Beranda Kepulauan Riau Tanjungpinang Jaga Inflasi Daerah, TPID Tanjungpinang Gelar Rakor

Jaga Inflasi Daerah, TPID Tanjungpinang Gelar Rakor

61
0
Kepala Bagian Ekonomi Kota Tanjungpinang, Nofirman Syahputra

Tanjungpinang, GK.com – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama seluruh anggota TPID secara virtual yang dipimpin oleh Staf Ahli bidang Ekonomi Pembangunan, Marzul Hendri didampingi Kepala Bagian Ekonomi Kota Tanjungpinang, Nofirman Syahputra yang berlangsung di Ruang Rapat Raja Haji Fisabilillah, Kantor Walikota Tanjungpinang, Selasa (17/11), sekitar pukul 17.30 Wib.

Dalam Rapat tersebut, Kabid Ekonomi Pemko Tanjungpinang, Nofirman Syahputra mengatakan, “TPID merupakan bagian Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 23 Tahun 2017 tentang pembentukan Tim Pengendali Inflasi Nasional yang diketuai oleh Menteri bidang perekonomian,” ujarnya.

“Hasil Rapat TPID ini bertujuan menyediakan kesediaan pasokan, serta menjaga agar inflasi daerah stabil dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat terkait dengan beberapa kebutuhan pangan agar tidak menyebabkan kenaikan harga,” ucapnya.

Menurutnya, Pemerintah harus menjaga kesediaan pasokan, distribusi, dan komunikasi yang efektif, serta menyelenggarakan Rapat TPID dengan mengundang Stakeholder yang ada, agar terjalin kerjasama yang baik.

“Bisa saja pemerintah mengundang Bulog sebagai langkah penguatan pada para distributor, lalu didukung dengan peran tim TPID yang melakukan koordinasi dan kerjasama setiap daerah agar mengantisipasi barang-barang, khususnya pangan supaya tidak terjadi kelangkaan”. pngkas Inop, sapaan akrab Nofirman Syahputra

Adapun hasil pembahasan dalam Rapat menurut data yang dipaparkan oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri dan BPS Kota Tanjungpinang menjelaskan bahwa IHK Kota Tanjungpinang pada November 2020 diperkirakan terkendali pada Kisaran 0,15- 0,45% (mtm) atau 1,05-1,35% (yoy).Sementara itu, data yang disampaikan oleh BPS Kota Tanjungpinang pada bulan Oktober 2020 komoditas dominan penyumbang inflasi di Kota Tanjungpinang terdiri dari cabai merah 0,25%, angkutan udara 0,11%, bawang merah 0,06%, daging ayam ras 0,03%, ikan selar 0,03%, sotong 0,02%, ikan caru 0,01%, minyak goreng 0,01%, ikan layang 0,01% dan ikan tongkol 0,01%.

Mengenai perkembangan harga bulan November 2020, tercatat sekitar 28 komoditas barang/jasa kebutuhan masyarakat mengalami kenaikan harga yaitu cabai merah,  bawang merah, ikan ekor kuning, ketimun, ikan layang/ikan benggol, cumi-cumi, gula pasir, ikan pinang-pinang, sotong, ikan asin teri, cabai rawit, kepiting/rajungan, kentang, besi beton, bawang putih, tauge/kecambah, susu bubuk untuk balita, susu bubuk untuk bayi, udang basah, ikan kaci, mie kering instant, cabai merah kering, minyak goreng, ikan tongkol, sabun detergen bubuk/cair, tepung terigu, mobil dan garam. (SS).

Editor : Febri