Jumat, Juni 19, 2026
Beranda blog Halaman 422

Dalam Rapat Paripurna, Rudi Ucapkan Terima Kasih Kepada DPRD Batam Dan Pihak-Pihak Terkait

Suasana saat Rapat Paripurna DPRD Batam
Suasana saat Rapat Paripurna DPRD Batam

Batam, GK.com Bertempat di Ruang Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, Wakil Ketua III Ahmad Surya memimpin jalannya Rapat Paripurna bersama Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Dalam Rapat tersebut, Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyampaikan informasi baik yang baru saja di peroleh oleh Pemko Batam atas pencapaian yang didapatkan, yakni penghargan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk yang kesepuluh kalinya.

”Alhamdulillah di Tahun ini Pemko Batam telah berhasil mempertahankan Opini WTP yang kesepuluh kalinya secara berturut-turut. Semoga Pemko Batam dapat mempertahankan opini ini dimasa yang akan datang,” ujar Rudi.

Dijelaskan oleh nya bahwa, laporan keuangan Pemko Batam sudah sesuai dengan prinsip Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Hasil ini  merupakan hasil usaha dan komitmen dari kita semua, antara Pemko, DPRD Batam, serta dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

“Untuk itu, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pimpinan dan segenap anggota DPRD Batam yang selama ini telah memberikan dukungan dan kerja samanya,” kata Rudi.

“Kita berharap juga laporan keuangan ini tidak hanya digunakan sebagai sarana pertanggung jawaban saja, melainkan dapat juga digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam penyusunan perencanaan dan penganggarannya kedepan”. pungkasnya. (Ist).

Editor : Milla

Gubernur Kepri Dan Bupati Karimun Kunjungi 2 Menteri, Ini yang Dibahas

Jakarta, GK.com – Guna mempercepat pengembangan Bandar Udara Raja Haji Abdullah yang terletak di Kabupaten Karimun, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad bersama Bupati Karimun Aunur Rafiq  menemui Menteri Perhubungan Republik Indonesia (RI) Budi Karya Sumadi di Jakarta, Kamis (02/06/2022).

Menurut Gubernur Kepri Ansar Ahmad, hal ini merupakan tindak lanjut dari upaya Provinsi Kepri dalam melakukan koordinasi terkait pengembangan Bandar Udara dan juga  Pelabuhan Malarko yang ada di Karimun. Serta meminta  kepada Menteri Perhubungan agar jalur penerbangan rute Tanjungpinang – Karimun dan Pekanbaru segera dibuka, dikarenakan arus perjalanan orang sudah semakin membaik.

“Suatu Daerah akan sulit berkembang jika akses keluar dan masuk masih belum memadai. Minimal harus ada Bandara yang layak di satu Daerah yang  bisa untuk mendarat pesawat berukuran Boeing 737,” ucap Ansar Ahmad.

Sedangkan pembangunan Bandara Raja Haji Abdullah Pemprov Kepri telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp. 10 Miliar untuk pembebasan lahan perpanjangan runwey Bandara Karimun. Saat ini panjang runwey Bandara hanya sepanjang 1.600 meter dan akan diperpanjang minimal 2.000 meter. Yang mana saat ini juga sedang dilakukan koordinasi pinjam pakai kawasan hutan yang ada untuk perpanjangan Bandara.

“Kita harap semuanya lancar, pada intinya kita tidak bakal bosan untuk terus datang ke pusat guna menanyakan perkembangan apa yang kita minta. Ini semua agar perekonomian Kepri bisa berkembang merata, dan masyarakat semangkin sejahtera,” ungkap Ansar.

Selain itu, Ansar Ahmad juga menyinggung Pelabuhan Malarko yang saat ini sedang dalam tahap dilakukannya desain penataan Pelabuhan kontainer, di mana  posisi Karimun sangat strategis berdekatan dengan Malaysia dan Singapura, serta dekat juga dengan Kabupaten Meranti, yang mana kedua  Provinsi saling membutuhkan.

“Karimun sendiri memiliki potensi pengembangan di bidang  kemaritiman yang memiliki peluang investasi sangat besar, dan sekarang banyak investor yang ingin berinvestasi di dalamnya. Peluang ini harus kita tangkap, caranya dengan mempermudah kedua akses itu” sebutnya.

Seusai bertemu dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Ansar Ahmad bersama Aunur Rafiq, beserta rombongan bergegas menuju Kantor Kemenko Perekonomian RI. Rombongan di sambut hangat oleh Deputi VI Bidang Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo.

Dihadapan Wahyu Utomo, Ansar Ahmad  menjelaskan jika suatu Daerah yang terintegrasi dengan FTZ, maka  Karimun sangat membutuhkan adanya fasilitas Bandara yang memadai. Saat ini Bandara di Karimun belum bisa disinggahi Pesawat berbadan besar, sehingga perlu perpanjangan runwey.

“Kita berharap hingga di akhir tahun 2023 nanti, Bandara Karimun sudah bisa disinggahi oleh Pesawat yang besar. Dengan demikian, saya yakin perekonomian akan hidup. Saat ini dana yang kita butuhkan sebesar Rp. 180 Miliar. Adapun dana yang ada baru terkumpul sebesar Rp. 120 Miliar yang didapatkan dari Kemenhub dan Rp. 10 Miliar dari APBD Pemprov Kepri”. jelasnya. (Ist).

Editor : Milla

Suasana Haru Mengiringi Perpisahan Sekda Kabupaten Bintan

Bintan, GK.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan beserta seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan juga staf di lingkungan Kabupaten Bintan melaksanakan perpisahan dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bintan, Adi Prihantara yang kini telah menjabat sebagai Sekda Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bintan Roby Kurniawan menyampaikan ucapan terima kasihnya mewakili Pemerintah dan masyarakat Bintan kepada Adi Prihantara atas dedikasinya selama menjabat sebagai Sekda Bintan.

“Sebagai orangtua yang telah banyak berjasa atas kemajuan Bintan, selayaknya kita ucapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatiannya selama ini kepada Bintan. Semoga jasa-jasa yang telah di berikan menjadi ladang amal ibadah buat Bapak sekeluarga,” sebut Roby Kurniawan, Kamis (02/05/2022) sekitar pukul 15.00 Wib.

Lebih lanjut Roby Kurniawan mengungkapkan bahwa acara ini di lakukan untuk mengingat jasa-jasa Pak Adi Prihantara untuk menghormati beliau.

“Kita Doa kan semoga di tempat yang baru Bapak Adi Prihantara dapat menjalankan tugas dengan baik serta senantiasa diberikan kesehatan. Jika dulu memikirkan 1 Kabupaten, kini memirkan 7 Kabupaten/Kota yang ada di Kepri. Mari kita sama-sama memberi dukungan penuh untuk beliau,” ungkap Roby Kurniawan.

Hal serupa juga  turut di sampaikan Adi Prihantara didampingi sang Istri dalam memberikan sambutannya, “Kami memohon maaf apabila selama 29 tahun pengabdian di Kabupaten Bintan terdapat banyak kesalahan dan kekurangan. Kami ucapkan terima kasih atas dukungannya selama ini untuk memajukan Bintan menjadi Daerah yang hebat,” ucap Adi Prihantara.

“Dari Staf hingga menjadi Sekda, saya banyak belajar dari Bintan, terutama menjadi seorang Pemimpin. Kami bangga terhadap Bupati Bintan, dulu saya turut ikut membelikan beliau mainan, namun sekarang beliau menjadi Pemimpin kita saat ini. Semoga Bintan yang di bawah kepemimpinan Roby dapat menjadi Daerah yang terus berkembang dan maju”. tutup Adi Prihantara dengan rasa haru.

Adapun untuk mengisi posisi jabatan Sekda sementara di isi oleh Kartini selaku Pelaksana Tugas Harian (PLH) Sekda Bintan. (IWD).

Editor : Milla

Bintan Terima Penghargaan dari Kemendagri RI

Jakarta, GK.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan Baru saja memperoleh prestasi menjadi Kabupaten Pertama di Indonesia yang melaporkan hasil inventarisasi aset Desa. prestasi tersebut ditorehkan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

Di berikan langsung oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia (RI) melalui Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa di Jakarta pada Senin (30/05/2022) lalu, kemudian disusul oleh Sembilan Kabupaten lainnya yang menerima penghargaan yang sama.

Pelaksanaan Tugas (Plt) Bupati Bintan Roby Kurniawan sangat bangga atas capaian tersebut, bahkan Roby Kurniawan juga optimis, Sumber Daya Manusia (SDM) Desa yang ada di Bintan akan semakin profesional dan cakap dalam birokrasi, serta pelayanan.

“Alhamdulillah, kita baru saja memperoleh satu lagi prestasi kebanggaan. Terima kasih Dinas PMD dan seluruh Aparatur Desa,” ujar Roby Kurniawan.

Roby Kurniawan juga berharap, kedepan terinventarisirnya aset Desa ini bisa menjadi langkah baik untuk menyusun berbagai rancangan secara lebih matang lagi.

“Hal ini tentu akan memberi manfaat besar bagi Pemerintah Daerah (Pemda) dan Desa, dimana kita bisa lebih matang dalam persiapan berbagai program. Aset yang terdata harus dipahami, kita harus menjaga dan memanfaatkan sebaik mungkin, tentu tujuan akhir hanya untuk kesejahteraan masyarakat dan juga percepatan pembangunan kita ke depan,” ungkap Roby.

Dijelaskan Kepala Dinas (Kadis) PMD Bintan Rony Kartika saat ditanyai terkait proses pencapaian prestasi yang didapatkan, dirinya mengatakan bahwa instruksi inventarisasi sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu dengan penuh komitmen mendata semua aset yang dimiliki oleh Desa.

“Dukungan penuh dari Kepala Daerah ditambah komitmen semua pihak, menurut saya Bintan sudah selayaknya menjadi yang pertama di Indonesia dalam menerima penghargaan ini”. tutur Rony Kartika.

Adapun Daerah lainnya yang memperoleh prestasi serupa adalah, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Banyu Asin, Kabupaten Kota Baru, Kabupaten Tapin, Kabupaten Pariaman, Kabupaten Tabananan, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Barru, dan Kabupaten Blitar. (Ist).

Editor : Milla

Akhir Tahun ini Tanjungpinang Akan Bedelau

Kepri, GK.com – Tata kelola Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yakni Kota Tanjungpinang semenjak di bawah kepemimpinan Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Marlin Agustina kini semangkin tertata dan indah.

Tak tanggung-tanggung, demi menghasilkan penampilan yang cantik dan memiliki daya tarik yang Aikonik, sehingga siapapun yang berkunjung akan mendapatkan kesan nyaman, dalam penataan Kota yang menggunakan Anggaran Daerah itu menelan biaya sebesar Rp. 9,8 Miliar.

Ansar Ahmad menceritakan bahwa dulu Tanjungpinang pernah menjadi Ibu Kota Provinsi Riau sebelum akhirnya pindah ke Pekanbaru. Di antara penyebab perpindahannya selain rentang kendalinya terlalu jauh juga, salah satu nya juga karena infrastruktur yang  belum memadai.

“Sekarang Tanjungpinnag menjadi bagian dari Provinsi Kepri, kita harus menjaga Kota tua ini dengan caranya, selain berbagai infrastruktur yang harus kita lengkapi, ada juga tampilan yang harus kita percantik,” ucap Ansar Ahmad.

Lebih lanjut, Ansar Ahmad menegaskan pihaknya juga telah menunjuk Konsultan yang akan mengerjakan proyek Makeover yang profesional dibidangnya. Serta memahami akan dijadikan seperti apa Jalan Merdeka, hingga warna apa  yang tepat untuk di pilih, sehingga dapat menarik perhatian masyarakat terutama para pemilik ruko dan pengguna Jalan.

“Kita bangun Tanjungpinang agar lebih berestetika. Sekali lagi saya katakan bahwa wajah Provinsi Kepri ini berada di Tanjungpinang. Ruang tamu akan mencerminkan wajah Kepri secara utuh, dan jika nanti Tanjungpinang sudah molek, tentu masyarakat juga akan lebih senang, nyaman, dan tenteram. Percayalah, akhir tahun ini Tanjungpinang akan lebih bedelau,” tegas Ansar Ahmad dengan optimis.

Dirinya juga mengakui, untuk semua proyek pembangunan di Tanjungpinang dan seluruh Kepri, semua unsur masyarakat selalu dilibatkan, baik secara langsung, maupun tidak langsung.

“Kita tidak bisa membangun Kepri dengan sendiri, sehebat apapun kita, pasti butuh orang lain. Oleh sebab itu, secara pribadi dan atas nama Pemerintah Provinsi Kepri, mari kita bangun Kepri ini bersama-sama. Percayalah, setiap orang dari kita memiliki peran masing-masing dalam membangun”. pungkasnya. (Ist).

Editor : Milla

Sandiaga Uno Berkunjung ke Batam Bawa Kabar Bahagia

Batam, GK.com –  Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip merupakan, sebuah pengembangan Desa Wisata yang  pengelolaannya dilakukan dengan menerapkan prinsip – prinsip yang ramah lingkungan dan bermuara pada pelestarian lingkungan.

Melalui rangkaian penilaian oleh dewan juri yang berlangsung pada tanggal 19 Februari 2022 hingga 31 Maret 2022 silam, Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip berhasil meraih posisi 50 besar Desa Wisata terbaik se- Indonesia pada gelaran Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 dengan mengusung tema “Indonesia Bangkit”.

Kabar gembira itupun disampaikan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat melakukan kunjungannya ke Kota Batam.

“Dari 100 orang pekerja yang mengelola Desa Wisata ini membuktikan bahwa sektor pariwisata melahirkan lapangan kerja,” ujar Sandiaga Uno.

Menurutnya, konsep dari Desa Wisata ini mampu mewujudkan visi Indonesia sebagai Negara tujuan pariwisata berkelas dunia, berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu mendorong pembangunan Daerah serta mensejahterakan masyarakat.

“Tujuan digelarnya ADWI Tahun 2022 sendiri adalah agar Desa Wisata yang tersebar di seluruh Indonesia memiliki daya tarik wisata yang akhirnya akan mampu menjadi penggerak ekonomi tingkat Desa melalui Desa Wisata,” jelas Sandiaga Uno.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad akan berkomitmen mendukung penuh pengembangan Desa Wisata seperti yang dilakukan di Desa ini.

“Dengan adanya destinasi yang terus bermunculan seperti Desa Wisata, tentunya bisa memberikan pilihan lebih banyak lagi tempat berwisata yang dapat dikunjungi wisatawan,” kata Ansar Ahmad.

Lebih lanjut, dikesempatan itu, Ansar Ahmad meminta kepada Sandiaga Uno untuk melobi kesediaan Pemerintah Singapura guna membuka Pelabuhan Harbour Front, sehingga dapat  membuka kembali jalur pelayaran ke Kepri.

“Padahal Singapura juga telah kembali membuka jalur penerbangan Internasional untuk semua penerbangannya. Kita ingin Kepri kembali menerima kunjungan Wisman melalui skema International charter flight Singapura-Bintan, termasuk Malayasia-Batam,” tutur Ansar.

Dilokasi yang sama, Kepala BP Batam yang juga menjabat sebagai Walikota Batam, Muhammad Rudi mengatakan, pariwisata merupakan sektor ekonomi yang paling terdampak pandemi Covid-19.

“Penurunan jumlah wisatawan lokal dan mancanegara serta pemberlakuan PPKM menjadi pukulan telak bagi para pelaku usaha pariwisata dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Batam. Meski demikian, kondisi pandemi Covid-19 yang terus membaik, kita optimis pariwisata di Kota Batam kembali bergairah,” ucap Rudi.

“Karena ini sudah masuk 50 besar, kita berharap menjadi pendorong pelestarian kawasan mangrove lainnya di Kota Batam,” tambah Rudi.

Sebagai bentuk dukungan dari Pemerintah Daerah, Muhammad Rudi juga berencana untuk memeriksa status lahan-lahan mangrove di Kota Batam agar dapat dilestarikan dengan bantuan pengelola kawasan setempat.

“Desa Wisata ini kita kemas tidak hanya khusus rekreasi, namun juga sarana edukasi. Sehingga bersama Pemerintah Provinsi Kepri kami akan membangun fasilitas trotoar bagi para pejalan kaki”. tutup Rudi.

Terdapat 7 aspek penilaian yang harus dicapai pengelola Desa Wisata, antara lain:

  1. Daya Tarik Pengunjung
  2. Homestay
  3. Toilet Umum
  4. Suvenir
  5. Digital dan Kreatif
  6. Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE)
  7. Kelembagaan

(Redaksi).

Editor : Milla