Jumat, Mei 29, 2026
Beranda blog Halaman 944

Dishub Tanjungpinang Launching Alat Uji Kendaraan Guna Memberikan Jaminan Keselamatan Secara Teknis

Tanjungpinang, GK.com – Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang kendaraan, pasal 160 menyebutkan bahwa unit pelksana uji berkala wajib melaksanakan pengujian.

Maka, dengan menggunakan anggaran Tahun 2019, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang pamerkan 7 alat penguji kendaraan, diantaranya adalah uji emisi gas pembuangan bahan bakar bensin,  uji emisi gas buangan bahan bakar solar, dan kebisingan suara klakson ataupun knalpot, uji lampu utama, uji kincup roda depan, uji rem, serta alat ukur berat sumbu.

Kepala Dishub Tanjungpinang, Bambang Hartanto, ATD, SE., M. Si saat launching alat tersebut menjelaskan, mulai saat ini peralatan uji kendaraan sudah terpasang sesuai ketentuan yang ditetapkan, sehingga kendaraan dapat berfungsi dengan baik.

“Jenis Kendaraan yang wajib untuk kita uji adalah kendaraan angkut barang, baik plat hitam, plat kuning, atau plat merah. Selain itu, digunakan juga untuk kendaraan umum, seperti sepeda motor dan mobil dengan kapasitas berisi 8 orang tidak terhitung dengan supir atau orang yang mengendarainya,” kata Bambang saat berada di Terminal Kijang Lama Km 7.

“Untuk mendukung fungsi alat uji tersebut, kita lengkapi dengan kompresor, sehingga dapat menggerakkan alat tersebut, dan Generator Set (Ganset) sebagai sumber daya alternative,” jelas Bambang. Senin (9/01) sekitar pukul 11.00 Wib.

Alat penguji ini dilengkapi dengan system informasi manajemen penguji kendaraan bermotor yang sudah terintegrasi dengan manajemen Kementerian Perhubungan.

“Kendaraan yang memiliki kewajiban untuk melakukan uji kelayakan dilakukan sebanyak dua kali, dan satu kali uji hanya berlaku untuk enam bulan saja,” terang Bambang.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang, H. Syahrul, S.Pd menjelaskan bahwan, adanya alat pengujian kendaraan ini diciptakan guna memberikan jaminan keselamatan secara teknis dan mendukung terwujudnya kelestarian Iingkungan dari kemungkinan pencemaran yang diakibatkan oleh penggunaan kendaraan bermotor, serta memberikan pelayanan umum kepada masyarakat untuk menciptakan keselamatan, ketertiban, keamanan dan kenyaman lalu lintas di Kota Tanjungpinang.

“Dengan adanya peningkatan kualitas pelayanan sarana transportasi, dalam hal ini pengujian kendaraan bermotor, semoga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan pada akhimya akan dapat mengurangi angka kecelakaan Ialu lintas dan fatalitas yang di sebabkan oleh kondisi teknis kendaraan bermotor, serta dapat mempercepat terwujudnya kelestarian lingkungan dari kemungkinan pencemaran yang diakibatkan oleh penggunaan kendaraan bermotor di jalan”. harap Syahrul.(MA).

Editor : Febri

Proyek Ipal Sagge Bongga Dinilai Menyalahi Bestek

Takalar, GK.com – Proyek pembangunan instalasi air limbah (Ipal) di Dusun Sagge Bongga, Desa Aeng Toa Kecamatan Galut Kabupaten Takalar, disinyalir menyalahi bestek atau rencana pembangunan.

Sebagaimana dikatakan oleh salah satu aktivis LSM Gempur, Jamal menyampaikan bahwa adanya indikasi penyalahgunaan anggaran dari total berkisar Rp 400 juta pada pembangunan proyek tersebut.

“Kejanggalan yang terlihat diantaranya penggunaan besi beton bervariasi, yaitu ukuran besi beton 8 mm dan 10 mm, selain itu pasangan batu pada dinding kolang terlihat hanya setengah pasangan,” ketusnya.

“Proyek tersebut merupakan Proyek Kelola Swadaya Masyarakat yang dikerjakan oleh Daeng Liwang, dengan menggunakan anggaran Tahun 2019, dan sudah demikian besteknya,” lanjut Jamal.

Sumber lain menambahkan bahwa, selama proses pengerjaan, tidak pernah terlihat papan proyek pekerjaan untuk proyek tersebut. (Idris).

Editor : Febri

Dali : Sekolah Merupakan Institusi Pembinaan SDM

Dompak, GK.com – Sudah menjadi sesuatu yang lumrah, ketika mendengar kenakalan remaja dimasa Sekolah, karena pada masa inilah tingkat penasaran pada anak sangat tinggi, sehingga ingin selalu mencari tau dan mencoba hal baru.

Oleh sebab itu, jangan heran ketika menemukan anak Sekolah yang kedapatan berada di luar Sekolah pada jam belajar, seperti yang dilakukan oleh beberapa Siswa SMA Tanjungpinang tempo hari yang diamankan oleh Satpol PP Tanjungpinang saat didapati membolos dan merokok.

Mengetahui hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Muhammad Dali, MM, mengatakan bahwa, untuk permasalahan tersebut, para Siswa akan dikembalikan ke Sekolahnya masing-masing untuk dilakukan pembinaan.

“Sekolah merupakan Institusi pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM), jadi apabila ada Siswa yang membolos apalagi hingga diamankan Satpol PP, tentu akan ada sanksi, dan sanksi tersebut juga harus melihat sejauh mana tata tertib Sekolah yang dilanggar,” terang Dali usai menghadiri Rapat Paripurna di Kantor DPRD Kepri, Rabu (8/1) pukul 16.14 Wib.

“Biasanya sanksi yang ditetapkan oleh Sekolah lebih mengedepankan aspek pembinaan, karena Sekolah merupakan institusi pembinaan SDM,” lanjutnya.

“Apabila ada anak yang dapat memberikan pengaruh negatif kepada orang lain, tentu berbahaya, maka jalan yang paling baik adalah dikeluarkan atau dipindahkan”. tutur Dali.

Dikatakan Dali, apapun masalah yang dihadapi anak merupakan tanggung jawab Guru dan orang tua, termasuk untuk merubah anak menjadi lebih baik. (FL).

Editor : Milla

Reses Pertama DPRD Kepri Disampaikan Kepada Pemerintah

Dompak, GK.com Setelah melewati masa Reses di tanggal 2 hingga 17 Desember 2019 lalu, kini tibalah waktunya para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau untuk menyampaikan hasil Reses tersebut kepada Pemerintah Provinsi Kepri.

Bertempat di Ruang Sidang Utama DPRD Kepri, penyampaian Reses tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, SH, didampingi Wakilnya Raden Hari Tjahyo no, serta dihadiri Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Kepri Dr. H. TS. Arif Fadillah, S.Sos, M.Si, para OPD dan SKPD di lingkungan Pemprov Kepri, serta anggota DPRD Kepri.

“Hari ini disampaikan dalam Rapat Paripurna yaitu, hasil Laporan Reses ke- 1 yang berasal dari masing-masing Daerah di Kepulauan Riau,” kata Jumaga membuka Sidang Paripurna.

Disampaikan Jumaga, Sidang penyampaian hasil Reses ini adalah suatu hal yang amat penting, karena akan ada banyak pembahasan yang dilakukan untuk perubahan Daerah, peraturan-peraturan Daerah, serta peraturan DPRD.

“Melalui Sidang ini, kita dapat menampung berbagai keluhan, kebutuhan, aspirasi, kritik, hingga saran dari masyarakat untuk menjadi bahan masukan dalam kebijakan secara umum,” ujar Jumaga, Rabu (8/1) pukul 14.50 Wib.

Anggota DPRD Kepri, Lis Darmansyah saat menyerahkan hasil Reses kepada Pimpinan DPRD Rapat

Diwaktu yang sama, Lis Darmansyah mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) 1 menjelaskan terkait tujuan dalam Reses yang dilakukan oleh para anggota DPRD Kepri beberapa waktu lalu.

“Tujuan dalam Reses ini adalah memberi pemahaman dan tujuan untuk beberapa rencana pembangunan di Tahun 2020, khususnya yang berhubungan langsung kepada pembangunan untuk kepentingan masyarakat,” ucap Lis.

Dikatakan Lis Darmansyah, pembangunan Kota Tanjungpinang masih jauh dari yang diharapkan, apalagi mengingat bahwa Tanjungpinang merupakan Ibu Kota Provinsi Kepri.

“Untuk 2020, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tanjungpinang hanya sekitar Rp 1.2 Trilyun, Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya Rp 150 Milyar, dana bagi hasil pajak Provinsi hanya Rp 48 Milyar, dan dana lainnya yang jika diproyeksikan sangat tidak sebanding,” papar Lis.

“Maka itulah, pembangunan di Tanjungpinang harus diperhatikan,” tegasnya.

Diterangkan Lis saat itu, Persoalan yang terjadi adalah belum terpenuhi pembangunan infrastruktur serta sarana-prasarana di level Ibu Kota, hal itu terjadi karena tata kelola pemerintah yang masih belum maksimal dan ditambah dengan anggaran yang belum sebanding dengan kebutuhan pembangunan.

Para anggota DPRD Kepri

Tidak hanya Dapil l Provinsi Kepulauan Riau, Dapil lain juga menjelaskan dari hasil Resesnya, salah satunya disampaikan oleh Dapil 3 Tanjung Balai Karimun, Iskandarsyah yang mengatakan bahwa hasil Reses ini berhubungan dengan banyak sektor.

“Pada sektor pendidikan, pemanfaatan pendidikan terutama prasarana kepada masyarakat diharapkan tidak ada kesenjangan sosial dan ketidak adilan, dengan menyelesaikan permasalahan salah satunya berupa memberikan perhatian secara khusus untuk pembangunan,” ungkap Iskandarsyah

Oleh karena itu, lanjut Iskandarsyah menjelaskan, hendaknya dilakukan koordinasi antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama Pemerintah Kabupaten Karimun.

“Hal ini dilakukan dengan tujuan agar segala kebijakan pada proses pembangunan di Kabupaten Karimun dapat terlaksana secara merata dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Karimun”. pungkas Iskandarsyah. (MA).

Editor : Milla

Tiba di Natuna, Presiden Serahkan 26.700 Sertifikat Tanah Untuk Masyarakat Dan Menenui Nelayan

Natuna, GK.com –  Plt. Gubernur Kepri, H. Isdianto S. Sos, MM., menyambut kedatangan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo di Bandara Lanud Raden Sadjad, Ranai, Kabupaten Natuna, Rabu (08/01). Kedatangan Presiden RI Jokowi dalam rangka melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau itu sekaligus ingin memastikan keadaan Natuna yang sempat memanas akibat kehadiran puluhan kapal nelayan China disekitar perairan Laut Natuna Utara dalam keadaan  kondusif.

Dengan menggunakan pesawat kepresidenan, Jokowi Datang ke Natuna didampingi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Wakil Menteri (Wamen) Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional RI Surya Tjandra, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Mayjen Suharyanto, Komandan Paspampres Mayjen Maruli Simanjuntak, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, dan Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman

Setibanya di Natuna, Jokowi mengagendakan menemui para nelayan di SKPT Selat Lampa, Kecamatan Bunguran Selatan, untuk berdialog, sekaligus meninjau jajar kapal.

Saat itu, Jokowi menegaskan bahwa, Natuna merupakan bagian dari daerah kedaulatan NKRI yang sah. Ia meminta para nelayan Kabupaten Natuna tidak perlu resah lagi atas kehadiran Kapal Ikan Asing (KIA) disekitar perairan mereka. Karena Negara akan senantiasa hadir dan memberikan jaminan keamanan bagi setiap masyarakat di wilayah NKRI.

Selesai berdialog dengan para nelayan Natuna, Jokowi melanjutkan agenda keduanya yaitu  menyerahkan sertifikat tanah kepada masyarakat Natuna, di kantor Bupati Natuna Jl. Batu Sisir Bukit Arai.

“Kegiatan penyerahan sertifikat tanah ini merupakan agenda terakhir dalam Kunjungan Kerja kali ini, sebelum saya kembali ke Jakarta,” ungkap Jokowi.

 

Baca :
https://gerbangkepri.com/2020/01/08/berkomitmen-menjaga-kedaulatan-nkri-isdianto-bertolak-ke-natuna/

 

Didampingi dengan Wakil Menteri (Wamen) Agraria dan Tata Ruang (Badan Pertanahan Nasional) RI, Surya Tjandra, Jokowi membagikan 26.700 lebih sertifikat tanah gratis secara simbolis kepada masyarakat Natuna.

“Bagi masyarakat yang mendapatkan sertifikat ini merupakan warga yang beruntung, karena telah memegang sertifikat tanah yang sah, ini merupakan hak bukti hukum atas tanah yang dimilki masyarakat, agar semuanya tau, bahwa Natuna adalah Tanah Air Indonesia, bagian dari NKRI,” tutur Presiden Jokowi.

“Jadi, secara defacto dan dejure, Natuna adalah Indonesia, 81 ribu penduduk yang ada di Kabupaten Natuna adalah warga Negara Indonesia,” tegas Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi  juga menegaskan terkait pelanggaran kedaulatan di batas ZEE yang harusnya ditegakkan hukumnya.

“Kita memilik TNI AL, Bakamla, PSDKP dan Polair yang bisa menegakkan hukum terhadapa pelanggaran laut yang dilakukan oleh kapal-kapal asing yang masuk kedalam wilayah ZEE kita, untuk melakukan pencurian ikan,” ujar Jokowi.

Sementara itu, dikesempatan yang sama, Plt. Gubernur Kepri, Isdianto yang saat itu turut mendampingi aktifitas Presiden RI, Jokowi mendukung penuh atas langkah-langkah yang telah diambil Pemerintah Pusat, terutama keputusan Presiden Jokowi. Serta memberi apresiasi  kepada orang nomor satu di Indonesia itu, karena telah hadir ditengah-tengah masyarakat Natuna, sebagai bentuk kepeduliannya sebagai Kepala Negara terhadap rakyatnya.

“Terima kasih atas kehadiran Bapak Presiden Jokowi, karena telah sudi melihat serta memperhatikan kami disini”. tutup Isdianto.

Usai penyerahan sertifikat tanah, Presiden Jokowi bersama rombongan bertolak ke bandara Lanud Raden Sadjad Ranai dan kembali ke Jakarta. (SS).

Editor : Milla

 

Wakil Ketua I DPRD Lingga Harapkan Bupati Tidak Menzalimi ASN Yang Mempunyai Kinerja Baik

Lingga, GK.com – Pada Rapat Paripurna yang digelar oleh DPRD Kabupaten Lingga, Selasa (7/1) sekitar Pukul 09.00 Wib, Bupati Lingga H. Alias Wello menyebutkan dalam pandangan akhirnya terkait Ranperda tentang perubahan atas Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2016, tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah. Perubahan ini dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja dalam Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK), seperti Kominfo, Perkim dan Disnakertrans sesuai dengan amanat Undang-Undang.

“Kita akan melakukan mutasi terhadap Eselon IV dan III di Daik bertempat di Bandar Madani Daik Lingga,” ucap Alias Wello.

“Setelah itu, untuk melakukan penyegaran dilingkungan Pemkab Lingga, pelantikan eselon II juga akan di laksanakan pada Bulan Januari ini, agar kinerja Pemerintah kian optimal,” ungkapnya.

Sementara itu, dikatakan Awe (sapaan akrab Bupati Lingga) untuk mengisi bidang-bidang SOTK baru lainya, pihaknya akan menunggu evaluasi dari Gubernur Kepri. Pada kesempatan itu, Bupati Lingga juga mengajak seluruh elemen agar bersama-sama dapat mengawal pembangunan yang ada di Kabupaten Lingga.

“Mari kita kawal bersama-sama pembangunan di Kabupaten Lingga ini, supaya pembangunannya lebih baik lagi kedepannya,” ajak Alias Wello mengakhiri sambutannya.

Dikesempatan itu, Wakil Ketua I DPRD Lingga, Aziz Martindaz meminta waktu sedikit pada Ketua DPRD Lingga, untuk memberikan masukkan kepada Bupati Lingga, Alias Wello agar dalam merotasi para pejabat eselon hendaknya tanpa menzalimi ASN yang memilki kinerja yang baik dan bertanggung jawab.

“Sedikit masukkan buat Pak Bupati dalam mutasi nanti, saya berharap Pak Bupati dapat menempatkan orang-orang yang mampu bekerja untuk memacu kinerja menuju Lingga Terbilang,” katanya.

Pada saat itu, Aziz sempat memuji kalau tipe Bupati Lingga, Alias Wello adalah seorang pekerja, dan tahu menempatkan ASN yang profesional untuk mengisi tempat-tempat yang kosong, namun ia juga menyebutkan selama ini mungkin Bupati butuh orang-orang yang dapat memberikan masukan positif kepadanya.

“Saya yakin dan percaya kalau Pak Bupati kita ini orang bijak, karena dia tipe manusia pekerja. Namun jika ada penzaliman ASN seperti saya katakan tadi, saya akan bersama mereka (ASN) nantinya,” ucap Aziz Martindaz.

Menyambut apa yang disampaikan Wakil Ketua I DPRD Lingga tersebut, Bupati Lingga menyatakan akan menunjukkan tanggung jawabnya sebagai Bupati.

“Akan kita buktikan, dalam penempatan ASN nantinya”. tegas Alias Wello sembari diiringi tepuk tangan dari para hadirin yang hadir dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lingga tersebut. (man).

Editor : Milla