Jumat, Mei 22, 2026
BerandaKepulauan RiauTampil Sebagai Keynote Speaker, Wagub Kepri Sampaikan Potensi Besar Pariwisata Kepri

Tampil Sebagai Keynote Speaker, Wagub Kepri Sampaikan Potensi Besar Pariwisata Kepri

Jakarta, GK.com – Paparan bertajuk Inovasi dan Sinkronisasi Penataan Cross Border Tourism dan Pariwisata Bahari di Provinsi Kepulauan Riau disampaikan oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura di hari kedua Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata 2026.

Dilaksanakan di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat pada Kamis (21/05/2026), kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, serta dihadiri langsung Menteri Pariwisata Widya Widiyanti Putri Wardhana.

Nyanyang Haris pada momen itu, dalam pemaparannya mengatakan, Kepri memiliki potensi unggulan pariwisata lintas batas (cross border tourism), terutama di kawasan Selat Malaka yang memiliki aksesibilitas dan akomodasi memadai, serta dukungan kebijakan bebas visa bagi wisatawan asal Singapura.

“Kami terus menggesa pembangunan infrastruktur guna mendukung pariwisata di Kepulauan Riau. Jangan sampai destinasi wisata budaya, agama, maupun nantinya wisata bahasa tidak dapat dikelola maksimal karena keterbatasan akses”. ucap Nyanyang Haris.

Dalam strategi penataan, Pemprov Kepri melalui Dinas Pariwisata juga menetapkan arah kebijakan pemasaran dan promosi pariwisata di level ASEAN, dengan harapan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Pusat, baik dalam kebijakan, maupun alokasi anggaran.

Dalam Rakornas Pariwisata 2026 yang berlangsung selama dua hari, 20–21 Mei itu, agenda pemaparan arah kebijakan strategis mencakup pengembangan destinasi, penguatan program pariwisata berkelanjutan, serta pencapaian target kunjungan wisatawan.

Pemerintah menargetkan investasi pariwisata sebesar Rp 63,5 triliun sepanjang tahun 2026 menjadikan forum ini sebagai momentum penting untuk meneguhkan peran daerah, khususnya Kepulauan Riau dalam mendukung transformasi industri pariwisata nasional.

Mengusung tema Optimalisasi, Resiliensi, Inovasi, dan Keberlanjutan (ORIK) dengan fokus memperkuat kolaborasi dan transformasi ekosistem kepariwisataan nasional, sekaligus menyinergikan target pembangunan pariwisata dalam RPJMN 2025–2029 kegiatan tersebut sukses terlaksana. (DK)

Editor: Milla

Berita Terkait

Berita Populer