Kamis, Mei 28, 2026
Beranda blog Halaman 902

Deteksi Gejala Awal Covid-19, Wali Kota Batam Persilahkan Warganya Menjadi Relawan

Batam, GK.com – Lakukan pendeteksian terkait gejala awal Corona Virus Disease (Covid-19), Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi akan segera melakukan penyisiran kepada masyarakat yang diperkirakan memiliki gejala Covid-19.

Adapun gejala yang dimaksud adalah panas tinggi, batuk, pilek, demam, serta memiliki riwayat perjalanan ke luar Negeri/Daerah terdampak, atau bahkan pernah melakukan riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19.

 

Baca Juga :

https://gerbangkepri.com/2020/03/22/bp-batam-himbau-masyarakat-ikut-jadi-relawan-brantas-covid-19/

 

Penyisiran sudah dilakukan sejak Sabtu (21/3) dan akan diintensifkan mulai Senin (23/3) hingga semua masyarakat terdata.

Pemerintah membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menjadi relawan dalam kegiatan ini, tugas relawan antara lain menyisir dan mendata warga bersama pihak Kecamatan dan Puskesmas. Bagi yang ingin menjadi relawan dalam penyisiran ini, bisa menghubungi Kecamatannya masing-masing. (Red/Hms).

Editor : Febri

Siaga 1 Hadapi Covid-19, Pemkab Bantaeng Perketat Penjagaan di Pelabuhan

Sulsel, GK – Sebagai wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam rangka mengantisipasi penyebaran Virus Corona (Covid-19) di Kabupaten tersebut, Pemkab Bantaeng bersama pihak pelabuhan memperketat pemeriksaan bagi para calon penumpang yang berkunjung ke Daerah tersebut, maupun yang akan menyebrang ke daerah lainnya, dengan menggunakan jasa pelabuhan. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) Perhubungan Kabupaten Bantaeng, Mitfahuddin kepada Media ini, Jum’at (20/3) sore.

Sementara itu, ditambahkan oleh Kepala Syahbandar Pelabuhan Bantaeng, Sarip ditempat yang sama bahwa, untuk penjagaan lalu lintas laut kini juga semakin diperketat, mengingat pentingnya dalam mengantisipasi penyaluran wabah Covid-19 yang kini menjadi musuh dunia.

Baca juga :

https://gerbangkepri.com/2020/03/21/covid-19-mendunia-drg-bustamin-jangan-resahkan-masyarakat-dengan-berita-bohong/

 

“Kami satu tim gabungan bersama tim Medis Puskesmas Bissappu, Danramil dan Polsek Bissappu dalam mengawal keberangkatan calon penumpang yang akan berangkat kepulauan Selayar, dalam hal ini kami mengadakan pemeriksaan sebagai wujud kepedulian  kebersamaan dalam mengantisipasi penyebaran virus tersebut,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dr. Nurfatmiyanti Gani selaku Ketua tim Medis Puskesmas Bissappu yang menerangkan bahwa, sebelum calon penumpang naik ke Kapal, kita juga memberikan sosialisasi tentang bahayanya Covid-19 tersebut.

“Maka, sebelum melakukan perjalanan, sebaiknya para calon penumpang yang ingin berangkat memeriksakan kondisi kesehatannya terlebih dahulu. Hal ini guna melakukan pencegahan dini terhadap Covid-19,” jelasnya.

“Sangat penting bagi kita semua untuk senantiasa memperhatikan kesehatan tubuh, serta selalu menjaga kebersihan, karena dengan tubuh yang sehat dan lingkungan yang bersih, tentunya kita akan dapat terlindung dari virus maupun penyakit”. kuncinya. (Chepy).

Editor : Milla

Cegah Covid-19, Bintibmas Sat Binmas Polres Karimun Gelar Operasi Aman Nusa II

Karimun, GK.com – Dalam rangka menangani penyebaran Covid-19 yang saat ini menimbulkan kekhawatiran ditengah-tengah masyarakat, khususnya di Kabupaten Karimun, Polres Karimun menggelar Operasi (Ops) Aman Nusa II mulai tanggal 21 Maret hingga 30 hari kedepan.

Satuan Petugas (Satgas) Aman Nusa II melalui Bintibmas Sat Binmas Polres Karimun saat itu memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang berada di beberapa tempat, salah satunya di daerah Pasar Rakyat Bukit Tembak, Perumahan Bati Indah, dan Pasar Teluk Umaagar dapat memahami dengan benar, cara pencegahan penyebaran virus tersebut.

Baca juga :

https://gerbangkepri.com/2020/03/19/1-orang-pasien-positif-corona-di-karimun-ternyata-baru-pulang-kerja-dari-malaysia/

 

“Saat ini kami berharap kepada masyarakat untuk tetap dalam keadaan tenang dan tidak panik, karena Virus Corona ini meskipun mudah menular, namun dapat dicegah dan tetap harus diwaspadai jika munculnya gejala seperti, batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam disertai kesulitan saat bernafas, agar segera kiranya untuk berobat rumah sakit, atau ketempat-tempat pelayanan kesehatan lainnya, dan jangan lupa menggunakan masker,” ucap Kanit Bintibmas Sat Binmas Polres Karimun, Irwanhadi kepada Media ini, Sabtu (21/03) sekitar pukul 09.30 Wib.

“Mari kita jaga pola hidup sehat dengan cara rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun anti septik dan air yang mengalir, terutama setelah melakukan aktifitas sebelum makan dan minum, serta hindari memegang area muka, mulut, hidung atau mata sebelum melakukan cuci tangan,” pesan Irwanhadi.

Dikesempatan itu, masyarakat juga sempat mengeluhkan susahnya dalam mendapatkan masker, kalaupun ada, harga jual masker tersebut sangat mahal, bahkan bisa menembus diharga satuan maskernya mencapai Rp. 4.000,-.

“Saat ini kami belum bisa memberikan pembagian masker kepada masyarakat, guna mengantisipasi adanya penimbunan masker, masyarakat yang ingin membeli masker diapotik-apotik terdekat sebainya tidak boleh diwakili. Kami berharap jika ada oknum yang menjual masker di atas harga pasaran, harap segera melaporkan kepada kami, agar dapat kami tindaklanjuti,” tegas Irwanhadi

“Kedepannya, kami akan adakan penyemprotan disinfektan sebagai langkah pencegahan Covid-19 ini, serta bagi pelaku yang kedapatan menyebarkan berita hoax terkait virus ini, sesuai Undang-Undang yang berlaku agar dapat kami tindak, hal ini tentunya agar tidak menimbulkan keresahan dan ketakutan yang berlebihan ditengah masyarakat”. tutupnya. (MR/KR).

Editor : Milla

 

Covid-19 Mendunia, drg Bustamin : Jangan Resahkan Masyarakat Dengan Berita Bohong

Jeneponto, GK.com – Menanggapi  berita bohong yang beredar terkait isu adanya Pasien yang meninggal dunia akibat terjangkit Virus Corona (Covid-19) di RSUD Lanto Daeng Pasewang, Kabupaten  Jeneponto, dibantah keras oleh Direktur RSUD Lanto Daeng Pasewang, drg Bustamin, M.Kes.

Kepada Media ini, Jumat (20/3), drg. Bustamin menyampaikan bahwa, isu Covid-19 yang diderita oleh salah satu Pasien sampai meninggal dunia di RSUD Lanto Daeng Pasewang yang beredar di Media Sosial itu adalah Hoax atau berita bohong.

“Hingga saat ini, belum ada masyarakat Jeneponto yang terkena Covid-19 dan belum ada yang di karantina di RSUD Lanto Daeng Pasewang,” ungkap Bustamin.

“Saya selaku Direktur RSUD Lanto Daeng Pasewang, sengaja memberikan penjelasan ini  agar tidak terjadi kesimpang siuran berita di masyarakat umum, terutama masyarakat Kabupaten Jeneponto, dan pelaku yang diduga telah menyebarkan berita bohong tersebut saat ini telah dilaporkan ke pihak yang berwajib,” tegasnya.

Dikatakan Bustamin, menjaga diri untuk selalu hidup bersih dan sehat serta senantiasa memperhatikan kebersihan lingkungan adalah merupakan sebuah wujud dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Penting dalam keseharian kita memperhatikan beberapa hal, diantaranya,  mencuci tangan dengan benar, menggunakan masker saat berada di luar ruangan, meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengkomsumsi makanan sehat dan bergizi, menjaga pola tidur yang baik, berolah raga yang teratur  dan menghindari kontak dengan hewan yang berpotensi menularkan  Virus Corona”. kuncinya. (Chepy).

Editor : Febri

Hingga 20 Maret, Jumlah PDP di RSUD Bengkalis Bertambah 1 Orang

Bengkalis, GK.com – Berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, saat ini jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 yang sedang diisolasi  di RSUD Bengkalis berjumlah 3 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis dr. Ersan Saputra melalui  Juru Bicara tugas percepatan penanganan Virus  Corona  (Covid-19)  Alwizar mengatakan, Pasien  R (50) yang saat ini sedang diisolasi  di  RSUD Bengkalis memiliki riwayat  keberangkatan ke Negeri jiran Malaysia  pada tanggal 15  Maret lalu.

“Dari informasi yang didapat, bahwa tanggal 16 Maret 2020, Pasien R pergi ke Negeri Jiran, kemudian pasien R  mengalami demam dan sakit tenggorokan, lalu pada tanggal 18 Maret, R  kembali ke Bengkalis, setelah  dilakukan screning, R  diisolasi  di RSUD Bengkalis,” terang Alwizar, Jumat (20/3).

Sementara itu, keluarga pasien yang memiliki kontak erat, ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (ODP), perkembangan kesehatan keluarga pasien akan terus dipantau, jika ditemukan gejala, maka akan ditindak lanjuti.

Saat jumpa Pers yang dilakukan di Aula Dinas Kesehatan, Jalan Pertanian  Bengkalis, dari data yang diinput melalui tim kerja Dinas Kesehatan, saat ini jumlah pasien  PDP  yang sedang diisolasi berjumlah 3 orang, namun hasil labnya belum keluar,  pasien tersebut diantaranya  R, MA (2) dari Kecamatan Bantan dan MH (19) dari Kecamatan Siak Kecil.

“Untuk Pasien R,  masuk ke RSUD pada tanggal 18 Maret, sementara MA (2) 18 Maret, dan  MH (19) dari Siak Kecil 19 Maret,” terang Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehtan Bengkalis, Alwizar.

Selain ketiga pasien itu, masih ada 1 orang yang diisolasi, bedasarkan hasil labnya, dinyatakan negatif corona, adapun pasien tersebut adalah W (45), dimana W adalah rujukan dari Kantor  Kesehatan Pelabuhan  BSRR Selat Baru.

Untuk diketahui, W dirujuk pada tanggal 9 Maret 2020, dan hasil labnya negatif  dan diperbolehkan pulang. Sebelumnya W sempat diisolasi selama 14 hari.

Pria yang juga pernah menjadi Atlet Bola Voli ini menambahkan bahwa, perlu diinformasikan, bahwa saat ini juga masih ada 1 orang pasien PDP, yang bersangutan atas nama MH (45) rujukan dari Rumah Sakit Permata Hati, MH  masuk pada tanggal 18 Maret, saat ini masih menunggu hasil lab, dimana MH tidak pernah melaukan perjalanan ke Malaysia, hanya saja menghadiri acara pesta disalah  satu Kabupaten di Riau. (Rul).

Editor : Febri

 

Hendri : Mari Saling Menguatkan Demi Terwujudnya Tahapan Pemilu Yang Sesuai Aturan

Tanjungpinang, GK.com – Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan Tanjungpinang Timur melakukan kunjungan ke Kantor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tanjungpinang Timur, Kamis (19/3) siang.

Dalam kunjungannya, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan Tanjungpinang Timur disambut Langsung oleh Ketua PPK Tanjungpinang Timur, Endang Setrianti didampingi anggotanya, Irwansyah Putra, Rizki Mulyanto dan Kurniawan.

Pada kesempatan itu, Endang Setrianti mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan adalah untuk silaturahmi dan berkoordinasi.

“Kunjungan ini merupakan bentuk silaturahmi dan koordinasi setelah dilaksanakan Pelantikan PPS pada hari Minggu tanggal 22 Maret 2020 nantinya, tahapan yang harus dilaksanakan dalam waktu dekat adalah pembentukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP)  yang akan membantu PPS dalam pemutakhiran data pemilih,” ucap Endang.

Diharapkan dengan Koordinasi yang baik sesama penyelenggara antara Panwascam dan PPK nantinya dapat  lebih mendorong masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam mendaftarkan dirinya sebagai  Pemilih  pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau Tahun 2020, sehingga dapat menghasilkan pemilihan yang berdaulat dan menjadikan Negara kuat.

 

Baca Juga :

Peluncuran Indeks Kerawanan Pemilu 2020, Kepri Berada Pada Nomor 2 Terendah

 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panwalu Kecamatan Tanjungpinang Timur, Hendri Safutra menjelaskan bahwa, adanya kunjungan ini terkait dengan pembentukan PPDP.

“Dengan telah keluarnya SK perubahan KPU RI Nomor 169/PP.04.2-Kpt/03/KPU/III/2020 tentang pedoman teknis pembentukan PPK, PPS, PPDP dan KPPS dalam pemilihan Kepala Daerah, dimana Petugas Pemuktakhiran Daftar Pemilih (PPDP) yang akan di usulkan oleh PPS setempat nantinya diharapkan sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam SK Perubahan tersebut,” jelas Hendri.

“Kita tahu bahwa, salah satu isu strategis dalam indek kerawanan Pilkada tingkat Provinsi oleh Bawaslu RI adalah penyusunan Daftar Pemilih yang tidak akurat, jadi perlu bersama-sama mendorong semua pihak saling menguatkan dan berkoordinasi demi terwujudnya proses tahapan berjalan sesuai aturan yang ada, demi terciptanya Pemilihan Kepala Daerah Kepulauan Riau yang berkualitas dan berintegritas”. tutup Hendri. (Hms/Red).

Editor : Febri