Jumat, Juni 19, 2026
Beranda blog Halaman 420

Lambannya Petugas Terkait Mengungkap Pelaku Penyeludupan Benih Lobster Menjadi Pertanyaan Publik

Poto istimewa Benih Lobster
Poto istimewa Benih Lobster

Batam, GK.com – Dua pekan berlalu sejak rilis penangkapan penyelundupan 466 ribu benih Lobster oleh TNI AL. Namun hingga saat ini, para pelaku penyelundupan yang sempat disebut saat penangkapan yang berjumlah 5 orang belum juga terungkap, dan masih menjadi tanya besar.

Baca juga :

Dalam peristiwa itu, Pengamat Publik Kota Batam, Aldi Bragi mengkritisi lambannya penangkapan para pelaku penyelundupan benih Lobster yang dinilainya tak biasa.

“Ini hampir satu bulan pengungkapan kasus penyelundupan, tapi pelaku belum juga ditangkap,” ucapnya kepada tim Media ini, Selasa (07/06/22) di bilangan Batam Centre, Kota Batam.

Baca juga :

Nilai tangkapan benih Lobster yang mencapai 46 miliar rupiah itu, menurut Aldi Braga merupakan angka yang sangat fantastis. Dan Aldi pun mempertanyakan minimnya publisitas kegiatan lepasliar benih Lobster di Pulau Abang.

Aldi menyebut, ada sumber dari masyarakat yang mengatakan jumlah benih Lobster yang diselundupkan berjumlah 130 Boks. Jumlah yang lebih besar dibanding jumlah hasil tangkapan yang dirilis Lanal Batam yakni 95 Boks.

Baca juga :

“Nilainya kan mencapai 46 miliar rupiah. Kita patut pertanyakan proses lepas liarnya. Termasuk berita acara lepas liar yang mencantumkan jumlah, jenis, dan lokasi lepas liar benih Lobster. Jangan sampai muncul dugaan mengelabui publik terkait jumlah yang ditangkap, dan jumlah yang dilepaskan,” ujarnya.

Perairan Pulau Abang, Galang yang kerap dijadikan lokasi lepas liar benih Lobster dari hasil tangkapan dari penyelundupan, juga tak lepas dari kritikan Aldi Braga.

Menurutnya, benih Lobster itu rawan, dan bernilai tinggi. Jadi ketika dilepasliarkan, artinya ada nilai ekonomis yang terbuang sia-sia. Lalu kalau dilepasliarkan di alam bebas, peluang hidup benih Lobster sangat kecil.

Baca juga :

“Benih Lobster ini dilepas liar di perairan Pulau Abang. Ini kan nilainya 46,7 miliar. Ini uang yang sangat banyak yang dilepas sia-sia. Karena peluang hidup benih Lobster dialam liar apalagi di perairan Pulau Abang, mungkin hanya sekitar 10 persen. Itupun kalau mampu bertahan hidup. Kita bisa saksikan sampai hari ini, perairan Pulau Abang tidak juga jadi sentra Lobster. Sementara hasil tangkapan benih Lobster selalu dilepas liarkan di lokasi tersebut”. tutur Aldi Braga.

Dikatakan Aldi Braga, Lobster memang jadi komoditas unggul bernilai ekonomis tinggi. Harga benih Lobster dari nelayan biasanya diperjualbelikan di kisaran harga Rp 5.000,-. Sementara di Vietnam sebagai Negara tujuan penyelundupan, harga benih Lobster bisa dijual hingga mencapai harga 100 – 200 ribu rupiah. (*).

Editor : Milla

Kadisdik Tanjungpinang Tegaskan Sekolah Dilarang Pungli Saat PPDB

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi

Tanjungpinang, GK.com – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Tanjungpinang Endang Susilawati menegaskan kepada seluruh Sekolah dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk tidak melakukan Pungutan Liar (Pungli) di saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran (TA) 2022/2023.

“Jika kedapatan Sekolah yang melakukan Pungli, maka akan kita proses sesuai dengan ketentuan dan tingkat kesalahannya. Saya berharap pihak Sekolah tidak mencoreng nama baik Pendidikan dengan menaati peraturan yang berlaku,” tegas Endang Susilawati, Selasa (07/06/2022) sekitar pukul 08.00 Wib melalui panggilan Telpon.

Dikatakan Endang Susilawati bahwa pendaftaran dilakukan secara Online melalui Website resmi Dinas Pendidik Kota Tanjungpinang yaitu di Https://sippdb-tanjungpinang.com/register.

“Pendaftaran pertama diawali dengan jalur Prestasi yang dimulai dari tanggal 27 s/d 28 Juni 2022, selanjutnya dari tanggal 04 s/d 06 Juli 2022 yaitu di jalur Zonasi, Afirmasi dan perpindahan Orang Tua”. jelas Endang Susilawati. (IWD).

Editor : Milla

Neko Wesha Pawelloy Lakukan Evaluasi Progres Kemajuan Desa Persiapan

Wabub Lingga saat meninjau persiapan lahan Kantor Desa Definitif. (Ist)
Wabub Lingga saat meninjau persiapan lahan Kantor Desa Definitif. (Ist)

Lingga, GK.com – Desa Air Batu di Kecamatan Singkep Barat telah diresmikan menjadi Desa Persiapan pada Tahun 2020 lalu, namun baru hari ini, Selasa (07/06/2022) Wakil Bupati (Wabub) Lingga Neko Wesha Pawelloy melakukan evaluasi progres kemajuan Desa Persiapan tersebut.

Dikatakan Neko Wesha, Desa Air Batu ini merupakan pemekaran dari Desa Sungai Harapan, namun Desa Air Batu belum definitif, sehingga perlu kita dorong agar segera menjadi definitif.

“Pemekaran Desa membutuhkan banyak energi dan menguras banyak anggaran, sehingga Desa yang sudah di mekarkan harus menjadi Desa definitif, jangan sampai gagal dan mundur ke belakang. Tadi kita melihat persiapan lahan untuk Kantor Desa definitif, semoga progres ini cepat terlaksana,” ujar Neko Wesha, Selasa (07/06/2022).

Pada kesempatan itu, Neko Wesha juga berharap agar Dinas terkait dapat lebih maksimal menggiring persiapan Desa dengan menjalin komunikasi intens bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dalam hal pembahasan anggaran dan solusi-solusi lainnya.

“Jadi kita minta nanti OPD terkait agar lebih intens menjalin komunikasi dengan DPRD dan takeholder yang ada, agar program ini tidak molor lagi. Tidak hanya Desa Air Batu yang dilakukan pemekaran, namun masih ada beberapa Desa yang sudah kita mekarkan tahun lalu”. tegasnya. (Ist).

Editor : Milla

Benarkah Pelabuhan Batam Centre Menjadi Terminal Keberangkatan TKI Illegal ?

Diduga para calon TKI Illegal baru tiba di Pelabuhan Batam Centre
Diduga para calon TKI Illegal baru tiba di Pelabuhan Batam Centre

Batam, GK.com – Pandemi Covid-19 berlalu, aktivita pemberangkatan dan kedatangan di Terminal Ferry Pelabuhan Internasional Batam Centre Kota Batam kembali mulai di sesaki oleh penumpang yang akan melintas antar Negara.

Dari data Satuan Kerja (Satker) Pelabuhan Batam Centre menunjukkan data pergerakan penumpang pada Jum’at (03/06/2022), Pelabuhan Batam Center menerima kedatangan 1.357 penumpang dari Singapura dan Malaysia. Pelabuhan yang terhubung langsung dengan Pusat Perbelanjaan itu memberangkatkan total 1.916 penumpang dengan tujuan Singapura dan Malaysia. Lalu ada 1.152 penumpang diantaranya berangkat menuju Malaysia, dan sisanya berangkat ke Singapura.

Aktivitas Pelabuhan sudah di mulai dari pagi, calon penumpang terlihat menunggu jadwal keberangkatan untuk segera memulai perjalanan Keluar Negeri.

Di beberapa titik terlihat LCD yang dipampang untuk memudahkan calon penumpang memonitor jadwal keberangkatan, termasuk armada kapal dan tujuan Negara tujuannya.

Diantara padatnya aktivitas Pelabuhan Batam Centre, di areal parkir terlihat satu minibus menurunkan penumpang sekitar 12-15 orang. Terdapat pula beberapa orang yang terkesan mengawal dengan mengenakan topi dan tas sandang. Pria ini terlihat memastikan kelompok calon penumpang tersebut memasuki lobi Pelabuhan Batam Centre.  

Beberapa pria juga terlihat mengawal dari awal turun mobil, hingga ke lantai dua Pelabuhan, tepatnya di beberapa loket pemberangkatan.

Tim Media ini sempat menghampiri dan bertanya langsung ke salah satu pria. Dikatakannya, Ia hanya mengantarkan para penumpang yang akan berangkat ke Malaysia.

“Cuma mengantar aja saya,” jawabnya singkat.

Tak ada konfirmasi apapun perihal tujuan keberangkatan calon penumpang dengan tujuan Malaysia tersebut. Tapi sumber Media ini mengungkapkan, aktivitas tersebut merupakan bagian dari aktivitas yang lumrah terlihat di Pelabuhan Batam Centre. Sumber menyebutkan begitulah proses pengiriman TKI yang menggunakan paspor pelancong ke Malaysia. Dan hingga berita ini dirilis, belum konfirmasi dan tanggapan dari pihak terkait. (*).

Editor : Milla

Yang Hadir Tidak Berkompeten, DPRD Batam Dan Masyarakat Kecewa

Suasana saat RDPU dilaksanakan
Suasana saat RDPU dilaksanakan

Batam, GK.comDalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang di gelar oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Batam Nuryanto tidak di hadiri oleh masing-masing Kepala Dinas terkait yang diundang, alias hanya diwakilkan saja oleh masing-masing perwakilan yang diutus.

Atas perihal ini, tentunya membuat seluruh Anggota DPRD Kota Batam dan masyarakat kecewa.

Untuk diketahui, RDPU tersebut dilaksanakan dalam rangka membahas terkait keluhan warga atas pembangunan dan pelebaran Jalan di Kampung Jabi RW 004 yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam yang dianggap melakuakan pekerjaan secara suka-suka, tanpa adanya sosialisasi, serta berkoordinasi terlebih dahulu kepada warga sekitar.

Atas peristiwa ini, pada kesempatan itu, Nuryanto meminta agar RDPU ini dapat di jadwalkan ulang, karena para pihak-pihak yang seharusnya berkopeten untuk menjawab, tidak hadir.


“Kita akan jadwalkan ulang nanti di hari Kamis (09/06/2022), karena yang hadir saat ini tidak berkopeten,” tegas Nuryanto, Senin (06/06/2022) sekitar pukul 11.00 Wib.


Dikatakan Nuryanto, permasalahan ini dianggap sangat serius, karena disini menyangkut kesejahteraan rakyat.

“Menurut saya, tidak perlu ada Pemerintah dan BP Batam jika rakyatnya tidak sejahtera. Jika rakyat tidak terima, maka, jangan salahkan wakilnya jika ikut marah juga. Karena kesejahteraan rakyat adalah hal yang paling utama,” ucap Nuryanto.
“Saya minta, pada pertemuan selanjutnya, saudara sekalian bisa menyampaikan kepada Pimpinan masing-maing untuk bisa hadir,” tegasnya kembali.

Hal serupa juga disampaikan oleh anggota Komisi I DPRD Batam, Utusan Sarumah yang mewakili seluruh Komisi.

“Dipimpin dan diundang langsung oleh Ketua DPRD Kota Batam, tentunya harus dihargai dong. Kami ingatkan agar tidak main – main, karena RDPU ini menyangkut kehidupan masyarakat, sehingga sangat diperlukan kehadiran Pimpinan masing-masing Instansi terkait. Saya anggap yang mewakili saat ini kaleng-kaleng,” tutur Utusan Sarumah saat di wawancara oleh awak Media.

“Jika pada pertemuan selanjutnya para Kadis-Kadis terkait berhalangan hadir, maka akan kita rumuskan agar hal ini tidak terjadi kembali. Siapa pun yang dipanggil dalam Forum DPRD ini seharusnya memberikan waktunya, mengingat yang diselesaikan merupakan permasalahan masyarakat. Jika masyarakat tidak memiliki masalah, tentu masyarakat tidak akan melaporkan ke sini”. pungkas Utusan Sarumah.

Turut hadir pada saat itu, Wakil Ketua I, Wakil Ketua II, Wakil Ketua III, anggota DPRD Batam, perwakilan Direktur Pengelolaan Pertanahan BP Batam, BPN Kota Batam, Pertanahan Kota Batam, Dinas Cipta Karya, Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Bapelitbang, Camat Nongsa, serta perwakilan Tokoh Masyarakat Kampung Jabi RW 004. (IWD).

Editor :Milla

20 Pj Kades Dilantik

Bintan, GK.com – Sebanyak 20 Penjabat (Pj) Kepala Desa (Kades) dilantik oleh Plt Bupati Bintan, Roby Kurniawan pada Senin (06/06/2022) di Aula Kantor Bupati Bintan.

Dalam sambutannya, Roby mengatakan bahwa pelantikan Pj Kades tersebut dilakukan guna mengisi kekosongan jabatan, dikarenakan menunggu hasil pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada tanggal 29 September 2022 mendatang.

“Tentu saja saya mengucapkan ribuan terimakasih kepada Kepala Desa masa bakti 2016-2022 atas loyalitas, dedikasi, dan kerja keras nya selama menjalankan tugas. Dan untuk Pejabat Kepala Desa yang baru saja dilantik, saya berpesan agar dapat menjalankan amanah, pahami tugas, dan fungsi layani masyarakat sebagaimana yang diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan,” ucap Roby.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut Roby juga berpesan agar Pejabat Kades yang dilantik hendaknya mampu menjalankan dan menjaga kondusivitas didaerahnya masing-masing menjelang pelaksanaan pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak.

“Kita ingin menghasilkan pelaksanaan Pilkades yang berkualitas, serta menghasilkan Kepala Desa yang mampu membangun Desa lebih baik lagi. Untuk itu dibutuhkan peran semua pihak dalam menjaga koordinasi dan komunikasi, sehingga pelaksanaan Pilkades kedepannya dapat berjalan lancar”. pungkasnya.

Dari 20 Pj Kades tersebut, 4 Pj Kades diantaranya dilantik melalui virtual karena berada sedang berada di Kecamatan Tambelan. (Red/Ist).

Editor : Milla