Beranda Kepulauan Riau Karimun Ternyata Ini Penyebab Harga Bawang Dan Cabai di Karimun Semakin Pedas

Ternyata Ini Penyebab Harga Bawang Dan Cabai di Karimun Semakin Pedas

235
0

Karimun, GK.com – Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah bahan pangan yang ada di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, terutama pada cabai dan bawang.

Kepada Media ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Kabupaten Karimun, Muhamad Yosli membenarkan hal tersebut.

Yosli menjelaskan, kenaikan tersebut disebabkan oleh beberapa komoditas pertanian cabai yang diluar pulau Karimun mengalami gagal panen sehingga pasokan cabai ke Karimun mengalami penurunan.

Baca juga :

“Namun untuk ketersediaannya masih cukup sampai bulan Januari, dan kami juga sudah meminta kepada Dinas Pangan dan Pertanian untuk melakukan pemasokan cabai dari Petani Kundur untuk dipenuhi dulu di Pulau Karimun ini,” jelasnya melalui panggilan suara, Jumat (25/12) malam.

“Ini juga merupakan prinsip ekonomi, yang mana jika stok sedikit harga pasti merangkak naik, untuk harga yang diminta oleh petani Kundur sebesar Rp 67.000,- sehingga harga yang dikeluarkan oleh pengencer itu sekitar Rp 80.000,-” lanjutnya.

Yosli menambahkan, untuk yang mengalami kenaikan hanya cabai dan bawang, namun pihaknya tetap mengupayakan kedua bahan pangan tersebut memiliki stok yang cukup.

“Alhamdulillah untuk bahan pangan yang lain memang tidak ada kenaikan, akan kita upayakan stok tetap tersedia. Selain itu, untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) juga kita pastikan tidak akan kekurangan stok,” katanya.

Disisi lain, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Sukriyanto saat dikonfirmasi media ini mengatakan bahwa, beberapa bulan sebelum menjelang Natal dan Tahun Baru, Tim Pengendalian Infalasi Daerah (TPID) Kabupaten Karimun sudah melakukan rapat untuk mengantisipasi melonjaknya harga bahan pangan.

“Sebenarnya untuk panen puncak itu sudah seminggu yang lalu, sudah saya himbau juga kepada petani yang di Kundur jangan dikirim ke luar pulau Karimun dulu, dan diharapkan agar dicukupkan dulu stok untuk di pulau Karimun,” terangnya, Sabtu (26/12) siang.

Sukriyanto menambahkan, untuk harga ditingkat petani memang saat ini juga sedang naik dan adanya peningkatan permintaan pasar, sehingga menyebabkan harga cabai dan bawang melonjak drastis.

“Namun kita tetap memastikan untuk cabai yang dipanen di Kundur akan dikirim ke Karimun, dan kita akan lakukan terus upaya untuk menstabilkan harganya”. tutupnya. (RC).