Minggu, Mei 19, 2024
spot_img

Kunjungan Gubernur Ansar dan Ridwan Kamil ke Pulau Penyengat

Tanjungpinang, GK.com – Kunjungan Gubernur Ridwan Kamil ke Pulau Penyengat bersama Gubernur Ansar Ahmad memberikan sorotan terhadap kekayaan budaya dan warisan Melayu yang terdapat di Pulau Penyengat. Terutama, kunjungan ini menggarisbawahi pentingnya menjaga dan menghargai akar bahasa persatuan bangsa, yaitu bahasa Indonesia.

Gubernur Ridwan Kamil, yang juga dikenal sebagai Kang Emil, menunjukkan ketertarikannya terhadap arsitektur Masjid Sultan Riau yang dibangun pada tahun 1803. Ia terkesima dengan keindahan masjid tersebut, termasuk bahan campuran yang digunakan dalam pembangunannya, seperti penggunaan putih telur.

Selain mengunjungi Masjid Sultan Riau, Ridwan Kamil juga berziarah ke makam Raja Ali Haji dan Raja Haji Fisabilillah, dua tokoh pahlawan nasional. Kunjungannya di Pulau Penyengat juga mencakup melihat koleksi Kutubkhanah Marhum Ahmadi dalam Pameran Kitab dan Mushaf Al Qur’an. Pada Minggu, 31 Maret 2024.

Selain itu, Gubernur Ridwan Kamil juga meninjau Balai Adat dan melihat rancangan pembangunan Monumen Bahasa Nasional yang dipaparkan oleh Gubernur Ansar Ahmad. Di akhir kunjungannya, Kang Emil menyampaikan kekagumannya terhadap Gurindam Dua Belas, sebuah karya monumental dari Raja Ali Haji.

Kunjungan ini menunjukkan pentingnya menjaga dan mempelajari warisan budaya serta sejarah bangsa, termasuk pemahaman akan akar bahasa persatuan Indonesia. Hal ini menjadi pengingat bagi generasi muda Indonesia akan pentingnya melestarikan warisan budaya dan sejarah bangsa untuk membangun identitas dan kesatuan bangsa yang kokoh.

Kang Emil menekankan pentingnya bahasa Indonesia sebagai perekat utama bagi bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam suku dan bahasa daerah. Ia mengingatkan bahwa banyak negara lain yang mengalami pecah belah karena tidak memiliki bahasa nasional yang kuat. Oleh karena itu, Kang Emil menegaskan bahwa seluruh generasi muda Indonesia seharusnya mengunjungi Pulau Penyengat untuk mempelajari sejarah bahasa Indonesia dari tempat kelahirannya.

Selain itu, Kang Emil juga memberikan apresiasi terhadap upaya Gubernur Ansar dalam menata Pulau Penyengat menjadi lebih rapi dan indah dengan penataan jalan dan trotoar. Ia menyebutkan bahwa fasilitas di Pulau Penyengat sangat baik, bahkan ia menyebutnya sebagai salah satu desa paling rapi dan indah yang pernah ia kunjungi.

Gubernur Ansar, yang didampingi oleh PJ Walikota Tanjungpinang Hasan, mengakui bahwa kunjungan Ridwan Kamil ke Pulau Penyengat memberikan manfaat besar untuk perencanaan penataan Pulau Penyengat ke depannya. Gubernur Ansar juga menilai Kang Emil sebagai salah satu Gubernur terbaik di Indonesia dan mengapresiasi masukan serta diskusi yang konstruktif dari Ridwan Kamil untuk penataan Pulau Penyengat.

Kunjungan ini tidak hanya memperkuat pemahaman akan pentingnya bahasa Indonesia sebagai perekat bangsa, tetapi juga menunjukkan pentingnya kerjasama antar daerah dalam upaya meningkatkan kualitas pembangunan dan pelestarian warisan budaya. (*)

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles