Kamis, Juni 20, 2024
spot_img

Kepala BP Batam Terima Kunjungan Dubes Jepang


Batam, GK.com
– Kepala Badan Pengusahaan Batam, Muhammad Rudi, menerima kunjungan dari Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masaki Yasushi, di Marketing Center BP Batam. Dalam pertemuan tersebut, Muhammad Rudi menjamin iklim investasi yang nyaman bagi para investor di Kota Batam. Baik para investor yang akan menanamkan modalnya maupun yang sudah menanamkan investasinya. Pada Jumaat, 28 Maret 2024.

Muhammad Rudi menyatakan bahwa investasi menjadi hal utama dalam meningkatkan perekonomian di Kota Batam. Sebagai upaya untuk membangkitkan investasi, ia akan menggelar “karpet merah” bagi para investor. Selain itu, ia akan terus memperhatikan komponen-komponen penting yang berhubungan dengan investasi, seperti pelebaran akses jalan, pembangunan bandara, dan pelabuhan. Tujuannya adalah untuk mempermudah mobilitas baik di Kota Batam maupun bagi mereka yang ingin berinvestasi di sana.

Muhammad Rudi menegaskan, “Soal usaha di Batam tidak usah khawatir. Jika ada persoalan mengenai usaha di Batam, saya akan menanganinya langsung.”

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Jepang, Masaki Yasushi, menyatakan bahwa Kota Batam merupakan daerah kedua yang dikunjunginya setelah Jakarta sejak ditugaskan sebagai Duta Besar Jepang untuk Indonesia pada 22 Desember 2023. Bagi Jepang, Batam merupakan daerah terpenting dalam mengembangkan perekonomian. Saat ini, ada 27 perusahaan Jepang yang beroperasi di Batam, dan ratusan warga Jepang juga tinggal di sana. Oleh karena itu, Batam menjadi salah satu kota yang sangat strategis bagi hubungan antara Jepang dan Indonesia.

Masaki berharap bahwa kedepannya akan ada lebih banyak perusahaan asal Jepang yang beroperasi di Kota Batam. Dengan demikian, hubungan antara kedua negara semakin kuat, khususnya di bidang investasi. Ia berharap Batam dapat menjadi negara investasi terbesar kedua bagi Jepang.

Sebagai informasi, pada tahun 2023, PMA (Penanaman Modal Asing) asal Jepang masuk ke dalam lima besar investasi asing di Batam, dengan total realisasi sebesar US$ 22,652 juta dari 43 proyek.(*)

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img