Beranda Hukrim Sabu Senilai 10 Miliar Asal Malaysia Dimusnahkan Polres Karimun

Sabu Senilai 10 Miliar Asal Malaysia Dimusnahkan Polres Karimun

228
0
Polres Karimun saat memusnahkan Narkotika jenis Sabu-Sabu.

Karimun, GK.com – Polisi Resor (Polres) Karimun melakukan pemusnahan Barang Bukti (BB) Methamphetamine (Sabu-Sabu) seberat 4.242 gram senilai Rp 10 Miliar asal Malaysia hasil tangkapan Satnarkoba Polres Tanjung Balai Karimun bersama Bea Cukai Karimun, pada Rabu (11/11) lalu di Kelurahan Pamak, Karimun.

Pemusnahan BB tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan SIK, yang dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Karimun, Kepala BNN Kabupaten Karimun, Kepala Rutan Kelas II B, Ketua Pengadilan Negeri Tbk, Perwakilan Instansi Lanal Tbk, Kodim 0317 Tbk, Kejaksaan dan KPPBC Tanjung Balai Kairmun dengan cara dilarutkan ke dalam air panas.

Kapolres Karimun, Muhammad Adenan mengatakan, pemusnahan 4 kg Sabu ini merupakan hasil upaya penyeludupan yang dilakukan oleh tersangka berinisial MK dan AH yang berasal dari Malaysia dengan bungkusan teh cina.

“Pemusnahan Barang Bukti ini berdasarkan Surat Kejaksaan Negeri Karimun nomor : SK–2389/L.10.12/ Enz.1/11/2020 tanggal 20 November 2020 tentang ketetapan status barang sitaan narkotika yang akan dimusnahkan,” kata Adenan di Rumatama Polres Karimun, Jumat (4/12) siang.

Ia menjelaskan bahwa Modus yang dilakukan oleh tersangka yaitu tidak bertemu secara langsung, namun mereka melakukan komunikasi untuk menentukan titik, dari keterangan kedua tersangka pengambilan barang haram tersebut, tersangka AH mengaku disuruh oleh Y (DPO) sedangkan MK mengaku disuruh oleh A (DPO) dan R (DPO).

“Tersangka AH berperan sebagai Tekong Boat, untuk penjemputan barang haram itu diperairan perbatasan laut Indonesia-Malaysia, sedangkan peran tersangka MK menyimpan barang haram tersebut di semak-semak,” jelasnya.

Atas perbuatannya, kini kedua tersangka dijerat Pasal 112 Ayat 2, Pasal 114 Ayat 2, serta Pasal 132 Ayat 1 UU Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara, dengan hukuman seumur hidup atau hukuman mati atau pidana denda Rp 1 Milyar hingga Rp 10 Milyar. (RC).

Editor : Febri