Senin, Juni 15, 2026
Beranda blog Halaman 374

Teka Teki Mobil Dinas Desa Panggak Darat Hingga Keluarnya SP3

Kantor Polsek Daik Lingga, Mobil Dinas Desa Panggak Darat, dan SP3. (Foto gerbangkepri.com)
Kantor Polsek Daik Lingga, Mobil Dinas Desa Panggak Darat, dan SP3. (Foto gerbangkepri.com)

Lingga, GK.com – Hebohnya pemberitaan terkait mobil Dinas Desa Panggak Darat jenis Pick Up yang mengangkut BBM Bersubsidi jenis minyak tanah beberapa pekan ini di Kabupaten Lingga ternyata kasusnya sudah dikeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidik (SP3) oleh Polsek Daik Lingga.

Baca juga : 👇

Hal ini langsung ditegaskan oleh Kapolsek Daik Lingga, Idris dengan memperlihatkan SP3 kepada perwakilan Media ini saat berkunjung ke Kantornya pada Senin (17/10/2022) sore.

Baca juga : 👇

Adapun isi dari SP3 tersebut dijelaskan bahwa, pada Rabu (05/10/2022) telah dilakukan gelar perkara sekitar 19.30 Wib oleh pihak Polsek Daik Lingga terhadap Laporan Informasi nomor : L1/09/X/2022/Res Lingga/Polsek Daik Lingga tanggal 01 Oktober 2022 tentang dugaan Penyalahgunaan BBM tidak dapat di lanjutkan karena bukan merupakan tindak pidana, hanya pelanggaran administrasi dan akan dilakukan  penghentian penyelidikan.

Baca juga : 👇

Mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP RI) Nomor 43 Tahun 2014 pada Bab I Pasal I jelas sudah diatur tentang Desa lengkap beserta fasilitas yang dimiliki.

Baca juga : 👇

Dengan adanya SP3 dari pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Daik Lingga ini, publik berharap adanya ketransparanan dari pihak Polsek Daik Lingga dalam bekerja.

Baca juga : 👇

https://gerbangkepri.com/2022/10/06/pejabat-berkopeten-enggan-tanggapi-kendaraan-mobil-dinas-desa-panggak-darat/

Karena penjelasan yang diberikan oleh pihak Polsek Daik Lingga selama ini tidak utuh, dan terkesan mempersulit pihak Media dalam menjalankan profesinya.

Baca juga : 👇

Untuk diketahui, pengangkutan BBM Bersubsidi saat itu adalah dari Desa Panggak Darat menuju ke Desa lainnya dengan menggunakan Fasilitas Negara untuk meraup keuntungan pribadi atau tidak berkaitan kedinasan.

Baca juga : 👇

Berdasarkan kejadian tersebut, dan PP RI Nomor 43 Tahun 2014 Bab I Pasal I, jika kasus ini sudah di SP3 kan oleh Polsek Daik Lingga, agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar tidak terulang kembali. (IWD).

Editor : Ron

BP Batam Salurkan Bansos Kepada 15 Purna Karyawan

BP Batam saat memberikan bantuan kepada salah satu pegawai yang di amputasi kaki kanannya. (Foto BP Batam)
BP Batam saat memberikan bantuan kepada salah satu pegawai yang di amputasi kaki kanannya. (Foto BP Batam)

Batam, GK.com Menyambut Hari Bakti Badan Pengusahaan (BP) Batam yang jatuh pada tanggal 26 Oktober mendatang, BP Batam kembali menggelar Bakti Sosial (Bansos) sekaligus silaturahmi kepada para purna karyawan, Senin (24/10/2022).

Adapun kegiatan Bansos ini dilaksanakan selama dua hari, yakni Senin dan Selasa. Serta bantuan akan diserahkan kepada 15 orang pensiunan BP Batam yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Besar Purna Bakti Pegawai Otorita Batam (IPPOB-BP Batam).

Anggota Bidang Kebijakan Strategis BP Batam, Enoh Suharto Pranoto dalam kunjungan tersebut mengatakan, bantuan Bansos ini diperuntukkan kepada purna karyawan maupun pegawai aktif yang memiliki masalah kesehatan berat.

“Para pegawai yang telah pensiun tentu punya cita – cita yang baik, tentunya kita sebagai penerus harus melanjutkan cita-cita itu dengan memberikan kontribusi yang baik terhadap perkembangan perekonomian di Batam,” ungkap Enoh.

Senada dengan Enoh, Kepala Biro Sumber Daya Manusia, Lilik Lujayanti turut mendorong semangat para pegawai BP Batam yang masih aktif bekerja untuk meningkatkan produktivitasnya di kantor.

“Kami juga memberikan bantuan kepada para pegawai yang sakit, dimana ada salah satu pegawai yang di amputasi kaki kanannya yang hingga kini masih semangat bekerja. Hal ini seharusnya menjadi motivasi bagi pegawai yang masih sehat untuk lebih giat lagi bekerja”. pungkas Lilik. (Hms/Red).

Editor : Sai

Sederet Kegiatan Sumpah Pemuda Tingkat Provinsi Kepri

Gubernur Kepri saat memberikan penghormatan kepada para pelajar. (Foto Diskominfo Kepri)
Gubernur Kepri saat memberikan penghormatan kepada para pelajar. (Foto Diskominfo Kepri)

Kepri, GK.com Memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke- 94 tahun 2022, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri bakal mengelar sejumlah kegiatan diantaranya kegiatan kepemudaan, UMKM Fest, perlombaan online dan offline, serta ajang kreativitas pemuda Kepri yang dirangkum dalam Festival Sumpah Pemuda Kepri 2022.

Adapun tema yang diangkat tahun ini ialah, “Merdeka Berkreasi, Bersatu Bangun Bangsa”. Nantinya rangkaian festival akan dilaksanakan di sepanjang Jalan Merdeka Tanjungpinang, yang diawali dengan kirab pemuda.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kadiskominfo) Kepri Hasan mengatakan, perhelatan Festival ini merupakan bentuk komitmen Pemprov Kepri terhadap pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), terutama pada pemuda yang memiliki peran sendiri dalam membangun dan mempersatukan Bangsa Indonesia.

“Sesuai dengan tema yang ada, melalui festival ini kita berharap rasa persatuan dalam pembangunan Bangsa akan muncul di benak para pemuda Kepri untuk menghapuskan sifat – sifat apatis dan egoisme. Sehingga, masa depan Bangsa akan aman di tangan para pemuda,” ungkap Hasan, Senin (24/10/2022) di Tanjungpinang.

Lebih lanjut Hasan menjelaskan, pada saat pelaksanaan akan berlangsung di sepanjang selasar pertokoan Jalan Merdeka yang saat ini juga sedang dilaksanakan revitalisasi oleh Pemprov Kepri. Nantinya akan dihiasi juga dengan Pameran Foto Pemuda, serta UMKM Fest di sepanjang jalan menuju Jalan Teuku Umar.

“Usai melaksanakan upacara peringatan, kita akan kirab bersama pemuda dari Gedung Daerah menuju Jalan Merdeka. Nantinya, di sana akan ada ajang kreativitas pemuda yang diisi perform dari perwakilan karang taruna, sekolah – sekolah, dan perguruan tinggi. Adapun atraksi marching band sampai malam puncak”. jelas Hasan.

Sebagai informasi, kegiatan lomba offline yang dilaksanakan di sepanjang venue terdiri dari lomba mewarnai yang diperuntukkan bagi anak TK/PAUD se- Kota Tanjungpinang, lomba menggambar, Tiktok Competition, Modern Dance Competition, dan Kepri Young Carnaval untuk para  mahasiswa dan pelajar SMA/SMK sederajat.

Sedangkan, lomba online terdiri dari Story Telling Competition, Short Video Competition, Photography Competition, dan Tiktok Video Competition. Kemudian, ada juga lomba menulis surat untuk Gubernur yang diperuntukkan bagi pelajar SMA/SMK sederajat.

Untuk informasi lengkap, dapat diakses melalui https://kepriprov.go.id/laman/festival-sumpah-pemuda-kepri-2022 dan dapat diakses juga melalui Sosial Media (Sosmed) Diskominfo Kepri. (Hms/Red).

Editor : Sai

Ansar Lakukan ini Saat Berkunjung ke Natuna

Gubernur Kepri bersama Pemkan Natuna, RT/RW dan kader Posyandu. (Poto Diskominfo Kepri)
Gubernur Kepri bersama Pemkan Natuna, RT/RW dan kader Posyandu. (Poto Diskominfo Kepri)

Natuna, GK.com Kunjungi Kabupaten Natuna, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menyerahkan bantuan untuk RT/RW dan Posyandu di Gedung Sri Serindit, Ranai.

Ini dilakukan sebagai wujud kepedulian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri terhadap RT/RW, dan juga Posyandu.

Sebagai Daerah perbatasan, Ansar Ahmad menyerahkan bantuan saat itu sebesar Rp 1.432.200.000,- dengan rincian yaitu, bantuan tunai kepada 691 orang RT senilai Rp 829.200.000,-. Kedua, bantuan tunai kepada 265 orang RW senilai Rp 318.000.000,-.

Rentang kendali yang jauh antara Pemprov Kepri yang berkedudukan di Tanjungpinang dengan Kabupaten Natuna yang berada di ujung utara Indonesia, membuat peran RT/RW menjadi signifikan sebagai penghubung dan pelaksana kebijakan Pemprov Kepri di tingkat masyarakat.

“Diibutuhkan sebuah langkah yang strategis sebagai penguatan peran RT/RW dalam mengemban tugas yang sangat besar ini. Oleh karena itu, Pemprov Kepri akan senantiasa fokus terhadap penguatan peran RT/RW di Kabupaten Natuna,” sebut Ansar Ahmad, Senin (24/10/2022).

Sedangkan, sebagai bentuk dukungan Pemprov Kepri untuk peran posyandu, Ansar juga memberikan perhatian yang lebih melalui bantuan uang operasional sebesar Rp 285.000.000,- yang diberikan kepada 57 Posyandu.

“Kita harapkan melalui bantuan ini, Posyandu dapat maksimal dalam menjalankan tugas dan fungsinya,” harap Ansar.

Tidak hanya itu, bantuan berupa transportasi laut juga tidak luput dari ingatan beliau. Yang mana Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pulau Tiga mendapatkan bantuan sebesar Rp 384.300.000,- yang diperuntukkan untuk transportasi laut dan juga memikirkan apresiasi kepada sejumlah siswa yang berprestasi.

“Apresiasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi kepada para siswa untuk terus berkarya melakukan yang terbaik sebagai generasi berkualitas dalam mendukung pembangunan”. pungkasnya. (Hms/Red).

Editor : Sai

Sejumlah Nama Petinggi BC Diduga Menerima Upeti

Sejumlah aktivitas pengiriman barang yang diduga illegal melalui Pelabuhan Tikus Batam. (Foto gerbangkepri.com)
Sejumlah aktivitas pengiriman barang yang diduga illegal melalui Pelabuhan Tikus Batam. (Foto gerbangkepri.com)

Batam, GK.com Mencuatnya sejumlah nama oknum Bea dan Cukai berinisial OE, RM, A, WR, VY, dan J yang diduga menerima upeti (uang pelicin) untuk melancarkan aktivitas pengiriman barang illegal melalui Pelabuhan tikus atau yang dikenal dengan expedisi hantu di Kota Batam semakin mengundang rasa penasaran publik, ada apa dengan instansi ini ?

Baca juga : 👇👇👇

Pasalnya, pihak Bea dan Cukai Batam melalui Kepala Seksi (Kasi) Layanan Informasi Kantor Pelayanan Utama (KPU), Ricki Hanafi saat di konfirmasi melalui pesan Whatsapp pada Sabtu (22/10/2022) sekitar pukul 10.35 Wib hingga kini belum menjawab pertanyaan yang dikirim oleh Media ini.

Suksesnya pengiriman barang-barang yang diduga illegal melalui Pelabuhan tikus di Kota Batam memang bukan menjadi rahasia umum lagi. (QQ). Bersambung

Editor : Ron

Pengiriman Barang Illegal di Batam Menjamur, Diduga Pejabat BC Terima Upeti

Sejumlah aktivitas pengiriman barang yang diduga illegal melalui Pelabuhan Tikus Batam. (Foto gerbangkepri.com)
Sejumlah aktivitas pengiriman barang yang diduga illegal melalui Pelabuhan Tikus Batam. (Foto gerbangkepri.com)

Batam, GK.com – Pelabuhan tikus atau yang dikenal dengan expedisi hantu di Kota Batam bukan menjadi rahasia umum lagi terdengar ditelinga Publik. Banyaknya aktivitas pengiriman barang yang diduga illegal melalui Pelabuhan tersebut, tentunya berimbas pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor barang kena cukai.

Letak geografis wilayah Kota Batam yang menghubungkan antara Malaysia dan Singapura serta kawasan Free Trade Zone (FTZ) inilah yang kerap dijadikan alasan klasik yang sering di lontarkan oleh Instansi terkait.

Kepada awak Media ini, Kepala Seksi (Kasi) Layanan Informasi Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Batam, Ricki Hanafi mengungkapkan salah satu yang menjadi hambatan pihaknya dalam menjalankan tugas adalah luas wilayah, serta kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga inilah yang membuat pihaknya merasa kesulitan dalam melakukan pengawasan dan penindakan secara maksimal.

Saat Media menanyakan terkait maraknya aktivitas pengiriman barang yang diduga illegal dari Pelabuhan-pelabuhan tikus yang ada di Kota Batam apakah pihak BC tau atau tidak ?

Melalui via Whatsapp, Ricki Hanafi menjawab, “Memang itu menjadi tantangan bagi Bea dan Cukai untuk lebih mengoptimalkan SDM dan dukungan dari masyarakat, serta kerja sama dengan Aparat Penegak Hukum (APH) lainnya. Dan dukungan juga dari BP Batam maupun Pemerintah Kota (Pemko) Batam,” ujarnya, Jumat (21/10/2022) sekitar pukul 13.41 Wib.

Menurut Ricki, Bea dan Cukai telah melakukan pengawasan dengan menerapkan riskmanagement dan jointoperation baik secara internal maupun dengan eksetenal. Dan dalam pelaksanaannya juga, pihaknya sering melakukan patroli bersama APH.

Lanjut Media ini bertanya, bagaimana prosedur pengawasan yang di jalankan oleh Bea Cukai baik di darat maupun di laut ?

“Untuk pengawasan di darat, Bea dan Cukai memiliki program Gempur Rokok Illegal (Gempur) dan Operasi Pasar terkait keberadaan barang – barang illegal. Sedangkan untuk Pengawasan di laut, Bea Cukai Batam melakukan Patroli Laut dengan menggunakan armada kapal patroli menyisiri wilayah laut sekitar pesisir timur Sumatera,” terang Ricki Hanafi.

Lebih lanjut Media ini melontarkan pertanyaan kepada Ricky Hanafi tentang adanya dugaan sejumlah nama oknum Bea Cukai yang mencuat menerima setoran wajib untuk melancarkan aktivitas tersebut berdasarkan sumber informasi yang di terima oleh Media ini di lapangan ?

Ricky Hanafi pun menegakan, jika Bea Cukai senantiasa menjunjung tinggi integritas sebagaimana diamanatkan dalam nilai-nilai Kemenkeu. Namun bila ada informasi terkait oknum di BC yang melanggar, kami telah menyediakan saluran pengaduan yang di tangani oleh unit kepatuhan internal. Bisa disampaikan melalui Sosial Media (Sosmed) Bea dan Cukai Batam, atau melalui telephon.

Berdasarkan investisigasi Media ini di lapangan, di temui sejumlah pengangkutan barang dari kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam ke Pelabuhan Sei Gentong Tanjung Uban Bintan yang diduga tidak adanya pengawasan serta terjadi pembiaran oleh instansi terkait.

Adapun jumlah barang yang di muat didalam sampan kayu (pompong kecil) tersebut berisikan sembako, bahan bangunan, eletronik, pecah belah, barang seken, balpres, sparepart, oli, aspal, dan banyak lagi yang di seberangkan melalui Pelabuhan Tikus di batam seperti  Kampung Tua, Punggur, Kabil, PT Bokji, Bagan Piayu, Teluk Nipah dan masih banyak lagi pelabuhan tikus yang ada di wilayah  tersebut.

Sementara inisial nama oknum Bea dan Cukai yang mencuat diduga menerima upeti demi melancarkan aktivitas haram tersebut adalah OE, RM, A, WR, VY, dan J. (IWD). Bersambung

Editor : Ron