Tanjungpinang, GK.com – Kapal Ferry MV Oceana 6 GT.131 dari Pelabuhan Punggur Kota Batam menuju Kota Tanjungpinang pada Senin (25/09/2023) mengalami mati mesin.
Kejadian yang terjadi sekitar pukul 09.59 WIB di perairan Air Raja, sekitar 2 mil laut dari Pelabuhan Punggur itu mengangkut sebanyak 112 penumpang.
Menurut keterangan dari Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli KSOP Tanjungpinang, Topan Wisnu Candra, saat peristiwa itu terjadi, para penumpang Kapal Ferry tersebut langsung segera dievakuasi ke Kapal Ferry Oceana 3 untuk melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang.
“Sementara itu, kapal Oceana 6 kembali ke Batam untuk di periksa penyebab atas terjadinya kerusakan tersebut,” tegas Topan.
“Kita selalu mengingatkan kepada awak kapal untuk senantiasa memastikan kondisi kelaik lautan Kapal sebelum berangkat, termasuk kondisi permesinan kapal. Hal ini sesuai dengan UU No 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran yang mengatur terkait standar keselamatan dan kenyamanan pelayaran”. ungkapnya. (NDY).
Ferry MV Oceana 6 Mati Mesin, 112 Penumpang Dievakuasi

Pembangunan Infrastruktur Transportasi Laut di Kepri Dikebut
KEPRI, GK.com – Akses transportasi dan komunikasi yang baik adalah salah satu faktor penting untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Kepulauan Riau (Kepri). Sebagai daerah kelautan, Kepri membutuhkan infrastruktur transportasi laut yang memadai untuk memudahkan mobilitas orang, kendaraan dan barang antar pulau.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus berupaya membangun dan memperbaiki infrastruktur transportasi laut yang ada di seluruh daerah. Beberapa proyek yang sedang digarap di tahun 2023 ini antara lain, pembangunan pelabuhan, pemasangan HDPE (High Density Polyethylene), dan ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement).
Dikatakan Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad, pembangunan infrastruktur transportasi laut di Kepri merupakan salah satu prioritas dalam pemerintahannya. Ia berharap, dengan adanya infrastruktur transportasi laut yang berkualitas, nantinya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di daerah ini.
“Kita dorong terus peningkatan-peningkatan pembangunan infrastruktur penunjang transportasi laut di Kepri seperti pelabuhan, HDPE dan lain sebagainya, agar akses orang, kendaraan, dan barang lebih mudah dari satu pulau ke pulau lainnya,” ujar Ansar Ahmad, Sabtu (23/09/2023).
Salah satu proyek yang sedang dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi Kepri adalah pembangunan tiga pelabuhan baru, yaitu Pelabuhan Penagi di Kabupaten Natuna, Pelabuhan Kuala Maras di Kepulauan Anambas, dan Pelabuhan Selat Beliah di Kabupaten Karimun. Ketiga Pelabuhan tersebut ditargetkan akan selesai akhir tahun 2023 ini, dengan anggaran sekitar Rp 38 miliar.
“Ketiga Pelabuhan tersebut kita gesa, dan akhir tahun ini selesai, serta bisa segera di fungsikan. Kita juga sudah meminta Dinas Perhubungan untuk mengontrol terus progres pengerjaannya, agar proyek-proyek tersebut bisa selesai tepat waktu,” tegas Ansar.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Kepri juga melakukan pemasangan HDPE di beberapa lokasi, seperti Pantai Indah Kijang, Tarempa, dan Airud Tanjungpinang. HDPE adalah bahan plastik yang digunakan untuk membuat pipa air bersih, saluran irigasi, saluran pembuangan, dan lain-lain.
Pemasangan HDPE diharapkan dapat meningkatkan kualitas air bersih dan sanitasi di daerah-daerah tersebut. Selain itu, HDPE juga memiliki keunggulan seperti tahan lama, tahan karat, tahan bocor, mudah dipasang, dan ramah lingkungan.
Selanjutnya, Pemerintah Provinsi Kepri juga sedang mengerjakan proyek ETLE yang merupakan teknologi canggih untuk mencatat pelanggaran lalu lintas secara elektronik. Proyek ini merupakan bantuan hibah dari Pemerintah Provinsi Kepri untuk Kepolisian.
Dengan adanya ETLE, diharapkan dapat meningkatkan ketertiban, keamanan, dan keselamatan pengendara di jalan raya. ETLE juga dapat membantu penegakan hukum secara efektif dan transparan.
Terakhir, Pemerintah Provinsi Kepri juga sedang mengadaan sarana transportasi becak listrik sebanyak 11 unit untuk dioperasikan di Pulau Penyengat, Tanjungpinang. Becak listrik ini merupakan alternatif transportasi yang ramah lingkungan dan hemat energi.
“Semua proyek-proyek ini kita lakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepri. Kita berharap dengan adanya infrastruktur transportasi laut yang baik, dapat membuka peluang usaha dan investasi baru di daerah ini”. harap Ansar. (*).
DPRD Karimun dan Bupati Sepakati Perubahan APBD 2023
Karimun, GK.com – Rapat paripurna DPRD Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (22/9/2023) menghasilkan kesepakatan antara pimpinan dewan dan Bupati Aunur Rafiq tentang Ranperda Perubahan APBD 2023. Nota kesepakatan tersebut ditandatangani setelah mendengarkan laporan dari juru bicara Banggar, Sulfanow Putra, yang menyampaikan rincian pendapatan dan belanja daerah dalam Perubahan APBD 2023.
Menurut Sulfanow Putra, pendapatan daerah dalam Perubahan APBD 2023 tetap sebesar Rp1.508.806.069.779, sama dengan usulan awal pemerintah daerah. Begitu juga dengan belanja daerah, yang tidak berubah dari angka Rp1.579.069.163.791. Dengan demikian, terdapat defisit sebesar Rp70.263.094.012, yang akan ditutupi dengan pos pembiayaan sebesar Rp70.263.094.012.
Ketua DPRD Karimun, M Yusuf Sirat, yang memimpin rapat paripurna bersama dua wakil ketuanya, Hasanuddin dan Rasno, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah dan fraksi-fraksi yang telah berdiskusi secara intensif untuk mencapai kesepakatan tersebut. Ia berharap, Perubahan APBD 2023 dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat Karimun.
Bupati Karimun, Aunur Rafiq, yang juga hadir dalam rapat paripurna, menyatakan apresiasinya kepada DPRD Karimun atas kerjasama yang baik dalam menyusun Perubahan APBD 2023. Ia juga menanggapi catatan dan masukan dari fraksi-fraksi yang disampaikan oleh Sulfanow Putra, dan berjanji akan terus menggali sumber-sumber pendapatan asli daerah.(***)
Pulau Bulang, Pulau Bersejarah Johor yang Terabaikan oleh Indonesia
Oleh : Nuri Che Shiddiq : Sejarawan dan Tokoh Budaya Melayu Indonesia
Batam, GK.com – Pulau Bulang memiliki sejarah panjang yang terkait dengan Johor, Malaysia. Pulau ini merupakan tempat tinggal Temenggung Johor yang berasal dari keturunan Bendahara Kerajaan Johor-Riau. Pulau ini juga menjadi lokasi penobatan atau pengangkatan Putra Mahkota Temenggung Johor yang harus dilaksanakan di Pulau ini sebagai syarat wajib. Pulau ini menjadi simbol kejayaan dan kedaulatan Johor.
Namun, sejak Indonesia merdeka, keadaan Pulau ini berubah drastis. Pulau ini termasuk ke dalam wilayah Indonesia setelah berhasil dipengaruhi oleh Barisan Keamanan Indonesia Riau (BKIR), salah satu sayap militer yang mendukung Republik Indonesia Serikat (RIS). Pulau ini lalu dijual kepada Grup Salim yang mendirikan peternakan babi terbesar di Indonesia dan menjadi penyuplai utama daging babi ke Singapura. Sejak itu, tidak ada lagi Sultan Johor yang mengunjungi Pulau ini.
Pulau Bulang sekarang menjadi rumah bagi masyarakat Melayu yang merupakan keturunan orang laut. Mereka memiliki sejarah dan budaya yang kaya. Mereka memiliki kuburan-kuburan keramat yang menjadi saksi perjuangan leluhur mereka. Namun, mereka merasa diperlakukan tidak adil oleh Pemerintah. Mereka merasa tidak diakui sebagai bagian dari Bangsa Indonesia.
Mereka harus tahan dengan bau busuk dari kandang babi yang mencemari udara mereka. Mereka juga harus mengikuti peraturan-peraturan yang bertentangan dengan adat mereka. Pemerintah memindahkan fasilitas-fasilitas penting dari Pulau mereka. Pemerintah bahkan menentukan arah pintu rumah dan wc mereka.
Mereka merasa seperti orang asing di tanah sendiri. Mereka merasa seperti dijajah oleh Bangsa sendiri. Mereka berharap Pemimpin Negara dapat mendengar suara mereka. Mereka berharap Pemimpin Negara dapat memberikan hak-hak mereka sebagai warga Negara Indonesia. Mereka berharap Pemimpin Negara dapat menghormati sejarah dan budaya mereka. Mereka berharap Pemimpin Negara dapat memberikan mereka kebebasan dan kesejahteraan.
Mereka menginginkan hidup tanpa perang, tanpa penjajahan, dan tanpa diskriminasi. Mereka menginginkan hidup sesuai dengan UUD 1945, yang menjadi landasan berdirinya Negara Indonesia. Mereka menginginkan hidup sebagai Bangsa Indonesia yang bersatu dan bermartabat. (RP).
Hasan Resmi Jabat Pj Walikota Tanjungpinang
Tanjungpinang, GK.com – Kadis Kominfo Provinsi Kepri, Hasan dilantik menjadi Pj Walikota Tanjungpinang oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Kamis (21/09/2023). Ia menggantikan Walikota yang masa jabatannya telah berakhir.
Hasan mendapat amanah dari Mendagri melalui SK Nomor 100 2 1.3.3-3732 tahun 2023 yang ditandatangani pada tanggal 7 September 2023. Ia akan memimpin Kota Tanjungpinang hingga terpilihnya Walikota definitif.
Dalam pidatonya, Ansar mengharapkan Hasan dapat membuat kebijakan strategis untuk mempercepat pembangunan di Kota Tanjungpinang, khususnya di bidang ekonomi dan sumber daya. Ansar juga mengingatkan Hasan untuk menghadapi tantangan dan hambatan yang ada.
Pada kesempatan itu, Hasan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia berjanji akan berusaha sebaik mungkin untuk menuntaskan pembangunan di Kota Tanjungpinang. Ia juga menargetkan penataan Kota agar lebih tertib, bersih, dan indah sesuai dengan statusnya sebagai Ibu Kota Kepulauan Riau. (NDY).
Dema STAIN SAR Kepri Gelar Festival Kemelayuan
Tanjungpinang, GK.com – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman (STAIN SAR) melalui Dewan Mahasiswa (Dema) menggelar Festival Kemelayuan, Rabu (20/09/2023) sekitar pukul 07.00 WIB. Festival ini berlokasi di Lapangan RRI Tanjungpinang dengan mengangkat tema “Batang Terendam di Era Society 5.0”.
Salah satu perwakilan Dema STAIN SAR, Ilfan Afrialdi mengatakan, “Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran kaum muda, terutama di kalangan akademisi, serta mengangkat budaya yang terkesan hilang dan sirna pada saat ini.”
Ia juga menjelaskan bahwa peserta perlombaan terdiri dari tiga cabang yaitu, musik akustik, lomba berbalas pantun, dan membaca naskah Melayu. Ada 135 peserta yang ikut serta dalam perlombaan tersebut. Selain itu, ada juga peserta pawai pagi sekitar 500 orang dan peserta bazar UMKM 20 tenda, yang 10 di antaranya dari masyarakat dan 10 lainnya dari mahasiswa.
“Adapun dana kegiatan ini didukung oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IV Riau dan Kepri. Ada juga beberapa dukungan berupa fasilitas yang disediakan oleh RRI Tandjung pinang dan Instansi terkait di Provinsi Kepulauan Riau”. tutur Ilfan.
Di tempat yang sama, H. Imam Subekti yang mewakili Ketua STAIN SAR berharap, festival ini dapat meningkatkan kualitas program kerja Dema STAIN SAR Kepri dan bersosialisasi secara internal maupun eksternal. Ia juga berharap agar festival ini dapat menumbuhkan minat masyarakat Kepri untuk memasukkan anak-anaknya ke Kampus STAIN SAR Kepri. (NDY)






