Jumat, Juni 19, 2026
Beranda blog Halaman 423

Melirik Aktivitas Illegal di Batam Serta Pengawasan Armadanya

Batam, GK.com – Meraknya aktivitas penyeludupan yang kerap dilakukan oleh para Pengusaha Nakal di Kota Batam dengan menggunakan Kapal cepat (Speatbot) melalui Pelabuhan Tikus (Pelabuhan Illegal) harusnya menjadi perhatian khusus bagi Aparat Penegak Hukum, maupun Instansi terkait.

Pasalnya, Kota Batam yang juga dikenal sebagai Kota Bandar Madani ini banyak diincar oleh para Pengusaha Nakal untuk memuluskan Bisnis Illegalnya, seperti Bisnis Rokok Tanpa Cukai, Kayu, Minuman Alkohol (Mikol), barang Elektronik, Pekerja Migran, dan banyak lagi usaha-usaha Illegal lainnya yang bertengger di Kota ini. Bahkan baru-baru ini yang sempat membuat publik kaget, dan Batam menjadi tranding topik adalah penangkapan benih Lobster sebanyak 466 ribu dengan nilai Rp 46,7 miliar oleh TNI Angkatan Laut (AL) saat akan diselundupkan ke Singapura dan di kirim ke Vietnam. Terlihat di sini bahwa Batam merupakan Kota bagi surganya para Pengusaha Ilegal.

Melirik segala aktivitas-aktivitas Ilegal yang kerab terjadi di Kota Batam, publik pun kembali bertanya, Ada apa dan mengapa dengan Batam ?

Batam yang dulunya terkenal dengan Kota Industri, mengapa justru saat ini lebih dikenal oleh publik dengan Kota Penampung Bisnis Illegal. Tidak tahu apakah Bisnis Illegal di Kota ini dengan sengaja di Pelihara oleh pihak-pihak terkait, atau mungkin bahkan Aparat Penegak Hukum bersama Instansi terkait sendiri memang tidak mengetahui keberadaan para Pengusaha-Pengusaha Nakal ini ?

Di sisi lain, lemahnya pengawasan dari Instansi dan Aparat terkait juga bisa menjadi salah stu penyebab berjamurnya para Pengusaha Illegal tumbuh subur di Kota ini.

Menelusuri lebih lanjut guna mendapatkan pemberitaan yang berimbang, serta informasi yang mendalam, Senin (30/05/2022) sekitar pukul 14.00 Wib, tim Media ini mencoba mendatangi Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Batam, sebagai salah satu Instansi yang bertugas melaksanakan pengawasan dan penegakan hukum di bidang keselamatan dan keamanan pelayaran, koordinasi kegiatan pemerintahan di pelabuhan serta pengaturan, pengendalian, dan pengawasan kegiatan kepelabuhanan pada pelabuhan yang diusahakan secara komersial.

Saat itu, kedatangan tim Media ini pun disambut dengan Kepala subbagian Hukum dan Hubungan Masyarakat (Humas) Aina Solmidas didampingi oleh Staf Keselamatan Berlayar Raja Zulfikar.

Banyak pertanyaan yang dilemparkan oleh tim Media ini kepada KSOP Kelas I Batam, terutama dalam hal Pengawasan Pelabuhan dan Kapal.

Adapun pertanyaan yang dilemparkan oleh tim ini adalah :

  1. Bagaimana izin yang di keluarkan terhadap Kapal cepat (Speatbot) yang memiliki Spek 4 s/d 7 mesin yang banyak beroperasi di Kota Batam ?

“Secara prosedur, Kapal datang dia melapor, namun kalau Kapal itu tidak melapor, pihak KSOP kan tidak mengetahui ada Kapal nya di mana,” jawab Raja.

Ditambahkan Kepala Sub Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat (Humas) Aina Solmidas, pelaporan juga dilakukan secara Online.

  1. Bagaimana bentuk pengawasan pada Surat Izin Berlayar (SIB) dan bagaimana di lakukan Standar Operasional Prosedur dalam dikeluarkannya SIB ?

“Ketika Kapal itu datang dan melapor, namanya LK3 (Laporan Kedatangan dan Keberangkatan Kapal), kemudia dia melapor lagi laporan SPB (Surat Persetujuan Berlayar). tetapi untuk mengajukan SPB, tentunya harus ada permohonan. Dan tidak perlu datang ke Kantor,” terang Raja.

“Biasanya Pemilik Kapal menunjuk agen yang ada di Batam, kemudian agennya akan melakukan registrasi berdasarkan sistem Online yang sudah ada di KSOP Batam, namanya sistem Inapornet. Lalu melapor ke pos terdekat. Disitulah Pengawasan itu dilakukan mulai dari Kapal masuk, sampai Kapal berangkat,” papar Aina Solmidas kembali.

“Inapornet itu terdiri dari beberapa Instansi, jadi bukan kita saja. Ada KSOP, Badan Usaha Pelabuhan (BUP), Bea dan Cukai (BC), BP Batam, Karantina, lalu untuk keberangkatan Keluar Negeri ada Imigrai. Semua terkonek jadi satu,” ungkap Aina Solmidas.

  1. Bagaimana sistem Pengawasan yang dilakukan di Pelabuhan Illegal atau yang sering dikenal dengan nama Pelabuhan Tikus ?

“Yang pertama kita harus tahu dahulu, Pelabuhan mana yang mereka masukki. Kita melayani Pelabuhan yang sudah memiliki izin seperti : Pelabuhan Punggur, Pelabuhan Sekupang, Pelabuhan Marina, Pelabuhan BP Batam, dan Pelabuhan Harbourbay,” ujar Raja.

Saat tim Media ini menanyakan lebih lanjut apakah KSOP sendiri pernah turun langsung ke Pelabuhan-Pelabuhan Tikus yang ada di Kota Batam ?

Kepala Sub Bagian Hukum dan Hubungan Masyarakat (Humas) Aina Solmidas menjawab, jika berkaitan hal itu terdapat di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Laut serta Tata Kelola Pelabuhan.

“Jadi tugas KSOP hanya menerima laporan apabila ada Kapal masuk, Agen melapor berdasarkan sistem KSOP, ada permohonan, dan kita layani sesuai dengan SOP yang ada. Tetapi kalau ada Kapal yang datang lalu terus dia tidak melapor, kan kita tidak tahu Kapal datang atau tidak. Jadi bagaimana kita mau melayani,” tegas Raja.

  1. Berapa total agen yang ada di Batam yang bekerjasama dengan KSOP ?

“Ada banyak, dan itu ada di Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Laut serta Tata Kelola Pelabuhan juga,” ujar Aina Solmidas.

  1. Apa yang dilakukan KSOP Batam jika ada informasi yang disampaikan oleh mayarakat terkait adanya kegiatan Kapal yang dilakukan tidak sesuai prosedur (illegal) ?

“Sebanyak itu Kapal yang ada, tidak mungkin satu per satu kita periksa. Cuman kadang-kadang kalau ada ketangkap dengan Instansi lain dan mereka tidak ada dukumen, resiko tanggung sendiri. Biasanya mereka tanpa SPB, dan kita lepas tangan,” kata Aina Solmidas.

“Kapal kita juga ada patroli, tidak mungkin dalam keadaan Kapal tersebut lagi nyandar kita sergap, kecuali mereka lagi berlayar, pas kedapatan dengan Kapal Patroli kita, baru kita lakukan pemeriksaan di tempat. Kita juga tidak bisa memastikan kalau Pelabuhan tersebut adalah Pelabuhan Tikus atau tidak”. tutur Aina Solmidas.

Diakui Aina Solmidas saat itu, pihaknya masih kekurangan Armada Kapal dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mempuni.

“Kami memang kekurangan mulai dari Armada dan SDM, jadi kami tidak selalu memantau aktivitas di laut”. tutup Aina Solmidas. (Tim).

Editor : Milla

RT/RW Hingga Kader Posyandu di Bintan Terima Insentif

Bintan, GK.com – Seluruh perangkat RT/RW dan Kader Posyandu di Kabupaten Bintan menerima bantuan insentif dari Pemerintah Provinsi Kepulauan (Pemprov Kepri) yang diberikan langsung oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad.

Bertempat di Aula Kantor Bupati Bintan, penyerahan dilakukan secara simbolis untuk masing-masing RT/RW penerima insentif tambahan sebesar Rp 1.200.000,- dan Kader Posyandu menerima bantuan operasional sebesar Rp. 5.000.000,-.

Saat menyampaikan kata sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bintan Roby Kurniawan menyampaikan ucapan terima kasih dan mengapresiasi Pemprov Kepri yang telah peduli terhadap RT/RW serta Kader Posyandu.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, kami sampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya bagi Pemprov Kepri. Bahkan kuncuran dana bagi Kabupaten Bintan mengalami kenaikan yang luar biasa fantastis,” ujar Roby Kurniawan, Senin (30/05/2022).

Roby Kurniawan juga berharap agar bantuan yang telah disalurkan bisa bermanfaat bagi yang menerima, khususnya yang selama ini menjadi garda terdepan dalam melayani masyarakat.

Dirinya ingin agar RT/RW selalu siap berkontribusi bagi kemajuan Bintan ke depannya.

“Bapak/Ibu semua yang paling depan berhadapan langsung dengan masyarakat, bahkan setiap hari. Utamakan pelayanan dan kemudahan, dan jangan pernah sungkan untuk menyampaikan apapun kepada kami, selagi itu semua masih menyangkut kebutuhan masyarakat. Kita semua harus siap berkontribusi bagi kemajuan Bintan ke depannya,” pinta Roby Kurniawan.

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan tujuan dari bantuan ini tidak lain ialah sebagai wujud apresiasi bagi RT/RW maupun Kader Posyandu yang telah memberi pengabdian di tengah masyarakat.

“Ini yang bisa kami berikan,  sama-sama kita berdoa agar berbagai program lainnya bisa terus lahir ke depannya”. pungkas Ansar Ahmad. (Ist).

Editor : Milla

PAD Lingga Tahun 2022 Diprediksi Terjun Bebas

Lingga, GK.com –  Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga Ahmad Nashiruddin memprediksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan terjun bebas dari tahun sebelumnya.

Untuk diketahu setoran pendapatan yang disetor langsung ke rekening kas daerah berasal dari sektor Pertambangan pada tahun 2022.

“Menghimpun informasi Badan Pendapatan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lingga, pendapatan pasir mineral bukan logam di tahun lalu menyumbang Rp. 19 Milyar lebih, namun saat ini hingga di pertengahan tahun 2022 hanya menyumbang Rp. 2,5 Milyar. Tentu hal ini merupakan kemunduran pendapatan daerah,” tegas Ahmad Nashiruddin, Senin (30/05/2022).

Menurut Ahmad Nashiruddin, tidak dapat di pungkiri untuk PAD Kabupaten Lingga dari sektor Pertambangan mineral bukan logam merupakan pendapatan yang tertinggi di tahun 2021, dan hal ini masih di tambah lagi hasil dari Pertambangan logam (Bauksit dan Timah), sehingga dengan tidak berjalanya sektor Pertambangan akan berdampak terhadap PAD Lingga.

“Pemerintah Daerah (Pemda) harus segera mencari solusi untuk meningkatkan PAD di tahun ini, dikarenakan adanya regulasi serta terbitnya aturan dari Kementrian ESDM sehingga banyak pertambangan non logam yang menghentikan aktifitas dan beberapa perusahaan logam yang izinnya di cabut oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM),” ungkap Ahmad Nashiruddin.

“Kita berharap Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Instansi terkait segera mencari formula-formula baru, guna mendongkrak PAD di tahun 2022 yang mana di khawatir akan terjun bebas”. harapnya. (Ist).

Editor : Milla

Berkunjung ke Desa Numbing, Ini Kegiatan yang Dilakukan Roby

Bintan, GK.com – Guna menyerap Aspirasi masyarakat secara langsung, sekaligus silaturahmi bersama masyarakat Numbing, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bintan Roby Kurniawan melakukan lawatan ke Desa Numbing, Senin (30/05/2022).

Tidak hanya itu Roby Kurniawan beserta rombongan juga berkesempatan menabur bibit Kerapu Cantang di dua sektor keramba sebanyak 4.000 ekor, penyerahan bantuan pakan ikan sebanyak 40 pack atau setara 1 Ton, serta penyerahan bantuan bagi korban kebakaran beberapa waktu dan memberikan bantuan sembako untuk para lansia.

“Alhamdulillah, kita telah mulai kembali pembesaran bibit Kerapu. Semoga lancar, dan tidak ada kendala, sesuai dengan target yang kita harapkan, ” ujar Roby Kurniawan.

Setelah menyerahkan bantuan dan menaburkan benih ikan, Roby Kurniawan melanjutkan silaturahmi bersama masyarakat Desa Numbing di Gin Kecil, yang kemudian dihangatkan dengan interaktif bersama masyarakat.

“Terima kasih Bapak/Ibu semuanya. Banyak catatan yang akan Saya bawa sepulang dari Desa ini. Doa kita bersama, semoga segala sesuatu yang kita harapkan dan kita butuhkan bisa secepatnya terwujud”. pungkasnya. (Ist).

Editor : Milla

Penyerahan Sembako Hingga Tausiyah Meriahkan HLUN Pemkab Bintan

Bintan, GK.com – Bertempat di Rumah Bahagia Bintan, Kelurahan Kawal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan melalui Dinas Sosial (Dinsos) memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke- 26 Tahun 2022 dengan mengusung Tema “Lansia Sehat, Indonesia Kuat, Bersama Wujudkan Lansia Bintan Bahagia dan Sejahtera”.

Berbagai rangkaian kegiatan HLUN yang dilaksanakan membuat Lansia gembira dan tertawa bersama dengan aneka pertunjukan hiburan dari sejumlah perwakilan lembaga Lansia, serta diikuti dengan penyerahan sembako, pemeriksaan kesehatan dab mendengarkan Tausiyah dari Ustadz Dedi Sanjaya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Bintan Samsul menjelaskan bahwa, jumlah Lansia yang hadir dikegiatan ini ada 250 Lansia dari seluruh perwakilan 4 lembaga Lansia.

“Telah terjadi peningkatan jumlah Lansia, dimana pada tahun 2022 jumlah Lansia di Bintan berjumlah sekitar 5.556, sedangkan di Tahun sebelumnya berkisar 4.174 Lansia. Tentunya tugas dari Dinsos ke depannya adalah membuat program yang salah satunya mampu mengakomodir kesejahteraan bagi Lansia,” ungkap Samsul, Minggu (29/05/2022).

Sementara itu, Plt Bupati Bintan Roby Kurniawan dalam sambutannya menyampaikan rasa syukurnya, serta mengucapkan terima kasih kepada Dinsos yang telah membantu dan menyukseskan kegiatan HLUN yang ke- 26 tahun ini sehingga dapat berjalan dengan lancar.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung perayaan HLUN Tahun ini, semoga program-program yang diperuntukkan bagi kesejahteraan Lansia, khususnya pelaksanaan program BLT Lansia dapat berjalan dengan baik untuk kesempurnaan program ke depannya”. tutur Roby Kurniawan. (Ist).

Editor : Ron

Kades Mantang Besar di Laporkan ke Polres Bintan Atas Dugaan Penyelewengan Pekerjaan DD

Kantor Polres Bintan. (ist)
Kantor Polres Bintan. (ist)

Bintan, GK.com – Dugaan Penyelewengan Dana Desa (APBDes) Mantang Besar Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan Resmi dilaporkan ke Polres Bintan, Jumat (27/05/2022) sekitar pukul 14.59 Wib.

Baca juga :

Tim Media ini melaporkan dugaan terkait adanya KKN, salah satunya Renovasi Gedung TPQ seluas 132 m² di Desa tersebut, untuk selanjutnya dapat diproses jika memang benar pengerjaan tersebut telah menyalahi aturan dan telah merugikan Negara. (Red).

Editor : Ron