Beranda Kepulauan Riau Karimun DAK Disdik Karimun 2020 Mendekati Rp 30 Miliar, Bakri : Semoga Tidak...

DAK Disdik Karimun 2020 Mendekati Rp 30 Miliar, Bakri : Semoga Tidak Ada Hal-Hal Yang Melanggar Juknis

144
0

Karimun, GK.com – Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2020 di bidang pendidikan yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Karimun melalui Dinas Pendidikan kepada Pemerintah Pusat, mengalami kenaikan mencapai Rp 29.035.779.000,- dari tahun sebelumnya yang hanya berjumlah Rp 13.994.674.000,-.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Bakri Hasyim saat dijumpai Media ini di Ruang Kerjanya.

“Setelah data-data Sekolah yang dikirimkan melalui via online ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud- RI), nantinya mereka akan melakukan verifikasi data-data Sekolah yang belum menerima bantuan DAK dan langsung turun mengecek ke Sekolah-Sekolah itu,” ucap Bakri, Senin (24/02) sekitar pukul 12.30 Wib.

Dikatakan Bakri, Sekolah Dasar (SD) merupakan Sekolah yang paling banyak menerima DAK pada Tahun 2020 ini, karena di wilayah Kabupaten Karimun, Sekolah terbanyak adalah SD .

“Untuk DAK Reguler, digunakan untuk rehabilitas prasarana belajar SD, seperti Ruang Kelas, Perpustakaan, Ruang Guru dan Jamban dengan total anggaran sebesar RP 5.624.000.000,- untuk 31 SD, kemudian pembangunan prasarana belajar SD Ruang Kelas Baru (RKB), Jamban, Ruang Inklusi, UKS, Perpustakaan dan Ruang Guru senilai Rp 4.635.000.000,- untuk 30 SD,” papar Bakri.

“Pengadaan sarana belajar SD, buku Perpustakaan, PJOK, seni budaya, kesenian tradisional, IPA, MAT, IPS, Bahasa, TIK dan media pembelajaran berjumlah Rp 7.742.000.000,- untuk 295 SD, serta penunjang Rp 405.149.000,- dengan total DAK Reguler Rp 18.406.149.000,-,” lanjutnya.

 

Baca :

Kepala OPD se- Kota Tanjungpinang Tandatangani Perjanjian Kerja

 

Ditambahkan Bakri, untuk DAK Afirmasi yang berjumlah Rp 1.562.916.000,- digunakan untuk rehabilitasi Rumah Dinas Guru dengan tingkat kerusakan sedang, berat beserta perabotnya yang menghabiskan sekitar Rp 1.143.000.000,- untuk 9 SD, sementara untuk pembangunan lainnya seperti Rumah Dinas Guru beserta perabotnya berjumlah Rp 352.000.000,- untuk 2 SD serta penunjang Rp 67.916.000,- .dengan total Rp 19.969.065.000,-.

“Untuk DAK Reguler Sekolah Menengah Pertama (SMP) berjumlah Rp 6.274.133.000,- dan DAK Afirmasi Rp 495.000.000,- dengan jumlah total Rp 6.769.133.000,- sedangkan untuk DAK SKB PAUD berjumlah Rp 602.047.000,- serta DAK PAUD berjumlah Rp 1.695.534.000,- dengan jumlah total sebesar Rp 2.297.581.000,-” tuturnya.

“Tahapan dan verifikasi sudah kita laksanakan, tinggal menunggu arahan dan perintah, begitu dananya sudah cair, akan segera kita realisasikan kegiatan ini,” tegas Bakri.

“Tentunya kita berharap dengan dikuncurkannya DAK ini oleh Pemerintah Pusat, nantinya akan dapat berjalan dengan lancar dan tidak ada hal-hal yang melanggar Petunjuk Teknis (Juknis), sehingga mendapatkan hasil yang maksimal,” harapnya.

“Kita juga sudah berpesan kepada konsultan untuk tetap mengawal pada saat dimulainya program kegiatan ini sampai dengan selesai”. tutup Bakri. (KR).

Editor : Febri