Selasa, Mei 12, 2026
BerandaKepulauan RiauBatamPeluncuran Pelayaran Langsung Batam-China untuk Efisiensi Logistik

Peluncuran Pelayaran Langsung Batam-China untuk Efisiensi Logistik

Batam, GK.com – Muhammad Rudi, pemimpin BP Batam, menegaskan komitmennya untuk mengubah Pelabuhan Batu Ampar menjadi pusat logistik global. Inisiatif terbaru ini termasuk peluncuran pelayaran langsung pertama antara Batam dan China, yang menandai langkah signifikan dalam meningkatkan efisiensi logistik dan memperkuat hubungan perdagangan.

Pelayaran langsung, yang dijalankan oleh Shandong International Transportation Corporation (SITC) dari China, memungkinkan kontainer dikirim langsung ke tujuan internasional tanpa perlu transit di pelabuhan domestik lainnya. Ini menghilangkan kebutuhan untuk transhipment melalui Singapura, yang sebelumnya merupakan jalur utama untuk ekspor dan impor, sehingga mengurangi biaya dan waktu pengiriman.

Kapal MV SITC Hakata, dengan bobot 23.000 GT, telah merapat di Pelabuhan Batu Ampar, menandai dimulainya layanan baru ini. Rudi menyambut baik inisiatif ini, yang merupakan respons terhadap mandat Presiden Jokowi, dan melihatnya sebagai peluang untuk mengembangkan lebih banyak rute perdagangan.

Rudi juga menekankan pentingnya persiapan barang yang akan diekspor, menyatakan bahwa peningkatan volume barang akan mendorong pembukaan lebih banyak jalur perdagangan. Dia berharap bahwa semua perusahaan di Batam akan memanfaatkan layanan ini, tidak hanya untuk perdagangan dengan China tetapi juga dengan negara-negara lain, untuk mengurangi biaya logistik secara signifikan. Minggu (31/3/2024).

Selain itu, Rudi menginstruksikan PT Persero untuk menyederhanakan layanan pelabuhan, dengan tujuan membuat Batam menjadi pilihan utama untuk pengiriman barang. Dia yakin bahwa dengan memperbaiki layanan dan infrastruktur, target tahunan 2 juta TEUs dapat tercapai.

Arham S. Torik, CEO PT. Persero Batam, mengungkapkan bahwa pelayaran langsung ke China akan beroperasi secara rutin setiap minggu. Pada pelayaran perdana, MV SITC Hakata membawa 168 kontainer dari China, dan akan membawa kembali 100 kontainer milik Eco Green ke China. Dengan kapasitas total 1.000 TEUs, ada potensi besar untuk pertumbuhan di masa depan.

Torik juga menyatakan bahwa pembicaraan dengan berbagai perusahaan sedang berlangsung, dengan harapan menambah 4 hingga 5 perusahaan lagi yang akan menggunakan layanan ekspor langsung ini. Dengan layanan Direct Call, diharapkan akan ada penurunan biaya logistik sebesar 600 USD per TEUs, berkat penghapusan biaya transhipment di Singapura.(*)

Berita Terkait

Berita Populer