Kamis, Mei 28, 2026
Beranda blog Halaman 889

60 Pekerja Porter Terima Sembako Dari Polres Lingga

Lingga, GK.com – Digelar di Pelabuhan Jagoh, Kecamatan Singkep Barat, Kepolisian Resor (Polres) Lingga menggelar bakti sosial (Baksos) dalam rangka membantu masyarakat mencegah penyebaran Covid-19 yang terdampak dari kebijakan social distancing dan blocking area.

Dipilihnya Pelabuhan Jagoh menjadikan para Pekerja Porter (angkat barang) sebagai sasaran dalam penerima Baksos, karena mereka terdampak langsung dari kebijakan blocking area yang dilakukan oleh Pemda Lingga.

Pekerja Porter yang menjadi penerima Baksos tersebut, juga didasari oleh aktivitas transportasi laut di Pelabuhan Jagoh yang terhenti, sementara mereka menggantungkan ekonomi keluarga dari upah angkat barang.

“Kegiatan Baksos dalam bentuk pembagian bahan pokok sembako kepada 60 orang Pekerja Porter Pelabuhan Jagoh sebagai wujud Polres Lingga peduli,” kata Kapolres Lingga, melalui Kasat Reskrim AKP Rangga Primazada.

Lanjut Rangga, aksi tersebut bertujuan meringankan beban masyarakat, terutama bagi para Pekerja Porter Pelabuhan Jagoh.

“Setelah adanya kebijakan Pemerintah Daerah menghentikan aktivitas pelayaran di Pelabuhan Jagoh dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Lingga, mereka ini terkena dampaknya. Semoga mereka dapat terbantu,” ucapnya.

Diwaktu yang sama, salah satu Pekerja Porter Pelabuhan Jagoh, Rahmat mengapresiasi tindakan Polres Lingga yang telah peduli dengan Pekerja Porter Pelabuhan Jago.

Di sela-sela kegiatan, AKP Rangga juga memberikan imbauan kepada pekerja porter Pelabuhan Jagoh untuk mendukung upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dengan membiasakan pola hidup sehat, rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun, serta menjaga jarak dalam beraktivitas dan menahan diri untuk tetap di rumah. (Man).

Editor : Febri

Fahmi : Sebagai Warga Negara Yang Baik, Saya Ikuti Proses yang Berjalan

Tanjungpinang, GK.com – Hebohnya pemberitaan beberapa hari ini terkait tudingan yang diarahkan kepada Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)  PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB), Fahmi mengenai keabsahan ijazah S1 nya yang diragukan oleh oknum LSM, membuat Dirut BUMD PT TMB, Fahmi angkat bicara. 

Kepada Media ini, Selasa (7/4) sekitar pukul 18.30 Wib, Fahmi mengatakan, sebagai warga Negara Indonesia yang taat akan hukum, tentunya Ia siap mengikuti setiap proses aturan yang berlaku.

“Yang jelas, sebelum mengikuti tes sebagai Direktur Utama BUMD, semua berkas sudah saya lampirkan dengan lengkap dan sah, baik itu KTP, maupun ijazah,” tegas Fahmi.

Baca juga

https://gerbangkepri.com/2020/04/07/rajikun-lsm-hendaknya-jangan-meresahkan-masyarakat/

“Sejauh ini saya akan ikuti proses yang semestinnya  berlaku. Namun jika hal ini tidak terbukti, maka saya akan menuntut balik oknum LSM tersebut, karena ini merupakan perbuatan yang tidak menyenangkan, dan dapat menimbulkan pencemaran nama baik saya,” katanya.

“Selama saya menjabat sebagai Dirut BUMD ini, saya ingin menciptakan perusahaan yang sehat dan perusahaan yang tangguh. Saya ingin perusahaan ini nyaman, serta sistem yang sudah diterapkan juga dapat berjalan sesuai aturan yang berlaku,” ucapnya.

“Saat ini, data-data sudah saya siapkan, intinya kita tunggu saja perkembangan selanjutnya,” ungkap Fahmi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra saat dikonfirmasi oleh Media ini melalui via Handphon sekitar pukul 20.15 Wib terkait permasalahan tersebut, dirinya menjelaskan bahwa permasalahan ini sifatnya baru berupa pengaduan.

“Ini baru kita terima pengaduannya, nanti kita lakukan penyelidikannya”. pungkas Rio Reza Parindra.  (Mis).

Editor : Milla

4,32 Ton Gabah Dihasilkan Oleh Petani Panggak Darat

Lingga, GK.com – Semangat dalam memajukan sektor pertanian di Negeri Bunda Tanah Melayu, Petani Desa Panggak Darat, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau menunjukkan keseriusannya dengan bertambahnya jumlah Petani yang ikut menanam padi di lahan sawah Desa Panggak Darat.

Atas keseriusan tersebut, hasil panen dari lahan-lahan yang dikelolapun sangat memuaskan, seperti yang dialami salah satu Petani Panggak Darat, Zahari yang dalam 1 hektar lahannya menghasilkan gabah sebanyak 4,32 ton.

“Hasil itu merupakan produktivitas tertinggi saat ini di Lingga, Zahari menanam padi varitas Inpago Unsoed dan Sertani 13.a di lahan seluas 1,2 ha miliknya,” ujar Kepala Desa Panggak Darat, Zulmafriza Selasa (7/4).

Namun, lanjut pria yang akrab disapa Reja ini mengungkapkan, hasil yang didapat Zahari tersebut bukanlah final dari panen padi di Panggak Darat, pasalnya saat ini baru beberapa Petani saja yang panen.

“Masih ada puluhan Petani lagi yang belum panen, termasuk di lahan saya dan lahan Pak Wakil Bupati, dan besar kemungkinan hasilnya akan lebih, saya yakin masih ada Petani lainnya juga yang akan segera panen dengan hasil yang cukup baik,” sebut Reja.

Ia menjelaskan, rencananya lahan sawah milik Wakil Bupati Lingga, Muhammad Nizar dengan luas lebih kurang 2 ha itu akan panen pada Kamis (9/4) mendatang dengan menggunakan combine harvester.

“Pada hari yang sama juga, akan ada Petani yang panen seperti lahan milik Pak Tarigan, Pak Zalidar dan Safarin, itu padinya bagus sekali, hasilnya juga cukup baik”. pungkas Reja. (Man).

Editor : Febri

Tim Relawan Lawan Covid-19 Desa Kelumu Semprotkan Disinfektan di Berbagai Tempat

Lingga, GK.com – Putuskan rantai penyebaran Covid-19 dan antisipasi perkembangbiakan Virus Corona yang kian hari kian bertambah jumlah dari korban yang terinfeksi, Tim Relawan Lawan Covid-19 Desa Kelumu lakukan penyemprotan disinfektan.

Penyemprotan itu dipimpin langsung oleh Kepala Desa Kelumu, Mahadan dengan sasaran rumah warga, fasilitas umum, tempat ibadah, dan warung-warung yang notabene merupakan tempat lalu lalang orang banyak.

“Kita adakan giat penyemprotan disinfektan di wilayah Desa Kelumu mulai dari fasilitas umum hingga rumah-rumah warga, dalam upaya pencegahan penularan Covid-19, kegiatan ini kita lakukan dengan semua unsur yang tergabung dalam Tim Relawan Lawan Covid-19,” kata Kepala Desa Kelumu, Mahadan, Selasa (7/4).

Ia mengungkapkan, penyemprotan disinfektan itu merupakan bentuk sinergitas Pemdes, BPD, Bidan Desa, Babinsa, Babinkamtibmas, LPM, Karang Taruna dan masyarakat desa yang tergabung dalam Tim Relawan Lawan Covid-19.

“Kegiatan ini menggunakan dana swadaya, sampai menunggu Perbub keluar, jadi untuk sementara kegiatan ini tidak rutin, jika Perbub sudah keluar kita tetapkan regulasi dan juga anggarannya”. ungkap Mahadan.

Adapun penyemprotan disinfektan tersebut dilakukan di wilayah Desa Kelumu, Komunitas Adat Terpencil, Dusun 3 Penarik, dan Sertih. (Man).

Editor : Febri

RS Khusus Covid-19 Galang Batam Resmi Beroperasi, Ketua DPRD : Semoga Tidak Ada Pasien Yang Menempatinya

Batam, GK.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri, Jumaga Nadeak hadiri peresmian Rumah Sakit khusus Corona di Pulau Galang, Senin (6/4).

Pada acara peresmian yang digelar oleh jajaran TNI yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu I/BB, Satgas Penanganan Covid-19 Galang itu, juga turut disaksikan oleh Plt Gubernur Kepri, Kapolda Kepri, Kajati Kepri, Danlantamal IV Tanjungpinang, Wali Kota Batam, Danlanud RHF, Kepala Balai PUPR Kepri, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, dan Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, serta tamu undangan lainnya.

Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak bersama Plt Gubernur Kepri, H.Isdianto dan jajarannya

Dalam siaran tertulis, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau, Tjetjep Yudiana mengatakan, ada tiga klaster yang ada di Rumah Sakit tersebut, yakni Klaster Orang Tanpa Gejala (OTG), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan ICU untuk pasien positif Covid-19.

“Klaster OTG ada 260 kamar, Klaster PDP sebanyak 100 kamar, dan 20 kamar ICU untuk pasien positif Covid-19,” kata Tjetjep.

Lanjutnya, sekitar 50 Tenaga Medis dan Paramedis yang menjadi sukarelawan saat ini siap diterjunkan, dan Kementerian Kesehatan akan mengirimkan sekitar 100 Tenaga Medis dan Paramedis untuk memperkuat SDM di Rumah Sakit Galang.
“Berdasarkan kewenangan yang di limpahkan Pemerihtah Pusat, Dinas Kesehatan Kepri untuk Rumah Sakit Galang menyiapkan 200 Tenaga Medis dan Non Medis ” ucap Tjetjep.

Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak dalam perbincangan terkait RS khusus Corona 

Sementara untuk tenaga Non Medis yang dibutuhkan di rumah sakit sudah mulai direkrut sejak beberapa pekan lalu, hal itu menjadi tanggungan Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemerintah Kota Batam.

Sementara itu, Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak dikesempatan berbeda mengatakan bahwa, pihaknya mendukung penuh kebijakan Pemerintah Pusat dalam menyiapkan infrastruktur, Tenaga Medis, dan Paramedis di Rumah Sakit khusus Infeksi Covid-19 di Pulau Galang. Untuk penanganan pandemik ini, DPRD Kepri juga telah merekomendasikan dana tanggap darurat sebesar Rp 40 miliar.

“DPRD Kepri juga akan melakukan pengawasan ke fasilitas-fasilitas kesehatan di seluruh Provinsi, guna kelancaran penanganan warga terkait dengan pandemi Covid-19, sehingga nantinya jika ada hambatan dapat langsung dicarikan solusinya segera,” ujar Jumaga Nadeak.

Ketua DPRD Kepri juga berharap, Ruang Perawatan di Rumah Sakit ini tidak ada yang menempati, yang artinya tidak adanya Pasien Covid-19 di Kepri, dan semoga masyarakat senantiasa sehat serta terhindar dari penyakit yang telah menginfeksi hingga jutaan orang di dunia ini.

“Kami berharap bencana ini segera berakhir, sehingga tidak ada pasien di RS Galang”. pungkas Jumaga. (Red/Hms).

Editor : Febri

Meski WFH, Pelayanan Pembuatan Kartu Pencari Kerja Diminta Tetap Maksimal

Tanjungpinang, GK.com – Menindaklanjuti laporan dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi dan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, terkait pelayanan pembuatan Kartu Pencari Kerja (AK1), Direktur Jendral Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI mengeluarkan Surat Edaran Nomor B. 3/9150/Pk.00.01/IV/2020 tentang Pelayanan Kartu AK1 di Kantor Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota di Seluruh Indonesia.

Dalam surat edaran tersebut, Plt. Direktur Benapenta, Aris Wahyudi menyebutkan bahwa bagi Provinsi dan Kabupaten/Kota yang sudah memberlakukan Work From Home (WFH) secara menyeluruh dan sudah menggunakan pelayanan cetak AK1 melalui media digital (online), maka diminta memaksimalkan penggunaan aplikasi ayokitakerja/disnaker.

Sementara itu, bagi Provinsi dan Kabupaten/Kota yang sudah memberlakukan Work From Home (WFH) tetapi belum maksimal memanfaatkan pelayanan disetiap kartu AK1, maka diminta tetap membantu pelayanan pada para pencari kerja dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Diminta juga bagi Provinsi dan Kabupaten/Kota yang masih melakukan pelayanan cetak AK1 secara langsung (manual) pada masyarakat pencari kerja, maka diminta tetap memperhatikan aspek kesehatan dengan tetap melakukan pysical distancing atau social distancing agar dapat memutus rantai penyebaran Covid-19.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Koperasi dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang, Hamalis meminta kepada seluruh Pengusaha di Kota Tanjungpinang, terutama yang menutup usahanya atau mengurangi operasional usahanya untuk menyampaikan laporannya ke Dinas Tenaga Kerja agar bisa mendata pekerja yang di PHK dan dirumahkan.

“Ini untuk menghimpun data calon penerima Kartu Pra Kerja dari Pemerintah Pusat sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya, Senin (6/4).

Pada kesempatan itu, Hamalis juga mengimbau kepada seluruh perusahaan agar tetap membayar gaji dan pesangon terhadap pekerja yang di PHK dan dirumahkan sesuai edaran Menteri Tenaga Kerja.

“Jika tidak mampu, lakukanlah negosiasi sebaik mungkin dengan Pekerja sesuai kesepakatan bersama, sehingga tidak terjadi gejolak apapun”. pungkasnya. (Hms/Red).

Editor : Febri