Kamis, Mei 28, 2026
Beranda blog Halaman 899

BUP BP Batam Lakukan Penyesuaian Waktu Pelayanan Untuk Atasi Penyebaran Covid-19

Batam, GK.com – Melakukan kebijakan layaknya pada pelayanan lain dalam mendukung pencegahan Covid-19 dan menjalankan arahan Pemerintah untuk mengurangi kegiatan di luar rumah, Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Batam melakukan penyesuaian jadwal layanan administrasi terpadu yang dimulaisejak tanggal 23 Maret 2020 dengan diterbitkannya Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2020 tentang penyesuaian waktu pelayanan di Lingkungan Badan Usaha Pelabuhan.

Melalui Surat Edaran tersebut, Direktur BUP Batam, Nelson Idris menyampaikan bahwa Pelayanan Jasa Kepelabuhanan di Kantor Badan Usaha Pelabuhan mengalami penyesuaian jadwal mulai tanggal 23 Maret 2020 hingga 31 Maret 2020 menjadi pukul 08.00-14.30 Wib.

“Meski berlaku penyesuaian jadwal layanan tatap muka, pengguna jasa kepelabuhanan tetap dapat mengakses pelayanan secara online (24 jam) dengan menghubungi helpdesk di nomor WhatsApp +62811-669-666,” kata Nelson.

Selain menyesuaikan jadwal pelayanan, Nelson menambahkan, Badan Usaha Pelabuhan juga menerapkan social distancing atau pembatasan sosial di Pelayanan Administrasi Terpadu, hal ini diterapkan dengan mengatur jarak antarkursi bagi pengguna jasa kepelabuhanan yang akan mengurus administrasi.

“Kami memohon maaf kepada pengguna jasa kepelabuhanan atas penyesuaian jadwal dan pengaturan jarak antar kursi di ruang Pelayanan Administrasi Terpadu (PAT), dengan harapan aturan ini dapat dipatuhi guna meminimalisir penyebaran Covid-19 di lingkungan Badan Usaha Pelabuhan,”ucapnya.

Sebagai pengelola Ruang Publik, Badan Usaha Pelabuhan, turut bertanggung jawab memberi rasa aman di tengah mewabahnya Covid-19 bagi para pengguna transportasi laut, sebelumnya Nelson telah memerintahkan jajarannya untuk menerapkan social distancing di Pelabuhan penumpang, seperti Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur, Terminal Ferry Domestik Sekupang, Terminal Ferry Internasional Sekupang, Terminal Ferry Internasional Batam Centre, Terminal Ferry Internasional Teluk Senimba, Terminal Ferry Internasional Nongsapura dan Terminal Ferry Internasional Harbour Bay.

Adapun beberapa titik di pelabuhan yang diterapkan pembatasan sosial ini antara lain kursi di ruang tunggu keberangkatan yang diberi jarak dua bangku, tanda panduan berdiri di dalam lift, dan jarak antrian di konter tiket maupun saat menunggu lift.

“Saya harap semua pengguna transportasi laut yang melewati Pelabuhan mematuhi aturan yang telah ditetapkan demi kebaikan kita bersama, jaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun maupun hand sanitizer yang telah kami siapkan di beberapa lokasi di Pelabuhan penumpan”. imbuhnya.

Petugas kebersihan di setiap Pelabuhan juga telah dikerahkan untuk rutin membersihkan area-area yang rentan menjadi media penularan Virus, seperti tombol lift, pegangan eskalator, loket konter tiket hingga kursi tunggu. Selain itu, Nelson mengatakan bahwa Pelabuhan penumpang juga telah dilakukan penyemprotan desinfektan yang bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan dan Tim Gabungan Polda Kepri, Polresta Barelang dan Polsek Kawasan Pelabuhan Batam. (fpn/cc).

Editor : Febri

Kesibukan Kota Batam Hilang Pasca Kebijakan WFH

Batam, GK.com – Kota Batam yang dikenal dengan Kota sibuk, kali ini terlihat pemandangan berbeda dari biasanya, dimana beberapa ruas jalan di Kota Batam tampak lenggang dan sepi pelintas pasca diterbitkannya kebijakan bekerja dari rumah (Work From Home) dan imbauan Pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

Sebagian besar sekolah dan Perguruan Tinggi telah meliburkan Pelajar dan Mahasiswanya sebagai bentuk implementasi kebijakan yang telah ditentukan Pemerintah, sehingga tampak ruas jalan di Batam Centre yang dipotret menggunakan drone pada Selasa (24/3), sepi dari aktivitas penggunan jalan, hanya beberapa kendaraan saja yang melintas.

 

Baca Juga :

https://gerbangkepri.com/2020/03/22/bp-batam-himbau-masyarakat-ikut-jadi-relawan-brantas-covid-19/

 

Kepala BP Batam/Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menghimbau kepada warga Batam agar menaati kebijakan Pemerintah untuk berdiam diri di rumah serta menghindari keramaian.

“Masyarakat harus kompak untuk tidak melakukan kegiatan yang tidak perlu di luar rumah,bila memang harus bekerja, silahkan. Namun, setelah bekerja langsung pulang ke rumah dan istirahat,gunakan masker dan cuci tangan sesering mungkin, masyarakat harus kompak dalam pencegahan penyebaran Virus Corona”. tegas Rudi. (Rud).

Editor : Febri

RSUD Bengkalis Dijadikan Rumah Sakit Rujukan Covid-19, Ersan : Jangan Panik Dan Tetap Tenang

Bengkalis, GK.com – Pencegahan dari penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), terus gencar dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkalis. Sebagaimana diungkapkan langsung oleh Plt Direktur RSUD Bengkalis, Ersan Saputra yang menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bengkalis agar tidak panik dan tetap tenang dalam menghadapi wabah Covid-19.

Ersan mengatakan, RSUD Bengkalis merupakan salah satu Rumah Sakit rujukan pasien yang dalam pantauan ataupun sudah terjangkit, maka untuk menyikapi hal tersebut, RSUD Bengkalis sudah menyiapkan 5 Ruang Isolasi penanganan Covid-19, dimana setiap Ruangan telah disiapkan masing-masing tempat tidur dan akan terus dilakukan penambahan.

“Untuk saat ini kita sudah menyiapkan Poli Covid-19, lengkap dengan ruang tunggu yang berjarak antara satu pasien dengan pasien lainnya, juga terdapat Rontgen Mobile dan pelayanan Laboratorium yang tersedia di Poli Covid-19 tersebut,” jelas Ersan, Selasa (24/3).

 

Baca Juga :

https://gerbangkepri.com/2020/03/21/hingga-20-maret-jumlah-pdp-di-rsud-bengkalis-bertambah-1-orang/

 

Ditambahkan Ersan, RSUD Bengkalis sebelumnya juga sudah melakukan upaya pencegahan, yaitu dengan cara meniadakan jam kunjung pasien, membatasi penunggu pasien dan menskrining seluruh pengunjung yang akan memasuki area RSUD.

“Dipintu masuk sudah ada Dokter dan Perawat yang bertugas, jadi seluruh pengunjung yang akan memasuki area RSUD Bengkalis semuanya akan kita lakukan skrining seperti panas lebih dari 38 derajat Celsius, batuk, pilek, sesak napas dan paling penting pasien yang punya riwayat berkunjung kewilayah atau Negara yang sudah ada kasus Corona,” kata Ersan.

“Penyemprotan ini akan kita lakukan dua kali dalam sehari dan dilakukan diseluruh Ruangan serta sejumlah tempat yang dianggap rawan penyebaran Virus”. pungkas Ersan. (Edi).

Editor : Febri

 

Dr. Syafruddin Nurdin: Jeneponto Siaga 1 Waspadai Penyebaran Covid-19

Sulsel, GK.com – Sejak beberapa hari lalu hingga hari ini, Pemerintah Kabupaten Jeneponto beserta jajaran Muspida melakukan progres antisipasi penyebaran Virus Corona. Sekertaris  Daerah  Kabupaten Jeneponto, Dr.Syafruddin Nurdin, kepada Media ini saat dikonfirmasi via Handphon pada Selasa (24/03) mengungkapkan bahwa, berbagai cara dilakukan oleh Pemerintah agar wabah Virus Corona cepat berlalu.

“Sosialisasi tidak henti-hentinya dilakukan, bahkan sampai ke pelosok Desa, agar dapat memberikan penerangan langsung kepada masyarakat,” ujar Dr.Syafruddin.

“Kita berkekeling kampung menggunakan mobil kesehatan  memberikan  penyuluhan terkait pentingnya kesehatan dan kebersihan lingkungan, itu dilakukan  oleh tim Medis Puskesmas pada setiap Kecamatan dan Desa, bukan itu saja, penyemprotan dispentan ke Masjid-Masjid, Kantor-Kantor juga telah dilakukan,”lanjutnya.

Syafruddin menjelaskan,Virus itu harus dilawan oleh anti bodi seseorang, sehingga sangat penting menjaga pola makan yang sehat dan bergizi, salah satunya dengan komsumsi daun kelor yang sudah teruji dapat menjadi anti bodi bagi tubuh manusia, apalagi sangat mudah didapatkan.

“Kami menghimbau  kepada semua aparat Pemerintah setempat, terutama para Lurah dan Kades untuk siaga 1 mengawasi setiap ada pendatang yang masuk ke wilayahnya agar segera identifikasi identitasnya dan dari mana keberadaannyasegera  melaporkan jika yang bersangkutan berasal dari daerah luar apalagi dari daerah yang masuk dalam zona terpapar Virus Corona”. tegasnya. (Chepy).

Editor : Febri

DPRD Sumsel Reses di Kabupaten Muratara

Muratara, GK.com – Dalam rangka kegiatan reses tahap 1, DPRD Provinsi Sumsel Dapil VIII, bertatap muka dengan Pemerintah Daerah Muratara yang disambut langsung oleh Bupati Muratara  H.M. Syarif Hidayat bersama Ketua DPRD Muratara, Efryansyah S.Sos, di Gedung Setda Kabupaten Muratara.

Anggota DPRD Sumatera Selatan yang berkunjung ke Kabupaten Muratara saat itu diantaranya, Fraksi PKS diwakili dengananggota Komisi IV bagian Pembangunan Muhammad Subhan, dati Faksi Partai Golkar yaitu Wakil Ketua Komisi IV bidang Pembangunan Hasbi Asidiki,  Fraksi Partai Gerindra diwakili oleh anggota Komisi III bagian Keuntungan H.Burlian, Nopian Fauzi, Fraksi Partai Demokrat yaitu anggota Komisi V bagian Pendidikan dan Kesehatan Gani Subit Fraksi Partai PDIP yaitu anggota Komisi V bagian Pendidikan dan Kesehatan Hj Rita Suryani, serta Fraksi Partai PAN bagian Pendidikan dan kesehatan Toyib Rarakembang.

Pada kesempatan itu, Bupati Muratara, Syarif Hidayatmerasa bangga atas kunjungan putra-putri terbaik Musi Rawas, Lubuk Linggau, Muratara, yang telah meluangkan waktunya untukdapat berkunjung dalam menyerap aspirasi dan menampung usulan yang telah di sampaikan.

“Semoga usulan dan aspirasi masyarakat yang telah disampaikan bisa diperjuangkan untuk masyarakat Muratara,” harap Bupati Syarif, Senin (23/3).

Sementara itu, Fraksi PKS yang diwakili oleh anggota Komisi IV bagian Pembangunan, Muhamad Subhan mengucapkan syukurnya dengan harapan dapat membantu membangun Muratara, karena menurutnya, para anggota DPRD telah dipercaya oleh masyarakat untuk mewakili suaranya di Provinsi Sumatera Selatan.

Anggota Fraksi Golkar yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV bidang pembangunan, Hasbi Asidiqi menambahkan, “saat ini, Muratara membutuhkan perhatian khusus dari Pemerintah Pusat dan Provinsi, karena masih baru dan akan kami sampaikan hasil Reses ini dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi,” ungkapnya.

Selanjutnya, Ketua DPRD Muratara, Efriyansyah berharap kepada semua anggota DPRD agar dapat dan secara bersama-sama memperjuangkan percepatan pembangunan gardu induk di Muratara, supaya bisa dirasakan oleh masyarakat. (HP).

Editor : Febri

Keadaan Genting, Ririn Warsiti : Kami Minta Secepatnya Pemerintah Sampaikan Kebutuhan Anggaran Kepada DPRD

Tanjungpinang, GK.com – Semakin hari, Virus Corona (Covid-19) semakin berdampak pada keseharian masyarakat, tidak hanya pada kesehatan, namun juga dari segi Sosial dan lainnya.

Maka dari itu, anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau dari Komisi IV, Ririn Warsiti  meminta Pemerintah dapat menjamin ketersediaan bahan pokok, agar tidak terjadi panicbuying atau istilah yang dikenal akibat memborong terlalu banyak stok untuk jangka waktu yang lama, sehingga tidak memikirkan masyarakat lainnya.

“Kita meminta Gubernur membuat Konferensi Pers dan menyampaikan pada masyarakat untuk menjamin ketersediaan bahan pokok, agar tidak terjadi panicbuying, ” ucap Ririn saat di temui di Ruang Kerjanya usai mengikuti Rapat Badan Anggaran (Banggar), Senin (23/3) sore.

Mengingat Komisi IV yangmembidangi bidang Pendidikan dan Kesehatan, Ririn menyampaikan, saat ini Dinas Kesehatan  Provinsi Kepulauan Riau sudah menyampaikan kebutuhan Anggaran dalam Rapat BanggarsebesarRp 2,5 Milyar.

“Saat ini,  baru Dinas Kesehatan yang sudah menyampaikan anggarannya untuk Alat Pelindung Diri (ADP) seperti masker, handsanitizer dan lainnya, sementara gugus yang lain akan menyusul secepatnya,”ucapnya.

 

Baca Juga :

https://gerbangkepri.com/2020/03/23/forum-komunikasi-perguruan-tinggi-tanjungpinang-desak-pemerintah-realisasikan-blt-daerah/

 

Dalam Rapat Banggar, Ririn menjelaskan, DPRD Provinsi Kepri meminta agar Pemerintah dapat segera  menyampaikan kebutuhan anggaran dari setiap gugus kepada DPRD untuk disahkan bersama.

“Pemerintah  harus menyampaikan kebutuhannya kepada DPRD, dalam hal ini kebutuhan anggaran baik dari bidang Kesehatan, Sosial dan gugus lainnya untuk kita sahkan bersama, kami meminta dalam waktu cepat agar anggaran juga secepatnya cair, mengingat saat ini kita dalam keadaan darurat”. tegasnya.  (Mis).

Editor : Febri