengamanan massa dari tingkatan yang paling ringan hingga kemungkinan terjadinya aksi anarkis dan kekerasan, semua harus bisa diantisipasi dari sekarang,” ungkapnya.

“Selain dari pada itu, ini juga untuk mengingat kembali materi tentang Dalmas, serta meningkatkan kesiapan setiap personil baik fisik maupun mental, sehingga dapat menjaga badan agar tetap fit dan bugar saat menjalankan tugas nantinya”. tutupnya. (Hms/HP).

Editor : Milla

Baznas Bersama Pemko Tanjungpinang Gelar Pembahasan Pemotongan Zakat Bagi ASN

Tanjungpinang, GK.com – Zakat merupakan kewajiban bagi setiap umat Muslim apabila harta pendapatannya sudah mencapai nisab, tidak terkecuali dengan Aparatur Sipil Negara (ASN). Oleh karena itu, Pemerintah Kota Tanjungpinang menggelar Rapat bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengenai pemotongan pendapatan pembayaran Zakat, baik itu Zakat Maal maupun Zakat Fitrah.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemerintah Kota Tanjungpinang, H. Saparilis, S.Ag., M.Si, dalam hal ini mengajak seluruh OPD, mulai dari Dinas hingga Camat dan Lurah se- Kota Tanjungpinang untuk mengetahui tentang bagaimana sistem pemotongan Zakat yang dilakukan oleh Pemko Tanjungpinang.

“Pemotongan Zakat ini adalah kewajiban kita, wabil khusus yang beragama Muslim, terlepas dari perintah Agama, adapula Peraturan Pemerintah dari Kementerian Agama yang kemudian diperkuat dengan Peraturan Daerah (Perda) dan juga Peraturan Wali Kota (Perwako) yang menjelaskan tentang kewajiban mengeluarkan Zakat, mulai dari pendapatan gaji secara rutin dan pendapatan lain dari kinerja yang sudah mencapai nisab, lalu disalurkan melalui BAZNAS,” jelas Saparilis saat ditemui pleh awak Media ini usai mengikuti Rapat di Kantor Wali Kota Tanjungpinang,  Kamis (13/2) sekitar pukul 16.00 Wib.

Untuk ukuran pemotongan Zakat,  Saparilis mengatakan bahwa, perhitungannya mengacu pada harga emas saat ini, yaitu Rp 5.250.000,- jika pendapatan melebihi harga tersebut, maka dilakukan pemotongan zakat, kalau belum mencapai angka yang ditentukan, maka pemotongan zakat belum dilakukan.

“Untuk ASN yang mempunyai kewajiban pokok, seperti kehidupan sehari-hari yang belum tercukupi, maka kita belum mewajibkan untuk dipotong Zakat Maal nya”. tutupnya.  (Mis).

Editor : Milla