Karimun, GK.com – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Karimun menggelar sosialisasi sekolah kedinasan Politeknik Imigrasi bagi para guru dan siswa SMA/SMK di Kabupaten Karimun, Rabu (28/2/2024). Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi dan peluang bagi warga Karimun yang ingin menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di bidang keimigrasian.
Dalam sosialisasi ini, dua orang alumni Politeknik Imigrasi angkatan ke-22 yang kini menjadi CPNS Imigrasi di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Karimun, yaitu Kahfi Eki Cahyadi dan M. Verdyansyah Surahman, membagikan pengalaman dan pengetahuan mereka tentang sekolah kedinasan tersebut.
Kahfi menjelaskan bahwa Politeknik Imigrasi adalah transformasi dari Akademi Imigrasi, yaitu sebuah lembaga pendidikan tinggi kedinasan yang berstatus ikatan dinas di bawah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Politeknik Imigrasi menyelenggarakan pendidikan vokasi di bidang keimigrasian selama empat tahun, dengan tiga program studi, yaitu Hukum Keimigrasian, Administrasi Keimigrasian, dan Manajemen Teknologi Keimigrasian.
“Selama di Politeknik Imigrasi, kita tidak perlu mengeluarkan biaya apapun. Semua fasilitas disediakan oleh pemerintah, mulai dari tempat tinggal, makan, pakaian, hingga uang saku. Kita juga mendapatkan banyak pengalaman dan ilmu yang bermanfaat untuk karir kita di bidang keimigrasian,” ujar Kahfi.
Verdyansyah menambahkan bahwa Politeknik Imigrasi tidak hanya mengajarkan kegiatan akademik, tetapi juga kegiatan non akademik, seperti organisasi, olahraga, seni, dan kemiliteran. Ia juga menyebutkan beberapa prestasi yang diraih oleh Politeknik Imigrasi, seperti juara umum Pekan Olahraga dan Seni Mahasiswa Kedinasan (Porsimadis) tahun 2023, juara umum Pekan Olahraga dan Seni Mahasiswa Imigrasi (Porsimigra) tahun 2023, dan juara umum Pekan Olahraga dan Seni Mahasiswa Hukum dan HAM (Porsimaham) tahun 2023.
“Lulusan Politeknik Imigrasi akan menjadi CPNS Imigrasi golongan III/a dan berpeluang penempatan kerja di seluruh wilayah kerja keimigrasian di Indonesia, seperti bandara, pelabuhan, perbatasan, kantor imigrasi, rumah detensi imigrasi, dan bahkan perwakilan imigrasi di luar negeri. Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi kita yang ingin berkarir di bidang keimigrasian,” kata Verdyansyah.
Gerson Silalahi, Kepala Subseksi Teknologi Informasi Keimigrasian, yang bertindak sebagai moderator, mengatakan bahwa sosialisasi ini adalah bagian dari upaya Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Karimun untuk memberikan informasi dan peluang kepada masyarakat Karimun, khususnya para guru dan siswa SMA/SMK, yang ingin menjadi CPNS Imigrasi melalui jalur sekolah kedinasan.
“Kami berharap dengan adanya sosialisasi ini, semakin banyak warga Karimun yang tertarik dan berminat untuk mendaftar ke Politeknik Imigrasi. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk memantau website dan media sosial resmi Politeknik Imigrasi untuk mendapatkan informasi terbaru tentang penerimaan taruna tahun 2024,” tutur Gerson.
Sosialisasi ini dihadiri oleh sekitar 100 orang peserta, yang terdiri dari perwakilan guru dan siswa SMA/SMK se-Kabupaten Karimun. Selain mendapatkan materi sosialisasi, peserta juga mendapatkan souvenir dan doorprize dari panitia.(LRS)
Politeknik Imigrasi Buka Peluang CPNS bagi Warga Karimun
SMKN 3 Tanjungpinang Gelar Pelatihan Instalasi Listrik untuk Migran
Tanjungpinang, GK.com – Sebanyak 15 migran dari Somalia dan Afghanistan mengikuti pelatihan instalasi listrik untuk rumah dan gedung di SMKN 3 Tanjungpinang. Pelatihan ini diselenggarakan oleh International Organization for Migration (IOM) selama 20 hari mulai dari 21 Februari hingga 20 Maret 2024.
“Tujuan dari pelatihan ini adalah memberikan pendidikan dan keterampilan bagi para migran yang akan menuju Negara ketiga yang nantinya menerima mereka. Kita melatih mereka untuk bidang instalasi listrik dan bangunan yang sangat dibutuhkan di banyak Negara,” kata Firdaus KH, S.Pd selaku Ketua pelaksana kegiatan di Ruang Kerjanya.
Firdaus menambahkan, pelatihan ini berlangsung selama kurang lebih 160 jam. Peserta pelatihan mempelajari dasar-dasar kelistrikan, perencanaan, instalasi, dan pemeliharaan sistem listrik untuk rumah-rumah tipe sederhana hingga gedung. Selain teori, peserta juga melakukan praktik instalasi listrik di Ruang Techno Park, SMKN 3 Tanjungpinang.
“Kami sangat senang dan berterima kasih bisa mengikuti pelatihan ini. Kami belajar banyak hal baru dan bermanfaat. Kami berharap pelatihan ini bisa membuka peluang kerja dan kehidupan yang lebih baik bagi kami di Negara ketiga nanti,” ujar Ali, salah satu peserta pelatihan asal Somalia.
Menurut data IOM, terdapat sekitar 14 ribu migran di Indonesia yang berasal dari berbagai Negara, terutama Afghanistan, Somalia, dan Myanmar. Kebanyakan dari mereka berharap bisa mendapatkan perlindungan dan kesempatan baru di Negara ketiga seperti Australia, Kanada, atau Amerika Serikat. Namun, proses penempatan mereka seringkali memakan waktu yang lama dan tidak pasti.
“Untuk itu, IOM bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk SMKN 3 Tanjungpinang dalam memberikan pelatihan dan bantuan bagi para migran. SMKN 3 Tanjungpinang di pilih sebagai mitra karena memiliki fasilitas dan kualitas pendidikan yang baik, khususnya di bidang teknik listrik,” ungkapnya.
“Kami bangga bisa menjadi bagian dari program ini. Kami berharap pelatihan ini bisa memberikan manfaat bagi para migran dan juga bagi sekolah kami. Kami juga berharap para peserta bisa mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan bertanggung jawab”. harap Firdaus. (LRS).
Muhammad Rudi Apresiasi Peran Dekranasda Dalam Meningkatkan Ekonomi Batam

Batam, GK.com – Kepala BP Batam/Walikota Batam, Muhammad Rudi, memberikan apresiasi kepada Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam. Dekranasda, yang dipimpin oleh Marlin Agustina, dianggap memiliki peranan penting dalam meningkatkan perekonomian Kota Batam melalui produk Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Muhammad Rudi menyampaikan hal itu saat menghadiri silaturahmi Ketua Dekranasda Kota Batam bersama Pelaku IKM/UMKM Kota Batam TA 2024. Acara tersebut berlangsung di Grand Ballroom Pasific Palace Hotel, Kamis (22/2/2024).
“Kita harus mengapresiasi Dekranasda yang turut berperan aktif bersama pemerintah meningkatkan taraf ekonomi masyarakat,” ujar Muhammad Rudi.
Ia mengajak Dekranasda Kota Batam untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam memajukan kerajinan dan kesejahteraan para perajin. Ia juga mendorong perajin untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi agar berdaya saing.
Menurut Muhammad Rudi, Dekranasda Kota Batam merupakan mitra strategis pemerintah dalam membina para perajin. Dekranasda tidak hanya menampung aspirasi dan memperjuangkan kepentingan para perajin, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung pemasaran produk para perajin.
“Kita perlu terus meningkatkan komunikasi dan kolaborasi. Agar tercipta kesamaan persepsi dan meminimalkan sektor yang belum tertangani. Kita harus memastikan perhatian utama untuk memajukan kerajinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para perajin,” kata Muhammad Rudi.
Muhammad Rudi berharap, produk-produk dari para pelaku IKM dan UMKM Kota Batam semakin kompetitif dan berkualitas tinggi. Ia mengatakan, pemerintah daerah akan terus berkolaborasi dengan memberikan berbagai pembinaan, pelatihan dan pendampingan agar pelaku usaha kecil mikro semakin baik dan bersinergi menopang perekonomian daerah.
“Kolaborasi yang saya harapkan di tahun 2024 ini adalah peran aktif dukungan dari para peserta pelaku IKM dan UMKM yang secara bersama-sama dengan pemerintah berkolaborasi dan bersinergi untuk membangun sektor perekonomian yang ada di Kota Batam,” imbuhnya.(***)
Sosialisasi E-Paspor di Karimun, Ini Keunggulan dan Cara Membuatnya
Karimun, GK.com – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Karimun menggelar sosialisasi Paspor Elektronik (E-Paspor) bagi masyarakat Kabupaten Karimun, Rabu (21/2/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan edukasi tentang layanan E-Paspor yang sudah tersedia di kantor imigrasi setempat sejak Oktober 2023.
Sosialisasi ini dihadiri oleh perwakilan guru dan siswa/siswi SMA/SMK di Kabupaten Karimun. Acara berlangsung di Hotel Aston lantai 1 dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Karimun mengapresiasi kehadiran para peserta. Ia mengatakan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari target kinerja seluruh kantor imigrasi di Indonesia untuk mengenalkan layanan E-Paspor kepada masyarakat.
“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa E-Paspor adalah paspor terbaru yang memiliki banyak keunggulan dibandingkan paspor biasa. E-Paspor juga sudah dapat diperoleh di 102 kantor imigrasi di seluruh Indonesia, termasuk di Tanjung Balai Karimun,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa E-Paspor merupakan implementasi dari Keputusan Direktur Jenderal Imigrasi Nomor IMI-0235.GR.01.01 Tahun 2023 yang menetapkan penambahan 50 kantor imigrasi yang memberikan pelayanan E-Paspor.
Untuk menjelaskan lebih lanjut tentang E-Paspor, moderator acara yang juga Kepala Subseksi Teknologi Informasi Keimigrasian, Gerson Silalahi, memberikan kesempatan kepada Kepala Subseksi Lalu Lintas Keimigrasian, Elmi, untuk memaparkan materinya.
Elmi menguraikan empat keunggulan E-Paspor, yaitu:
1. E-Paspor memiliki chip yang menyimpan data biometrik, seperti sidik jari dan bentuk wajah, yang membuat data diri lebih aman dan sulit dipalsukan.
2. E-Paspor mempercepat proses keimigrasian, karena pemiliknya dapat melewati autogate yang tersedia di beberapa bandara dan pelabuhan internasional, tanpa harus antri di loket imigrasi.
3. E-Paspor memberikan kemudahan bebas visa ke beberapa negara, terutama Jepang, yang merupakan salah satu tujuan favorit masyarakat Indonesia.
4. E-Paspor memiliki penerimaan luas di negara lain, karena sudah sesuai dengan standar internasional dari International Civil Aviation Organization (ICAO).
Selain itu, Elmi juga menginformasikan perbedaan biaya antara paspor biasa dan E-Paspor. Paspor biasa dikenakan biaya Rp350.000, sedangkan E-Paspor dikenakan biaya Rp650.000. Biaya tersebut sudah termasuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Peserta sosialisasi tampak antusias mengikuti acara dan bertanya tentang E-Paspor. Gerson Silalahi berharap, setelah sosialisasi ini, masyarakat dapat merasakan manfaat dari E-Paspor dan tertarik untuk mengurusnya melalui aplikasi M-Paspor yang dapat diunduh di App Store atau Google Play.(***)
Ronny War: Dewan Pers Tidak Transparan Dan Profesional dalam Verifikasi Media
Jakarta, GK.com – Ronny war, salah satu wartawan media lokal di Provinsi Kepri yang tidak lolos verifikasi Dewan Pers, mengecam pernyataan ketua Dewan Pers Ninik Rahayu yang membantah tuduhan diskriminasi dan favoritisme dalam proses verifikasi media. Ronny war menuduh Dewan Pers tidak transparan dan profesional dalam melakukan verifikasi media, serta mengabaikan nasib dan hak-hak para wartawan yang terkena dampak PHK.
“Verifikasi media adalah proses yang tidak jelas dan tidak adil yang dilakukan oleh Dewan Pers tanpa melibatkan media-media yang di verifikasi. Proses ini ada kaitannya dengan kepentingan politik dan bisnis media, bukan dengan kualitas dan integritas jurnalisme,” kata Ronny war, Rabu (21/02/2024) sore.
Ronny war menuturkan, verifikasi media dilakukan dengan menggunakan instrumen yang tidak sesuai dengan kondisi dan kebutuhan media-media di Indonesia, yaitu Pedoman Umum Perilaku Jurnalistik (PUPJ), Pedoman Pemberitaan Ramah Anak (PPRA), dan Pedoman Media Siber (PMS).
Instrumen-instrumen ini, lanjut Ronny war, mengatur aspek-aspek yang tidak relevan dan tidak realistis dalam jurnalisme, seperti kode etik, hak dan kewajiban wartawan, perlindungan sumber, penyelesaian sengketa, hingga pengelolaan media Siber.
“Semua media yang mengajukan verifikasi harus memenuhi kriteria-kriteria yang ada dalam instrumen tersebut, padahal banyak media yang tidak memiliki sumber daya dan fasilitas yang memadai untuk memenuhinya. Jika ada media yang tidak memenuhi, maka Dewan Pers akan memberikan rekomendasi perbaikan atau penyesuaian, yang sebenarnya hanya sebagai alasan untuk menolak media tersebut. Jika media tersebut tidak mengindahkan rekomendasi Dewan Pers, maka media tersebut tidak akan mendapatkan status terverifikasi,” ungkap Ronny war.
“Verifikasi media juga dilakukan dengan melibatkan tim verifikator yang tidak independen dan tidak kompeten. Tim verifikator terdiri dari perwakilan Dewan Pers, organisasi pers, dan akademisi yang memiliki kepentingan atau afiliasi dengan media-media tertentu. Tim verifikator, bertugas untuk melakukan penilaian lapangan terhadap media yang mengajukan verifikasi, tanpa memberikan kesempatan kepada media tersebut untuk memberikan klarifikasi atau pembelaan. Tim verifikator juga tidak melaporkan hasil penilaian mereka kepada media-media yang di verifikasi yang dianggap kurang memenuhi persyaratan, melainkan hanya kepada Dewan Pers,” tuturnya.
“Tim verifikator adalah orang-orang yang tidak profesional, tidak berintegritas, dan tidak berkompeten di bidang jurnalisme. Mereka memiliki kepentingan atau afiliasi dengan media-media tertentu, baik yang berafiliasi dengan Pemerintah, Partai Politik, atau kelompok kepentingan lainnya. Mereka juga menerima imbalan atau insentif dari Dewan Pers atau media-media tertentu. Mereka bekerja secara tidak independen dan tidak bertanggung jawab kepada media-media yang di verifikasi,” ujar Ronny war.
Ronny war menegaskan bahwa Dewan Pers melakukan diskriminasi dan favoritisme dalam proses verifikasi media.
“Dewan Pers membeda-bedakan media berdasarkan ukuran, jenis, atau wilayah. Dewan Pers memberikan perlakuan khusus kepada media-media tertentu, baik yang berafiliasi dengan Pemerintah, Partai Politik, atau kelompok kepentingan lainnya. Dewan Pers memandang media dari sisi siapa pemiliknya, siapa pendirinya, atau siapa pendukungnya. Dewan Pers tidak memandang media dari sisi bagaimana mereka menjalankan jurnalisme yang baik dan benar. Dewan Pers memihak kepada media-media tertentu. Dewan Pers tidak memihak kepada media-media yang menghormati dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik,” ujar Ronny war.
Ronny war mengkritik pernyataan Ninik Rahayu, dan menyayangkan adanya PHK massal yang menimpa sekitar 800 wartawan di Indonesia akibat media-media mereka tidak lolos verifikasi Dewan Pers.
“Dewan Pers tidak prihatin dan tidak berempati dengan nasib para wartawan yang kehilangan pekerjaan dan hak-hak mereka sebagai pekerja media. Dewan Pers tidak siap membantu para wartawan yang di-PHK untuk mencari solusi dan alternatif pekerjaan. Kami menolak pernyataan Dewan Pers yang mengaku prihatin dan berempati dengan kami. Dewan Pers adalah penyebab utama dari PHK massal ini. Dewan Pers tidak peduli dengan kesejahteraan dan kebebasan pers, melainkan hanya dengan kepentingan dan kekuasaan mereka. Dewan Pers tidak membantu kami untuk mencari solusi dan alternatif pekerjaan, melainkan hanya menawarkan bantuan yang tidak jelas dan tidak nyata,” papar Ronny war.
Ronny war mengimbau kepada media-media yang tidak lolos verifikasi untuk tidak takut atau menyerah kepada Dewan Pers, melainkan melakukan perlawanan dan protes terhadap proses verifikasi media yang tidak adil dan tidak transparan. Ronny war juga mengimbau kepada media-media yang lolos verifikasi untuk tidak diam atau tunduk kepada Dewan Pers, melainkan bersolidaritas dan berempati dengan media-media yang tidak lolos verifikasi.
“Verifikasi media adalah proses yang harus dihentikan dan ditinjau ulang oleh Dewan Pers. Proses ini tidak sesuai dengan semangat dan prinsip kemerdekaan pers yang dijamin oleh Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Proses ini hanya merugikan dan mengancam media-media yang kritis dan independen. Proses ini harus diganti dengan proses yang lebih demokratis, partisipatif, dan inklusif, yang melibatkan semua pihak terkait dengan pers, baik media, wartawan, organisasi pers, pemerintah, maupun masyarakat. Ayo, bekerja dan menilailah secara profesional, bukan karena faktor kepentingan”. tutup Ronny War. (Red).
Literasi Digital Jadi Kunci Batam Menuju Kota Modern
Batam, GK.com – Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengajak masyarakat Batam untuk meningkatkan kecakapan digital melalui literasi digital. Hal ini penting untuk menghadapi tantangan dan peluang di era digital, seiring dengan pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan untuk menjadikan Batam kota modern.
Muhammad Rudi menyampaikan hal ini saat menghadiri acara Literasi Digital bertema Digital Marketing Strategy in Political Years, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bersama Sinarmas Group, di Palm Springs Golf, Rabu (21/2/2024).
Menurutnya, literasi digital dapat membantu masyarakat Batam untuk memanfaatkan internet secara produktif, aman, dan positif. Ia mencontohkan, dengan literasi digital, masyarakat dapat menghindari dan menangkal konten-konten negatif seperti hoaks, yang dapat merusak persatuan dan kesatuan di Batam.
“Kita harus bersama-sama menjaga Batam dari berita hoaks, apalagi di tahun-tahun politik. Kita harus membanjiri ruang digital dengan konten positif yang menunjukkan kemajuan dan prestasi Batam,” ujar Muhammad Rudi.
Muhammad Rudi juga mengapresiasi upaya pemerintah pusat dan swasta dalam mendukung gerakan literasi digital di Batam. Ia berharap, dengan adanya literasi digital, masyarakat Batam dapat lebih cakap dalam menggunakan internet untuk berbagai keperluan, seperti pendidikan, kesehatan, hiburan, dan bisnis.
Salah satu manfaat internet yang ingin ditingkatkan oleh Muhammad Rudi adalah untuk mengembangkan UMKM di Batam. Ia berpesan, agar UMKM di Batam dapat on boarding ke platform e-commerce, sehingga dapat meningkatkan omset, pasar, dan kualitas produknya.
“Internet bisa memberikan nilai tambah bagi UMKM di Batam, jika kita tahu cara memanfaatkannya dengan baik. Saya harap, UMKM di Batam bisa naik kelas dengan bantuan internet,” tutur Muhammad Rudi.
Muhammad Rudi menambahkan, pembangunan infrastruktur di Batam, khususnya di Kecamatan Nongsa, terus dikebut untuk menciptakan kota modern yang nyaman dan berkualitas. Ia mengatakan, pembangunan jalan lima lajur di Nongsa akan segera rampung, dan akan diikuti dengan pembangunan fasilitas publik lainnya.
“Kita ingin Batam menjadi kota modern yang tidak hanya maju secara fisik, tapi juga secara digital. Kita ingin Batam menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia, bahkan di dunia,” pungkas Muhammad Rudi. (***)






