Kepri, GK.com – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung tidak mau berkomentar tentang kritik yang disampaikan oleh Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Dr Lagat Siadari terkait penambahan empat Rombongan Belajar (Rombel) di SMA Negeri 1 Batam. Media ini telah mencoba menghubungi Andi Agung pada Rabu (19/07/2023) sekitar pukul 09.24 Wib, namun hingga berita ini di tayangkan, tidak mendapat jawaban.
Sebelumnya, Ombudsman Kepri menilai bahwa penambahan Rombel di SMAN 1 Batam dengan menggunakan sistem Kelas Online sementara akan mengganggu proses belajar-mengajar siswa, dan tidak sesuai dengan solusi yang ditawarkan oleh Ombudsman Kepri kepada Dinas Pendidikan Provinsi Kepri. Solusi tersebut adalah melakukan relokasi siswa ke Sekolah lain yang masih memiliki kapasitas atau membangun Gedung baru untuk menampung siswa baru.(Rp)
Kontroversi Penambahan Rombel Online, Kadisdik Kepri Bungkam
Penambahan Rombel di SMAN 1 Batam Dinilai Tidak Sesuai Solusi Ombudsman
Batam, GK.com – Dr Lagat Siadari, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mengkritik keputusan penambahan rombongan belajar (rombel) di SMA Negeri 1 Batam.
Menurutnya, keputusan ini tidak sejalan dengan solusi yang ditawarkan Ombudsman RI Perwakilan Kepri kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.
“Seharusnya siswa didistribusikan ke sekolah lain yang terdekat. Atau paling tidak dipadatkan dari 36 siswa per rombel, jadi 40. Sisanya dialihkan ke sekolah yang masih ada sisa kuota. Bukan malah menambah rombel” katanya setelah mengikuti Sosialisasi PPDB Kuota Tambahan di Aula SMA Negeri 1 Batam pada Jumat (14/07/2023).
Diketahui, empat rombel tambahan di SMAN 1 Batam akan menggunakan sistem kelas online sementara, sehingga ia menilai ini akan merusak proses belajar mengajar.
“Walaupun ada permohonan perbaikan 5 kelas yang rusak, tapi selama 6 bulan sampai 1 tahun siswa belajar online, tentu ini tidak efisien. Apalagi masih ada sekolah yang belum terisi penuh. Lebih baik dialihkan kesana,” tutur Lagat.
Selain itu, ia juga menyatakan kekecewaannya terhadap oknum pejabat yang ikut campur dalam pelaksanaan PPDB sehingga mendorong sekolah melakukan penyimpangan seperti menambah rombel.
“Sebagai pejabat seharusnya juga harus memastikan kualitas pendidikan bagus, bukan malah ikut menitipkan siswa, menekan sekolah melakukan penyimpangan dengan membuka rombel baru yang melanggar ketentuan,” ujarnya.
Terkait hal ini, Lagat mengatakan, Ombudsman RI Perwakilan Kepulauan Riau akan mengirim surat lagi kepada Gubernur sebagai penanggung jawab PPDB.
“Ini akan kami catat sebagai temuan, kami akan laporkan ke Gubernur. Kami serahkan juga ini kepada kementerian untuk memberikan penilaian dan sanksi jika perlu terkait dengan penyimpangan ini,” tegas Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri, Dr Lagat Siadari.(***)
Kepri Raih Tiga Penghargaan Pariwisata dari Kemenparekraf
Jakarta, GK.com – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berhasil meraih prestasi gemilang dalam bidang pariwisata. Dalam acara Apresiasi Pemasaran Pariwisata Indonesia (APPI) 2023 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Provinsi Kepri mendapatkan tiga penghargaan sekaligus. Acara tersebut berlangsung pada Selasa, 17 Juli 2023, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta.
Penghargaan yang diterima oleh Provinsi Kepri adalah peringkat 2 untuk kategori Event Daerah, peringkat 3 untuk kategori Destinasi Wisata, dan peringkat 2 untuk kategori Event Seni dan Budaya. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Parekraf Sandiaga S. Uno kepada Gubernur Kepri Ansar Ahmad.
Menteri Parekraf Sandiaga S. Uno mengapresiasi kinerja para kepala daerah provinsi dan kabupaten/kota yang telah memberikan perhatian dan prioritas pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Ia menekankan pentingnya memberikan ruang dan peluang bagi masyarakat untuk berkreativitas dalam mengembangkan potensi daerahnya.
“Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat berperan dalam meningkatkan peluang kerja dan kontribusi positif terhadap perekonomian masyarakat,” ujar Sandiaga Uno.
Sementara itu, Gubernur Ansar Ahmad mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh Kemenparekraf. Ia juga mengapresiasi kinerja Dinas Pariwisata Provinsi Kepri yang telah berpartisipasi dalam lomba video kreatif “Bangga Berwisata di Indonesia”. Lomba ini bertujuan untuk mencapai target pergerakan wisatawan nusantara sebanyak 1,2 hingga 1,4 miliar perjalanan pada tahun 2023.
“Potensi pariwisata di Provinsi Kepri begitu kaya akan destinasi wisata ditambah lagi memiliki budaya yang khas dan wisata kuliner, menjadi modal untuk daya tarik para wisatawan dalam dan luar negeri untuk berkunjung ke provinsi Kepri,” kata Gubernur Ansar.
Provinsi Kepri memiliki banyak destinasi wisata yang menarik dan beragam, mulai dari pantai, pulau, taman laut, hingga wisata sejarah dan budaya. Beberapa contoh destinasi wisata di Provinsi Kepri adalah Pulau Bintan, Pulau Batam, Pulau Penyengat, Pulau Rempang, Pulau Galang, Pulau Karimun, Pulau Lingga, Pulau Anambas, hingga Pulau Natuna. Selain itu, Provinsi Kepri juga memiliki event-event pariwisata yang menarik dan menghibur, seperti Festival Bahari Kepri, Festival Budaya Melayu Serumpun, Festival Kuliner Nusantara, hingga Festival Musik Internasional. (***)
Disprindag Tanjungpinang Menggandeng Ipemi
Tanjungpinang, GK.com – Menggelar bazar di TCC Tanjungpinang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tanjungpinang menggandeng Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) Tanjungpinang.
“Ini adalah suatu wadah untuk pengusaha muslimah, kita berharap organisasi ini dapat merangkul pengusaha yang nantinya dapat berdampak positif kedepannya,” terang Soetjipto selaku Sekertaris Disprindag, mewakili Kadis Disprindag Kota Tanjungpinang.
“Saya yakin untuk pengolah organisasi Ipemi ini dapat bersinergi bekerjasama dengan Pemerintah, tentunya dapat meningkatkan UMKM bagi masyarakat Tanjungpinang,” sambungnya sekitar pukul 11.00 Wib.
“Kami dari Disprindag mensuport dalam bentuk memberi pelatihan produk Halal, kemasan yang menarik, dan sejauh ini, pelatihan juga sudah kami laksanakan hampir seratus kali dalam tahun ini. Dan akan terus berkelanjutan kedepannya,” tegasnya, Selasa (18/07/2023).
“Harapan kami dengan kehadiran Ipemi di Kota Tanjungpinang ini dapat memeberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Tanjungpinang”. tutupnya. (NDY).
Editor : Sai
Peringati Hari Bhakti Adhyaksa, ini Yang di Lakukan Kejari Karimun
Karimun, GK.com – Merayakan hari Bhakti Adhyaksa ke- 63 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) ke- 23 tahun, Kejaksaan Negeri Karimun menggelar berbagai rangkaian kegiatan di Kantornya. Salah satu kegiatan positif yang di laksanakan adalah, menggelar donor darah yang diikuti oleh para pegawai, dan masyarakat umum sekitar pukul 08.00 Wib.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat dan dari tenaga kesehatan yang ada di Karimun. Kami juga ingin masyarakat lebih mengenal kinerja Kejaksaan,” ungkap Rezi Dharmawan selaku Kasi Intelejen Kejari Karimun, Senin (17/07/2023) pukul 11.00 Wib.
Adapun syarat dan ketentuan dalam donor darah adalah, usia minimal 17 tahun, berat badan minimal 48 kg, tekanan darah normal, dan tidak sedang sakit. Sebagaimana diketahui, donor darah memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti meningkatkan produksi sel darah merah, mencegah penyakit jantung, dan membantu orang-orang yang membutuhkan transfusi darah.
Pada kesempatan itu, Damar salah satu perserta yang mengikuti kegiatan tersebut menyampaikan, “di Hari Adhyaksa ini, saya berharap semoga melalui kegiatan positif yang di laksanakan oleh Kejari Karimun, kedepanya bisa membuat Kejaksaan Negeri Karimun semakin sukses lagi”. harapnya.
Kejaksaan Karimun terus berupaya dalam memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat, guna menjaga kepercayaan masayarakat terhadap Kejaksaan. (IVN).
Editor : Mila
Dana BOSP Tahun 2023 Ada Perubahan, ini Keterangannya
Tanjungpinang, GK.com – Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun 2023 disalurkan dalam dua tahap, dengan ketentuan berdasarkan PMK 204/2022 Pasal 21 ayat a dan b.
Hal ini diterangkan langsung oleh Kepala SDN 011 Tanjungpinang Barat Suarti, S.Pd saat di wawancarai awak Media gerbangkepri.com.
“Memang pada Tahun 2023 ini ada perubahan pencairan dana BOS dengan pembagian secara 2 tahap. Tahap I di mulai pada bulan Januari s/d Juni, lalu tahap ke II dimulai pada Juli s/d Desember, dengan pembagian 60% dan 40%,” tegasnya, Senin (17/07/2023).
“Pencairan dana BOS ini budgetnya sesuai banyaknya jumlah siswa, sementara untuk siswa kami berjumlah 242 siswa. Per- siswa nya mendapatkan sekitar 1.290,” sambungnya, sekitar pukul 11.00 Wib.
“Dana BOS 2023 dapat dipergunakan untuk berbagai hal, contoh membiayai kebutuhan Sekolah seperti pembelian buku-buku pelajaran, pembayaran gaji guru, biaya operasional, serta biaya kegiatan ekstrakurikuler. Jadi, sebagian dana BOS ini digunakan benar-benar untuk membantu meringankan beban orang tua,” tuturnya.
“Dalam dana BOS juga bisa digunakan untuk perbaikan sarana prasarana Sekolah, tetapi yang memang kerusakany 30% kebawah. Kalau kerusakan lebih dari 30%, tidak bisa menggunakan dana BOS”. ungkapnya. (NDY).
Editor : Sai







