Senin, Juni 17, 2024
spot_img

Ribuan Pesepeda Lipat Meriahkan Jamselinas ke-12 di Batam

BATAM, GK.com – Dataran Engku Batam Center dipenuhi oleh pesepeda lipat dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka datang untuk mengikuti Jambore Sepeda Lipat Nasional (Jamselinas) ke-12 Kota Batam. Acara ini juga dihadiri oleh pesepeda lipat dari luar negeri, seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Australia, dan Thailand. Sabtu (11/11/2023),

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, yang melepas peserta Jamselinas ke-12, mengatakan bahwa Kota Batam sedang dikembangkan sebagai kota pariwisata, selain kota industri. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur terus dilakukan untuk mendukung kegiatan pariwisata di Kota Batam.

“Kita berharap, kedepannya kegiatan pariwisata bertaraf nasional hingga internasional bisa digelar di Kota Batam. Jamselinas ke-12 ini bisa menjadi contoh bahwa Kota Batam telah siap untuk menggelar kegiatan pariwisata. Mereka akan melewati seluruh jalan yang telah kita bangun. Tentu itu akan menjadi suatu momen promosi kota batam kedepan,” ujar Rudi.

Ketua Panitia Penyelenggara Jamselinas ke-12 Kota Batam, Indra Haryanto, mengungkapkan bahwa ada 2.500 peserta yang mengikuti acara ini. Peserta terjauh berasal dari Papua sebanyak 22 orang. Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta dari mancanegara yang rela mengeluarkan biaya besar untuk datang ke Kota Batam.

“Jamselinas ke-12 ini juga memecahkan beberapa rekor. Mulai dari peserta yang menggunakan sepeda Brompton terbanyak dan lainnya. Tentunya juga peserta asing terbanyak tahun ini. Semangat mereka untuk bergabung ke Jamselinas luar biasa. Karena juga promosinya dibantu sama pak Rudi yang terus mengimbau dan mensupport acara ini,” kata Indra.

Salah satu peserta dari Johor Bahru Malaysia, Edaa Syuib, mengaku sangat senang bisa hadir dalam Jamselinas ke-12. Ia menikmati jalur yang dilalui dalam acara ini, meskipun cukup menantang karena melalui jalur perbukitan. Ia juga berencana untuk mengeksplorasi tempat-tempat terbaik di Kota Batam selama tiga hari dua malam.

“Batam memang mantap untuk pengalaman kita dari Malaysia. Memang indah, tidak menyesal kami. Kami sudah biasa ke Batam untuk jalan-jalan. Tapi kali ini kami datang ke Batam sekaligus untuk bergabung dengan pesepeda Batam,” ucap Edaa dengan logat Melayu.(***)

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img