Minggu, Mei 19, 2024
spot_img

Lakukan Kunker, Bappenas Berikan Enam Strategi Untuk Kepri

Kepri, GK.comUsai melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) di Kepulauan Riau (Kepri), Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa langsung membahas hasil kunjungannya bersama Gubernur Kepri.

Dengan mengusung tema “Strategi Transformasi Ekonomi Kepri”, Kamis (06/10/2022), Kunker tersebut memiliki tiga tujuan, yaitu memastikan kebijakan pembangunan berjalan sesuai perencanaan pembangunan, mengevaluasi lebih cepat berdasarkan data-data sekunder yang tersedia, dan menganalisis kesimpulan sementara dari temuan lapangan.

Dari hasil Kunker saat itu, disampaikan juga langkah strategi untuk Kepri agar ke depannya lebih baik lagi. Pertama : Kepri Talenta yaitu, menyediakan talenta wisata hingga industri dan ekonomi kreatif.

Kedua : Kepri Biru yaitu, mengoptimalkan laut sebagai sumber ekonomi baru untuk masa depan.

Ketiga : Kepri Kreatif dan Produktif, mengembangkan industri kreatif berskala Internasional diiringi dengan industri manufaktur berteknologi tinggi.

Kepri Digital, mengembangkan hubungan digital Nasional dan International, serta mendorong transformasi digital sebagai bagian tak terpisahkan dari pengembangan ekonomi Kepri. Lalu Kelima, Kepri merata dan terintegrasi. Dan Keenam, Kepri kondusif.

“Dengan adanya enam strategi ini, semoga pertumbuhan Kepri semangkin melaju lebih pesat. Dan dengan skenario transformasi ekonomi ini juga diharapkan bisa mencapai pendapatan per kapita sebesar USD 41.946 per kapitanya di tahun 2045 mendatang, setara perekonomian Italia saat ini,” harap Menteri PPN/Bappenas Suharso.

Dijelaskan Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar bahwa, wilayah Kepri terdiri dari 97,65% laut dan 2,35% daratan. Yang mana Kepri memiliki potensi ekonomi biru yang sangat besar. Kami sudah merancang Blue Economy Index yang nantinya akan membuat Kepri sebagai Provinsi tertinggi dibandingkan Provinsi lainnya di Indonesia.

“Banyak potensi laut yang harus dimanfaatkan, tidak hanya untuk perikanan dan hasil laut saja, akan tetapi juga harus diciptakan dengan nilai tambah inklusif yang berkelanjutan. Dikarenakan potensi laut bisa mencakup pengolahan ikan, industri galangan kapal, konektivitas logistik laut, dan juga aktivitas ekonomi lainnya yang bisa diciptakan dengan kekuatan laut Kepri,” tutur Amalia.

“Berbeda dengan Menteri PPN/Bappenas dan Deputi Bidang Ekonomi, Sekretaris utama Kementerian Taufik Hanafi   mengusulkan transformasi ekonomi Kepri dengan tema “Blue and Intelligent Historic Island of Indonesia”, yang bertujuan untuk menjadikan Kepri bagian dari transformasi ekonomi Indonesia, menuju Indonesia Emas 2045.

“Selama Kunker di Kepri, setidaknya ada 10 lokasi yang kami lihat di berbagai Daerah, di antaranya Kabupaten Natuna, Kabupaten Lingga, Kota Batam, hingga Pulau Penyengat yang dimulai dari Bandara Hang Internasional Bintan Baru, Pelabuhan Kuala Riau, dan Pangkalan Bakamla. Dari rapid assessment yang di dapatkan preliminary finding dan preliminary recommendation untuk strategi besar transformasi ekonomi berada disini,” ungkap Taufik Hanafi.

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad sangat menyambut baik atas rancangan 6 strategi transformasi ekonomi untuk Kepri dari Bappenas. Apalagi keenam strategi tersebut sangat matching dengan kultur dan geografis Kepri.

“Kita berharap yang sudah dirancang oleh Bappenas untuk Kepri dapat membuahkan hasil yang positif nantinya. Semua strategi tersebut sangat matching dengan kondisi kita sebagai Daerah Kepulauan yang dekat dengan Negara-negara tetangga”. pungkas Ansar Ahmad. (Red).

Editor : Milla

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles