Kamis, Februari 22, 2024
spot_img

Siswa SMKN 1 Bintan Utara Siap Tanggap Bencana

Bintan, GKcom – Sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana alam, Dinas Sosial Provinsi Kepri bekerja sama dengan Forum Komunikasi Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Kepulauan Riau mengadakan program Tagana Masuk Sekolah (TMS) di SMK Negeri 1 Bintan Utara, Kabupaten Bintan, pada Selasa (06/02/2024).

Mngambil tema “Deteksi Dini Penanggulangan Bencana”, serta melibatkan ratusan siswa SMK Negeri 1 Bintan Utara yang belajar dan berlatih menghadapi berbagai jenis bencana alam yang berpotensi terjadi di Kepulauan Riau, kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, seperti Bunda Tagana Provinsi Kepulauan Riau Dewi Kumalasari, Kepala Dinas Sosial Provinsi Kepri, Asisten I Bintan, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bintan, Forkompinda Kepri, dan lain-lain.

“SMKN 1 Bintan Utara ini merupakan Sekolah pertama yang kami kunjungi dalam program TMS tahun ini. Kami ingin memberikan pemahaman dan keterampilan kepada para siswa di sini tentang cara mencegah, mengantisipasi, dan menangani situasi bencana alam yang sewaktu-waktu bisa terjadi,” kata Ketua FK Tagana Provinsi Kepulauan Riau, Bobby Wahyudi di Halaman SMKN 1 Bintan Utara.

Salah satu kegiatan yang dilakukan dalam program TMS adalah simulasi bencana angin puting beliung di panggung kegiatan. Para siswa berperan sebagai warga yang sedang melakukan aktivitas sehari-hari di lingkungan masyarakat, ketika tiba-tiba terjadi bencana angin puting beliung yang merusak rumah dan fasilitas umum, para siswa harus berusaha menyelamatkan diri dan membantu korban lainnya dengan menggunakan alat-alat yang tersedia.

“Siswa di sini sangat antusias dan serius dalam mengikuti simulasi ini. Mereka bisa menunjukkan sikap tanggap dan tangguh dalam menghadapi bencana angin puting beliung yang memang sering terjadi di daerah ini,” ujar Bobby.

Bobby menambahkan, program TMS tidak hanya dilakukan di SMKN 1 Bintan Utara saja, tetapi juga akan dilanjutkan di tiga Kota dan Kabupaten lain di Kepulauan Riau, yaitu Kabupaten Bintan, Kota Tanjungpinang, dan Kota Batam. Ia berharap, program ini bisa menjangkau lebih banyak Sekolah dan siswa di Provinsi Kepri, sehingga bisa menciptakan generasi yang sadar dan siap siaga bencana.

“Kami berencana untuk terus melakukan TMS di Bintan, Tanjungpinang, dan Batam. Kami juga berharap ada dukungan dan kerja sama dari Pemerintah Daerah, Dinas Pendidikan, Sekolah, dan masyarakat, agar program ini bisa berjalan dengan lancar dan efektif,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 1 Bintan Utara, Dian Iskandar mengapresiasi kegiatan TMS yang dilakukan oleh Tagana di Sekolahnya. Ia mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat dan positif bagi para siswa, karena bisa memberikan edukasi dan motivasi kepada mereka untuk menghadapi bencana alam sejak dini.

“Kami sangat mendukung dan berterima kasih atas kegiatan TMS ini. Ini merupakan kegiatan pertama kali dilakukan di SMKN 1 Bintan Utara. Para siswa kami sangat senang dan bersemangat mengikuti kegiatan ini. Mereka bisa belajar banyak hal tentang bencana alam, mulai dari penyebab, dampak, hingga cara penanggulangannya. Kami berharap kegiatan ini bisa dilakukan lagi dengan simulasi bencana yang lain, seperti banjir dan kebakaran,” kata Dian Iskandar di Ruang Kerjanya sekitar pukul 11.00 WIB.

Selain simulasi bencana, kegiatan TMS di SMKN 1 Bintan Utara juga diisi dengan pemberian materi, sosialisasi, dan bazar yang diadakan oleh pihak Sekolah. Dian Iskandar menjekaskan, bazar ini bertujuan untuk meramaikan dan menghibur para siswa dan tamu yang hadir dalam kegiatan TMS.

“Meskipun Sekolah kami berfokus pada bidang teknik, kami juga memiliki bakat dan kreativitas di bidang lain, seperti seni dan kuliner. Kami ingin menunjukkan bahwa kami bisa berprestasi di berbagai bidang. Kami juga ingin mengajak para siswa dan tamu untuk bersenang-senang dan menikmati kegiatan TMS ini,” ungkapnya.

Di akhir kegiatan, Bobby Wahyudi berpesan kepada para siswa agar tidak hanya menerima ilmu dan pengalaman yang diberikan oleh Tagana, tetapi juga menyebarkannya kepada keluarga, teman, dan masyarakat. Ia berharap, para siswa bisa menjadi agen perubahan yang bisa memberikan kontribusi positif dalam penanggulangan bencana alam di Kepulauan Riau.

“Kami berharap, siswa-siswa di sini tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga menjadi pelopor dan penggerak dalam penanggulangan bencana alam. Kami harap, mereka bisa menerapkan dan menyampaikan apa yang sudah mereka pelajari hari ini kepada orang-orang di sekitar mereka, agar mereka juga bisa menghadapi bencana alam dengan aman dan selamat”. pungkasnya. (laras).

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -