Jumat, Mei 29, 2026
Beranda blog Halaman 947

Hadapi Ancaman Kedaulatan, Pangkalan Utama TNI AL Tanjungpinang Lakukan Siaga Purla

Tanjungpinang, GK.com – Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, S.E., M.A.P., bersama Panglima Komando Armada (Pangokarmada) I Laksamana Muda TNI Muhammad Ali, S.E., M.M., mendampingi Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pankogabwilhan) I Laksamana Madya TNI Yudo Margono S.E., M.M, pada saat Press Release di apron Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal) Tanjungpinang, Kepri, Minggu (05/01) pagi.

Dihadapan sejumlah Awak Media, Pangkogabwilhan I, Laksamana Madya TNI Yudo Margono S.E., M.M, menyampaikan bahwa, mengawali Tahun 2020, beberapa hari lalu telah dilaksanakan apel kesiagaan Operasi Siaga Tempur Laut (Siaga Purla) dalam menghadapi dinamika ancaman kedaulatan dan pelanggaran hukum di laut yurisdiksi Nasional, di perairan Natuna Kepulauan Riau.

“Beberapa waktu lalu telah terjadi pelanggaran wilayah oleh unsur-unsur Coast Guard berbendera Negara Cina dan penangkapan ikan secara illegal oleh kapal-kapal ikan milik Cina di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, kurang lebih jarak 130 mil dari Ranai”, tutur Yudo Margono.

Lanjut Yudo Margono, saat ini tindakan yang telah diambil yaitu mengirim 2 buah KRI untuk melakukan komunikasi secara persuasive terhadap unsur Coast Guard dengan harapan mereka mau meninggalkan dan keluar dari wilayah Indonesia, namun sampai saat ini mereka masih tetap bertahan, bahkan menurut mereka kegiatan tersebut tidaklah illegal.

“Selama ini hanya ada 2 kapal Coast Guard Cina dan satu kapal unsur perikanan milik Cina yang berada di ZEE Indonesia dan tidak ada unsur Angkatan Laut Cina, serta hanya kapal penangkap ikan dari Negara Cina yang menangkap ikan di ZEE Indonesia, sedangkan kapal ikan Negara Vietnam menangkap ikan di Utara Landas Kontinen”. jelasnya.

Hadir dikesempatan itu, Wadan Lantamal IV Kolonel Laut (P) DR. Imam Teguh Santoso, S.T., M.Si., Danwing Udara 1 Kolonel Laut (P) Gering Sapto Sambodo, M.Tr. Hanla, M.M., Kasrem 033/WP Kolonel Inf Jimmy Watuseke, Danlanud RHF Kolonel Pnb Andi Wijanarko, Para Pejabat Utama Lantamal IV, Kasiops Korem 033/WP Kolonel Inf Ariful Mutaqin Danludal Tanjungpinang Letkol (P) Dani Achnisundani, S.H., M, Tr .Hanla., dan Kadisops Lanud RHF Letkol Lek Agus Budi Purwoko, S.T. (Hms/Red).

Editor : Febri

Mudahkan Pelayanan Haji Dan Umroh, Bupati Empat Lawang Resmikan Kantor PTSP Kemenag

Empat Lawang, GK.com – Bertepatan dengan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama (Kemenag) ke- 74, Bupati Empat Lawang, H. Joncik Muhammad meresmikan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kementerian Agama Empat Lawang, Jum’at (3/01).

Didampingi Kepala Kantor Kemenag Empat Lawang, H. Muhammad Makki,  Bupati Empat Lawang H. Joncik Muhammad meresmikan Kantor PTSP Kemenag yang ditandai dengan pemotongan pita,

“Dengan mengucapkan Bismillah, Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kementrian Agama Kabupaten Empat Lawang, kini resmi dibuka,” ucap Bupati Empat Lawang, sembari memotong pita peresmian, di Kantor Kemenag Empat Lawang.

 

Baca :
https://gerbangkepri.com/2020/01/04/dalam-peringati-hab-ke-74-ngesti-yuni-suprapti-berharap-kemenag-semakin-dekat-dalam-melayani-umat/
https://gerbangkepri.com/2020/01/02/400-paket-bantuan-di-siapkan-kemenag-tanjungpinang-dalam-peringati-hab-ke-47/

 

Dikesempatan itu, Bupati Empat Lawang mengatakan, bahwasanya peresmian PTSP  ini dilakukan atas instruksi dari Bapak  Menteri Agama yang baru, yaitu H. Fahrurrozi, untuk memudahkan seluruh perizinan, khususnya di bidang Haji dan Umroh.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama  Kabupaten Empat Lawang, H Muhammad Makki menuturkan, PTSP Kemenag Kabupaten Empat Lawang ini sudah siap untuk melayani masyarakat Kabupaten Empat Lawang.

“Ini semuanya sudah siap, komputer juga sudah siap, jadi kalau ada masyarakat yang ingin daftar Haji, tidak perlu repot lagi, orang Banknya langsung datang kesini”. pungkas Muhammad Makki. (Her).

Editor : Febri

397.000 Orang Telah Mengungsi Dari Bencana Banjir Yang Disinyalir Sebagai Banjir

Jakarta, GK.com – Hujan deras yang turun di daerah Jakarta hingga menyebabkan banjir di beberapa tempat, pada Kamis (2/1) malam, mulai berangsur surut.

Beberapa pengungsi yang sebelumnya berada di tempat penampungan, juga mulai kembali ke rumahnya masing-masing.

Akibat dari banjir tersebut, beberapa kendaraan yang terseret oleh dorongan arus terlihat bertumpukan menimpa satu sama lainnya. Selain kendaraan, adapula beberapa barang yang ikut terseret, seperti meja, batu, pot dan barang lainnya.

Saat itu, tercatat sekitar 397.000 orang yang mengungsi ke tempat-tempat penampungan sementara yang tersebar di berbagai tempat, karena tidak memungkinkan untuk tetap berada di dalam rumah ketika ketinggian air mencapai hinggs 6 meter.

Menanggapi kejadian tersebut, Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa, akibat dari peristiwa bencana alam tersebut, telah menyebabkan 43 korban tewas, dan ada kemungkinan untuk terus bertambah, karena saat para petugas penyelamat sedang melakukan evakuasi ketika banjir mulai surut, telah menemukan beberapa mayat lainnya.

Terhitung sejak Tahun 2013 lalu, Tahun ini merupakan banjir terparah. Sebab, banjir kali ini menyambangi beberapa wilayah yang sebelumnya tidak terkena banjir, justru saat ini terkena banjir.

Berdasarkan data yang diperoleh oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan ekstrem yang terjadi sebelum datangnya banjir meliputi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), dengan intensitas tertinggi 377 mm/hari, yang mana angka tersebut merupakan curah hujan dengan patokan standar hujan ekstrem, sebesar 150 mm/hari.

Sumber : kepriterkini.id

Editor : Febri

Pemkab Karimun Terapkan E- Planning SIMDA, Bupati Karimun : Sejak Tahun 2019 Hanya 14 OPD Yang Telah Menggunakannya

Karimun, GK.com – Perencanaan dan penganggaran Daerah berbasis elektronik atau yang biasa dikenal dengan sebutan E- Planning yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun  sejak Tahun 2019 lalu, ternyata hingga saat ini masih banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Karimun yang mengabaikannya.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Karimun, H. Aunur Rafiq kepada Media ini usai pelantikan Pejabat Struktural, Pengawas dan Kepala Sekolah, di Gedung Balai Nilam Sari, Jum’at (03/01) sekitar pukul 15.30 Wib.

“Sampai Tahun 2020 ini, memang belum semua OPD di lingkungan Pemkab Karimun yang menggunakan E- Planning  Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA), dari 51 OPD hanya terdapat 14 saja yang sudah menggunakannya,” ungkap Aunur Rafiq.

“Saya akan ingatkan kembali kepada seluruh OPD  untuk segera menginput data ke program perencanaan dan penganggaran secara elektronik tersebut,” tegas Aunur Rafiq.

Dikatakan Aunur Rafiq, jika para OPD belum melakukan input data ke E-Planning  SIMDA,  nantinya tentu akan menghambat proses pencairan gaji, tentunya hal itu tidak hanya menghambat di Kedinasan saja.

“Saya berharap kepada seluruh OPD untuk segera menginput data ke E- Planning, agar gaji para Pegawai dapat dibayarkan untuk triwulan pertama ini sesuai jadwalnya,  mengingat jadwal kerja kita sudah masuk”. tutup Aunur Rafiq. (KR).

Editor : Febri

Dalam Peringati HAB ke- 74, Ngesti Yuni Suprapti Berharap Kemenag Semakin Dekat Dalam Melayani Umat

Natuna, GK.com – Meski sempat diguyur dengan turunnya hujan, Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama RI ke- 74 Tahun 2020 tingkat Kabupaten Natuna yang dilaksanakan di Halaman Kantor Kemenag Kabupaten Natuna tetap berjalan dengan khidmat. Dalam upacara yang dipimpin oleh Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti pada Jum’at (3/1) itu diikuti oleh ratusan Pelajar dari tingkat SD, SMP, SMA, Mahasiswa STAI Natuna, serta para Pegawai di lingkungan Kemenag Kabupaten Natuna.

Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti dalam membacakan amanat yang tertulis dari Menteri Agama RI Fachrul Razi menyampaikan, hari ini, kita memperingati tonggak peristiwa penting yang mempunyai arti khusus bagi bangsa Indonesia untuk selalu menjunjung tinggi kaidah dan nilai-nilai kehidupan beragama, melalui peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke- 74.

Disampaikannya, Kementerian Agama dibentuk pada tanggal 3 Januari 1946, dengan Menteri Agama pertama yakni Haji Mohammad Rasjidi, Kementerian Agama lahir dikancah revolusi fisik bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dari penjajah, sebagai bagian dari perangkat bernegara dan berpemerintahan, Kementerian Agama hadir dalam rangka pelaksanaan pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945.

“Tugas utama Kementerian Agama adalah membangun jiwa manusia sebagai landasan terbentuknya mental bernegara yang baik, baik itu untuk pembangunan infrastruktur fisik maupun dalam rangka menunjang pembangunan jiwa,” terang Ngesti.

Lanjut Ngesti, selama tujuh dekade perjalan sejarah Kementrian Agama, banyak perubahan dan kemajuan yang telah dicapai dalam spektrum tugas yang begitu luas, seperti dalam fungsi bimbingan masyarakat beragama, pelayanan nikah, pembinaan pengelolaan zakat dan wakaf, dana sosial keagamaan, penyelenggaraan ibadah Haji, pendidikan keagamaan disemua jenjang, penelitian dan pengembangan, kediklatan, pembinaan kerukunan antara umat beragama, penyelenggaraan jaminan produk halal, serta penguatan tata kelola manajemen dan organisasi sesuai dengan agenda reformasi birokrasi.

“Saya meminta kepada segenap aparatur Kementerian Agama untuk dapat memberikan seluruh kemampuan yang saudara-saudara miliki, untuk semakin dekat melayani umat dan menjaga nama baik Kementerian Agama,” pintanya.

Dalam kesempatan itu, Ngesti juga memberikan penghargaan Satya Lencana kepada sejumlah Pegawai Kemenag Natuna yang telah mengabdi lebih dari satu dekade (10 Tahun). Turut hadir dalam Upacara tersebut, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Natuna Daeng Ganda Rahmatullah, FKPD, para Asisten dan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Natuna, Instansi Vertikal, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Organisasi, serta tamu undangan lainnya. (SS).

Editor : Milla

 

 

Penumpukan Beras Terjadi di Bulog Subdivre Tanjungpinang Sejak Tahun 2017, Adaapa ?

Tanjungpinang, Gk.com – Halaman Kantor Bulog Subdivre Tanjungpinang dijaga ketat oleh sejumlah Aparat Kepolisian Tanjungpinang, dalam rangka mengamankan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Maritim Raja Haji (UMRAH) Tanjungpinang yang tergabung dalam organisasi Gerakan Pemuda Melayu Kepulauan, yang biasa dikenal dengan sebutan “Garuda Melaka”.

Sebagai kaum intelektual yang dikenal dengan kebebasan berorasi, sejumlah Mahasiswa tersebut menilai Bulog Subdivre Tanjungpinang telah gagal dalam melakukan perencanaan. Menurut mereka, dengan ilmu Manajemen yang dimiliki, seharusnya Kepala Bulog Subdivre Tanjungpinang, Edison dapat mengelola persediaan Beras dengan baik, sehingga tidak menyebabkan terjadinya penumpukan.

Kegagalan Bulog tersebut, dinilai Mahasiswa dari rencana Bulog Subdivre Tanjungpinang yang akan melakukan pelelangan Beras Bulog sebanyak 500 Ton akibat penumpukan Beras yang terjadi.

“Kita nilai disini tentu ada kerugian Negara dari hal tersebut, maka dari itu, kami dengan ini menyatakan beberapa sikap, yaitu menuntut agar Kepala Bulog Subdivre Tanjungpinang segera dicopot, dan lakukan sidak 500 Ton beras yang telah dilelang,” tegas Koordinasi Unjuk Rasa, Erik.

“Bulog melakukan tindakan melelang beras tersebut dengan harga yang sangat tidak wajar, yaitu Rp 1.172,-/Kg, padahal seharusnya Beras tersebut dapat dijual dengan harga kurang lebih Rp 8.000,-/Kg, jika dihitung tentu akan sangat merugikan Negara,” jelas Erik, Jum’at (3/01) pukul 09.00 Wib.

Dikatakan Erik, Bulog merupakan salah satu institusi pangan terbesar yang seharusnya memiliki kredibilitas, sehingga para Demonstran tersebut meminta agar pihak Bulog membuktikan kepada Publik, apakah ada beras sebanyak 500 Ton tersebut.

Sementara itu, diwaktu yang sama, Kepala Bulog Subdivre Tanjungpinang, Edison menyampaikan bahwa, pelelangan yang disebutkan merupakan instruksi dari Pusat.

“Proses pelelangan ini ditujukan untuk pemenuhan non pangan, yang artinya tidak untuk di konsumsi, pelelangan tersebut juga terjadi akibat tidak tersalurkannya Beras-Beras yang ada, karena tidak adanya penyaluran, seperti sebelumnya yang disalurkan untuk Bansos Sastra,” terang Edison.

Menanggapi pernyataan Mahasiswa yang menyebutkan bahwa pihaknya lebih mementingkan para Pengusaha, Edison menjelaskan bahwa, Beras yang dilelang adalah Beras yang berasal dari Tahun 2017 lalu, sehingga tidak layak untuk di konsumsi, dan non pangan yang dimaksud adalah digunakan untuk keperluan industri, seperti pembuatan etanol.

“Dengan adanya hal ini, tentu kami akan lebih berusaha kembali untuk memperbaiki perencanaan kedepannya”. pungkas Edison. (MA).

Editor : Milla