Kamis, Februari 22, 2024
spot_img

Batam Banyak Makelar Paspor, DPP Gerak Keris Kepri Ikut Soroti Praktek Perdagangan Orang

Batam, GK.com – DPP Gerak Keris Kepri Soroti terkait praktek perdagangan orang yang terkesan terjadi pembiaran di Wilayah Kepri, khusus nya di Kota Batam.

“Terutama di Pelabuhan Batam Center, memang terkesan dibiarkan, setiap hari kita lihat ratusan orang, bahkan ribuan orang mungkin yang berangkat lewat di situ,” ucap Sekjen DPP Gerak Keris Kepri, Nuri Che Siddiq kepada gerbangkepri.com melalui Telpon, Minggu (12/02/2023) siang.

“Kita menyoroti terkait masalah perdagangan orang, prakteknya tanpak depan mata. Di Pelabuhan Batam Center itu kalau dibiarkan terus, akan berlaku begitu lah terus,” katanya.

Baca juga :

Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam Klafikasi Terkait Paspor Non Prosudural | gerbangkepri.com

“Kita menyarankan kepada Pemerintah, baik Daerah maupun Pusat, serta Instansi terkait, tolong perhatikan ini. Ini marwah anak Bangsa kita, nah kok dibiarkan terus. Jelas nampak depan mata kita hal itu berlaku,” tegas Nuri Che Siddiq.

“Banyak yang kaya dari kegiatan di situ. Kita tahu lah, di Batam siapa-siapa saja makelarnya di Pelabuhan itu. Jadi tak usah bicara birokrasi begitu-begini, kalau yang nampak didepan mata saja tak mau di tindak, macam mana proses birokrasinya, tentu lebih parah lagi pasti,” ungkapnya.

“Kalau ada yang mengatakan itu tidak ada, cek saja Paspor orang yang keluar dari Batam, lewat Pelabuhan Batam Centre, itu Paspor dari mana ? Jadi, dari Paspor bisa di lihat, Paspor dari Imigrasi mana, apakah Tanjungpinang ? Kalau dulu iya betul, Paspor keluaran Tanjungpinang itu mudah untuk masuk ke Malaysia, Singapura, tapi sekarang udah sama aja, kalau dari Uban, Tanjungpinang, Batam kayak gitu, tapi praktek yang nampak di depan mata itu Kota Batam yang banyak terjadi,” tuturnya.

Baca juga :

DPW Kepri Barikade 98 : Terkait Kontroversial Imigrasi Batam, Lemah Intelijen, Deteksi Dini | gerbangkepri.com

“Bisa dilihat, di Pelabuhan Batam satu hari berapa kali kapal yang berangkat ke Luar Negeri dibandingkan dengan Tanjungpinang dan daerah lain, mungkin kalau Tanjungpinang satu hari sekali cuma sekarang. Batam bisa berkali-kalikan dalam satu hari ?,” ujarnya.

“Ada tiga Pelabuhan Internasional di Batam itu. Kalau mereka bilang tidak ada, tinggal di cek saja Paspor yang keluar dari Pelabuhan-pelabuhan itu, Paspor mana yang mereka pakai. Itu jelas kan Paspor keluaran Imigrasi Batam,” kata Nuri Che Siddiq.

“Nah itu hak mereka mau membantahnya, syah-syah saja, yang ngecek Paspor di Pelabuhan itu siapa, pegawai mereka atau pegawai siapa ? Apa perlu di suruh polisi sekarang yang ngecek Paspor-paspor orang yang mau ke Luar Negeri itu ? Faktanya pegawai mereka kok yang berderet melakukan pengecekkan Paspor itu, ada tak pegawai dari KPLP atau Bea Cukai”. pungkasnya. (Ronny).

Editor : Milla

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -