Kamis, Februari 22, 2024
spot_img

Terkait Polemik Imigrasi Batam, Kabid Intelijen Kanwil Kepri Akan Lakukan Pengawasan Dan Penindakan

Tanjungpinang, GK.com – Mewakili Kadiv Intelijen Dan Penindakan Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Riau, Ujang Cahya, selaku Kabidnya menegaskan, terkait permasalahan TKI illegal yang menggunakan paspor pelancong, pembuatan paspor di luar prosedur hingga terjadi dugaan suap dan pungli di Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, pihaknya berjanji akan segera melakukan pengecekan langsung ke lapangan bersama tim nya dalam waktu dekat ini, untuk mengecek bagaimana proses pembuatan paspor khusus di Kota Batam.

Baca juga : 👇👇👇

“Dalam hal ini kami selaku pembina semua berdasarkan dengan apa yang disampaikan. Mungkin Imigrasi Batam melaporkan ke kita sesuai SOP, tetapi fakta di lapangannya kita tidak tau bagaimana mekanisme dalam pembuatan paspor tersebut seperti apa ?,” ucap Ujang Cahya, Kamis (02/02/2023) pukul 11.06 Wib kepada Redaksi ini.

“Terima kasih saya ucapkan kepada Media sebagai kontrol. Karena ini ada laporan dari masyarakat, jadi harus ditindaklanjuti,” ujar Ujang Cahya di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Riau.

“Sekarang sistem M-Paspor dilakukan secara online. Untuk kapasitas orang-orang yang lanjut usia dan orang sakit bisa dengan log-in. Dan sudah di program dari Direktorat Jenderal Imigrasi, dan memang ada kuota nya,” terang Ujang Cahya.

“Dengan adanya berita ini, sebagai Devisi Keimigrasian, poksi kita memang sebagai pembinaan, pengawasan, dan pengendalian. Saya ucapkan terima kasih atas pengontrolan di lapangan hingga disampaikan ke sini. Hal ini akan segera kami tindaklanjuti bersama ibu Kadip,” tuturnya.

Menanggapi terkait kepemimpinan Kepala Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Ujang Cahya menjawab, “Kalau untuk ini berkaitan dengan masalah karakter seseorang atau kepribadian. Kalau pribadinya welcome, tentu bisa lebih bagus. Tapi kalau istilahnya dia tertutup atau ada kesibukan, itu saya juga tidak tahu. Kalau di lapangan udah jadi begini, memang semua merujuk ke pribadi masing-masing, kalau pribadinya amanah dan sesuai dengan tupoksi jabatannya, pasti hal ini tidak akan terjadi,” jawab ungkapnya.

“Kita punya misi, karena Imigrasi ini pelayanan, dan penegakan hukum kita berorientasi ke situ. Kita udah ada garisnya, tapi kan itu kembali ke manusianya. Saya mohon maaf, kalau ada kesalahan di bawah Divisi Imigrasi,” ucap Ujang Cahya.

“Saat ini memang era harus ada keterbukaan, baik sama Wartawan, LSM, dan Masyarakat. Semua ini merupakan pelayanan kepada masyarakat, harus lebih baik dan humanis, bukan seperti istilahnya kucing-kucingan. Nanti saya akan sampaikan, kalau ada informasi atau berita harus ditindaklanjuti dengan baik, supaya masyarakat juga tidak bertanya-tanya, dan tidak menjadikan bom waktu,” tegas Ujang Cahya.

Menanggapi terkait penempatan pengangkatan jabatan pucuk pimpinan tubuh Imigrasi untuk menduduki kursi-kursi strategis, Ujang Cahya juga menjelaskan, “Pengangkatan atau seleksi Pemimpin itu dari Pusat, karena melalui assessmen, melalui tes, wawancara, dan tes uji kompetensi. Apa lagi sekarang zaman udah tidak seperti dulu, yaitu menjadi pimpinan, sebelum ditempatkan melalui assessmen,” terangnya.

“Bukannya menutupi, tapi saya juga akan melakukan pengecekan, pembinaan, serta memberikan masukkan ke sana, apakah masih ada seperti itu atau bagaimana. Sepanjang saya di sini memang ini perlu pendalaman, karena saya baru menjabat, jadi harap maklum,” kata Ujang Cahya.

“Ini sebagai tantangan saya untuk lebih meningkatkan dalam pengawasan dan pembinaan. Mungkin harus lebih ketat lagi, jangan sampai terulang dan terulang lagi masalah-masalah yang sama,” tegasnya lagi.

Pada kesempatan itu, Ujang Cahya juga menyampaikan, terkait peristiwa pembuatan paspor di luar prosedural ini, Dirinya berjanji akan mengurangi, agar hal serupa tidak terulang kembali.

“Ini juga sebagai rekomendasi untuk saya sampaikan ke pimpinan. Kalau untuk mengurangi mungkin bisa, tapi kalau untuk menghilangi sama sekali, saya angkat tangan. Karena orang macam-macam,” ujarnya.

“Saya akan laporkan ke ibu Kadiv terkait masalah ini. Beliau orangnya tegas, bijaksana, dan baik. Mudah-mudahan dengan ada pemberitaan ini, dan atas kontrolnya dari Media Gerbang Grub, mungkin beberapa hari nanti, ada Perintah untuk ke sana, turun ke lapangan. Nanti saya akan sampaikan lagi informasi selanjutnya”. tutup Ujang Cahya. (QQ).

Editor : Ron

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -