Jumat, Juli 12, 2024
spot_img

Batam Raih PMA Rp 7,3 Triliun, Enam Sektor Industri Tumbuh Pesat


Batam, GK.com – berhasil menarik Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 7,3 triliun sepanjang tahun 2023. Angka ini meningkat 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Enam sektor industri di Batam yang mencatatkan pertumbuhan signifikan adalah perumahan, kawasan industri, dan perkantoran; karet dan plastik; transportasi, gudang dan telekomunikasi; perdagangan dan reparasi; konstruksi; dan jasa lainnya.


Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, mengatakan bahwa capaian ini menunjukkan bahwa Batam masih menjadi destinasi unggulan investasi di Indonesia. Ia mengapresiasi para investor yang terus mempercayakan modalnya di Batam, meski di tengah pandemi Covid-19.


“Ini patut kita syukuri. Artinya, produksi masih berjalan baik dan memberikan pengaruh positif bagi ekonomi masyarakat Batam,” kata Rudi dalam siaran pers yang diterima redaksi, Selasa (13/2/2024).


Rudi menambahkan, BP Batam berkomitmen untuk mempercepat pembangunan dan pengembangan sejumlah infrastruktur penting demi mendukung pertumbuhan investasi. Beberapa proyek yang sedang dan akan dilaksanakan adalah pembangunan jalan, bandara, pelabuhan, serta fasilitas publik lainnya.


“Pembangunan infrastruktur ini adalah untuk kemajuan ekonomi Batam. Sehingga, dunia internasional terus melirik kemajuan kota tercinta ini dan menginvestasikan modalnya di sini,” ujarnya.


Rudi juga mengajak seluruh pemangku kepentingan dapat berkontribusi terhadap perkembangan Batam ke depan. Ia mengingatkan bahwa letak Batam yang strategis memberikan keuntungan tersendiri terhadap pertumbuhan investasi di masa depan.


“Mari kita jaga kota ini agar tetap kondusif. Jangan sampai investor kehilangan kepercayaannya untuk terus berinvestasi di Batam,” tutupnya.


Berikut adalah tabel yang menunjukkan 10 sektor yang realisasi investasinya mendominasi PMA di Batam sepanjang tahun 2023:

  1. Industri Mesin, Elektronik, Instrumen Kedokteran, Peralatan Listrik, Presisi, Optik dan Jam —– Nilai Investasi USD 233,75 juta atau Rp 3,46 triliun dari 195 proyek;
  2. Industri Makanan —– Nilai Investasi USD 93,14 juta atau Rp 1,37 triliun dari 80 proyek;
  3. Sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran —– Nilai Investasi USD 41,08 juta atau Rp 607 miliar dari 52 proyek;
  4. Industri Karet dan Plastik —– Nilai Investasi USD 37,46 juta atau Rp 554,46 miliar dari 74 proyek;
  5. Jasa Lainnya —– Nilai Investasi USD 35,19 juta atau Rp 520,93 miliar dari 182 proyek;
  6. Sektor Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi —– Nilai Investasi USD 28,028 juta atau Rp 414,81 miliar dari 83 proyek;
  7. Sektor Perdagangan dan Reparasi —– Nilai Investasi USD 27,66 juta atau Rp 409,43 miliar dari 282 proyek;
  8. Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya —– Nilai Investasi USD 21,68 juta atau Rp 320,89 miliar dari 117 proyek;
  9. Sektor Konstruksi —– Nilai Investasi USD 21,34 juta atau Rp 315,85 miliar dari 34 proyek;
  10. Industri Kendaraan Bermotor dan Alat Transportasi Lain —– Nilai Investasi USD 13,4 juta atau Rp 199,37 miliar dari 73 proyek.

Sumber data: BP Batam

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img