Beranda Kepulauan Riau Batam Kecewa Dengan Pemko Batam, Ketua DPRD Menutup Rakor Sebelum Memulai Pembahasan

Kecewa Dengan Pemko Batam, Ketua DPRD Menutup Rakor Sebelum Memulai Pembahasan

43
0

Batam, GK.com – Ketua DPRD Batam, Nuryanto, diwaktu yang besamaan membuka dan menutup Rapat Koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Pimpinan DPRD Kota Batam, pada Rabu (16/9).

“Bismillahirrahmanirrahim saya buka, dan Alhamdulillah saya tutup,” ucap Nuryanto.

Adapun penyebab saat itu ditutupnya Rapat sebelum memulai pembahasan adalah karena pihak Pemerintahan Kota Batam tidak hadir, padahal agenda Rapat tersebut terkait konsesi antara PT. ATB dengan BP Batam, yang mana Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Wali Kota Batam, dan sejumlah pejabat lainnya seharusnya hadir dalam Rakor, akan tetapi sebagian besar pejabat Eksekutif yang diundang ternyata tidak datang menghadiri Rapat tersebut.

“Para pemangku kepentingan, pihak-pihak yang semestinya bertanggung jawab, dengan ketidakhadirannya ini, saya katakan bahwa para Pemimpin kita adalah Pemimpin yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Dalam Rapat Koordinasi tersebut, dibahas masalah konsesi pengelolaan air bersih antara BP Batam dan PT Adhya Tirta Batam (ATB) yang akan berakhir pada tanggal 14 November 2020 nanti.

Nuryanto, secara terang-terangan mengungkapkan rasa kecewa terhadap para pejabat Pemerintah yang tidak menghadiri Rapat itu. Menurutnya, mereka menganggap remeh permasalahan air di Kota Batam.

“Menurut kami DPRD, air sesuatu yang sangat penting, tunggu tanggal mainnya,” kata Nuryanto.

Rapat koordinasi yang sempat dibuka dan langsung ditutup oleh Ketua DPRD Batam itu hanya dihadiri oleh General Manager Sumber Daya Air, Limbah dan Lingkungan BP Batam Ibrahim Koto serta Kepala Seksi Wilayah Dua BKSDA Batam Decky Hendra Prasetya.

Ketua DPRD Batam, Nuryanto yang didampingi oleh anggota Komisi IV DPRD Kota Batam Nina Mellanie, B.Bus,MM, akan menjadwalkan Rapat kembali pada hari Jumat mendatang, karena DPRD telah menerima pengaduan dari beberapa warga terkait dengan kekisruhan antara BP Batam dan PT ATB.

“Kita tidak bisa bicara sepihak. Oleh karena itu, kita dengarkan dulu informasi dari beberapa pihak yang kita undang,” terang Nuryanto.

Melihat perkembangan berita di Media, Nuryanto mengatakan masalah PT ATB dan BP Batam berpotensi menjadi makin kacau, tetapi di sisi lain, dia tidak menginginkan warga Batam terkendala mendapatkan air bersih.

“Sebab air itu masalah hidup dan kebutuhan masyarakat Batam, jangan sampai masyarakat kita terganggu”. pungkasnya.

Menurut Nuryanto, sejak menjabat di DPRD Batam, dirinya tidak pernah mengetahui poin-poin isi perjanjian konsesi antara BP Batam dan PT ATB, karena selama ini DPRD tidak pernah dilibatkan. (Red/Hms).

Editor : Febri