Sabtu, April 13, 2024
spot_img

Houl Sultan Abdurrahman Mu’azam Syah II Di Pulau Penyengat

Tanjungpinang, Gk.com – Untuk mengenang jasa-jasa Sultan Riau Lingga terakhir, STAIN Sultan Abdurrahman bekerja sama dengan Lembaga Adat Kesultanan Riau Lingga yang dipimpin oleh zurriyat Sultan Abdurrahman menggelar Haul Sultan Abdurrahman Mu’azam Syah II. Kegiatan ini berlangsung di Istana Tengku Bilik, Pulau Penyengat pada Jumat (18/02/2024).

Ketua Panitia dari STAIN Sultan Abdurrahman, Romi Aqmal, mengatakan: “Kegiatan ini dilakukan setiap tahunnya. Tujuannya adalah untuk mengirim doa kepada arwah-arwah terkhusus Sultan Abdurrahman Mu’azzam Syah dan keluarga lainnya yang telah mendahului, mengikat persaudaraan antar sesama manusia, serta memperkenalkan dan melestarikan sejarah dan budaya Kesultanan.”

“Dengan momentum Haul ini, kami berharap agar masyarakat yang belum memahami sejarah kesultanan dapat benar-benar memahami dengan baik budaya dan sejarah kesultanan,” ujar Romi Aqmal di Istana Tengku Bilik.

Menurut Romi, sebanyak kurang lebih 500 hadirin yang datang ke Pulau Penyengat terdiri dari Lembaga Adat Kesultanan Riau Lingga, pemerintah, berbagai komponen anggota masyarakat Kepri, zurriyat, akademisi, dan juga sivitas akademi STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau. Kegiatan ini ditutup dengan pembacaan syair “Teraju Negeri” yang ditulis langsung oleh Ketua STAIN Abdurrahman, Dr. Muhammad Faisal.

“Selain Haul dan pembacaan doa-doa, kegiatan ini juga ditutup dengan pembacaan syair ‘Teraju Negeri’ yang ditulis langsung oleh Ketua STAIN Abdurrahman, Dr. Muhammad Faisal,” lanjutnya.

Ia berharap, agar kegiatan ini dapat terlaksana setiap tahunnya dengan semakin meriah dan banyak partisipasi masyarakat. Sehingga, masyarakat dapat mengetahui sejarah, menghormati, menjaga, dan melestarikan objek-objek peninggalan sejarah di Pulau Penyengat.

“Harapan saya, kegiatan ini dapat terlaksana setiap tahunnya, semakin meriah, serta banyak masyarakat lebih ikut berpartisipasi agar masyarakat tahu sejarah, serta untuk menghormati, menjaga, dan melestarikan objek-objek peninggalan sejarah di Pulau Penyengat,” tutupnya. (LRS)

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles