Beranda Kesehatan Minimalisir Penyebaran Virus Corona, Wali Kota Tinjau Alat Screening Pada Pelabuhan Sri...

Minimalisir Penyebaran Virus Corona, Wali Kota Tinjau Alat Screening Pada Pelabuhan Sri Bintan Pura

134
0

Tanjungpinang, GK.com – Untuk mencegah masuknya peredaran Virus Corona di Kota Tanjungpinang, Rabu (29/1) pagi, Wali Kota Tanjungpinang H. Syahrul, S.Pd bersama Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk dan KB) Kota Tanjungpinang Rustam, SKM, M.Si melakukan peninjauan di Pelabuan dan Bandara.

Wali Kota Tanjungpinang, H. Syahrul, yang saat itu meninjau langsung ke dermaga kedatangan Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura Tanjungpinang berkomunikasi dan berkoordinasi dengan tenaga kesehatan yang berada wilayah peninjauan.

Baca juga :

http://gerbangkepri.com/2020/01/28/syahrul-himbau-masyarakat-tetap-selalu-waspada-dan-ikuti-anjuran-dinkes/

 

Seperti diketahui bahwa, virus Corona adalah virus yang di duga sangat berbahaya dan dapat mematikan. Oleh karena itu, Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul berharap agar Kota Tanjungpinang dapat terhindar dari virus tersebut, salah satunya dengan cara melakukan pencegahan yang diatasi mulai dari pengecekan kesehatan melalui pintu-pintu gerbang masuknya para Turis di Bandara maupun Pelabuhan. Saat ini, Syahrul juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan dinas terkait untuk mempersiapkan alat Screening atau alat pendeteksi virus.

“Kita sudah berkoordinasi bersama Plt Gubernur Kepri dan Dinas terkait, khususnya Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang untuk mempersiapkan alat pendeteksi virus yang dapat digunakan di Pelabuhan dan Bandara, semoga saja dengan adanya alat pendeteksi virus tersebut akan menjadi langkah awal untuk meminimalisir menyebarnya virus Corona ini melalui para Turis yang akan masuk ke Kota Tanjungpinang,” ujar Syahrul.

Terkait pemberita yang sempat beredar sebelumnya tentang Wali Kota tidak melarang Turis dari China untuk datang ke Tanjungpinang, dirinya kembali menjelaskan bahwa, mereka hanya transit dan singgah. Akan tetapi, dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan patuhi imbauan dari Dinkesdalduk dan KB terkait pencegahan yang sudah disosialisasikan kepada masyarakat.

“Ini perlu diluruskan, mereka (para Turis) ke Tanjungpinang hanya singgah atau transit, maksudnya adalah mereka sebelumnya telah dilakukan Screening di Negara sebelumnya, seperti Singapura yang memiliki alat yang sudah canggih, ini menandakan bahwa Turis yang masuk ke Tanjungpinang bisa dikatakan aman dari virus Corona tersebut, bukan berarti saya membiarkan perkembangbiakan virus tersebut di Kota Tanjungpinang, karena selama ini penerbangan langsung dari China ke Tanjungpinang telah ditutup sejak Februari 2019,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Upaya Kesehatan Lintas Wilayah Kantor Kesehatan Karantina Pelabuhan, Yoyok Dwi Santoso menjelaskan prosedur terkait Wisatawan lokal maupun mancanegara yang terpapar demam lebih dari 38 derajat dan sudah terdeteksi oleh Thermal Screener, maka akan dilakukan tindakan lanjutan dengan memberikan masker dan membawanya ke ruangan pemeriksaan berupa anamnesis dan pemeriksaan fisik lanjutan.

Dikesempatan itu, Yoyok juga menjelaskan bahwa, apabila tidak memenuhi suspek atau negatif akan dilakukannya tata laksana kasus sesuai diagnosis penyakit dan diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Namun bila positif suspek, maka harus dilakukan tindak lanjut untuk dirujuk ke Rumah Sakit rujukan, yaitu di RSUP Raja Ahmad Tabib. Lalu dilakukan identifikasi bagi orang atau sekelompok orang yang beresiko tinggi oleh tim investigasi dan petugas dalam hal ini telah memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap untuk setiap tindakan pemeriksaan.

“Untuk para penumpang yang masuk melalui dermaga kedatangan Pelabuhan Internasional ini juga diberikan Kartu Kewaspadaan Kesehatan yang wajib diisi oleh para penumpang dengan mengisi biodata dan riwayat penyakit yang pernah dialami serta mencatat keluhan-keluhan yang dialami” terangnya.

Adapun Corona Virus (nCov) ini adalah virus baru yang menyebabkan penyakit sistem pernafasan dan dapat menyebabkan kematian. Virus ini terjadi dengan gejala demam, batuk, sesak nafas dan badan lemah. Cara penularan virus ini melalui percikan dahak (Droplet) pada saat pasien batuk atau bersin. Melalui kontak dengan benda yang terkontaminasi virus seperti gagang pintu, pegangan tangga, berjabat tangan dan lain-lain. Upaya pencegahannya yakni dengan cara menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun, menerapkan PHBS dan menjauhi atau menghindari binatang penular.

“Saya imbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kesehatan, melakukan aktifitas fisik seperti olahraga, menjaga pola makan dan berperilaku hidup bersih dan sehat, hal itu dilakukan untuk menjaga kebugaran tubuh agar tidak sakit, namun bila sakit, segeralah untuk memeriksakan diri ke Puskesmas atau langsung ke Rumah Sakit”. imbau Syahrul. (Hms/Red).

Editor : Milla