Senin, Juni 15, 2026
Beranda blog Halaman 379

Masyarakat Bintan Dilarang Melintas di Rute Ini, Cek Selengkapnya

Foto google
Foto google

Bintan, GK.comMenjelang perhelatan Event Internasional yakni Tour de Bintan yang akan digelar pada tanggal 15 s/d 16 Oktober 2022 mendatang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) akan menghentikan akses kendaraan yang nantinya akan dilalui para pembalap berdasarkan surat Dishub Nomor 4/338/X/2022.


Adapun pembagian jalur yang harus dihentikan aktivitasnya sementara waktu akan dibagi dalam dua hari. Pertama, tanggal 15 Oktober yang dimulai pada pukul 07.30 Wib – 16.00 Wib dengan rute Terminal Sri Tribuana – Ekang – Sri Bintan – Lome Jalan Raya Pulau Pucung – Trikora IV – Berakit – Pengudang – Sei Empat – Malang Rapat – Teluk Bakau – Kawal – Gesek – Toapaya – Cikolek – Kangboi Lome – Sri Bintan – Senggiling – Ekang kemudian finish kembali di Terminal Sri Tribuana.


Sedangkan di hari kedua, pada pelaksanaan Tour de Bintan yakni di tanggal 16 Oktober akan dimulai sekitar pukul 06.30 – 12.30 Wib yang terbagi dalam dua rute. Pertama, start akan berlangsung di Lagoi menuju – Sungai Kecil – Sakera – Tanjung Uban Lintas Barat – Bentan Bekapur – Sei Kuning – Sri Bintan – Senggiling – Ekang dan kembali finish di Lagoi. Kedua, start juga berada di Lagoi mengarah ke – Terminal Sri Tribuana Ekang – Kota Baru dan terakhir finish di Lagoi.


Sementara itu, menghindari kerusakan dan kotornya jalan yang telah dibersihkan. Dishub Kabupaten Bintan juga mengeluarkan himbauan agar semua angkutan barang berupa batu, pasir dan tanah urug harus ditutup menggunakan terpal.  Hal ini tentunya menghindari tumpahan pada rute yang dimaksud. Sedangkan untuk angkutan barang lainnya dihimbau agar menyesuaikan dengan dimensi yang tertera pada buku uji kendaraan. (Hms/Red).

Editor : Sai

Lakukan Kunker, Bappenas Berikan Enam Strategi Untuk Kepri

Gubernur Kepri bersama Kepala Bappenas. (Foto Diskominfo Kepri)
Gubernur Kepri bersama Kepala Bappenas. (Foto Diskominfo Kepri)

Kepri, GK.comUsai melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) di Kepulauan Riau (Kepri), Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa langsung membahas hasil kunjungannya bersama Gubernur Kepri.

Dengan mengusung tema “Strategi Transformasi Ekonomi Kepri”, Kamis (06/10/2022), Kunker tersebut memiliki tiga tujuan, yaitu memastikan kebijakan pembangunan berjalan sesuai perencanaan pembangunan, mengevaluasi lebih cepat berdasarkan data-data sekunder yang tersedia, dan menganalisis kesimpulan sementara dari temuan lapangan.

Dari hasil Kunker saat itu, disampaikan juga langkah strategi untuk Kepri agar ke depannya lebih baik lagi. Pertama : Kepri Talenta yaitu, menyediakan talenta wisata hingga industri dan ekonomi kreatif.

Kedua : Kepri Biru yaitu, mengoptimalkan laut sebagai sumber ekonomi baru untuk masa depan.

Ketiga : Kepri Kreatif dan Produktif, mengembangkan industri kreatif berskala Internasional diiringi dengan industri manufaktur berteknologi tinggi.

Kepri Digital, mengembangkan hubungan digital Nasional dan International, serta mendorong transformasi digital sebagai bagian tak terpisahkan dari pengembangan ekonomi Kepri. Lalu Kelima, Kepri merata dan terintegrasi. Dan Keenam, Kepri kondusif.

“Dengan adanya enam strategi ini, semoga pertumbuhan Kepri semangkin melaju lebih pesat. Dan dengan skenario transformasi ekonomi ini juga diharapkan bisa mencapai pendapatan per kapita sebesar USD 41.946 per kapitanya di tahun 2045 mendatang, setara perekonomian Italia saat ini,” harap Menteri PPN/Bappenas Suharso.

Dijelaskan Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar bahwa, wilayah Kepri terdiri dari 97,65% laut dan 2,35% daratan. Yang mana Kepri memiliki potensi ekonomi biru yang sangat besar. Kami sudah merancang Blue Economy Index yang nantinya akan membuat Kepri sebagai Provinsi tertinggi dibandingkan Provinsi lainnya di Indonesia.

“Banyak potensi laut yang harus dimanfaatkan, tidak hanya untuk perikanan dan hasil laut saja, akan tetapi juga harus diciptakan dengan nilai tambah inklusif yang berkelanjutan. Dikarenakan potensi laut bisa mencakup pengolahan ikan, industri galangan kapal, konektivitas logistik laut, dan juga aktivitas ekonomi lainnya yang bisa diciptakan dengan kekuatan laut Kepri,” tutur Amalia.

“Berbeda dengan Menteri PPN/Bappenas dan Deputi Bidang Ekonomi, Sekretaris utama Kementerian Taufik Hanafi   mengusulkan transformasi ekonomi Kepri dengan tema “Blue and Intelligent Historic Island of Indonesia”, yang bertujuan untuk menjadikan Kepri bagian dari transformasi ekonomi Indonesia, menuju Indonesia Emas 2045.

“Selama Kunker di Kepri, setidaknya ada 10 lokasi yang kami lihat di berbagai Daerah, di antaranya Kabupaten Natuna, Kabupaten Lingga, Kota Batam, hingga Pulau Penyengat yang dimulai dari Bandara Hang Internasional Bintan Baru, Pelabuhan Kuala Riau, dan Pangkalan Bakamla. Dari rapid assessment yang di dapatkan preliminary finding dan preliminary recommendation untuk strategi besar transformasi ekonomi berada disini,” ungkap Taufik Hanafi.

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad sangat menyambut baik atas rancangan 6 strategi transformasi ekonomi untuk Kepri dari Bappenas. Apalagi keenam strategi tersebut sangat matching dengan kultur dan geografis Kepri.

“Kita berharap yang sudah dirancang oleh Bappenas untuk Kepri dapat membuahkan hasil yang positif nantinya. Semua strategi tersebut sangat matching dengan kondisi kita sebagai Daerah Kepulauan yang dekat dengan Negara-negara tetangga”. pungkas Ansar Ahmad. (Red).

Editor : Milla

Melenial Karimun Mendapatkan Pelatihan Wirausaha, Ini Tujuannya

Sekda Karimun M. Firmansyah saat mengkalungkan tanda peserta didampingi Kadispora Usman. (Poto gerbangkepri.com)
Sekda Karimun M. Firmansyah saat mengkalungkan tanda peserta didampingi Kadispora Usman. (Poto gerbangkepri.com)

Karimun, GK.com Dengan mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Daya Saing Wirausaha”, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) kembali mengelar pelatihan wirausaha bagi kaum Melenial (Pemuda) di Kabupaten Karimun.


Sebanyak 135 peserta yang terdiri dari Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Pelajar ikut serta dalam kegiatan tersebut, yang mana pelatihan akan berlangsung selama dua hari di Hotel 21 Karimun.

Dalam sambutannya, Kadispora Kabupaten Karimun Usman menegaskan bahwa tujuan yang sebenarnya dalam kegiatan ini ialah agar pemuda di Kabupaten Karimun dapat membuka lapangan pekerjaan.


“Setelah mereka tamat sekolah nantinya, diharapkan mereka tidak mencari pekerjaan, melainkan dapat membuka lapangan pekerjaan dengan memanfaatkan ilmu yang didapatkan, serta memanfaatkan kecanggihan teknologi,” ujar Usman, Kamis (06/10/2022) sekitar pukul 08.30 Wib.

Hal serupa juga turut disampaikan oleh Seketaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karimun Muhammad Firmansyah, dirinya berharap kegiatan ini dapat membentuk jiwa pengusaha di dalam diri pemuda.

“Semoga dalam dua hari ini, pemuda kita mendapatkan berbagai informasi yang bermanfaat untuk ke depannya. Setidaknya, mereka telah memiliki pengalaman bagaimana menyikapi sikap dan perilaku pemuda dalam menghadapi tantangan agar pemuda menjadi barometer untuk dapat berkreasi, mandiri, dan dapat mengurangi angka pengangguran,” harap Muhammad Firmansyah, saat di temui awak Media usai membuka kegiatan.

Sementara itu, Ega salah satu peserta memberikan apresiasinya kepada Pemkab Karimun, khususnya Dispora yang sudah menggelar pelatihan wirausaha.

“Alhamdulillah bisa ikut serta, bakal banyak ilmu yang akan didapatkan di sini. Semoga bisa bermanfaat”. tutur Ega. (IWD).

Editor : Sai

Terkait Kendaraan Mobil Dinas Desa Panggak Darat, Masih Menunggu Jawaban Pejabat Berkopeten

Mobil Pick Up Desa Panggak Darat saat mengangkut BBM Bersubsidi. (Foto gerbangkepri.com)
Mobil Pick Up Desa Panggak Darat saat mengangkut BBM Bersubsidi. (Foto gerbangkepri.com)

Lingga, GK.com – Masyarakat Kabupaten Lingga yang diresahkan dengan adanya peristiwa yang mencoreng nama baik Pemerintah Desa (Pemdes) Panggak Darat pada Senin (26/10/2022) lalu, dengan ulah  oknum yang dengan sengaja memanfaatkan fasilitas kendaraan dinas untuk keuntungan pribadi menunggu ending dari akhir kelanjutannya.

Baca juga : 👇👇👇

Adapun permasalahannya ialah, kendaraan dinas yang seharusnya di gunakan sebagai alat transportasi dinas, kini berubah fungsi untuk mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Minyak Tanah yang bakal dijual kembali di luar Desa tersebut untuk kepentingan pribadi.

Baca juga : 👇👇👇

Sedangkan kuota BBM yang didapatkan Kabupaten Lingga masih mengalami kekurangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca juga : 👇👇👇

Menanggapi hal tersebut, Media ini terus berupaya melakukan konfirmasi kepada beberapa pihak yang dianggap berkompeten dalam hal ini, serta yang membidangi.

Seperti, mengkonfirmasi kepada Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Pemkab Lingga, Julius melalui pesan WhatsApp pada Rabu (05/10/2022) sekitar pukul 14.56 Wib.

Baca juga : 👇👇👇

Namun sangat disayangkan, hingga berita ini ditayangkan, Bagian Perekonomian yang mempunyai tugas mulai dari menyiapkan perumusan kebijakan, mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dan fungsi, pemantauan serta evaluasi program kegiatan, hingga melakukan  memonitoring perkembangan di bidang sarana dan prasarana perekonomian belum merespon pertanyaan yang dikirimkan oleh Redaksi ini, meskipun Whatsapp yang bersangkutan terpantau aktif dan terlihat membaca pesan Whatsapp yang telah di kirim. (QQ).

Editor : Ron

Pemkab Bintan Gendeng Distributor Akan Gelar Pangan Murah

Daftar harga pangan murah. (Foto DKPP Kabupaten Bintan)
Daftar harga pangan murah. (Foto DKPP Kabupaten Bintan)

Bintan, GK.com Meminimalisir dampak atas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sekaligus sebagai upaya mengendalikan inflasi agar harga kebutuhan pangan tetap terjangkau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) akan mengelar pangan murah.


Berbagai bahan pokok mulai dari beras, telur, daging ayam hingga sayur-mayur bakal dijual dengan harga di bawah harga Pasar. Dijadwalkan pangan murah, bakal berlangsung di pelantaran Gedung Nasional Tanjung Uban pada Kamis (06/10/2022) mulai pukul 08.30 Wib.


Kepada awak Media ini, Kepala Bidang (Kabid) Pangan dan Horti Agus menyampaikan bahwa, pihaknya akan terus melakukan berbagai upaya guna meningkatkan produksi hasil pertanian.


“Kegiatan pangan murah ini juga disejalankan dengan penyerahan bantuan saprodi kepada petani kita yang berada di Bintan, sekaligus donasi sayuran gratis sebanyak 400 paket,” ungkap Agus, Rabu (05/10/2022) sekitar pukul 08.45 Wib melalui pesan Whatsapp.


Lebih lanjut, Agus mengatakan dalam melaksanakan pangan murah ini, pihaknya juga turut menggandeng distributor seperti HyperMart, Bulog serta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKPPKH) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).


“Kami tidak bekerja sendiri, melainkan juga didukung oleh beberapa pihak seperti, Dinas UKM Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bintan, serta ada juga dari Organisasi Kepemudaan (OKP). Dan kami juga menghimbau kepada masyarakat agar dapat hadir serta belanja disana, karena harga barang – barang yang disediakan merupakan harga langsung dari distributor,” ujar Agus.

Dikesempatan berbeda, Yuni salah satu warga Bintan, mendengar adanya informasi ini menyambut antusias dan senang.

“Alhadulillah kalau benar kabar ini. Semoga kegiatan positif ini bisa berkelanjutan setiap bulan, agar masyarakat yang kurang mampu seperti kami dapat terbantukan”. ucap Yuni sekitar 11.30 Wib.


Adapun sembako dan harga yang telah disediakan sebagai berikut :

  • Bawang merah Rp 14.000,-/Kg
  • Bawang putih Rp 18.000,-/Kg
  • Gula Jawa Rp 22.000,-/Kg
  • Kentang Medan Rp 12.000,-/Kg
  • Tomat Rp 10.000,-/Kg
  • Jahe Rp 10.000,-/Kg
  • Cabai kering Rp 20.000,-/Kg
  • Cabai merah Rp 54.000,-/Kg
  • Cabai rawit Rp 40.000,-/Kg
  • Wortel Rp 12.000,-/Kg
  • Kacang tanah Rp 20.000,-/Kg
  • Kacang hijau Rp 20.000,-/Kg
  • Daging beku Rp 80.000,-/Kg
  • Minyak goreng Rp 13.000,-/Ltr

Sedangkan untuk beras hanya ada satu jenis yakni Bulog. Untuk beras tipe medium di harga Rp 9.300,-/Kg, sementara tipe Premium dijual seharga Rp 11.000,-/Kg. (IWD).

Editor : Milla

Beragama Upaya APH di Karimun Jaga Kamtibmas

Kapolres Karimun, Kapolsek Balai bersma penerima Bansos. (Foto Humas Polres Karimun)
Kapolres Karimun, Kapolsek Balai bersma penerima Bansos. (Foto Humas Polres Karimun)

Karimun, GK.comDemi menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Karimun, Polsek Balai Karimun ajak masyarakat dan para tokoh agama hingga unsur Pemerintahan jalin silahturahmi serta berikan Bantuan Sosial (Bansos)

Bertempat di Halaman Markas Komando (Mako) Polisi Sektor Balai Karimun, kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Karimun AKBP Tony Pantano, Kapolsek Balai Kompol Edy Wiyanto, Camat Karimun yang diwakili Seketaris Camat (Sekcam), para Kepala Desa (Kades), Lurah, dan perwakilan tokoh masyarakat.


Dalam sambutannya, Kapolsek Balai Kompol Edy Wiyanto mengatakan, pihaknya banyak menanggapi berbagai masukan dan juga saran dari tokoh masyarakat terkait Kamtibmas.


“Marilah kita bersama – sama mempererat tali silaturahmi, serta saling berkoordinasi untuk menciptakan keharmonisan dan suasana yang kondusif dilingkungan kita. Kami Aparat Penegak Hukum (APH) siap membantu Bapak/Ibu apabila mengalami sebuah kendala ataupun kejadian, silakan hubungi langsung nomor saya. Nomor saya, aktif 24 Jam,” tegas Kompol Edy Wiyanto, Selasa (04/10/2022) pagi.


Sementara itu, Kapolres Karimun AKBP Tony Pantano menuturkan dalam sambutannya, sangat penting untuk saling bahu-membahu sesama dalam bentuk apa saja tanpa harus mengenal satu sama lain.


“Begitu pentingnya persatuan dan kerja sama setiap unsur Pemerintah, tokoh agama, toko masyarakat dan toko pemuda. Saya ucapkan terima kasih, selama ini Kabupaten Karimun sudah kondusif. Kami tidak henti-hentinya mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga wilayah kita agar tetap aman, dan nyaman”. tutur AKBP Tony Pantano.


Usai kegiatan, dilaksanakan penyerahan Bansos dari Polsek Balai kepada sejumlah masyarakat sekitar yang terdampak adanya penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM). (Hms/Red).

Editor : Milla