Senin, Juni 15, 2026
Beranda blog Halaman 373

Ashadi Selayar Arahkan Pemko Tanjungpinang Untuk Memaksimalkan Infrastruktur

Komisi III DPRD Kota Tanjungpinang, Ashadi Selayar. (Foto gerbangkepri.com)
Komisi III DPRD Kota Tanjungpinang, Ashadi Selayar. (Foto gerbangkepri.com)

Tanjungpinang, GK.comAnggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang dari Komisi III, Ashadi Selayar meminta kepada Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang untuk mengejar program dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun ke- lima.

Adapun salah satu program tersebut ialah, memperbaiki Infrastruktur di Kota Tanjungpinang seperti penanggulangan banjir, kurangnya Penerangan Jalan Umum (PJU), serta memperbaiki jalan – jalan yang masih tanah dan banyak lagi.

“Agar Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) di tahun 2023 nanti dapat maksimal untuk keperluan Infrastruktur, maka kami akan mengusulkan kepada Pemko agar dapat mengurangi kegiatan seremonial. Alangkah baiknya anggaran seremonial dapat diperuntukkan untuk Infrastruktur kita yang masih kurang,” ujar Ashadi Selayar, Jumat (28/10/2022) sekitar pukul 09.10 Wib di Pinang Merah.

Lebih lanjut Ashadi Selayar mengatakan, apabila ada keterbatasan di anggaran, maka kami meminta Pemko untuk intens melakukan komunikasi dengan Kementerian dalam rangka mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Komunikasi merupakan kunci keberhasilan, maka kami meminta agar Pemko dapat menjalin komunikasi dengan baik bersama Kementerian, sehingga keluhan Daerah dapat teratasi”. pungkasnya. (IWD).

Editor : Milla

Gubernur Ajak Pemuda Bersatu Membangun Bangsa

Gubernur Kepri bersama Sekda dan SKPD. (Foto Diskominfo Kepri)
Gubernur Kepri bersama Sekda dan SKPD. (Foto Diskominfo Kepri)

Tanjungpinang, GK.com – Guna melahirkan kekuatan untuk membangun Bangsa Indonesia menuju Bangsa yang besar dan maju, Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad mengajak para pemuda untuk bersatu menyikapi setiap perbedaan. 

Harapan tersebut disampaikan Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat memberikan sambutan pada upacara  Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke- 94 Tingkat Provinsi Kepri Tahun 2022 di Halaman Gedung Daerah Kota Tanjungpinang pada Jumat (28/10/2022).

Turut hadir pada momen itu, FKPD Provinsi Kepri, Pelajar, PNS, Paguyuban, Organisai Sosial, serta Organisasi Kepemudaan yang kesemuanya menggunakan pakaian adat Nasional dari berbagai daerah di nusantara.

Menurut Ansar yang pada saat itu berkesempatan membacakan amanat dari Menteri Pemuda dan Olah Raga RI  Zainudin Amali, peringatan Hari Sumpah Pemuda adalah upaya kita menghadirkan sejarah masa lalu untuk direnungkan, di pelajari, ditemukan kristalisasi pembelajaran kebaikan untuk dijadikan teladan dan inspirasi penggerak langkah menuju visi Bangsa yang besar.

“Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 memberikan pelajaran kepada kita bagaimana menyikapi perbedaan sikap primordial, suku, agama, ras, dan kultur, serta berbagai kepentingan menjadi kekuatan, bukan sebagai faktor yang melemahkan,” ujarnya.

Menurutnya, sejarah telah menjelaskan bahwa, pilihan pemuda waktu itu telah menjadi tonggak kuat menuju kemerdekaan. Peran pemuda dalam memelopori membangun visi kebangsaan dengan Sumpah Pemuda 1928 yang diikuti dengan rangkaian pergerakan – pergerakannya telah mengantarkan kepada proklamasi kemerdekaan Indonesia.

“Peran pemuda telah tercatat dengan tinta emas sepanjang masa,” ucap Ansar.

“Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini selalu memilik arti penting karena, ancaman-ancaman terhadap kesatuan Indonesia selalu ada,  bersamaan dengan cita-cita mewujudkan kejayaan Indonesia. Inilah yang menjadi tekad kita untuk meneruskan perjuangan kemerdekaan,  mewujudkan cita-cita pada saat ini dan sepanjang masa,” ungkapnya.

“Semangat untuk selalu bersungguh-sungguh membangun Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, adil dan makmur secara dinamis sesuai konteks lingkungan strategis selalu berubah. Pemuda hari ini adalah tokoh-tokoh yang akan berperan pada masa yang akan datang. Apa yang dilakukan oleh pemuda di masa sekarang juga menjadi penentu kemajuan Bangsa Indonesia di masa yang akan datang,” tutur Ansar.

“Lebih dari itu, pemuda juga bukan hanya menjadi pelaku penting membangun ketangguhan Bangsa dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045, tetapi juga menjadi tulang punggung untuk kejayaan Bangsa sepanjang masa”. tutup Ansar. (Fik/Red).

Editor : Milla

Pemerintah Natuna Dukung Program Registrasi Sosial Ekonomi Tahun 2022

Foto Putra
Foto Putra

Natuna, GK.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna mendukung program pendataan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) tahun 2022 yang dilaksanakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).

Pendataan ini guna mewujudkan sistem satu data Indonesia untuk kebutuhan sosial dan ekonomi dalam jangka menengah dan panjang.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Natuna, Basri mengatakan bahwa program Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) tahun 2022 ini sangatlah penting.

“Ini adalah awal rencana pembangunan, dengan adanya data ini program Pemerintah lebih tepat sasaran,” ucap Basri dalam dialog ‘sukseskan pendataan Regsosek demi mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera’ yang bertempat di RRI Ranai, Kamis (27/10/2022).

Basri juga berharap, sinergitas Bappenas dan Pemerintah Daerah terus berjalan dengan baik. Pemda tentunya sangat mendukung program Regsosek 2022.

“Kami pqerintahkan Camat, Kades, dan Lurah untuk mendorong RT dan RW dalam mendukung program tersebut, tentunya demi memudahkan petugas dilapangan yang melakukan pendataan,” tegasnya.

Basri meminta agar masyarakat bisa menerima petugas BPS serta menyampaikan data yang sebenar-benarnya.

“Mari kita dukung bersama-sama untuk mensukseskan program Regsosek tahun 2022 ini, demi mewujudkan satu data yang akurat,” pintanya.

Ahli Madya Direktorat Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian BPN/Bappenas, Widaryatmo mengatakan, pendataan Regsosek merupakan pengumpulan data seluruh penduduk yang terdiri atas profil, kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan.

Data yang didapat akan digunakan Pemerintah untuk menentukan arah program sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta evaluasi pembangunan.

Widaryatmo menyampaikan bahwa registrasi data tersebut bisa dimanfaatkan Pemerintah hingga Daerah untuk menyalurkan program-program Pemerintah Pusat.

“Program ini juga untuk memperbaiki data Pemerintahan sebelumnya yang belum akurat,” ungkapnya.

Ia menerangkan, pendataan tidak dimulai dari nol karena, Bappenas sudah memiliki data dari sensus penduduk tahun 2020 yang menjadi dasar petugas untuk turun ke lapangan.

“Semua masyarakat Indonesia kita data mulai dari Presiden, TNI, Polri, Pejabat hingga masyarakat miskin,” tambahnya.

“Program ini sudah berjalan dari tanggal 14 Oktober hingga 14 November 2022,” terang Widaryatmo.

Widaryatmo juga mengklaim, saat ini petugas BPS sedang turun ke lapangan untuk melakukan pendataan. Untuk itu, Ia berharap masyarakat dapat meluangkan waktu dan mau memberikan infomasi kepada petugas pendataan.

“Kami berharap masyarakat bisa terbuka dan menerima petugas untuk memberikan informasi kepada petugas yang melakukan pendataan Regsosek 2022”. tutupnya. (Sai).

Editor : Milla

Masyarakat Kecewa Terhadap SPAM Batam, Ini Hasil Survei Ombudsman Kepri

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri Lagat Siadari. (Foto gerbangkepri.com)
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri Lagat Siadari. (Foto gerbangkepri.com)

Batam, GK.com Tidak optimalnya pelayanan air bersih di Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam tergambarkan di hasil survei yang dilakukan oleh Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau (Kepri) pada 17 s/d 24 Oktober 2022 lalu.

Dari hasil survei tersebut, Pertama ada sebanyak 85% responden mengeluhkan pendistribusian air bersih kurang dari kurun waktu 24 jam. Kedua, sebanyak 20,56% responden menjawab rata-rata air mengalir hanya 1 s/d 3 jam. Ketiga, sebanyak 38,15% responden menjawab rata – rata air mengalir hanya 4 s/d 6 jam. Keempat, sebanyak 18,70% responden menjawab rata – rata air mengalir hanya 7 s/d 9 jam, dan Kelima sisanya sebanyak 7,78% responden menjawab rata – rata air mengalir lebih dari 10 jam, namun tidak sampai 24 jam.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri Lagat Siadari menuturkan, Pemerintah seharusnya bisa memastikan ketersediaan air bersih selama 24 jam non stop tanpa adanya kendala.

”Sesuai peraturan perundang-undangan, pelayanan air bersih itu harus non stop 24 jam, bukan 3 jam, 6 jam, bahkan 10 jam. Apalagi, air mengalir hanya pada jam-jam tertentu saja,” tegas Lagat, Rabu (26/10/2022) sekitar 14.27 Wib.

Sementara itu, dalam hasil survei juga terdapat sebanyak 41,3% responden memiliki masalah terkait air yang tidak normal seperti berasa dan berbau. Kemudian sebanyak 18,89% responden menjawab air yang didistribusikan tawar namun berbau, 12,22% responden menjawab terasa kimiawi namun tidak berbau, dan 10,19% responden mengeluhkan air terasa kimiawi serta berbau.

Fenomena lain juga ditemukan  dihasil survei tersebut, di antaranya responden mengeluhkan mengenai kualitas air dan debit air. Hampir 75% responden mengeluhkan kualitas air yang didistribusikan dengan rincian 29,44% responden menjawab air yang didistribusikan kadang jernih, 36,67% responden menjawab kadang keruh, dan 7,96% responden menjawab air yang didistribusikan selalu keruh.

Sedangkan, terkait debit air ada sebanyak 40,19% responden menjawab sedang, 32,78% responden menjawab kecil dan 19,63% responden lainnya menjawab debit air sedikit dan diikuti dengan suara angin.

“Lebih dari 50% masyarakat yang menjadi responden ini pernah menyampaikan keluhannya kepada SPAM Batam. Namun, hanya 15,37% yang ditanggapi, 9,44 % segera ditanggapi dan 5,93% ditanggapi setelah lebih dari 1 hari, dan sisanya sebanyak 49,63% ditanggapi namun tidak tuntas serta 31,30% tidak ditanggapi. Hanya 7,23% saja dari responden yang mengatakan puas pada layanan SPAM Batam, sisanya 27,78% biasa saja dan 65% tidak puas,” jelas Lagat.

Lagat berharap, Badan Pengusahaan (BP) Batam tidak membiarkan begitu saja hasil survei yang telah dilakukan pihaknya ini, agar permasalahan air bersih tidak meluas.

”Jangan sampai permasalahan ini dibiarkan begitu saja, ditakuti permasalahan ini semakin meluas. Lagi pula, sangat disayangkan bila tidak ada langkah perbaikan, tentunya akan tercipta citra buruk bagi Kota Batam yang di gadang-gadang sebagai Kota tujuan investasi”. pungkasnya. (Hms/Red).

Editor : Milla

Muhammad Faisal : Perkebunan Salak Bisa Dikembangkan di Salah Satu Lahan STAIN

Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepri bersama Dinas Pangan, Dinas Pariwisata, perwakilan Camat dan Lurah Toapaya Asri, pemilik kebun Salak, serta peserta KKN. (Foto STAIN)
Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepri bersama Dinas Pangan, Dinas Pariwisata, perwakilan Camat dan Lurah Toapaya Asri, pemilik kebun Salak, serta peserta KKN. (Foto STAIN)

Bintan, GK.com – Sebanyak 5 kelompok Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau telah mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Toapaya Asri, Kabupaten Bintan.

Pada acara pisah sambut yang di laksanakan sekitar pukul 10.00 Wib, Senin (24/10/2022) itu dihadiri langsung Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau Dr. Muhammad Faisal,  M.Ag yang didampingi Ketua KKN STAIN Kepri tahun 2022 Syahrul Rahmat, M.Hum, lalu turut hadir juga Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bintan, perwakilan dari Dinas Pariwisata Bintan, perwakilan dari Camat dan Lurah Toapaya Asri, Polsek Gunung Kijang, pemilik Kebun Salak, Masyarakat serta seluruh peserta KKN.

Selain menggelar acara pisah sambut mahasiswa KKN, saat itu juga disejalankan dengan peresmian Gerbang Agrowisata Salak Sari Intan Bumi Indah oleh Kadis Pertanian, Pangan, dan Perikanan Bintan, serta   diskusi terkait wacana pengembangan Salak di Kabupaten Bintan.

Kepada Media ini, Syahrul Rahmat, M.Hum selaku Ketua KKN STAIN Kepri tahun 2022 menyampaikan bahwa, kegiatan KKN tahun ini terfokus kepada pemberdayaan masyarakat berbasis ekowisata dan moderasi beragama. Dan salah satunya diangkat dari aset dan potensi Desa.

“Potensi tersebut kami ambil dari Kelurahan Toapaya Asri dikarenakan memiliki Kebun Salak Sari Intan Bumi. Yang mana buah Salak yang dihasilkan dari daerah Toapaya Asri ini memiliki rasa yang unik, dan sangat manis. Sehingga kami anggap sangatlah cocok untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata agro, karena berkaitan dengan pertanian,” terangnya, Selasa (25/10/2022) pukul 13.18 Wib melalui Telephon.

“Kemarin Alhamdulillah, mahasiswa sudah koordinasi dengan pihak Kelurahan, RT/RW, masyarakat, dan terutama kelompok tani yang juga mengelola sawit. Mereka sama-sama sepakat untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai kawasan destinasi wisata agro yang akan di kelola oleh masyarakat nantinya,” ujar Syahrul Rahmat.

“Peresmian Gerbang Agro Wisata ini juga merupakan bagian dari program kerja KKN yang dibangun dengan biaya swadaya masyarakat dan beberapa donator,” tegas Syahrul Rahmat.

Sementara itu, dijelaskan oleh Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. Muhammad Faisal, M.Ag,  acara KKN ini merupakan tindak lanjut dari MoU kerjasama dengan Bupati Bintan. Diharapkan kegiatan KKN ini mampu meningkatkan kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi di STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, yakni dalam pengabdian kepada masyarakat.

“Kedepannya perkebunan Salak Sari Intan Bumi Indah ini dapat juga dikembangkan di salah satu lahan STAIN, dan potensi Agro Wisata Salak ini juga nantinya ketika Harlah STAIN bisa ditampilkan dalam bazar-bazar yang akan disiapkan”. harap Muhammad Faisal. (Sis).

Editor : Sai

Pimpinan PT PLN Bright Batam Bertemu Gubernur Bahas ini

Gubernur Kepri saat bertemu Direktur Utama PT. PLN Bright Batam. (Foto Diskominfo Kepri)
Gubernur Kepri saat bertemu Direktur Utama PT. PLN Bright Batam. (Foto Diskominfo Kepri)

Tanjungpinang, GK.com – Bertempat di Hotel CK Tanjungpinang, Selasa (25/10), Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad beraudiensi dengan Direktur Utama PT. PLN Bright Batam Muhammad Irwansyah.

Di awal pertemuan, Ansar mengucapkan selamat dan sukses atas ditunjuknya Muhammad Irwansyah menjadi Dirut PT. PLN Bright Batam yang baru, kebetulan pertemuan tersebut merupakan momen pertemuan pertama antara Ansar bersama Irwansyah, setelah Dirinya menggantikan posisi Nyoman Suwarjoni Astawa sejak 27 September 2022 yang lalu.

Banyak hal yang dibahas kedua belah pihak pada kesempatan itu, diantaranya rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Batam.

“Pada waktu bersama Menko Marvest di Batam sudah pernah dibahas PLTSa, dan saat itu, Menteri Luhut menyarankan melihat rujukan ke Cilacap,” tutur Ansar.

Menurut Ansar, potensi pemanfaatan sampah di Batam sangatlah besar. Bahkan pengolahan sampahnya juga berpotensi merusak lingkungan.

“Maka sangat bagus jika sampah dapat dimanfaatkan sebagai sumber tenaga listrik alternatif,” ujar Ansar.

Tak lupa, Ansar juga berpesan saat itu terkait laju pertumbuhan listrik yang harus sejalan dengan pertumbuhan investasi di Kepri. Menurutnya, iklim investasi di Kepri yang terus dipromosikan, sementara jika tidak siap dengan infrastruktur yang ada, maka akan sulit untuk menjaga  kredibilitas dan kepercayaan.

“Untuk itu, kalkulasi kebutuhan-kebutuhan listrik di wilayah KEK seperti Nongsa Digital Park dan Galang Batang. Ke depan kita adakan FGD bersama PLN Pusat, bahas prospek kebutuhan listrik ke depan, sumber-sumber listrik serta solusi masalah kelistrikan,” harapnya.

Sementara itu, Dirut PT. PLN Bright Batam Muhammad Irwansyah menyampaikan, dengan  melihat kondisi-kondisi pembangunan PLTSa, dapat melihat PLTSa Putri Cempo di Solo sebagai percontohan selain di Cilacap.

“Kalau di Cilacap sampah diolah menjadi pelet, jadi hasil pelet tersebut digunakan untuk PLTU. Cilacap cukup sukses, sampahnya dibuat pelet yang bisa digunakan untuk industri semen dan PLTU, itu habis. Tapi kalau untuk langsung memproduksi listrinya, itu di Solo. Kalau mau dibuat pelet seperti di Cilacap, bisa dimanfaatkan untuk PLTU Tanjung Kasam,” ungkap Irwansyah.

Lanjut Kadis ESDM Kepri M. Darwin menambahkan, saat ini referensinya karena Kepri memiliki sumber gas, rencana keluaran energi ke depan sampai dengan 40 persen adalah berasal dari gas, namun saat ini masih terhambat infrastruktur.

“Bahkan PLTU Tanjung Kasam rencananya akan dikonversikan ke gas. Ke depan kebutuhan listrik yang besar itu dari Galang Batang yang butuh sampai 2800 MW, dan Nongsa 510 Mw” katanya.

Pada momen itu, Muhammad Irwansyah hadir didampingi Direktur Operasi M. Edyansyah, Direktur Keuangan dan SDM Pardamean Matondang, Corporate Secretary Hamidi Hamid, dan Manager Humas Bukti Panggabean. Sedangkan Gubernur Kepri Ansar Ahmad didampingi Kepala Dinas ESDM Kepri M. Darwin. (Ron/Red).

Editor : Sai