Beranda Kepulauan Riau Karimun 1 Orang Pasien Positif Corona di Karimun Ternyata Baru Pulang Kerja Dari...

1 Orang Pasien Positif Corona di Karimun Ternyata Baru Pulang Kerja Dari Malaysia

307
0

Karimun, GK.com –  Menyusul Kota Tanjungpinang dan Batam yang sudah diserang dengan Covid-19 lebih dahulu di Provinsi Kepri, seorang warga Kabupaten Karimun juga dinyatakan positis terinfeksi Covid-19 atau yang dikenal dengan sebutan Virus Corona.

Diungkapkan dalam Konferensi Pers pada Kamis (19/3) sekitar pukul 17.15 Wib, di RSUD Muhammad Sani, Juru Bicara Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Karimun melalui Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Karimun Rachmadi mengatakan, pada hari ini pihaknya telah mengisolasi 3 orang pasien suspect Covid-19 di RSUD Muhammad Sani dan telah menerima hasilnya dari Pusat.

“Untuk hasilnya, 1 orang dinyatakan positif, 1 orang negatif  dan 1 lagi belum diketahui hasilnya, namun untuk pasien yang dinyatakan positif dan di suspect tetap diisolasi, serta keluarganya akan tetap kami karantina,” jelas Rachmadi yang saat itu didampingi Sekda Karimun Drs. Muhd. Firmansyah, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Pemda Karimun Didi Irawan, SE, dan Dokter spesialias paru-paru RSUD Muhammad Sani Diah.

Sementara itu, keluarga dari pasien positif Covid-19 yang pernah memiliki kontak erat dengan yang lain, Rachmadi mengatakan, akan dilakukan karantina dan pemeriksaan, walaupun tidak memiliki gejala-gejala terinfeksi virus tersebut.

“Kami juga akan melakukan penelusuran di masyarakat yang pernah berhubungan erat dengan pasien, serta melakukan pemantauan, jika terdapat masyarakat yang mengalami gejala-gejala virus tersebut, diharapkan  agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat,” lanjutnya.

 

Baca Juga :

Bupati Karimun Keluarkan Surat Edaran Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Covid-19

 

Disampaikan Rachmadi, ketiga pasien tersebut berjenis kelamin laki-laki, dan pasien yang dinyatakan positif berusia antara 40 hingga 50 tahun.

“Pada tanggal 9 Maret lalu, pasien positif Covid-19 ini pulang ke Karimun yang memang kebetulan bekerja di Malaysia, kemudian dirujuk akibat batuk berdarah pada tanggal 12 Maret untuk dilakukan pemeriksaan, dan pasien tersebut juga sudah lama mengidap penyakit batuk ini,” terangnya.

“Kami juga sudah menurunkan anggota Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) ke lapangan untuk melakukan penulusuran, guna mengurangi resiko penyebaran virus ini”. tutup Rachmadi. (KR).

Editor : Febri