Sabtu, Mei 18, 2024
spot_img

Tambang Timah Dugaan Illegal Butuh Sentuhan Hukum dari APH

Lingga, GK.com – Banyaknya tambang-tambang timah di Kabupaten Lingga dengan kuat dugaan illegal butuh perhatian khusus, dan sentuhan hukum dari Aparat Penegak Hukum (APH).

Berdasarkan pantauan tim Redaksi Media ini saat turun ke Lapangan pada Minggu (08/01/2023) siang, untuk melakukan investisigasi demi mendapatkan data yang akurat, tanpak terlihat jelas, dataran yang menjadi kolam-kolam raksasa akibat dari aktivitas galian B (Tambang Timah) tersebut.

Mirisnya lagi, beberapa aktivitas tambang tersebut bahkan berdekatan dengan rumah keluarga Wakil Bupati Lingga, Neko Wesha Pawelloy yang juga sebagai anak mantan Bupati Lingga sebelumnya Alias Wello, serta berdekatan dengan Kantor Polsek Singkep Darat.

Edi salah satu pengurus tambang timah yang diduga illegal, kepada Media ini mengaku saat di konfirmasi via Telepon Whatsapp, Minggu (08-01-2023) malam, “Saya cuma pekerja saja, dan kita menambang sudah sekitar satu tahunan lebih,” ujar Edi.

“Kerjaan ini memakai Koperasi, kalau tidak ada Koperasi, tentu kami tidak bisa bekerja,” tambahnya.

Saat Media ini menanyakan apakah status Koperasi itu legal (terdaftar di Kemenkumham) atau tidaknya, Edi menjawab tidak mengetahui jelas pastinya akan status tersebut.

“Kita cuma tau yang mendirikan Koperasi itu namanya Aden, untuk kejelasan surat menyuratnya, kita tidak tau,” tegasnya.

Kemudian, untuk mendapatkan hasil pemberitaan yang berimbang, Redaksi ini berupaya meminta Nomor Handphone Aden kepada Edi.

“Nomor Aden saya tidak punya, saya cuma punya Nomor Handphone Penampung yang biasa kita jual hasil tambang saja, namanya Pak Aken,” tegasnya lagi.

Pemred GK.com saat mewawancarai Kapolres Lingga

Diwaktu yang berbeda, Kapolres Lingga AKBP Fadli Agus, S.I.K., M.H saat di konfirmasi oleh Media ini di Kantornya mengaku, Dirinya baru menjabat sebagai Kapolres Lingga sekitar tiga bulan lebih, dan belum mengetahui detail terhadap informasi yang disampaikan oleh tim Media ini.

“Terima kasih atas informasi yang disampaikan oleh rekan-rekan. Insya Allah secepatnya kami akan bentuk tim untuk turun ke lapangan dalam urusan ini,” ucap AKBP Fadli Agus, Senin (09/01/2023).

“Pemilik tambang ini setau kami namanya Pak Aken. Ketika ada pemeriksaan mereka berhenti kerja, namun setelah pemeriksaan tersebut selesai, maka aktivitas pun dilanjutkan dengan menggunakan alat berat Kobe,” terang salah satu warga Lingga, MS (inisial nama).

“Dulu sebelum lokasi ini dijadikan lahan tambang, kami sering mengambil air disitu. Tetapi setelah di lakukan aktivitas tambang, kami tak pernah lagi ambil air disitu. Susah mau kita lawan, kita ini hanya rakyat kecil, sementara yang backup disitu pejabat”. ungkap MS pada Minggu (08/01/2023).

Hingga berita ini ditayangkan, Aken saat dikonfirmasi melalui via Whatsapp belum menjawab pertanyaan yang di kirim oleh Redaksi ini, di telpon juga tidak diangkat. (QQ).

Editor : Ron

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles