Selasa, Juni 2, 2026
Beranda blog Halaman 345

DPP Gerak Keris Kepri Fokus Awasi Tiga Pelabuhan Internasional di Batam, “Pejabat jangan Anti Kritik”

Sekjen DPP Gerak Keris Kepri, Nuri Che Siddiq (Poto:NCS)
Sekjen DPP Gerak Keris Kepri, Nuri Che Siddiq (Poto:NCS)

Batam, GK.com – Menyoroti terkait pemberitaan PMI yang sudah beberapa kali di tayangkan oleh gerbangkepri.com, Sekjen DPP Gerak Keris Kepri, Nuri Che Siddiq menginstruksikan Ketua DPW Kota Batam untuk bergerak melakukan investigasi.

“Khusus Pelabuhan Batam Centre, Pelabuhan Harbour Bay, dan Pelabuhan Sekupang, tiga pintu ini di kenal sebagai tempat dimana para penumpang melakukan perjalanan ke Luar Negeri melalui Kota Batam. Kita selaku masyarakat mengingatkan, apalagi kami Ormas, khusus masyarakat Kepulauan Riau dengan sikap yang akhir-akhir ini di tujukan untuk Imigrasi Batam, kami terpanggil, mulai Senin ini, saya akan intruksikan, sesuai fungsi kami dalam hal mengawasi secara lebih ketat lagi tindak tanduk Imigrasi Batam,” tegas Nuri Che Siddiq.

Baca juga : 👇👇👇
https://gerbangkepri.com/2023/02/13/batam-banyak-makelar-paspor-dpp-gerak-keris-kepri-ikut-soroti-praktek-perdagangan-orang/

“Keberangkatan ke Luar Negeri di Pelabuhan tersebut dalam sehari bisa lebih dari dua kali keberangkatan. Dan jumlah penumpang yang ingin melakukan penyebrangan ke Negara Malaysia maupun Singapura juga cukup fantastik, tentunnya dengan beragam alasan jika di tanyai oleh para petugas Imigrasi yang berada di Pelabuhan yang kerab kita dengar mulai dari menjenguk saudara, melakukan perjalanan karena melancong, dan lain-lain. Hal ini pun seolah menjadi senjata ampuh yang kerab di ucapkan oleh para penumpang-penumpang tersebut, bak seolah seperti sudah diatur,” ujarnya.

“Ada berapa banyak manusia yang keluar dari Indonesia melalui Pelabuhan Internasional yang ada di Batam ? Ada berapa kali keberangkatan ke Luar Negeri, terutama di Pelabuhan Batam Centre dan Pelabuhan Harbour Bay ?,” tanya Che Siddiq.

“Inspeksi sajalah kelapangan. Kita tak mau dikatakan menuduh, faktanya ada tiga pintu besar itu adanya di Batam,” tegas Nuri Che Siddiq kepada gerbangkepri.com melalui via Whatsapp.

“Kita harap, pihak Imigrasi bisa bertindak tegas. Jangan tidak menggunakan kuasa, jika ada pelanggaran. Kalau di Tanjungpinang kita bisa lihat, satu hari, 1 atau 2 kali cuma keberangkatannya. Dan setiap keberangkatan rasanya sedih lihat kapal seperti kosong tak ada beban. Lain hal nya dengan di Batam, duduk saja di Batam Centre, sesak itu terasa,” Nuri Che Siddiq, Minggu (12/02/2023) malam.

“Satu lagi, mungkin bisa kawan-kawan lihat di Pelabuhan Karimun, tapi saya rasa tidak sebesar tiga pintu yang ada di Batam. Walau cukup banyak juga di Karimun jalur Karimun-Kukup Malaysia,” tambahnya.

“Pejabat jangan anti kritik. Terkait Pekerja Migran Indonesia memang harus jadi objek fokus kite sekarang. Gerakan Rakyat Kepulauan Riau Sukses (Gerak Keris) akan mulai fokuskan pandangan kesana. Mau jadi apa kampung kami, kalau Pejabat yang bertugas di sini semua bersikap begini. Dikritik lapor, mau membasmi aktivis di Kepulauan Riau, jangan main main”. pungkasnya. (Ronny).

Editor : Mila

Driver Online Harus Andil Dalam Promosikan Wisata Kepada Penumpang

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi. (Foto BP Batam)
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi. (Foto BP Batam)

Batam, GK.com – Hadiri acara Anniversary ke- 4 Komunitas Andalan Driver Online (KOMANDO) Kota Batam di kawasan Pantai Costarina Batam Centre pada Minggu (12/2/2023), Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi mengajak pengendara transportasi online turut andil dalam mempromosikan destinasi wisata daerah kepada para penumpang.

“Keberadaan transportasi online, selain bermanfaat bagi penyediaan kebutuhan distribusi logistik penumpang, namun harus mampu juga ikut menggerakan perekonomian, khususnya di sektor wisata,” harap Rudi.

“Ini harus kita jaga, demi percepatan pembangunan dan meningkatkan perekonomian Kota Batam,” katanya.

“Kota Batam tengah dibangun menjadi kota baru dan modern. Hal ini dilakukan untuk lebih mendorong kesejahteraan masyarakat. Pembangunan ini kami benahi mulai dari jalan di perlebar, fasilitas umum dibangun, serta sejumlah kawasan lainnya yang di tata rapi,” terang Rudi.

“Kalau masyarakat sudah nyaman, maka bahagialah kita semua. Dan Batam akan ramai pengunjung,” harapnya.

“Mari kita sama-sama saling menjaga ketertiban dan keamanan saat berkendara, dan melayani penumpang dengan baik dan prima”. pesan Rudi (QQ).

Editor : Ron

Batam Banyak Makelar Paspor, DPP Gerak Keris Kepri Ikut Soroti Praktek Perdagangan Orang

Foto Nuri Che Siddiq
Pulau Bulang, Pulau Bersejarah Johor yang Terabaikan oleh Indonesia ( Foto Nuri Che Siddiq)

Batam, GK.com – DPP Gerak Keris Kepri Soroti terkait praktek perdagangan orang yang terkesan terjadi pembiaran di Wilayah Kepri, khusus nya di Kota Batam.

“Terutama di Pelabuhan Batam Center, memang terkesan dibiarkan, setiap hari kita lihat ratusan orang, bahkan ribuan orang mungkin yang berangkat lewat di situ,” ucap Sekjen DPP Gerak Keris Kepri, Nuri Che Siddiq kepada gerbangkepri.com melalui Telpon, Minggu (12/02/2023) siang.

“Kita menyoroti terkait masalah perdagangan orang, prakteknya tanpak depan mata. Di Pelabuhan Batam Center itu kalau dibiarkan terus, akan berlaku begitu lah terus,” katanya.

Baca juga :

Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam Klafikasi Terkait Paspor Non Prosudural | gerbangkepri.com

“Kita menyarankan kepada Pemerintah, baik Daerah maupun Pusat, serta Instansi terkait, tolong perhatikan ini. Ini marwah anak Bangsa kita, nah kok dibiarkan terus. Jelas nampak depan mata kita hal itu berlaku,” tegas Nuri Che Siddiq.

“Banyak yang kaya dari kegiatan di situ. Kita tahu lah, di Batam siapa-siapa saja makelarnya di Pelabuhan itu. Jadi tak usah bicara birokrasi begitu-begini, kalau yang nampak didepan mata saja tak mau di tindak, macam mana proses birokrasinya, tentu lebih parah lagi pasti,” ungkapnya.

“Kalau ada yang mengatakan itu tidak ada, cek saja Paspor orang yang keluar dari Batam, lewat Pelabuhan Batam Centre, itu Paspor dari mana ? Jadi, dari Paspor bisa di lihat, Paspor dari Imigrasi mana, apakah Tanjungpinang ? Kalau dulu iya betul, Paspor keluaran Tanjungpinang itu mudah untuk masuk ke Malaysia, Singapura, tapi sekarang udah sama aja, kalau dari Uban, Tanjungpinang, Batam kayak gitu, tapi praktek yang nampak di depan mata itu Kota Batam yang banyak terjadi,” tuturnya.

Baca juga :

DPW Kepri Barikade 98 : Terkait Kontroversial Imigrasi Batam, Lemah Intelijen, Deteksi Dini | gerbangkepri.com

“Bisa dilihat, di Pelabuhan Batam satu hari berapa kali kapal yang berangkat ke Luar Negeri dibandingkan dengan Tanjungpinang dan daerah lain, mungkin kalau Tanjungpinang satu hari sekali cuma sekarang. Batam bisa berkali-kalikan dalam satu hari ?,” ujarnya.

“Ada tiga Pelabuhan Internasional di Batam itu. Kalau mereka bilang tidak ada, tinggal di cek saja Paspor yang keluar dari Pelabuhan-pelabuhan itu, Paspor mana yang mereka pakai. Itu jelas kan Paspor keluaran Imigrasi Batam,” kata Nuri Che Siddiq.

“Nah itu hak mereka mau membantahnya, syah-syah saja, yang ngecek Paspor di Pelabuhan itu siapa, pegawai mereka atau pegawai siapa ? Apa perlu di suruh polisi sekarang yang ngecek Paspor-paspor orang yang mau ke Luar Negeri itu ? Faktanya pegawai mereka kok yang berderet melakukan pengecekkan Paspor itu, ada tak pegawai dari KPLP atau Bea Cukai”. pungkasnya. (Ronny).

Editor : Milla

DPW Kepri Barikade 98 : Terkait Kontroversial Imigrasi Batam, Lemah Intelijen, Deteksi Dini

Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam saat memberikan klarifikasi. (Foto GK.com / Ronny)
Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam saat memberikan klarifikasi. (Foto GK.com / Ronny)

Batam, GK.com – Kilas balik dalam pertemuan, undangan oleh Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam untuk klafikasi terkait pemberitaan Paspor Non Prosedural pada Jum’at  (10/02/2023) siang.

Menurut Ketua DPW Kepri Barikade 98 Rahmad Kurniawan,  “Hasil pertemuan konsolidasi lah, silaturahmi dengan pihak imigrasi Batam, secara kelembagaan saya melihat, belum ada lah strategi dan saran untuk menindak para Calo atau Tekong sampai proses pengurusan di Luar Prosudural. Tidak menutup kemungkinan, apa yang di sampaikan pihak Imigrasi Batam, khususnya Kakanim itu merupakan sebuah trobosan, dan komitmen. Namun dari sisi kebijakan Internal belum ada tentang kinerja Intelijen mereka. Jadi, Intelijen mereka itu apa sih yang dikerjakan ?,” tanya nya, Sabtu (11/02/2023) sekitar pukul 17.18 Wib di Kantor gerbangkepri.com yang terletak di Batam Centre.

“Yang di Bahas hanya Topoksi kinerja. Tapi sasaran deteksi dini itu tidak dilakukan, itu yang kita anggap kelalaian sistem Intelegensi Imigrasi,” ungkap Rahmad Kurniawan.

Baca juga :

Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam Klafikasi Terkait Paspor Non Prosudural | gerbangkepri.com

“Walaupun mereka membuat program, seperti pembuatan Paspor dengan waktu satu jam atau satu hari, dengan harga 1 juta, atau 1,5 juta, itu memang di tuju untuk prioritas. Tapi itukan sangat terbatas, dan itu diberikan kuota. Dan itu juga tidak menjadi sebuah pemenuhan target apabila dan tekecuali. Di berlakukan menyeluruh se- Kepri, berbicara Kepri tidak terlepas dari Wilayah, khususnya Batam, Bintan Tanjungpinang, Karimun, kenapa tidak menyeluruh di wilayah Kepri, seperti Anambas, dan Natuna juga ? Kita paham lah, mereka berdasarkan kuota dari Online, oleh system. Tapi Kepri ini gerbang pintu masuk dari segala hal lintas Trans Nasional. Jadi tidak menutup kemungkinan, orang mencari celah, dengan cara teraman. Jadi, hasil pertemuan dan pembahasan klafikasi Bersama, saya anggap hanya pembahasan persoalan kinerja saja, bukan pada titik saran bagaimana antisivasi dan deteksi dini supaya tidak terjadi lagi para pihak dan calo atau broker-broker pembuat Paspor itu seolah-olah dia menguasai sistemnya,” tutur Rahmad Kurniawan.

“Kita bisa tahu sendiri, sebegitu banyak warga antusias membuat Paspor, walaupun disaat keberangkatan melakukan upaya cegah. Pertanyaannya itu, upaya cegah dari mana, untuk apa ? Apakah permintaan, atau ada indikasi hukum ? Untung saja pihak yang di cegah tidak menuntut, kan bisa Mengklafikasi, alasannya dia di cegah apa, ada rilisnya loh, harus membuat berita acara, laporan-laporannya jangan hanya sebatas permintaan lintas Departemen misalnya, tanpa alasan yang jelas,” ujar Rahmad Kurniawan.

“Dia bilang ada orang bikin Paspor untuk mengunjungi keluarga, kenapa tidak, memang hak warga Negara. Permasalahannya, para masyarakat yang mengajukan Paspor Domestik terus untuk Nyambi bekerja ? Seharusnya kan dia bisa bertanya, kalau memang memungkinkan ini untuk bekerja, ya harus nya pihak Imigrasi bisa membuat penegasan kepada Pemerintah bersama BP2MI Pusat agar pemilik dan pengguna  Paspor dapat di berikan barcode tersendiri dalam hal mengetahui bahwa, pemegang Paspor ini bukan cuma sebagai Pelancong, tapi juga sebagai pekerja. Jadi, dengan data scanner paspor semua bisa terbaca, dan pihak Imigrasi juga bisa menyerahkan ke pihak BP3MI di pintu keberangkatan Internasional untuk melengkapi KTA PMI dan dokumen pendukung lainnya. Itu bisa di jadikan aksi tangkal cegah bagi pekerja non prosedural. Seandainya itu terjadi, saya pikir pihak Imigrasi tidak akan di kejar dan dianggap meloloskan. Ini Batam kasusnya beda dengan Karimun, Tanjungpinang, Bintan, semua pasti punya kasus masalah tersendiri, tapi masalah yang bisa di anulir, dan masalah yang menjadi prioritas terbesar menjadi sorotan itu adalah wilayah Batam, terutama bagi pemegang Paspor pengganti dan perpanjangan, semua bisa di lihat, lalu lintas pengguna paspor itu kemana saja,” ucap Rahmad Kurniawan.

“Pihak Imigrasi harus membuat penegasan terhadap pemegang Paspor baru, dan perpanjangan untuk memberikan barcode bagi semua Paspor yang terindikasi Pelancong menjadi Pekerja, itu semua demi nilai plus pihak Imigrasi dari tekanan banyak pihak yang menjudtice ada nya kesan pembiaran untuk meloloskan pembuatan baru dan perpanjangan Paspor untuk calon pengguna dengan kegunaan Pelancong menjadi peruntukan mencari Pekerjaan,” saran Rahmad Kurniawan.

“Batam ini ada berapa titik pembuatan Paspor, 3 apa 4, bagaimana deteksi dininya di lakukan ? Jadi bukan berarti kita tidak percaya, jangan sampai nanti karena persoalan di Batam, akan berimbas dengan Kantor mitra Wilayah lainnya seperti Tanjungpinang, Bintan, Natuna, Anambas, Lingga, dan Karimun. Permasalahan yang bisa di anulir itu seperti apa ? Pusat gerbang keluarnya sudah jelas semua, Bandara Internasional ada di Batam, Pelabuhan Internasional ada di Batam, bukan berarti Pelabuhan lain itu tidak ada y,” ujar Rahmad Kurniwan.

“Jadi, kalau mengacu pada aturan, aturan mana dalam kontek senerjisitas ?,” tanya Rahmad Kurniawan lagi.

“Kalau dia mengatakan di Pelabuhan itu ada Imigrasi, Syahbandar, KP3, Bea dan Cukai, itukan memang penempatan, itu memang protection, beda ya dengan Bandara tidak ada Syahbandar, makanya penegasan-penegasan itu mereka yang lebih tahu. Jadi, kita tidak asal njeplak, asal ngoceh, dalam artian asal punishment, dan asal bicara. Dia tanya bukti, saya sudah bilang, buktinya saya secara pribadi kok, saya di tawar kan, kalau masyarakat seperti kita ini di fasilitas untuk penangkapan, mungkin sudah lain ceritanya. Tapikan kita tahu, sekedar sebatas hanya tahu, beda dengan kita cari tahu. Kalau kita benar-benar mau cari tahu, kita datangi. Karena seperti kemaren kita datang mau konfirmasi, mau kita tanyain, alasannya waktu itu tidak berada di tempat, yang sudah lah. Makanya kita publikasikan. Nah kalau di tanyakan siapa salah satunya, nah saya secara pribadi tidak perlu lah yang lain, saya pernah di tawarkan kok, khusus di Pelabuhan Harbour Bay,” papar Rahmad Kurniawan.

“Jadi tidak menutup kemungkinan, bahwasannya kegiatan-kegiatan illegal non prosudural itu masih berlaku. Mungkin mereka mengatakan anggota mereka tidak, maling mana sih ada yang mau ngaku ? Bisa saja, pak nanti uangnya di rumah, nanti ketemunya di sini, apa mau bayar di Kantor, ini kan kerja gila nama nya,” ungkap Rahmad Kurniawan.

“Kita tidak mau langsung suuzond lah, memang cara kerjanya kita sudah tahu. Jadi tidak perlu lah dia mau menutupi, seolah-olah mereka tidak bermasalah,” tegas Rahmad Kurniawan.

“Sementara, mereka juga tidak pernah mensosialisasikan bagi calon pekerja yang baru membuat Paspor, yang pertama sekali membuat Paspor Negara menggratiskan, ada tidak mensosialisasikan itu, khususnya di Kota Batam”. tanya Rahmad Kurniawan. (Red).

Editor : Ron

Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam Klafikasi Terkait Paspor Non Prosudural

Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam saat memberikan klarifikasi. (Foto GK.com / Ronny)
Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam saat memberikan klarifikasi. (Foto GK.com / Ronny)

Batam, GK.com – Didampingi oleh Kabid Tikim Ritus Ramadhana, Kasi Dokumen Perjalanan (Dokjal) Muh. Ikbal Bangsawan, Kasi Pemeriksaan lV Tengku Ferdian, Kasi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Nur Karima Kemala Sari, serta Kasi Pemeriksa I Baharuddin, Kepala Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam Subki Miuldi menjawab serta mengklarifikasi terkait pemberitaan yang sempat tayang beberapa kali di Media gerbangkepri.com di Ruang Media Center pada Jum’at (10/02/2023).

“SOP sudah kami jalankan, dengan adanya informasi-informasi seperti ini, saya menjamin itu tidak ada,” tegas Subki Miuldi.

Baca juga :

Jadi TKI Illegal Melalui Batam Nyaris di Perkosa Anak Majikan | gerbangkepri.com

“Ada beberapa SOP dalam pembuatan Paspor yang sudah pasti ada persyaratannya. Dalam hal pembuatan Paspor, perlu diingat dan di tekankan juga, Paspor itu tidak wajib untuk setiap warga Negara Indonesia. Paspor dapat di berikan kepada warga Negara Indonesia yang ber hak memang untuk mendapatkan Paspor tersebut,” ujar Subki Miuldi.

“Yang pertama kita pasti lihat Identitas. Dalam wawancara juga kita harus mengetahui lebih dalam, apakah yang bersangkutan punya Paspor atau tidak ? Yang kedua, Domisili, seterusnya keinginan untuk membuat Paspor itu untuk apa ? Dan dalam melakukan kegiatan itu seperti apa ?,” kata  Subki Miuldi.

“Di dalam wawancara, suatu jawaban akan timbul lagi pertanyaan-pertanyaan yang dari kita. Kita tanya misalkan, Bapak mau ke Singapur dalam rangka apa ? Kalau ada kecurigaan yang bersangkutan ingin mempergunakan Paspor tidak semestinya, kita sarankan untuk mempunyai dokumen kelengkapan. Seperti itu, pokoknya panjang lah,” ungkap Subki Miuldi.

Baca juga :

Terkait Polemik Imigrasi Batam, Kabid Intelijen Kanwil Kepri Akan Lakukan Pengawasan Dan Penindakan | gerbangkepri.com

“Jadi informasi-informasi yang diberikan kepada kita dari pemohon Paspor, kemungkinan akan ada lagi pertanyaan-pertanyaan lanjutan seperti Domisili. Untuk dalam hal perlintasan, tidak bisa seseorang melintas itu terlalu lama dalam hal melakukan wawancara, apalagi kalau banyak datang. Tetapi dari gaya tubuh, tutur kata, dan tingkah prilaku, kita bisa menebak-nebak,” tambah Subki Miuldi.

“Pemegang Paspor harus asli, pemegangnya dia, tidak masuk dalam daftar cekal, dan mempunyai visa. Selebihnya, kita wawancara lebih dalam, Untuk Apa dan Mau Kemana ?,” jelas Subki Miuldi.

“Tahun 2022 ada sekitar 1.300 calon penumpang yang kami cegah. Jadi memang tugas Imigrasi dalam pelintasan hanya tiga yaitu, Paspornya Asli, Tidak Masuk Dalam Daftar Cekal, dan Punya Visa, selebihnya kita dalam hal mengamankan warga Negara Indonesia untuk Keluar Negeri itu ada keterkaitan dengan Instansi lain,” terang  Subki Miuldi.

Baca juga :

Intelijen Mandul, Diminta Kepala Kanwil Kepri Mundur | gerbangkepri.com

“Di Pelabuhan Batam Centre dan di Pelabuhan Harbour Bay ada BP2MI yang membantu kita dalam hal pengawasan warga Negara Indonesia untuk berangkat ke Luar. Kemaren ada berita SP (inisial nama) kita cegah untuk berangkat melalui Batam Centre. Karena dia tidak bisa meyakinkan kita bahwasannya dia  ke Malaysia untuk menemui kakaknya yang sedang hamil, akhirnya dia lewat Pelabuhan Harbour Bay. Di Pelabuhan Harbour Bay dia bisa meyakinkan petugas kita, kalau dia akan berangkat ke Malaysia menemani kakaknya yang hamil. Lalu masuklah berita kalau Imigrasi menerima uang Rp 2.600.000,-. Saya penasaran, ada enggak anak buah saya yang menerima uang tersebut, karena informasinya per kepala 2.600.000,-. Lalu kami telusuri, kami punya tim Intelejen, data-data itu sangat mudah untuk kami dapatkan. Saya bisa dapat Bapak/Ibu dalam waktu 10 menit kapan keluar dan masuk di Wilayah Indonesia. Karena kami meyakini, data-data yang di minta oleh petugas itu sangat lah detail, salah satunya Nomor Telepon,” papar Subki Miuldi.

Ditanya oleh Redaksi gerbangkepri.com bagaimana tanggapan Bapak terkait oknum-oknum Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam yang terkesan dengan sengaja melakukan pemeliharaan para Calo dalam hal pengurusan Paspor ?

Baca juga :

DPW BARIKADE 98 KEPRI : Siapa Dalang di Balik Pembuat Paspor Calon PMI Non Prosedural di Batam ? #SikatSindikat | gerbangkepri.com

“Saya meyakini, untuk Calo Paspor tidak ada di Kantor Imigrasi. Karena Direktorat Jenderal Imigrasi khususnya Pemerintah sudah banyak menghabiskan anggaran untuk mempermudah masyarakat dalam hal pembuatan Paspor. Tetapi terkadang saya juga bingung dengan teman-teman, masyarakat, online enggak dapat, di kasih percepatan tidak mau, saya besok mau berangkat, tapi  mau yang biasa, besok harus di cetak. Lalu Direktorat  Imigrasi melihat, ini satu hari, PNBP nya mana yang satu juta ?,” jawab Subki Miuldi.

“Nanti  pak Dirjen datang kesini, saya mau bilang, jangan di batasi, buka aja. Kalau sekarang sebulan dua kali, kuota nya satu hari 250, mau itu dapatnya 10 tahun atau 20 tahun, itu untuk mempermudah masyarakat. Dan dia juga bisa cek, di Batam ini penuh sampai bulan Mei, bulan Februari adanya di Belakang Padang. Atau mau ikut percepatan boleh, tapi bayar Rp 1.000.000,-,” ucap Subki Miuldi.

“Kemaren ada yang protes, pak kalau percepatan enak yang punya uang. Lalu saya jawab, kan sudah di fasilitasi, masuk tol saja bayar, mau duduk enak di Pesawat Bisnis, bayar. Memang harus ada edukasi dan informasi yang bisa memberikan masyarakat kita agar lebih merasa nyaman sih. Mudah-mudahan yang terbaik lah,” tutur Subki Miuldi.

Baca juga :

Komitmen BP3MI Kepri Terhadap PMI, Ujang Cahya : Kanin Batam di Perintahkan Segera Klarifikasi | gerbangkepri.com

“Terima kasih sudah memberikan informasi kepada kita, untuk kita melakukan pengawasan, yang kami butuhkan saat ini adalah datanya. Kami punya teknologi, kami punya kemampuan untuk menyari data, tapi kalau datanya kami tidak punya, apa yang mau kami kumpulkan dan kami sampaikan di internal. Kita bisa tau disitu siapa yang ngecap, jam berapa, tanggal berapa, apalagi kalau di sandingkan dengan sisi TV, cakep bener,” ucap Subki Miuldi sekitar pukul 11.00 Wib.

Ditambahkan Kasi Dokjal, Muhammad Ikbal Bangsawan, “untuk pengurusan Paspor itu sudah ada SOP nya, dan  sudah diatur dalam UU di Direktorat Jendral Imigrasi Kepmen Kemenkumham,” ungkapnya.

“Dalam bekerja, pastinya ada mekanisme. Kita ada koridor, dan segala tindak tanjuk, kami aja diatur dengan kode etik dan prilaku. Apalagi produk yang berkaitan dokumen Negara. Direktorat Jendral Imigrasi itu punya sistem monitoring dan evaluasi, melalui Kanwil juga. Serta itu di pantau langsung sama Inspektorat Jenderal. Kita mendukung semua kebijakan Pimpinan Pusat. Stop PMI Non Prosedural, kita stop. Diduga akan bekerja, kita kan tidak boleh souzon, mereka kalau datang ke kita saat wawancara, jawab nya mau melancong, melihat saudara, melihat keluarga, enggak mungkin kita langsung menjats dengan penampilan, yang misalnya identik dengan pekerja Migran. Enggak seperti itu cara kerja kita,” ujar Kasi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Nur Karima Kemala Sari.

“Kita punya tus, dan kalau pun kita menyimpang dari tus itu, itu kami pribadi bakal kena saksinya. Yang kita pakai sekarang ini bisa jadi lenyap. Apa ia, kita mau membuang itu semua yang sudah kita jaga, tentu aja tidak kan,” tutur Nur Karima Kemala Sari.

“Seandainya ada penyimpangan, Pimpinan tentu tidak akan tinggal diam, sudah banyak bukti. Tentunya melalui penyelidikan awal seperti alat bukti dan barang bukti. Jadi tidak langsung semerta-merta begitu ada aduan dari masyarakat kita memutuskan, itu pastinya akan di lakukan cek and ricek,” kata Nur Karima Kemala Sari lagi.

“Saat kita memberikan Paspor, pantas atau tidak nya di berikan dokumen Negara, itu ada laporannya. Kesempatan pertamana kita kasih ke Pusat, ini diduga akan bekerja secara tidak resmi di Negara tetangga misalnya, ini kita kasih potonya hasil wawancara biometrik berdasarkan sistem kita, langsung kita laporkan ke Pusat. Dan itu enggak hanya insendinentil,” tegas Nur Karima Kemala Sari.

“Udah jadi program Direktorat yang harus kami dukung. Seandainya pun kecolongan kita kasih dokumen Negara tersebut, ada lagi penyaringan di Pelabuhan. Dan tentunya Imigrasi tidak bekerja sendiri loh di Pelabuhan, ada BP2MI dan Stakeholder yang lain, lapisnya itu banyak. Jadi, kita Imigrasi itu termasuk fungsinya Penegakkan Hukum. Tidak hanya melayani masyarakat saja, semua ada koridornya, ada instrumennya, ada mekanisme nya, ada peraturan perundangan baku nya, ada APH nya, dan Pimpinan itu berpegang teguh kalau sudah di lakukan penyelidikkan, dan terbukti seperti ini, ya sikat,” tegas Nur Karima Kemala Sari lagi.

“Kita punya keluarga, pasti kita harus menjaga itu semua,” ucap Nur Karima Kemala Sari.

“Sebenarnya dengan yang diduga itu, kita sudah melakukan upaya-upaya pengurangan. Di bulan Januari, khususnya di Pelabuhan Harbour Bay ada sekitar 465 orang yang kita tunda keberangkatannya. Di Pelabuhan batam Centre ada sekitar 800 dilakukan penundaan yang diduga PMI. Selama ini kita telah melakukan selektif, karena arahan dari pak Kanwil untuk melakukan wawancara yang lebih detail tujuan, kemana WNI ini berangkat, dan keperluannya apa,” tambah Kasi Pemeriksaan I, Baharuddin.

“Jadi, kita sudah melakukan arahan-arahan permintaan dari BP2MI juga, karena kan BP2MI selama ini ingin minta bantuan ke kita agar melakukan seleksi atau penundaan terhadap yang diduga Pekerja Migran Indonesia, lalu menyerahkan ke mereka,”  terang Baharuddin.

Ditanya oleh Redaksi gerbangkepri.com terkait bagaimana dilakukan bentuk Penyaringan, Penyelidikkan, dan Penegakkan Hukum yang sudah di lakukan Imigrasi  Batam selama ini seperti apa ?

“Saat kita memohon dukumen Negara dalam hal ini Dokumen Perjalanan Republik Indonesia (Paspor), itu kita punya sistem, identitas itu ada 2, yang pertama Identitas  Diri, dan yang kedua Indentitas Domisili, itu semuanya harus singkron. Enggak bisa satu nama itu berubah meskipun satu huruf, itu bakal di tolak sistem. Apalagi kalau dia bohong, belum pernah punya Paspor, itu akan terekam di geomatrik, muka dan sidik jari nya itu sudah terekam. Itulah salah satu bentuk Penyaringan, itu untuk dokumentasi. Belum lagi nanti pas wawancara atau interviuw sama para petugas. Tujuannya apa, untuk buat Paspor, sudah pernah atau belum punya Paspor sebelumnya ? Jadi sudah dokumen kita klarifikasi, petugas wawancara lagi melanjutkan. Ini ada apa, mau apa ? Itu akan kita singkronin, sama atau tidaknya dengan yang dia jelaskan, dengan data Indentitas Diri dan Indentitas Domisilinya itu,” papar Nur Karima Kemala Sari.

“Penyelidikkan ini dilakukan ke oknum ya, oknum yang mana dulu, di Pelabuhan banyak lapisannya, apakah Imigrasi, atau bawaannya siapa ? Penyelidikkan itu dilakukan untuk internal kita, tentunya oleh Kanwil sebagai perpanjangan Menteri. Kalau kedapatan oknum di  Imigrasi, pasti tingkat awal akan di lakukan Penyelidikkan dong di internal kita, ada enggaknya Barang Bukti (BB) dan Alat Buktinya (AB). Nah Penegak Hukum itu bagian dari Fungsi Imigrasi,” jelas Nur Karima Kemala Sari.

“Penegakan Hukum, Fasilitator Pembangunan Ekonomi, Pelayanan Masyarakat, dan Keamanan Negara, itu bagian kami, yaitu Bidang Inteldakim,”   ujar Nur Karima Kemala Sari.

“Orang Asing menyalahkan izin tinggal, itu termasuk Penegakkan Hukum, kita PPNS disini.  Jadi, Imigrasi ini tidak serta-merta, pelayanan masyarakat itu ada di Saspol, Penegakkan Hukum ada di Inteldakim,” ungkap Nur Karima Kemala Sari.

“Kita ada target kinerja (Tarja). Tarja itu harus 100 persen di kerjakan dan di selesaikan. Inteldakim punya Tarja, dan Tarja nya itu bukan kita yang bikin loh, tetapi turunan langsung dari Kanwil. Trus pak Ikbal punya Tarja, pak Tengku juga, termasuk kita Tikim,”   kata Nur Karima Kemala Sari.

“Kita punya program Paspor Percepatan, dan itu resmi berdasarkan Permenkumham 28/2019, itu juga sudah kita sosialisasikan berkali-kali di Website, Media Sosial kita baik di strory maupun di konten secara berulang-ulang, dan itu bukan pungli. Kita punya pelayanan prioritas untuk manula, orang sakit, untuk anak-anak, sama ibu hamil dan  menyusui. Jadi ada prioritas, dan ada percepatan. Imigrasi bukan soal cop doang, slogan kita Barelang,” tutur Nur Karima Kemala Sari.

“Masalah PMI ini harus bersama-sama di tertibkan, baik dari Kepolisian dan BP2MI bagaimana penggiringan yang ada ini tidak ada lagi. Karena selama ini, Imigrasi terus yang menjadi kambing hitam nya, seolah-olah ini gimana-gimana,” tambah Kasi Pemeriksaan lV, Tengku Ferdian menjelaskan.

“Pengawasan bukan dari kita saja, bisa dari masyarakat, temen-temen Wartawan, dan LSM. Tentunya kami  mengucapkan terima kasih, kalau ada oknum seperti apa dari Imigrasi, kita harus satu suara,” ujar Ritus Ramadhana.

“Setiap di awal bulan, saya selalu menyarankan agar bekerjalah sesuai SOP. Sesuai dengan SOP pastinya harus Senyum, Ramah, Tamah, dan Utamakan Pelayanan Dalam Masyarakat. Pelayanan ini tidak ada yang sempurna, pasti ada aja sesuatu. Saya berusaha, apa yang sudah Negara ini berikan ke kita, itu sudah sangat maksimal. Kesistiman ini sudah ratusan miliar, kalau kita tidak bisa pergunakan secara maksimal, macam mana ? Dan juga dari mindset kita sendiri, sistem sebagus apapun, kalau dari diri kita sendiri tidak ada kesadaran, itu akan percuma. Itu yang selalu saya tanamkan kepada Staf. Jangan ada kejelekkan diantara diri masing-masing, kejelekkan itu akan membuat kita terpuruk”. tutup Subki Miuldi. (Red).  

Editor : Milla

Api Unggun Mewarnai Bumi Perkemahan

Para peserta saat mengucap Dasa Darma (Foto GK.com / Nadya)
Para peserta saat mengucap Dasa Darma (Foto GK.com / Nadya)

Bintan, GK.com – Dengan di laksankaan upacara api unggun pada kegiatan perkemahan Pramuka, Jum’at (10/02/2023) pukul 21.00 Wib, bertanda berakhirnnya kegiatan tersebut.

Dipimpin langsung oleh Ketua Pelaksana Rusdi, para peserta pramuka berkumpul di tengah Lapangan Relief Antam berbentuk setengah lingkaran sambil membacakan Dasa Darma Pramuka.

Baca juga :

LT III Regu Penggalang di Laksanakan Empat Hari | gerbangkepri.com

Dalam amanatnya, Rusdi menuturkan, “Tujuan utama kita pada kegiatan ini adalah silaturahmi se- Kwartir cabang Bintan. Siapapun  perwakilan dari Kwartir cabang Bintan yang mewakili Kwartir daerah untuk Lomba Tingkat (LT) IV Kepulauan Riau, harus bersemangat. Jadikan kehadiran adik-adik di sana bukan hanya untuk menang belaka, tetapi harus jadi duta Perwakilan Daerah“. pesan Rusdi.

Acara yang berjalan penuh hikmat itu makin semarak dengan menyalanya api unggun sambil bernyanyi besama. Peserta yang memiliki bakat seni di beri kesempatan maju untuk memperlihatkan keterampilannya di depan para peserta lainnya. (NDY).

Editor : Sai