Jumat, Juni 19, 2026
Beranda blog Halaman 421

Tidak Sampai 15 Menit, Rapat Paripurna DPRD Kota Batam Diyatakan Selesai

Batam, GK.com – Rapat Paripurna kedua masa Sidang ketiga yang digelar oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam berlangsung singkat. Turut dihadiri oleh Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad dan 28 orang anggota DPRD Dewan Batam, kegiatan tersebut di pimpin langsung oleh Ketua DPRD Batam Nuryanto.

Rapat yang beragendakan Pengajuan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) terkait pertanggung jawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam Tahun 2021 itu dimulai pukul 09.54 Wib, dan diyatakan selesai pada pukul 10.02 Wib.

Pada kesempatan itu, Nuryanto menjelaskan bahwa seluruh Fraksi yang hadir telah menyetujui dan dilanjutkan.

“Pagi ini kita laksanakan Paripurna dengan singkat, dikarenakan agenda yang padat dan seluruh Fraksi juga telah menyetujui,” ujar Nuryanto, Senin (06/05/2022).

Diterangkan Nuryanto, walaupun Rapat ini berjalan dengan singkat, namun secara prosedur, teknis dan tahapan telah sesuai prosedur.

“Sebelum pandangan kita mulai, kita panggil terlebih dahulu semua Fraksi yang hadir dan mereka sepakat. Dan nanti di Pukul 14.00 Wib akan ada Paripurna selanjutnya, baru kita meminta jawaban dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam, dikarenakan ini rangkaian satu persatu”. pungkasnya. (IWD).

Editor : Milla

KPKRJ di Kukuhkan, Ini Pesan Ansar

Gubernur Kepri bersama salah satu pengurus KPKRJ. (ist)
Gubernur Kepri bersama salah satu pengurus KPKRJ. (ist)

Jakarta, GK.com – Masyarakat Kepulauan Riau (Kepri) yang berada di Jakarta menghadiri acara halal bihalal yang di hadiri Gubernur Kepri Ansar Ahmad. Sejalan dengan acara tersebut, dilaksanakan juga pengukuhan kepengurusan Kerabat Provinsi Kepulauan Riau Jakarta (KPKRJ) di Hotel Paragon, Jakarta pada Sabtu (04/06/2022).

Di acara itu, Ansar Ahmad  menegaskan bahwa Kota Tanjungpinang sangat berbeda dengan Kota Pangkal Pinang. Hal ini perlu disampaikan kepada masyarakat luar Kepri, mengingat  sampai saat ini masih banyak masyarakat yang salah menafsirkan antara Tanjungpinang dan Pangkal Pinang.

“Memang benar, sampai saat ini masih banyak yang salah paham antara Tanjungpinang dan Pangkal Pinang, ini yang harus kita tanggapi,” ujar Ansar Ahmad.


Lebih lanjut Ansar Ahmad mengungkapkan agar masyarakat luar lebih muda mengenali Kota Tanjungpinang dengan cara, memoles Kota tersebut dari berbagai sudut, terutama dari segi infrastruktur agar lebih menarik dan iconic.

“Perlahan kita telah menjawab itu semua, saat ini kita sedang benahi Kota Tanjungpinang agar lebih nyaman dan  memiliki daya tarik bagi banyak orang. Kita ingin ada ciri khas yang sangat mengesankan dari Tanjungpinang, sehingga lebih mudah di bedakan,” ungkap Ansar Ahmad.

Sedangkan untuk memoles Tanjungpinang, Pemprov Kepri telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 300 Miliar di Tahun 2022 ini. Dana tersebut di peruntukan untuk membangun flyover di depan Ramayana, merehabilitasi Kota Lama Jalan Merdeka, memperluas Jalan menuju Bandara RHF, revitalisasi Pulau Penyengat, pembangunan Gedung Balai Adat Melayu, melanjutkan Jalan Gurindam Dua Belas, serta beberapa kegiatan lainnya.

“Tanjungpinang merupakan ruang tamu dari Provinsi Kepri, tentu harus tampil cantik, karena Tanjungpinang sebagai cerminan Kepri. Dan yang paling penting, semua ini tidak lain agar efek ekonomi bisa berjalan baik,” jelasnya

Dikesempatan itu, Ansar Ahmad juga menyinggung Pemerintah Kabupaten/Kota yang ada di Kepri agar lebih memperhatikan wilayah masing-masing sesuai dengan porsi masing-masing, serta mengingatkan kepada masyarakat Kepri yang berada di Jakarta agar selalu menjaga silaturahmi dan membangun persaudaraan yang kokoh.

“Di daerah lain juga kita sedang membangun, seperti di Karimun kita sedang gesa proyek perpanjangan Bandara, lalu di Pelabuhan Tanjung Buton Natuna serta Daerah lainnya. Pada intinya kita mau semua Daerah tumbuh dan berkembang secara merata,” sebutnya.

“Saya harap kita semua dapat bangun persaudaraan yang kokoh, karena itu merupakan modal kita untuk membangun Kepri. Kita butuh sumbangsih serta pemikiran dari seluruh masyarakat Kepri yang berada dimana saja, termasuk di Jakarta, karena membangun Kepri tidak bisa sendiri, tetapi kita harus bersama-sama”. pungkasnya. (Ist).

Editor : Milla

Lingga Menargetkan Tiga Besar Pada Perhelatan MTQ Tingkat Provinsi

Lingga, GK.com – Menjelang perhelatan MTQ Provinsi Kepulauan Riau yang akan di gelar pada 14 s/d 19 Juli 2022 di Kabupaten Kepulauan Anambas, Wakil Bupati Lingga Neko Wesha Pawelloy optimis perwakilan Lingga masuk tiga besar.

“Tentunya kita ingin target tertinggi, namun seperti yang sudah di sampaikan Kepala Bagian (Kabag) Kesra beberapa waktu lalu, ada beberapa kelemahan yang memang harus kita benahi, mulai dari cabang yang masih belum lengkap, dan masalah anggaran untuk Training Centre (TC) yang tahun ini berkurang dari tahun sebelumnya,” ungkap Neko Wesha Pawelloy, Jumat (03/05/2022).

Menerut Neko Wesha, target masuk tiga besar pada perhelatan MTQ nanti bukanlah tanpa alasan, tahun sebelumnya Kabupaten Lingga juga berhasil masuk tiga besar, dan target itu seharusnya lebih meningkat dari tahun sebelumnya.

“Disini kita melihat potensi untuk juara masih sangat terbuka, karena selama ini penyaringan yang kita lakukan mulai dari tingkat Desa, Kecamatan, hingga Kabupaten. Jadi, penyaringan dan pembinaan sudah sangat baik selama ini. Kalau soal anggaran, semua pasti mengalami,” ucap Neko Wesha.

“Kami juga sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, baik itu dari tim Kesra, Kantor Kemenag Lingga, para Ustad dan Ustadzah kita yang begitu telaten dalam memberikan bimbingan dan pelajaran kepada Kafilah MTQ. Dan terkhusus juga buat Kafilah kita yang sangat bersemangat. Semoga tetap fokus sampai hari pelaksanaan nanti, dan mendapat ridho Allah untuk memperoleh hasil yang terbaik”. pungkasnya. (Ist).

Editor : Milla

Harga Jual Tinggi, Benih Lobster Jadi Primadona Penyeludup

Poto istimewa Benih Lobster
Poto istimewa Benih Lobster

Batam, GK,com – Letak geografis Batam yang diapit oleh beberapa Negara, tentunya menjadikan Batam sebagai salah satu Kota yang ada di Kepri  memiliki keuntungan tersendiri.

Tak jarang dengan hal itu, terkadang Batam juga kerap dijadikan sebagai Kota transit dalam aksi penyeludupan barang-barang illegal. Salah satu bentuk penyelundupan yang masih terus terjadi di perairan Batam, Kepulaan Riau adalah penyeludupan benih Lobster.

Baca juga :

Melalui wawancara tim Media ini bersama salah satu pelaku penyelundupan benih Lobster yang tidak ingin namanya disebutkan. Dirinya mengungkapkan bagaimana biasanya benih Lobster itu didapatkan.

“Benih Lobster biasanya didapati dari nelayan di Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung dan Bengkulu. Nelayan mendapatkannya dari perarian Samudera hHindia pada kedalaman 10 sampai 20 meter dengan kadar garam 20 hingga 33 salti, dan suhu sekitar 15 dejarat celcius yang menjadi habitat alami Lobster,” ujarnya.

Baca juga :

Keuntungan Dari Penyelundupan Benih Lobster Tidak Main-main

“Biasanya benih Lobster dijual Nelayan kepada Pengepul denga harga Rp 7.000,- sampai Rp 8.000,-  per ekor. Selanjutnnya, dari Pengepul menjual ke Penyelundup pada harga Rp 20.000,- hingga Rp 30.000,- per ekornya,” jelasnya.

“Sebagai mahluk hidup, perjalanan benih Lobster dari penyelundup hingga sampai pada penerima di Negara Luar tentu membutuhkan penanganan khusus agar benih tersebut bisa tetap hidup sampai ke tangan penerima terakhir,” tuturnya.

Baca juga :

HS Diduga Ikut Terlibat dari Penyeludupan Benih Lobster

“Perjalanan benih Lobster dari Pulau Jawa biasanya melalui jalur darat ke Jakarta. Dari Jakarta berlanjut ke Sumatera, yaitu di daerah Palembang atau Jambi. Lalu perjalanan benih Lobster berpindah melalui jalur laut melewati Batam untuk diselundupkan ke Singapura. Perjalanan benih Lobster di laut menghabiskan durasi 5 hingga 7 jam ke penerima terakhir di Negara Vietnam”. terangnya.

Baca juga :

Melirik Aktivitas Illegal di Batam Serta Pengawasan Armadanya

Di restoran lokal, satu ekor Lobster ukuran dewasa dijual pada harga Rp 800.000,- hingga Rp 1.200.000,-. Tak heran jika permintaan benih Lobster melalui jalur penyelundupan tetap tinggi. Setelah melalui budidaya lanjutan, benih Lobster berkembang biak jadi Lobster dewasa. Lalu siap dipanen dan dikonsumsi di resto seafood dengan harga superior. Lobster memang jadi santapan berharga tinggi. (Tim).

Editor : Milla

RSBP Batam Mendapatkan Dukungan dari Kemenkes RI

Kepala BP Batam bersama Sekjen Kemenkes RI. (Ist)
Kepala BP Batam bersama Sekjen Kemenkes RI. (Ist)

Batam, GK.comBadan Pengusahaan Batam (BP Batam) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam bidang kesehatan bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Jumat (03/06/2022).

Bertempat di Marketing Centre BP Batam, penandatanganan MoU dilakukan oleh Kepala BP Batam Muhammad Rudi dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Menteri Kesehatan RI Kunta Wibawa Dasa Nugraha. Adapun bidang kesehatan yang disetujui meliputi peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), pemanfaatan data informasi, dukungan administratif, penyusunan rekomendasi kebijakan pembangunan kesehatan, serta pengembangan sarana dan prasarana.

Dalam kata sambutannya, Muhammad Rudi berharap MoU  ini menjadi awal dari kerjasama yang baik demi kemajuan investasi di bidang kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Nasional.

“Awal masa pandemi Covid-19, semua tidak bisa berobat ke Luar Negeri, terutama ke Singapura dan Malaysia. Alternatif lainnya adalah RSBP Batam menjadi rujukan masyarakat Kepri. Dan saya berharap RSBP Batam menjadi Rumah Sakit rujukan regional untuk bagian Sumatera, dan menjadi kebanggaan untuk masyarakat Batam,” ujar Muhammad Rudi.

Sementara itu, Sekjen Menteri Kesehatan RI Kunta Wibawa Dasa Nugraha, mengungkapkan bahwa pihaknya sangat mendukung upaya BP Batam guna memaksimalkan pengelolaan RSBP Batam.

“BP Batam membuat konsep besar untuk rumah sakit, yang tidak hanya melayani, tetapi juga melakukan pendidikan dan penelitian bagi dokter-dokter spesialis. Semoga pasien dari Luar Negeri juga berobat ke RSBP Batam. Kami siap mendukung dan menyediakan hal-hal yang di butuhkan RSBP kedepannya”. ungkap Kunta Wibawa Dasa Nugraha. (Ist).

Editor : Milla

3 Produk Olahan  Toga TP PKK Kelurahan Harjosari

Lurah dan TP PKK Kelurahan Harjosari bersama Camat Tebing, (ist)
Lurah dan TP PKK Kelurahan Harjosari bersama Camat Tebing, (ist)

Karimun, GK.comDalam mengelola Tanaman Obat Keluarga (Toga) atau yang biasa di kenal dengan apotik hidup yang ditanam pada area di sekeliling rumah, Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kelurahan Harjosari bekerja sama dengan TP PKK Kecamatan Tebing.

Disampaikan oleh Ketua TP PKK Kelurahan Harjosari, Ny. Aisha Faisal terkait pengelolaan Toga ada tiga produk kreatif yang di kelola, diantaranya ada Puding Daun Kelor, Jus Pegagan, dan Jamu Empon-empon.

“Produk tersebut bahan utama nya berasal dari tanaman kunyit yang di ambil dari Kebun Toga Kunyit Asam Binaan di TP PKK Kelurahan Harjosari. Kita berharap kedepannya produk Toga ini bisa bersaing di pasar kuliner Karimun. Dengan mengajak masyarakat Karimun untuk dapat membudayakan menanam serta mengkonsumsi Toga,” ujar Aisha, Jumat (03/06/2022) melalui via WhatsApp sekitar pukul 11.40 Wib.

Sementara itu, Lurah Harjosari Said Faisal Nugraha saat di temui oleh awak Media ini sangat mengapresiasi kegiatan yang diproduksi oleh TP PKK Kelurahan Harjosari.

“TP PKK mampu memperdayakan fungsi mereka sehingga bisa memproduksi Toga sebagai minuman dan makanan yang berkhasiat, tentu ini membuktikan bahwa perempuan bukan sekedar pengurus rumah tangga saja, tetapi mereka juga mampu menggerakkan ekonomi keluarga,” kata Faishal di Ruang Kerjanya.

Tak ketinggalan, saat itu, Faisal juga menjelaskan kembali sejarah kemenangan yang pernah di raih TP PKK Kelurahan Harjosari.

“Sebelumnya tahun 2018 Kelurahan Harjosari pernah meraih juara hingga ke tingkat Nasional dalam memproduksi Toga, sehingga mereka sudah mahir dalam memproduksi Toga dengan berbagai olahan”. ucapnya. (RP).

Editor : Milla