Kamis, Mei 28, 2026
Beranda blog Halaman 921

Peluncuran Indeks Kerawanan Pemilu 2020, Kepri Berada Pada Nomor 2 Terendah

Jakarta, GK.com – Guna pemantapan pengawasan, pemetaan dan pencegahan potensi pelanggaran, Bawaslu Kota Tanjungpinang menghadiri Peluncuran Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) Pilkada Tahun 2020, yang diselenggarakan Oleh Bawaslu Republik Indonesia, di Hotel Redtop Jakarta, Selasa (25/2).

Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang, Muhamad Zaini menjelaskan bahwa, meskipun Tanjungpinang tidak ada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wakil Wali Kota karena telah berlalu pada Tahun 2018 lalu, namun dengan adanya peluncuran IKP ini nantinya akan menjadi spirit Bawaslu Tanjungpinang dalam meningkatkan strategi pencegahan potensi pelanggaran dalam setiap pengawasan tahapan Pemilihan Kepala Daerah Gubernur dan Wakil Gubernur Tahun 2020 mendatang dalam lokus wilayah “Kota Gurindam Negeri Pantun” Ibu Kota Provinsi Kepri.

“Harapan kita setiap potensi pelanggaran dapat dicegah dengan baik dan persuasif, sehingga kualitas Pilkada semakin demokratis dan berkualitas,” ujar Zaini yang juga selaku Kordiv. Pengawasan, Humas dan Hubungan Antar Lembaga.

Lanjut Zaini menjelaskan, IKP ini dirancang memetakan potensi kerawanan Pilkada Serentak tahun 2020 yang berlangsung di 270 daerah dengan fungsi antisipasi dan pencegahan dini, upaya peluncuran IKP merupakan proses panjang dalam pengumpulan data, penelitian dan kajian, dalam empat dimensi potensi kerawanan, yaitu dimensi konteks sosial dan politik, dengan subdimensi keamanan lingkungan, otoritas penyelenggara Pemilu, otoritas penyelenggara Negara, dan relasi kuasa di tingkat lokal, dimensi Pemilu yang bebas dan adil, dengan subdimensi hak pilih, pelaksanaan kampanye, pelaksanaan pemungutan suara, ajudikasi keberatan Pemilu, dan pengawasan Pemilu, dimensi kontestasi, dengan subdimensi hak politik, proses pencalonan dan kampanye calon, serta dimensi partisipasi, dengan subdimensi partisipasi pemilih, partisipasi partai politik, dan partisipasi publik.

“Sejak November 2019 lalu, Bawaslu Kota Tanjungpinang dan Bawaslu secara Nasional telah menelusuri dan menghimpun semua data yang dibutuhkan Bawaslu RI dalam menyusun IKP, baik bersumber dari internal Bawaslu, KPU, Kepolisian, maupun Media, sehingga hasilnya dipublis oleh Bawaslu RI dalam peluncuran ini”, ungkap Zaini.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau Idris, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penelitian dan Peluncuran IKP oleh Bawaslu RI, dapat dilihat rata-rata penyelenggaraan Pilkada di Kabupaten/Kota berada dalam kategori rawan, sedang dan penyelenggaraan Pilkada Provinsi masuk dalam kategori rawan tinggi.

Dimensi-dimensi kerawanan pada tingkat Kabupaten/Kota memiliki skor rata-rata 51,65 yang masuk dalam kategori rawan sedang. Artinya, kerawanan Pilkada di tingkat Kabupaten/Kota berada pada level 4 yang berarti lebih dari setengah indikator kerawanan berpotensi terjadi, sedangkan pada pemilihan Gubernur, sembilan Provinsi yang menyelenggarakan pemilihan memiliki skor rata-rata 73,8 yang masuk dalam kategori tinggi, yang berarti hampir seluruh indikator kerawanan berpotensi terjadi.

“Kepri berada pada posisi IKP lebih rendah, pada urutan nomor delapan dari sembilan Provinsi yang mengadakan Pilkada, dengan nilai skors 67,43, dan skors IKP yang tertinggi 86,42”, jelas Idris.

“Oleh karena itu, Bawaslu Kepri akan semakin meningkatkan strategi pencegahan potensi pelanggaran dan pengawasan penyelenggaraan Pilkada secara maksimal yang melibatkan semua pemangku kepentingan,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu RI, Abhan menyampaikan, IKP Pilkada 2020 menjadi salah satu ikhtiar terhadap berbagai potensi pelanggaran dan kerawanan pemilihan yang digelar 23 September mendatang. Menurutnya, hal ini juga membantu mendetailkan dan membedah karakteristik pelanggaran di suatu wilayah.

“Perencanaan dan penelitian IKP melibatkan para peneliti dan pakar dalam bidang kepemiluan, dengan mengutamakan metodologi dan analisis,” kata Abhan.

Hasil penelitian IKP Pilkada 2020 ini, ada tiga kategori kerawanan, yaitu ringan, sedang dan berat, yang dibagi ke dalam enam level, hasil penelitian IKP Pilkada 2020 menyoroti dari 261 Kabupaten/Kota didapati tiga daerah yang memiliki kerawanan level tertinggi yaitu Kabupaten Manokwari, Kabupaten Mamuju dan Kota Makassar. Sedangkan daerah dengan kerawanan level terendah adalah Kabupaten Lombok Utara.

Tak hanya itu, IKP Pilkada 2020 juga menunjukkan dari 9 Provinsi yang mengadakan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. Hasilnya, Provinsi Sulawesi Utara menjadi Provinsi dengan kerawanan paling tinggi, sedangkan Kalimantan Utara menjadi Provinsi dengan kerawanan terendah.

 

Baca juga :

Bawaslu Kota Tanjungpinang Persiapkan Kapabilitas Panwascam Melalui Bimtek Pengawasan

 

Dengan hasil penelitian ini, Abhan berharap IKP dapat menjadi indera bagi semua pihak pemangku kepentingan dalam menangkap setiap fenomena dan gejala pelanggaran dan kerusakan dalam Pilkada 2020. Fenomena yang dimaksud, diantaranya pelanggaran netralitas ASN (Aparatur Sipil Negara), politisasi SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan), ujaran kebencian dan dan politik uang.

“Kiranya setiap pihak bisa menekan, mengurangi bahkan mencegah terjadinya pelanggaran Pemilu dengan wewenangnya masing-masing,” harap Abhan.

Peluncuran IKP 2020 dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin, mengimbau supaya ajang Pemilihan Umum (Pemilu) tidak dijadikan sumber perpecahan, permusuhan, dan membuat suasana kehidupan masyarakat tidak kondusif, karena tujuan sejati Pemilu adalah untuk mensejahterakan rakyat dan memajukan Negara, bukan untuk meraih kekuasaan.

“Dalam Pemilu ada yang menang dan kalah, perbedaan pilihan dalam Pemilu adalah wajar, perbedaan itu sesuatu yang harus dihormati”. kata Ma’ruf Amin saat memberikan sambutan dalam peluncuran IKP. (Red/Hms).

Editor : Febri

Wali Kota Batam Resmikan Puskesmas Mentarau 3 Lantai

Batam, GK.com – Menjadi Puskesmas ke- 21 di Kota Batam dengan menggunakan anggaran Tahun 2019,kini Puskesmas Mentarau yang terletak di kawasan Perumahan Cipta Land, Kelurahan Patam Lestari, Kecamatan Sekupang telah resmi beroperasi, sejak diresmikan oleh Wali Kota Batam,Muhammad Rudi , Jum’at (21/2).

“Puskesmas Mentarau ini besar lahannya, bangunan megah, modelnya juga baru,” puji Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.

“Puskesmas kita perbanyak untuk mempermudah jarak tempuh masyarakat, memperpendek jarak rentang masyarakat yang mau berobat, dengan maksud apabila sebelumnya jauh di sana, sekarang bisa lebih dekat,” lanjut Rudi menjelaskan.

 

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi saat menyampaikan kata sambutan

 

Dikatakan Rudi, apabila Kota ingin maju, salah satu syaratnya adalah penduduknya sehat, karena itulah kesehatan harus dijaga, apalagi di tengah wabah virus corona yang melanda sejumlah Negara, warga Batam harus menjaga vitalitas tubuhnya demi kesehatan.

Pada kesempatan tersebut, Rudi yang juga sebagai Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam ini menyampaikan rencana pengembangan RSBP Batam, yang mana Rumah Sakit di Sekupang akan dikembangkan menjadi berstandar Internasional,dengan harapan agarmasyarakat dari berbagai Daerah dan Negara akandatang ke Batam untuk urusan kesehatan.

“Saya punya cita-cita, suatu waktu orang Batam tak perlu lagi berobat ke Johor dan Melaka, namun untuk mewujudkan itu, pemerintah masih mengalami kesulitan, tapi ada rencana agar RSBP Batam yang kita kembangkan, karena kita mau Batam betul-betul menjadi Kota yang sempurna dan jadi contoh terindah di Republik ini, mau Puskesmas, Rumah Sakit, Kantor Camat, Lurah, Jalan, ataupun Pelabuhan,” ujar Rudi.

 

Baca Juga : 

Momen HUT RI ke- 74, Rudi : Persatuan Dan Kesatuan Harus Dijaga, Masyarakat Harus Menyatu

 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan, Puskesmas Mentarau ini adalah Puskesmas ketiga di Kecamatan Sekupang yang dibangun untuk melayani masyarakat di Kelurahan Patam Lestari dan Tiban Indah.

“Ada sekitar 26.000-an penduduk di dua Kelurahan ini, kita buat di Patam Lestari untuk mendekatkan pelayanan ke masyarakat, karena wilayah Sekupang ini besar, agak jauh ke Puskesmas Sekupang dan Tiban Baru,” kata Didi.

Selain mendekatkan pelayanan, juga untuk mengurangi kepadatan di dua Puskesmas lain yang sudah ada sebelumnya. Puskesmas Tiban Baru untuk wilayah Kelurahan Tiban Baru dan Tiban Lama. Sedangkan Puskesmas Sekupang untuk Kelurahan Tanjungriau, Tanjungpinggir, dan Sei Harapan.

 

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menandatangani Prasasti Peresmian Puskesmas Mentarau

 

Disampaikan Didi, Puskesmas Mentarau ini dibangun tiga lantai dan kelengkapan ruangannya sudah memenuhi standar yang diatur dalam Permenkes Nomor 75 Tahun 2014.

“Misalnya ruang sterilisasi sudah ada, dulu tak ada, IGD lengkap semua, Poli Lansia berdekatan dengan Poli lain, sehingga memudahkan pasien yang sudah berusia lanjut, ada juga ruang bermain anak. Puskesmas Tiban Baru, Sekupang, belum pakai Permenkes, tapi kita upayakan untuk memenuhi standarnya.Tahun ini di Puskesmas Mentarau juga akan dilengkapi lift, karena bangunannya tiga lantai,” jelasnya.

Dijelaskan Didi, Petugas kesehatan yang ada sekitar 20 orang, sudah termasuk kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas.

“Tapi sekarang ini masih kepala sementara, nanti rencananya kita tugaskan Dokter Hari, mantan Kepala Puskesmas Bulang”. pungkasnya. (Red/Hms).

Editor : Febri

Genap 1 Tahun, SSDK Gelar Donor Darah Dan Cek Kesehatan Gratis

Tanjungpinang, GK.com – Mengangkat tema “Alirkan Darahmu Untuk Kehidupanku” pada milad yang pertama,Sehati Satu Darah Kepri (SSDK) menggelar kegiatan Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis di Aula MAN Tanjungpinang, Minggu (23/2).

Dalam kesempatan itu, sekitar 250 orang mengikuti kegiatan tersebut, dengan rincian sebanyak 112 orang melakukan cek HB dan tensi, 100orang cek kesehatan dan konsultasi gizi, 38 orang cek tinggi dan berat badan, serta yang memperoleh darah sebanyak 40 kantong, yang mana setiap pendonor mendapatkan sertifikat dari SSDK.

Ketua SSDK, Kholik, S.IP dalam kesempatan tersebut berharap agar SSDK kedepannya menjadi salah satu dari sekian banyak komunitas relawan donor darah yang sangat peduli akan kebutuhan darah.

“Semoga dapat bermanfaat dan membantu bagi yang membutuhkan,” ujar Kholik.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang, H. Syahrul, S.Pd dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan SSDK dengan harapan mampu mempersiapkan kebutuhan darah di Kota Tanjungpinang, serta dapat bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Pemerintah Daerah.

 

Baca Juga :

Meriahkan HUT ke- 74 PGRI Dan HGN, Guru se- Kabupaten Karimun Ikuti Senam Sehat

 

“Apresiasi kepada SSDK yang telah berkiprah untuk masyarakat Kota Tanjungpinang, saya berharap agar dapat terus membantu masyarakat Kota Tanjungpinang untuk memperoleh darah, karena SSDK sangat membantu secara aktif dalam penyaluran darah bagi yang memerlukan,” ucap Syahrul.

“SSDK ini perlu dan harus bersinergi dengan Pemerintah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terus lakukan komunikasi dan silaturahmi dengan Stakeholder, semoga saja dapat terus konsisten dalam visi dan misi terbentuknya SSDK ini”.tutup Syahrul.

Turut hadir dalam undangan tersebut Danlantamal IV, Dandim 0315 Bintan, Lanudal, Danwing I, Basarnas, Kadinkesdalduk & KB Tanjungpinang Rustam, anggota DPRD Tanjungpinang, BPBD dan Komunitas Relawan Donor Darah, Penggiat Dosial, serta tamu undangan lainnya. (Red).

Editor : Febri

DAK Disdik Karimun 2020 Mendekati Rp 30 Miliar, Bakri : Semoga Tidak Ada Hal-Hal Yang Melanggar Juknis

Karimun, GK.com – Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2020 di bidang pendidikan yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Karimun melalui Dinas Pendidikan kepada Pemerintah Pusat, mengalami kenaikan mencapai Rp 29.035.779.000,- dari tahun sebelumnya yang hanya berjumlah Rp 13.994.674.000,-.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Bakri Hasyim saat dijumpai Media ini di Ruang Kerjanya.

“Setelah data-data Sekolah yang dikirimkan melalui via online ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud- RI), nantinya mereka akan melakukan verifikasi data-data Sekolah yang belum menerima bantuan DAK dan langsung turun mengecek ke Sekolah-Sekolah itu,” ucap Bakri, Senin (24/02) sekitar pukul 12.30 Wib.

Dikatakan Bakri, Sekolah Dasar (SD) merupakan Sekolah yang paling banyak menerima DAK pada Tahun 2020 ini, karena di wilayah Kabupaten Karimun, Sekolah terbanyak adalah SD .

“Untuk DAK Reguler, digunakan untuk rehabilitas prasarana belajar SD, seperti Ruang Kelas, Perpustakaan, Ruang Guru dan Jamban dengan total anggaran sebesar RP 5.624.000.000,- untuk 31 SD, kemudian pembangunan prasarana belajar SD Ruang Kelas Baru (RKB), Jamban, Ruang Inklusi, UKS, Perpustakaan dan Ruang Guru senilai Rp 4.635.000.000,- untuk 30 SD,” papar Bakri.

“Pengadaan sarana belajar SD, buku Perpustakaan, PJOK, seni budaya, kesenian tradisional, IPA, MAT, IPS, Bahasa, TIK dan media pembelajaran berjumlah Rp 7.742.000.000,- untuk 295 SD, serta penunjang Rp 405.149.000,- dengan total DAK Reguler Rp 18.406.149.000,-,” lanjutnya.

 

Baca :

Kepala OPD se- Kota Tanjungpinang Tandatangani Perjanjian Kerja

 

Ditambahkan Bakri, untuk DAK Afirmasi yang berjumlah Rp 1.562.916.000,- digunakan untuk rehabilitasi Rumah Dinas Guru dengan tingkat kerusakan sedang, berat beserta perabotnya yang menghabiskan sekitar Rp 1.143.000.000,- untuk 9 SD, sementara untuk pembangunan lainnya seperti Rumah Dinas Guru beserta perabotnya berjumlah Rp 352.000.000,- untuk 2 SD serta penunjang Rp 67.916.000,- .dengan total Rp 19.969.065.000,-.

“Untuk DAK Reguler Sekolah Menengah Pertama (SMP) berjumlah Rp 6.274.133.000,- dan DAK Afirmasi Rp 495.000.000,- dengan jumlah total Rp 6.769.133.000,- sedangkan untuk DAK SKB PAUD berjumlah Rp 602.047.000,- serta DAK PAUD berjumlah Rp 1.695.534.000,- dengan jumlah total sebesar Rp 2.297.581.000,-” tuturnya.

“Tahapan dan verifikasi sudah kita laksanakan, tinggal menunggu arahan dan perintah, begitu dananya sudah cair, akan segera kita realisasikan kegiatan ini,” tegas Bakri.

“Tentunya kita berharap dengan dikuncurkannya DAK ini oleh Pemerintah Pusat, nantinya akan dapat berjalan dengan lancar dan tidak ada hal-hal yang melanggar Petunjuk Teknis (Juknis), sehingga mendapatkan hasil yang maksimal,” harapnya.

“Kita juga sudah berpesan kepada konsultan untuk tetap mengawal pada saat dimulainya program kegiatan ini sampai dengan selesai”. tutup Bakri. (KR).

Editor : Febri

Disdukcapil Tanjungpinang Realisasikan Program Jemput Bola E-KTP ke Sekolah

Tanjungpinang, GK.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tanjungpinang merealisasikan program Jemput Bola KTP Elektronik Goes to School dalam upacara bendera di SMK Negeri 2 Tanjungpinang, Senin (24/2) pagi.

Hal tersebut dilakukan oleh Pemerintah melalui Disdukcapil dalam rangka menciptakan sistem administrasi kependudukan yang rapi dan teratur untuk mempermudah pemberian pelayanan publik oleh Pemerintah kepada seluruh masyarakat.

Dalam upacara bendera tersebut, Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP yang bertindak sebagai pembina upacara, dalam amanatnya mengatakan, pemanfaatan KTP Elektronik diharapkan dapat berjalan lancar, karena memiliki fungsi dan kegunaan yang sangat membantu Pemerintah dan masyarakat yang bersangkutan dalam hal pemberian dan pemanfaatan pelayanan publik.

“Terkait dengan KTP Elektronik penting diketahui bahwa, seluruh masyarakat Indonesia yang telah berumur 17 tahun ke atas, program Jemput Bola KTP Elektronik Goes to School ini memudahkan para pelajar untuk tidak perlu lagi membawa surat keterangan dari RT/RW atau Lurah, cukup datang ke Kantor Disdukcapil atau bahkan bisa langsung mendapatkan pelayanan jemput bola ini,” ungkapnya.

Rahma juga memaparkan jumlah penduduk di Kota Tanjungpinang per 31 Desember 2019 berdasarkan Data Semester I Data Konsolidasi Bersih (DKB) yaitu sebanyak 219.395 jiwa dengan jumlah Wajib KTP sebanyak 153.175 orang, sama dengan perekaman wajib KTP Elektronik dan total pencetakan KTP Elektronik. Sedangkan jumlah penduduk Kota Tanjungpinang berdasarkan data pelayanan sampai dengan 31 Desember 2019 yaitu 227.185 jiwa penduduk dengan jumlah Wajib KTP 159.885 orang. Adapun yang sudah melakukan perekaman KTP Elektronik yaitu 157.433 jiwa (98,46%) dan KTP dicetak 158.000 keping.

“Program Disdukcapil Kota Tanjungpinang yaitu Jemput Bola KTP Elektronik Goes to School merupakan salah satu kegiatan unggulan untuk melakukan perekaman KTP Elektronik bagi siswa-siswi yang telah memenuhi syarat usia wajib KTP,” lanjut Rahma.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tanjungpinang, Irianto, SH saat diwawancarai oleh awak media mengatakan program Jemput Bola pelayanan KTP Elektronik ke SMA/SMK/MA ini sudah dilaksanakan dari tahun 2018 lalu.

 

Baca Juga :

Stok Blangko KTP Melimpah, Irianto Pastikan Pengurusan Hanya 1 Jam

 

Selain melakukan jemput bola pelayanan KTP Elektronik ke sekolah, Disdukcapil Kota Tanjungpinang juga melakukan pelayanan perekaman KTP Elektronik ke Perguruan Tinggi bagi Mahasiswa dan ke Panti Jompo bagi Lansia, termasuk juga melakukan perekaman KTP Elektronik bagi warga binaan di Rutan Kelas 1 Tanjungpinang, Lapas Umum Kelas IIA Tanjungpinang dan Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang, serta perekaman KTP Elektronik pada event atau acara lainnya seperti pencanangan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA).

“Hal ini dilakukan Disdukcapil Kota Tanjungpinang sebagai upaya percepatan perekaman untuk kepemilikan KTP Elektronik bagi pemula, jadi selain melakukan pelayanan perekaman KTP Elektronik di Kantor Disdukcapil Kota Tanjungpinang, siswa juga bisa mendapatkan pelayanan rekam KTP Elektronik di Sekolah”. ungkap Irianto.

Usai melaksanakan upacara, dilakukan juga penyerahan secara simbolis KTP Elektronik bagi siswa-siswi SMK Negeri 2 Tanjungpinang sebanyak 50 orang oleh Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP dan didampingi oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tanjungpinang, Irianto, SH serta Kepala SMK Negeri 2 Tanjungpinang, Sisrayanti, M.Pd. (Hms/Red).

Editor : Febri

Minim Peminat, Mesin “Nyebrang Yuk” Pelindo I Tanjungpinang Tampak Nganggur

Tanjungpinang, GK.com – Sejak diluncurkan pada bulan Juli 2019 lalu, aplikasi “Nyebrang Yuk” oleh Pelindo I cabang Tanjungpinang tampaknya kurang diminati masyarakat.

Pasalnya, sebanyak 4 unit Mesin yang berjejer di samping penjagaan pas masuk Pelabuhan, bagai tak terlihat oleh masyarakat yang kian hilir mudik menggunakan jasa Pelabuhan, bahkan masyarakat seolah tidak menyadari akan adanya Mesin tersebut, karena baik Penumpang yang baru saja tiba maupun hendak berangkat, tampak tidak ada yang singgah menggunakan mesin tersebut.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak Pelindo I cabang Tanjungpinang, mulai dari Sosialisasi maupun menggunakan jasa Duta Terminal untuk memperkenalkan aplikasi tersebut kepada masyarakat, namun masyarakat lebih memilih untuk melakukan transaksi pembayaran secara langsung kepada Petugas yang berjaga, dari pada menggunakan aplikasi yang dicanangkan untuk mendukung gerakan non tunai oleh Pemerintah.

“Mesin kita hidup kok Mbak, aplikasi juga tetap berjalan normal, hanya saja saat ini peminatnya masih minim Mbak”. ujar Humas Pelindo I cabang Tanjungpinang, Ogi Silalahi dalam pesan WhatsApp kepada Media ini, Senin (24/2) pagi.

 

Baca Juga :

PT Pelindo I Cabang Tanjungpinang, Hadirkan Aplikasi “Nyebrang Yuk”

 

Perlu diketahui, aplikasi Nyebrang Yuk adalah sebuah inovasi digital dalam pemesanan tiket yang dapat diakses menggunakan Smartphone. Saat ini penggunaannya dapat dilakukan di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang menuju Batam yang dilengkapi dengan berbagai pilihan metode pembayaran elektronik. (FL).

Editor : Febri