Jumat, Juni 19, 2026
Beranda blog Halaman 424

HS Diduga Ikut Terlibat dari Penyeludupan Benih Lobster

Batam, GK.com – Permintaan tinggi dan untung berlipat menjadikan aksi penyelundupan benih lobster antar Negara tak kunjung reda. Tindakan pengungkapan dari satu penyelundupan ke penyelundupan berikutnya masih kerap kita dengarkan dari rilis aparat terkait.

Baca juga : 👇👇👇


Selain pelaku utama, ketersediaan armada pengangkut dalam hal ini kapal cepat (speed boat) dan atau armada pelayaran bertenaga kuat jadi sorotan publik. Hampir bisa dipastikan penyelundupan yang berhasil diungkap selalu menggunakan kapal cepat bertenaga ekstra dengan 4 hingga 7 unit mesin tempel dengan masing-masing daya dorong 250 hingga 300 PK. Hanya dengan melihat visual tampilan kapal cepat, rasanya sudah tergambar bahwa, kapal memang dimodifikasi untuk misi pelayaran yang tak biasa, cepat, tak terkejar dan akurat.


Lalu dari mana pasokan ketersediaan kapal cepat bertenaga khusus itu? Hasil benih lobster mengungkapkan bahwa pemilik kapal cepat mengarah pada penelusuran media ini yang berhasil mewawancarai sumber dari lingkaran penyelundup yang cukup ternama dan disebutkan berafiliasi dengan jaringan bisnis pemilik hotel ternama di kawasan Jodoh Kota Batam.

Baca juga : 👇👇👇


Sumber sempat menyebut inisal HS dalam percakapan santai Media ini dengan sumber. HS disebut memiliki beberapa armada cepat yang kerap digunakan sebagai sarana penyelundupan barang ilegal antar Negara. HS bahkan diduga juga menjalankan bisnis minuman beralkohol dan rokok secara ilegal.


Mari kita rinci perkiraan harga dari satu armada kapal cepat. Satu armada kapal tanpa mesin dengan ukuran yang biasa digunakan dalam aksi penyelundupan berkisar pada harga 250-400 juta rupiah. Sementara mesin tempel 250–300 PK dibandrol sekitar 250 hingga 300 juta rupiah.

Satu armada biasanya menggunakan 4 hingga 7 mesin tempel. Artinya, satu armada kapal menghabiskan biaya sekitar 2 sampai 2,5 miliar rupiah.


Jika mengacu besarnya investasi yang harus dibelanjakan pada armada kapal cepat. Maka teori ekonomi klasik mewajibkan pemanfaatan optimal pada armada kapal cepat, agar sesuai dengan investasi yang dikeluarkan. Artinya tak menutup kemungkinan, satu armada kapal cepat dapat melayani orderan sebagai armada pengangkut untuk aksi berbagai penyelundupan. Benih lobster, rokok, minuman beralkohol hanya jadi bagian dari deretan barang yang diselundupkan secara ilegal.


Selain fokus pada pelaku utama, pengungkapan aksi penyelundupan antar Negara selayaknya juga menyelidiki modus pelayanan pelayaran dan pemilik armada kapal cepat yang jadi bagian dari aksi yang merugikan Negara ini. (***).

Editor : Milla

Kunjungan Staff Ahli Bappenas ke Lingga Diharapkan Mampu Memajukan Sektor Pariwisata

Lingga, GK.com – Staff Ahli Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan dari Bappenas Republik Indonesia (RI) Erwin Dimas, SE mengunjungi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga. Dalam kunjungannya tersebut, Erwin Dimas juga melakukan lawatan sejarah di beberapa makam Sultan Lingga-Riau, Jumat (27/05/2022).

Sebelumnya, Bupati Lingga Muhammad Nizar beberapa waktu lalu menemui Erwin Dimas di Kantor Kementerian PPN membahas tindak lanjut peluang-peluang anggaran kegiatan dari dana APBN dan peluang lain terkait potensi Daerah dari sektor Kepariwisataan berbasis historis.

Muhammad Nizar berharap setelah kunjungan pejabat Kementerian ini, bisa mendorong Pariwisata Lingga masuk pada kalender Pariwisata Nasional.

“Setelah kedatangan tamu istimewa dan telah melihat beberapa tempat sejarah, mudah-mudahan Lingga bisa menjadi Daerah tujuan wisata skala bertaraf Nasional,” harap Muhammad Nizar.

Saat ini, Kabupaten Lingga masih fokus dalam pengembangan sektor Pariwisata, terutama wisata sejarah, religi, dan budaya melayu yang memang tidak ada di tempat lain. Lingga punya peradaban yang kaya dan sarat sejarah. Jejaknya pun masih bisa dilihat dari bukti sejumlah cagar budaya yang masih berdiri kokoh saat ini,” tambahnya.

Sementara itu, Erwin Dimas menuturkan, dalam kunjungannya ke Lingga, dirinya merasa sangat berkesan.

“Lingga memiliki aspek potensi sejarah yang sangat luar biasa. Hari ini saya berkeliling hampir satu hari di Daik, saya melihat kota ini penuh dengan historis dan nilai sejarah yang mana tidak dimiliki kota-kota lain,” ungkap Erwin Dimas.

“Dengan koordinasi yang telah dilakukan Bupati Lingga, Kementerian harus menyiapkan lebel terkait potensi yang akan diangkat. Contohnya pariwisata sejarah, budaya dan religinya sebagai kunci masuknya program-program,” tuturnya.

“Itu semua tidak serta-merta, dan harus melalui tahapan dan proses yang akan diusahakan di tahun  2023 dan 2024 mendatang. Saya sudah berbicara dengan Pak Bupati, dan sudah seirama untuk kita mengarah kesitu. Untuk Provinsi juga akan saya sampaikan, semua harus lebih bagus lagi”. pungkasnya. (Ist).

Editor : Milla

Keuntungan Dari Penyelundupan Benih Lobster Tidak Main-main

Batam, GK.comProvinsi Kepulauan Riau menjadi salah satu Provinsi yang memiliki potensi hasil laut yang cukup potensial seperti gurita, ikan jenis ekspor, bahkan lobster. Namun sayangnya, khusus untuk potensi jenis lobster sudah sangat langka, bahkan nyaris punah, jika jutaan benur atau bayi lobster diperdagangkan secara ilegal oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Larangan ekspor Benih Bening Lobster (BBL) tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 17/2021 yang terbit pada bulan Juni 2021 kemarin. Namun hingga kini berulang kali penangkapan dan pencegahan oleh petugas, nyatanya aksi penyelundupan tak surut dan masih terus terjadi.

Baca juga : 👇👇👇

Dari hasil wawancara eksklusif dengan sumber yang dekat dengan pelaku penyelundup mengungkapkan adanya keuntungan yang berlipat ganda bisa diperoleh dari bisnis ilegal benih lobster tersebut.

Sumber lain juga menyebutkan, bahwa benih lobster bisa didapat dari nelayan atau pemilik benih dengan harga Rp. 15.000,- s/d Rp. 30.000,- per ekornya. Harga tersebut bisa naik berlipat setelah diselundupkan ke Singapura sebagai tujuan transit dengan harga Rp. 60.000,- hingga Rp. 100.000,- per ekornya. Apalagi telah berhasil sampai di tujuan akhir yaitu Vietnam, maka harga akan berubah menjadi Rp. 200.000 per ekor.

Dukungan dan godaan menjadi senjata para pebisnis lobster, untuk menyelundupkan lobsternya ke Negara lain. Tidak hanya para Pengusaha, namun sejumlah oknum dan pejabat bahkan Menteri menjadi buta dikarenakan silaunya gemerlap uang dari keuntungan bisnis haram tersebut. (ist).

Editor : Milla

Pemkab Bintan Jalin Kerjasama dengan 5 Universitas

Bintan, GK.comPendidikan merupakan tanggung jawab bersama untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, guna kemajuan Bangsa dan Negara.

Oleh karena itu, Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbang) Bintan memfasilitasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan melakukan penandatanganan MoU dengan 5 Universitas yang berada di lingkungan Pemkab Bintan. Ke- lima Universitas tersebut adalah STAIN Sultan Abdurahman Kepulauan Riau, STSIPOL Raja Haji Tanjungpinang, STTI Tanjungpinang, STIE Pembangunan Tanjungpinang, dan Politeknik Bintan Cakrawala.

Plt Bupati Bintan Roby Kurniawan menyampaikan bahwa, dirinya memberikan apresiasi kepada Bapelitbang Bintan yang telah berinisiatif untuk memfasilitasi penandatanganan MoU tersebut. Hal ini merupakan langkah dan respon cepat atas kebutuhan percepatan efektivitas kinerja Pemerintahan.

“Tentu hal ini sangat kita apresiasi, targetnya hal ini dapat terus dilanjutkan, serta dimaksimalkan agar dalam perumusan kebijakan daerah akan semakin baik ke depannya,” ungkap Roby, Jumat (27/05/2022).

Sementara itu, Kepala Bapelitbang Bintan Supriyono menerangkan bahwa dengan adanya kerja sama ini akan memberikan manfaat yang baik, perguruan tinggi merupakan mitra strategis dalam kolaborasi, serta  proses perencanaan. Sehingga Pemda nanti akan mampu menjawab tantangan yang semakin kompleks dan dinamis, khususnya dalam era industri 4.0.

“Bekerja sama dengan sejumlah Perguruan Tinggi tentunya memberikan kontribusi dan sumbangsih dalam proses pembangunan, sehingga percepatan program visi misi Pembangunan Daerah dapat lebih cepat tercapai. Kita juga berharap kerja sama yang sudah terjalin selama ini dapat menjadi lebih baik lagi, serta bermanfaat bagi Pemerintah, terutama bagi masyarakat”. pungkasnya. (Ist).

Editor : Milla

Siapa Yang Terlibat Dalam Penyeludupn Benih Lobster ?

Batam, GK.com – TNI Angkatan Laut melepas liarkan tangkapan benih lobster sebanyak 466 ribu dengan nilai Rp 46,7 miliar di Perairan Pulau Abang, Kota Batam Kepulauan Riau (Kepri).

Sebagaimana disampaikan Panglima Koarmada I (Pangkoarmada I) Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah di Batam Kepulauan Riau, Rabu (25/05/2022) dikutip dari Antara.

Pulau Abang memang kerap dijadikan lokasi pelepasan benih lobster yang diamankan dari percobaan penyelundupan. Ini berkaitan dengan ekosistem perairan Pulau Abang yang dipandang cocok sebagai habitat benih lobster.

Pihaknya sengaja segera melepaskan benih lobster yang berhasil diamankan dalam jumlah banyak tersebut, karena dikhawatirkan akan mati bila berlama-lama didiamkan.

Namun yang tersisa dari kasus penyelundupan benih lobster ini yakni, lima pelaku masih belum berhasil dibekuk.

Arsyad Abdullah mengatakan, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan pelaku yang sampai saat ini belum ditemukan, karena berhasil melarikan diri saat pengejaran.

“Pelaku-pelaku ini ada identitas, dan akan kami cari siapa pelaku tersebut sampai ketemu. Kami akan usut sumbernya dari mana, dan kenapa dibawa ke Luar Negeri. Itu nanti upaya-upaya yang akan kami lakukan,” ucap Arsyad Abdullah.

Kasus pengungkapan penyelundupan benih lobster di wilayah Kepri bukanlah hal yang baru.

Besarnya keuntungan yang dapat diraup dari penyelundupan antar Negara ini setidaknya melibatkan pelaku penyelundupan, pemilik benih lobster, hingga pemilik speed boat (kapal cepat), baik statusnya disewa atau milik sendiri. 

Bukan rahasia, bahwa pelaku penyelundupan yang turun langsung membawa benih lobster dalam speed boat, biasanya hanya pekerja. Sementara pemilik benih lobster atau pemilik usaha illegal terkesan minim resiko, dengan kendali dari jauh yang tidak jarang identitasnya tersamar.

Sisi lain yang jadi penentu aksi penyelundupan jalur laut ini yakni, armada. Kapal cepat (speed boat) sudah lumrah jadi pilihan utama penyelundup. Cepat, efisien dan efektif jadi alasan penyelundup memilih speed boat sebagai armada pengangkut komoditi selundupan.

Terlepas dari legalitas atau perijinan armada laut atau pelayaran laut yang cukup kompleks dan penuh kehati-hatian serta keselamatan, faktanya, armada speed boat yang ditangkap biasanya memiliki mesin tempel 4 sampai 6 unit yang dipasang berjejer diburitan kapal cepat. Dengan daya dorong mesin masing-masing 250-300 PK. Yang total kecepatan dengan kapasitas maksimal bisa menandingi bahkan lebih besar dari kecepatan armada petugas perairan.

Armada yang digunakan penyelundup memang bukan armada biasa layaknya armada untuk mengangkut penumpang atau barang pada jalur pelayaran normal.

Armada penyelundup terkesan sengaja dimodifikasi untuk kebutuhan khusus agar bisa melaju super cepat dan lolos dari kejaran petugas. Penyedia armada sepertinya cukup paham bahwa armadanya disewa atau dipakai untuk menjalankan ‘misi khusus’.

Aksi penyelundupan benih lobster merupakan hasil kerja bersama, diantaranya pelaku penyelundup, pemilik benih lobster dan penyedia armada. Dan hampir bisa dipastikan, yang paling menerima resiko ditangkap oleh petugas adalah eksekutor atau pelaku yang membawa barang selundupan. Sementara pemilik bisnis ilegal dan atau penyedia armada, setidaknya dari kasus yang pernah terungkap masih jauh api dari panggang. (***).

Editor : Milla

Besok Rumah Yatim Akan Menyalurkan Paket Sembako Titipan Donatur

Poto istimewa
Poto istimewa

Batam, GK.com – Dalam rangka berbagi sesama, Rumah Yatim cabang perwakilan Kepulauan Riau (Kepri) akan menyerahkan bantuan berupa paket sembako, peralatan sekolah dan uang tunai yang akan disalurkan di 3 Kelurahan yang berada.

Kepada awak Media ini, Kepala Rumah Yatim cabang perwakilan Kepri Eka melalui pesan Whatsapp menyampaikan bahwa, bantuan yang akan diberikan mulai hari Jum’at (27/05/2022) murni dari para donatur.

“Terima kasih sebelumnya kami ucapkan kepada para donatur yang telah berdonasi kepada Lembaga Amil Zakat (LAZ) Rumah Yatim cabang perwakilan Kepri. Sehingga kita bisa bersama-sama membantu meringnankan beban para mustahik yang memang sangat mengharapkan uluran tangan dari kita,” ujar Eka, Kamis (26/05/2022) sekitar pukul 16.20 Wib.

“Adapun bantuan yang akan diberikan nantinya ada sekitar 250 paket bahan pokok, 90 amplop berisikan bantuan uang tunai, dan 40 paket Sekolah. Semua bantuan tersebut nantinya akan kita salurkan mulai besok hingga Minggu (29/05/2022) mendatang,” jelas Eka.

“Harapan kami juga kedepan bisa lebih banyak lagi para donator yang akan memberikan bantuan untuk dapat kita salurkan ke Wilayah Kepri lainnya. Semoga melalui Rumah Yatim di Kepri ini bisa terus memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kepri yang membutuhkan pertolongan”. pungkasnya. (IWD).

Editor : Milla