Kamis, Mei 28, 2026
Beranda blog Halaman 903

Mega Proyek G12 Alami Perubahan, Masyarakat Menilai Pemerintah Tidak Komitmen

Tanjungpinang, GK.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mengadakan Audiensi bersama masyarakat Teluk Keriting, terkait membahas mega proyek Jalan Lingkar Gurindam 12, di Aula Kantor Lurah Tanjungpinang Barat, Kamis (19/3) sore.

Digelarnya Audiensi tersebut, disebabkan pembuatan jembatan pada Area C2 yang bertempat di daerah Teluk Keriting mengalami perubahan, yaitu yang awalnya jembatan tersebut akan dibangun menggunakan tiang pancang (beton),  kini berubah dengan akan ditimbunnya sepanjang pantai area C2 tersebut.

Ketua RW 15, Abdullah dikesempatan itu mengatakan bahwa, Pemerintah tidak komitmen dengan kontrak yang sudah dibuat bersama Masyarakat.

“Masyarakat rata-rata menolak dengan pengerjaan penimbunan itu, karena awalnya Pemerintah mengatakan pembuatan jembatan itu akan menggunakan tiang pancang (beton) tapi sekarang malah ditimbun,” ujar abdullah mewakili suara masyarakat kesal.

 

Anggota DPRD Tanjungpinang, Dicky Novalino

 

Sementara itu, anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Dicky Novalino memilih langkah Walk Out dari kegiatan audiensi tersebut, dikarenakan menurutnya, OPD yang hadir saat itu bukanlah yang memiliki wewenang dalam mengambil keputusan.

“Saya mengambil langkah Walk Out, karena tidak ada sikap keseriusan Provinsi Kepri dalam menyikapi permasalahan masyarakat Teluk Keriting, karena orang yang datang bukan orang yang bisa mengambil keputusan, seharusnya para Kepala Dinas terkait hadir disini, tetapi nyatanya mereka tidak hadir,” ucap Dicky, kecewa.

Diwaktu yang sama, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umun Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepri yang juga selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Penataan Pengawasan G12, Rodi Yantari menyampaikan alasan yang membuat Pemerintah memilih untuk melakukan perubahan adalah karena memikirkan dampak terhadap lingkungan kedepannya.

 

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPP Kepri, Rodi Yantari

 

“Kami dari Pemerintah Provinsi Kepri ingin minimalisir berkaitan permasalahan ini, soalnya di daerah sepanjang pantai Teluk Keriting hingga Lantamal IV itu banyak terdapat batu, yang tidak mungkin bisa kita pasang tiang pancang (beton), maka solusi terbaiknya adalah dengan menimbun, karena kita juga memikirkan dampak terhadap lingkungan,” ucap Rodi usai menghadiri Audiensi.

“Ada jalan yang lain untuk menangani itu, yaitu dengan di bor, lalu dimasukan pancang (beton),  kemudian di cor,  namun hal tersebut akan berdampak buruk kepada lingkungan dan juga memerlukan biaya dengan nominal yang tidak sedikit”. pungkasnya.

Miris rasanya, jika pekerjaan yang menggunakan dana dari APBD Provinsi Kepri hampir setengah Triliun itu terkesan seperti proyek suka-suka. (Mis).

Editor : Febri

Pemkab Karimun Mulai Berlakukan Bekerja di Rumah Untuk ASN Hingga 31 Maret Mendatang

Karimun, GK.com – Kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Karimun mengurangi aktifitas para Aparatur Sipil Negara (ASN), guna mencegah penyebaran Virus Corona, mulai berlaku sejak tanggal 20 hingga 31 Maret 2020 mendatang.

“Selain ASN, kebijakan ini juga berlaku bagi para Guru Sekolah se- Kabupaten Karimun untuk bekerja dirumah, namun bukan diliburkan,” ucap Sekda Karimun, Drs. Muhd. Firmansyah usai menggelar Konferensi Pers di RSUD Muhammad Sani, Kamis (19/3) pukul 17.35 Wib.

“Para ASN tetap akan bekerja seperti biasa dirumah pada tahapan tertentu, sehingga Kantor-Kantor pelayanan tidak tutup dan tetap berjalan, namun tidak ramai seperti biasanya, hal ini tentunya demi mencegah penyebaran virus Corona,” ujarnya.

Sementara itu, untuk sistem kinerja para ASN yang bekerja dirumah, Firmansyah mengatakan,” nanti Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memutuskan bagianmana yang sesuai untuk bekerja dirumah tersebut, sedangkan ASN yang wajib masuk, minimal 1 orang pada masing-masing bidang,” katanya.

 

Baca Juga :

1 Orang Pasien Positif Corona di Karimun Ternyata Baru Pulang Kerja Dari Malaysia

 

“Hal ini tentunya tidak berlaku bagi Dinas Kesehatan, RSUD Muhammad Sani, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesehatan, Puskesmas dan lainnya pada bidang pelayanan kesehatan,” tegasnya.

“Saya harapkan kepada seluruh masyarakat, para OPD dan para Instansi Vertikal yang ada di Kabupaten Karimun, guna menghindari acara-acara yang bersifat ramai agar selalu waspada, jagalah kesehatan, kebersihan, serta berdoa, semoga angka kasus Covid-19 ini tidak bertambah lagi, dan semoga pasien positif Virus ini, dapat segera sembuh”. pungkas Firmansyah. (KR).

Editor : Febri

Pandemi Wabah Virus Corona, Dewan Pers Apresiasi Insan Pers Yang Tetap Meliput

Jakarta, GK.com – Rabu (11/3) lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa wabah Covid-19 secara resmi telah mencapai tingkat pandemi. Menyikapi hal tersebut, Ketua Dewan Mohammad Nuh, dalam siaran persnya yang diunggah ke  http://Youtube https://youtu.be/fEnQgiwJsAI, Rabu (18/3) mengatakan bahwa, Bangsa Indonesia sedang mengalami ujian yang sungguh sangat luar biasa, yaitu Covid-19.

Oleh karena itu, dalam suasana yang seperti ini, lanjut Nuh, kebersamaan bersatu untuk melawan Covid-19 harus kuat dibandingan kita semua. Untuk itu, menurut M. Nuh, dunia Media terutama kawan–kawan Jurnalis yang ada di depan, harus terus meliput, memberikan informasi apa  yang sedang berkembang di masyarakat tentang Covid 19.

“Tetapi tetap, urusan etika Jurnalistik obyektifitas menjadi bagian dari yang tidak terpisahkan, saya memberikan apresiasi yang sungguh sangat luar biasa kepada kawan-kawan Jurnalis,” ujar M. Nuh.

“Meskipun suasana sedang tidak bersahabat, tetapi kawan-kawan Jurnalis tetap menjalankan tugas suci, yaitu memberikan informasi yang proper kepada masyarakat,” imbuhnya.

 

Baca Juga :

Khawatir Penyebaran Covid-19, SMSI Ingin Pemerintah Segera Membuat Crisis Center Pengendalian Virus Corona

 

M. Nuh berpesan kepada para Insan Pers untuk benar-benar menjaga kesehatan, serta berharap agar Perusahan Pers di suasana ekosistem Perusahan Pers saat ini, tetap harus mengacu pada protokol-protokol penangan Covid 19.

“Kita  tidak ingin kawan–kawan Jurnalis tertular Covid-19. Sehingga prinsip-prinsip dasar di dalam peliputan yang terkait dengan Covid-19, Alat Pelindung Diri (APD) tetap harus diperhatikan dengan baik, jangan sampaik kita meliput Covid-19 tetapi sekali lagi NaÂ’udzubillah justru itu ada kawan-kawan  yang terpapar Covid-19,” papar M. Nuh.

“Kami dari Dewan Pers memberikan dukungan penuh agar kita semua dapat bersama–sama  bersatu melawan Covid-19, sehingga Indonesia tetap tegak, teguh dan semakin jaya”. pungkas M. Nuh. (*).

Editor : Febri

1 Orang Pasien Positif Corona di Karimun Ternyata Baru Pulang Kerja Dari Malaysia

Karimun, GK.com –  Menyusul Kota Tanjungpinang dan Batam yang sudah diserang dengan Covid-19 lebih dahulu di Provinsi Kepri, seorang warga Kabupaten Karimun juga dinyatakan positis terinfeksi Covid-19 atau yang dikenal dengan sebutan Virus Corona.

Diungkapkan dalam Konferensi Pers pada Kamis (19/3) sekitar pukul 17.15 Wib, di RSUD Muhammad Sani, Juru Bicara Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Karimun melalui Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Karimun Rachmadi mengatakan, pada hari ini pihaknya telah mengisolasi 3 orang pasien suspect Covid-19 di RSUD Muhammad Sani dan telah menerima hasilnya dari Pusat.

“Untuk hasilnya, 1 orang dinyatakan positif, 1 orang negatif  dan 1 lagi belum diketahui hasilnya, namun untuk pasien yang dinyatakan positif dan di suspect tetap diisolasi, serta keluarganya akan tetap kami karantina,” jelas Rachmadi yang saat itu didampingi Sekda Karimun Drs. Muhd. Firmansyah, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Pemda Karimun Didi Irawan, SE, dan Dokter spesialias paru-paru RSUD Muhammad Sani Diah.

Sementara itu, keluarga dari pasien positif Covid-19 yang pernah memiliki kontak erat dengan yang lain, Rachmadi mengatakan, akan dilakukan karantina dan pemeriksaan, walaupun tidak memiliki gejala-gejala terinfeksi virus tersebut.

“Kami juga akan melakukan penelusuran di masyarakat yang pernah berhubungan erat dengan pasien, serta melakukan pemantauan, jika terdapat masyarakat yang mengalami gejala-gejala virus tersebut, diharapkan  agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat,” lanjutnya.

 

Baca Juga :

Bupati Karimun Keluarkan Surat Edaran Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Covid-19

 

Disampaikan Rachmadi, ketiga pasien tersebut berjenis kelamin laki-laki, dan pasien yang dinyatakan positif berusia antara 40 hingga 50 tahun.

“Pada tanggal 9 Maret lalu, pasien positif Covid-19 ini pulang ke Karimun yang memang kebetulan bekerja di Malaysia, kemudian dirujuk akibat batuk berdarah pada tanggal 12 Maret untuk dilakukan pemeriksaan, dan pasien tersebut juga sudah lama mengidap penyakit batuk ini,” terangnya.

“Kami juga sudah menurunkan anggota Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) ke lapangan untuk melakukan penulusuran, guna mengurangi resiko penyebaran virus ini”. tutup Rachmadi. (KR).

Editor : Febri

 

Rp 6 Miliar Lebih, Dana Dikumpulkan Oleh BP Batam Bersama Pelaku Usaha Untuk Penanganan Covid-19

Batam, GK.com – Kini sebelum memasuki lokasi pertemuan pada setiap kegiatan yang digelar oleh BP Batama, seluruh tamu undangan diharuskan untuk mencuci tangan dan melakukan pengecekkan suhu tubuh, termasuk juga pada kegiatan yang digelar bersama para pelaku usaha, untuk membahas mengenai penanganan Covid-19 di Kota Batam, Rabu (18/3) di Golden Prawn Bengkong Sadai.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad, Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam Wahjoe Triwidijo K, Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin, Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi Khairil Mirza, Dokter Spesialis Paru  RSUD Embung Fatimah dr. Widya Sri Hastuti, Sp.P, FCCP dan para pelaku usaha seperti Apindo, PSMTI dan lainnya.

Dokter Spesialis Paru RSUD Embung Fatimah, dr. Widya Sri Hastuti, Sp.P, FCCP kepada seluruh tamu undangan memberikan pengarahan mengenai Covid-19, dimulai dari ciri-ciri hingga pencegahan yang harus dilakukan dalam menghadapi Covid-19.

Sementara itu, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi meminta agar pelaku usaha dapat berkerjasama dan membantu menjaga Batam agar tetap aman dalam menangani Covid-19.

Direktur Sat Nusa Persada, Abidin Hasibuan bersama pelaku usaha yang tergabung dalam Apindo, PSMTI dan Yayasan Buddha Tzu Chi Batam mengumpulkan dana bantuan sukarela dengan nilai mencapai Rp 6,470 Miliar dan akan terus bertambah nantinya.

Penggalangan dana dalam menangani dan mencegah penyebaran Covid-19, terutama untuk warga kurang mampu yang terindikasi, sangat terlihat dari peran pelaku usaha Batam yang turut aktif bersama Pemerintah. Ini merupakan perbuatan nyata dalam membantu sesama dalam pencegahan terhadap penyebaran Covid-19.

 

Baca Juga :

Ruang Rapat Hingga Konter Penjualan Tiket Disemprot Dengan Desinfektan Oleh BP Batam

 

Adapun beberapa hal yang dibantu oleh pelaku usaha tidak hanya dana, tetapi juga perlengkapan yang digunakan untuk mencegah penyebaran Covid-19,mulai dari masker, hand sanitizer hingga peralatan lainnya yang diperlukan.

Hasil dari pertemuan hari ini dapat menjawab hal-hal yang diresahkan oleh masyarakat, bahwa pelaku usaha di Batam siap untuk membantu Pemerintah dalam mengatasi permasalahan ini. Hal ini dapat terjadi karena adanya respon dari Pemerintah Kota Batam dan BP Batam.

Rudi sangat mengapresaisi para pelaku usaha yang berinisatif untuk melakukan penggalangan dana  dalam penanganan Covid-19 di Kota Batam. (Hms/Red).

Editor : Febri

Jangan Heran Kalau Besok Kantor Dinas Sepi, WFH Telah Resmi Diterapkan

Tanjungpinang, GK.com – Mengikuti arahan dari Presiden RI tempo hari untuk melakukan pekerjaan dari rumah, kini  Kota Tanjungpinang resmi menerapkan kebijakan bertugas di rumah atau Work From Home (WFH) melalui surat edaran Wali Kota Nomor 443.1/375/4.2.03/2020 yang ditandatangani Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang.

Kebijakan diberlakukan menindaklanjuti surat edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 19 Tahun 2020 tanggal 16 Maret tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan Instansi Pemerintah dan surat edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 440/2436/SJ tanggal 17 Maret 2020.

Dalam surat edaran tersebut, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Teguh Ahmad Syafari menyampaikan, ASN dapat menjalankan tugas kedinasan dengan bekerja dari rumah,dimulai sejak tanggal 19-31 Maret 2020.

Meski bekerja dari rumah, pimpinan OPD harus memastikan ada minimal 2 pejabat level struktural tertinggi tetap melaksanakan tugas di Kantor, agar penyelenggaraan Pemerintahan dan pelayanan masyarakat tidak terhambat.

Pimpinan OPD/unit kerja diminta mengatur sistem kerja yang akuntable dan mengatur secara selektif Pejabat/Pegawai di lingkungan OPD/unit kerjanya yang dapat bekerja di Rumah melalui pembagian kehadiran dengan mempertimbangkan kriteria pekerjaan, peta penyebaran Covid-19, domisili, kondisi kesehatan Pegawai, kondisi kesehatan keluarga, riwayat perjalanan ke luar Negeri maupun interaksi pegawai pada penderita terkonfirmasi Covid-19 dan efektivitas kerja.

Selama bekerja secara WFH, ASN dapat memanfaatkan teknologi informasi seperti email, whatsapp, dan aplikasi lainnya.

 

Baca Juga : 

Covid-19 Membuat Siswa Harus Belajar di Rumah, Syahrul : Bukan Berarti Digunakan Untuk Berliburan Ya !!

 

Selain itu, dalam keadaan mendesak, seluruh ASN yang betugas dari tempat tinggal dapat dipanggil kembali ke Kantor. Setelah berakhirnya masa berlaku sistem kerja ini, pimpinan OPD melakukan evaluasi atas efektifitas pelaksanaanya dan dilaporkan kepada Wali Kota Tanjungpinang melalui BKPSDM.

Sekda Tanjungpinang juga mengimbau kepada Pimpinan OPD dan unit kerja untuk menerapkan standar kebersihan mengikuti surat edaran Wali Kota Tanjungpinang Nomor 440/369/1.3.01/2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan infeksi Covid-19. (Hms/Red).

Editor : Febri