Sabtu, Juni 22, 2024
spot_img

Lambannya Petugas Terkait Mengungkap Pelaku Penyeludupan Benih Lobster Menjadi Pertanyaan Publik

Batam, GK.com – Dua pekan berlalu sejak rilis penangkapan penyelundupan 466 ribu benih Lobster oleh TNI AL. Namun hingga saat ini, para pelaku penyelundupan yang sempat disebut saat penangkapan yang berjumlah 5 orang belum juga terungkap, dan masih menjadi tanya besar.

Baca juga :

Dalam peristiwa itu, Pengamat Publik Kota Batam, Aldi Bragi mengkritisi lambannya penangkapan para pelaku penyelundupan benih Lobster yang dinilainya tak biasa.

“Ini hampir satu bulan pengungkapan kasus penyelundupan, tapi pelaku belum juga ditangkap,” ucapnya kepada tim Media ini, Selasa (07/06/22) di bilangan Batam Centre, Kota Batam.

Baca juga :

Nilai tangkapan benih Lobster yang mencapai 46 miliar rupiah itu, menurut Aldi Braga merupakan angka yang sangat fantastis. Dan Aldi pun mempertanyakan minimnya publisitas kegiatan lepasliar benih Lobster di Pulau Abang.

Aldi menyebut, ada sumber dari masyarakat yang mengatakan jumlah benih Lobster yang diselundupkan berjumlah 130 Boks. Jumlah yang lebih besar dibanding jumlah hasil tangkapan yang dirilis Lanal Batam yakni 95 Boks.

Baca juga :

“Nilainya kan mencapai 46 miliar rupiah. Kita patut pertanyakan proses lepas liarnya. Termasuk berita acara lepas liar yang mencantumkan jumlah, jenis, dan lokasi lepas liar benih Lobster. Jangan sampai muncul dugaan mengelabui publik terkait jumlah yang ditangkap, dan jumlah yang dilepaskan,” ujarnya.

Perairan Pulau Abang, Galang yang kerap dijadikan lokasi lepas liar benih Lobster dari hasil tangkapan dari penyelundupan, juga tak lepas dari kritikan Aldi Braga.

Menurutnya, benih Lobster itu rawan, dan bernilai tinggi. Jadi ketika dilepasliarkan, artinya ada nilai ekonomis yang terbuang sia-sia. Lalu kalau dilepasliarkan di alam bebas, peluang hidup benih Lobster sangat kecil.

Baca juga :

“Benih Lobster ini dilepas liar di perairan Pulau Abang. Ini kan nilainya 46,7 miliar. Ini uang yang sangat banyak yang dilepas sia-sia. Karena peluang hidup benih Lobster dialam liar apalagi di perairan Pulau Abang, mungkin hanya sekitar 10 persen. Itupun kalau mampu bertahan hidup. Kita bisa saksikan sampai hari ini, perairan Pulau Abang tidak juga jadi sentra Lobster. Sementara hasil tangkapan benih Lobster selalu dilepas liarkan di lokasi tersebut”. tutur Aldi Braga.

Dikatakan Aldi Braga, Lobster memang jadi komoditas unggul bernilai ekonomis tinggi. Harga benih Lobster dari nelayan biasanya diperjualbelikan di kisaran harga Rp 5.000,-. Sementara di Vietnam sebagai Negara tujuan penyelundupan, harga benih Lobster bisa dijual hingga mencapai harga 100 – 200 ribu rupiah. (*).

Editor : Milla

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img