Jumat, April 17, 2026
BerandaKepulauan RiauKarimunMasyarakat Menjerit, Sejumlah Harga Bahan Pangan di Karimun Meroket Naik

Masyarakat Menjerit, Sejumlah Harga Bahan Pangan di Karimun Meroket Naik

Karimun, GK.com – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), beberapa jenis bahan pangan di Karimun mulai merangkak naik.

Berdasarkan hasil pantauan Media ini, harga cabai dan bawang di sejumlah pasar yang ada di Karimun mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan, hal ini disebabkan oleh pasokan barang yang terbilang kurang serta lambannya pengiriman barang yang masuk.

“Menjelang Nataru ini harga cabai merah dan bawang mengalami kenaikan harga,” ucap salah seorang pedagang di Pasar Puan Maimun Karimun, Josua Sitepu, Rabu (23/12) siang.

Dijelaskan Josua, untuk harga cabai merah dapat mencapai Rp 80.000,-perkilonya, sementara untuk bawang merah berkisar di angka Rp 40.000,- perkilonya.

“Kalau biasanya harga cabai merah cuma Rp 50.000,- hingga Rp 60.000,- sekarang melonjak naik. Untuk harga bawang juga sekarang perlahan mulai naik, cuman selisih harganya belum terlalu jauh, kemungkinan ini akan terus mengalami kenaikan harga,” jelasnya.

Kemudian Ia menuturkan, kenaikan harga cabai dan bawang secara tidak langsung tentunya mengurangi jumlah besaran nominal pada pembeli.

“Kalau yang beli tetap ada, cuman yang biasanya beli sekilo sekarang jadi setengah kilo saja, mungkin karena faktor harga yang melonjak”. tutupnya.

Susi salah seorang pembeli warga Sungai Lakam mengatakan, saat ini ekonomi masyarakat sangat berdampak akibat pandemi Covid-19, kalau bahan pokok mengalami kenaikan tentunya ini akan menambah beban berat bagi masyarakat.

“Ya kami harap masih ada bantuan lagi dari Pemerintah, dan harga bahan pangan bisa kembali stabil,” harapnya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karimun, M Firmansyah ketika dikonfirmasi mengatakan, kenaikan beberapa bahan pangan tersebut disebabkan oleh beberapa perkebunan yang dari luar gagal panen dikarenakan lahan perkebunannya kebanjiran.

“Kalau untuk stok sampai bulan Januari 2021 itu cukup, namun untuk mengatasi hal itu kami sudah berkoordinasi kepada Dinas Pertanian untuk meminta kepada petani cabe yang ada di Kundur agar memasokan hasil panennya ke Pulau Karimun dulu”. terangnya, Kamis (24/12) via panggilan suara.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karimun, Yosli hingga berita ini tayang, beberapa kali dihubungi oleh Media ini melalui via Whatsapp dan panggilan suara untuk dimintai tanggapannya terkait kenaikan harga tersebut, belum memberikan jawabannya. (RC).

Editor : Febri

Berita Terkait

Berita Populer