Beranda Hukrim Penyeludupan Sabu Senilai 10 Miliar Asal Malaysia Berhasil di Ringkus

Penyeludupan Sabu Senilai 10 Miliar Asal Malaysia Berhasil di Ringkus

598
0
Satresnarkoba bersama unsur terkait dalam Konferensi Pers

Karimun, GK.com – Bea Cukai Karimun berhasil menggagalkan upaya penyelundupan methamphetamine (Sabu-Sabu) melalui kegiatan Intelijen (Surveillance) yang bekerjasama dengan Satnarkoba Polres Tanjung Balai Karimun pada Selasa (10/11), di perairan Pantai Pamak Kecamatan Tebing.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor pengawasan dan pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Tanjung Balai Karimun (KPPBC TMP B TBK) Agung Mahendra Putra dalam Konfrensi Pers Penegahan Narkotika, Psikotropika dan Prekursor (NPP) pada Jumat (20/11) Pagi.

Agung menjelaskan melalui penegahan ini, petugas berhasil mengamankan 2 orang tersangka, yang merupakan Kurir Sabu dengan inisial MK (40) dan AH (40), kedua pelaku berusaha melakukan penyelundupan barang haram sebanyak 4.242 gram senilai Rp 10 Miliar asal Malaysia.

“Awalnya Tim Bea Cukai Karimun mendapatkan informasi akan ada pemasukan Narkotika asal Malaysia dengan modus serah terima di tengah laut, bersama petugas kantor wilayah DJBC Kepri dan Satnarkoba Polres Karimun lalu berhasil mengamankan kedua tersangka,” jelasnya.

Disapaikan Agung, kedua tersangka sempat ingin melarikan diri, namun berhasil diamankan oleh petugas.

“Adapun barang bukti yang diamankan berupa 4 bungkus paket menggunakan label teh Cina masing-masing seberat 1.060 gram m,” lanjutnya.

Dari keterangan tersangka berinisial MK, mereka berdua di iming-imingi uang sebesar Rp 30 juta apabila paket sabu tersebut berhasil sampai ketempat tujuan.

“Ini merupakan paket yang sama dengan penangkapan Sabu sebanyak 2 kg yang berhasil diamankan oleh Polres Karimun sebelumnya”. tutupnya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal berlapis, yaitu pasal 112 ayat (2) dan pasal 113 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman penjara maksimal seumur hidup, serta pasal 102 huruf e UU Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan atau diubah dengan UU Nomor 17 Tahun 2006 dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 5 Miliar. (RC).

Editor : Febri