Kamis, Mei 28, 2026
Beranda blog Halaman 89

SDN 007 Muntai Laksanakan Upacara Peringatan Hari Pahlawan, ini Pesan Kepsek

SDN 007 Muntai Laksanakan Upacara Peringatan Hari Pahlawan. (Dok. Deni)

Anambas, GK.com – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional yang ke- 80, seluruh siswa, pendidik dan tenaga kependidikan SD Negeri 007 Muntai Desa Teluk Siantan Kecamatan Siantan Tengah Kabupaten Kepulauan Anambas Kepri mengikuti upacara bendera yang dilaksanakan pada Senin (10/11/2025) pagi. Kegiatan berlangsung dengan khidmat di Halaman SD 007 Muntai.

Upacara dipimpin langsung oleh Kepala SD 007 Muntai Dewi Sartika, S.Pd.SD yang bertindak selaku pembina upacara.

Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pesan mendalam tentang makna kepahlawanan yang perlu diteladani oleh generasi muda.

“Bangsa yang besar bukan Bangsa yang luas tanah dan kekayaannya, melainkan Bangsa yang bisa menghargai pahlawannya. Memperingati Hari Pahlawan setiap tahun ini merupakan salah satu cara kita menghargai para pahlawan,” kata Dewi.

Ditegaskan Dewi, bahwa pahlawan tidak hanya mereka yang berjuang merebut kemerdekaan seperti Imam Bonjol, Patimura, Cut Nyak Dien dan lain lain, tetapi juga pahlawan-pahlawan di sekitar kita seperti orang tua, guru, dokter, dan siapa pun yang berjuang dengan ketulusan untuk kebaikan dan kemajuan Bangsa.

“Dahulu pahlawan berjuang dengan senjata seadanya, tapi dengan semangat yang berkobar mereka berhasil mengusir Bangsa Belanda dari bumi,” ungkap Dewi.

“Sebagai generasi penerus, diharapkan dapat meneladani nilai-nilai yang ada pada pahlawan seperti kesabaran, semangat yang terus berkobar dan selalu berjuang sampai kapanpun. Teruslah menebar manfaat bagi sesama, agar berguna bagi Bangsa dan Negara”. pesan Dewi.

Setelah upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan lomba fashion show baju bertemakan Pahlawan, dan diakhiri dengan makan Bergizi Gratis.

Adapun tema tahun ini adalah “Pahlawanku Teladanku, terus bergerak melanjutkan perjuangan”. (MBG)

Harga Sembako Dan Cabe Merah Meroket, Masyarakat Berharap Pemerintah Jangan Tutup Mata

Harga Sembako dan Cabe Merah meroket masyarakat berharap Pemerintah jangan tutup mata. (GK/Kafyan)

Batam, GK.com – Kenaikan harga kebutuhan pokok di Kota Batam kembali menjadi sorotan, hingga membuat masyarakat mengeluhkan hal tersebut. Terpantau sejumlah komoditas seperti Beras, Bawang Merah, dan Cabe Merah mengalami lonjakan harga cukup tajam dalam sebulan terakhir. Kondisi ini membuat masyarakat, terutama dari kalangan menengah ke bawah berteriak dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di Pasar Mitra Raya, harga Cabe Merah kini menembus hingga Rp 80 ribu per kilogram,naik signifikan dibanding harga normal sebelumnya.

Yuli, salah satu pedagang di pasar Mitra Raya mengatakan, kenaikan ini telah berlangsung selama dua bulan terakhir.

“Sekarang yang naik itu cabai merah. Harganya sudah sekitar delapan puluh ribu per kilo. Sementara untuk Cabe Rawit dan Cabe Hijau masih biasa,” ujar Yuli, Minggu (08/11/2025) Pukul 09.00 WIB.

Hal serupa juga terjadi di Pasar Botania. Sejumlah harga bahan pokok lainnya, berdasarkan pantauan gerbangkepri.com juga ikut naik.

Mariyam, salah satu pembeli mengaku kini harus berhemat dalam berbelanja.

“Sekarang bawa uang seratus ribu paling cuma dapat sedikit, Cabe, Bawang, semua naik. Tapi mau tidak mau tetap harus di beli, karena kebutuhan sehari-hari,” keluhnya, Minggu (09/11/2025), Pukul 10.00 WIB.

Ia mencontohkan, harga beras merek Harum Emas ukuran 25 kilogram kini mencapai Rp 353 ribu, dari sebelumnya sekitar Rp 340 ribu. Kenaikan ini membuat keluarga seperti dirinya harus mengurangi konsumsi lauk bergizi

“Yang biasanya seminggu bisa makan ikan tiga sampai empat kali, sekarang saya terpaksa mengurangi belanja. Anak-anak padahal butuh gizi, apalagi yang masih balita,” ujarnya.

Sementara itu, Alim, pedagang sayur dan bumbu di pasar yang sama membenarkan bahwa Cabe Merah menjadi komoditas dengan kenaikan paling drastis.

“Cabai merah sempat sampai Rp 75 ribu per kilo. Biasanya paling Rp 35–40 ribu. Sudah hampir sebulan belum turun. Sedangkan untuk Cabe Rawit, Cabe Setan, dan Cabe Kering masih relatif stabil di kisaran Rp 40–50 ribu per kilogram,” papar Alim.

Para pedagang dan warga sama-sama berharap agar Pemerintah Daerah maupun Pusat tidak tinggal diam terhadap situasi ini.

“Kalau terus dibiarkan, masyarakat kecil makin susah. Pemerintah jangan tutup mata, karena ini kebutuhan dasar semua orang,” tegas Ibu Mariyam menutup percakapan.

Hingga berita ini ditayangkan, baik Disperidag Kota Batam maupun Pemko Batam belum bisa di mintai tanggapannya terkait kenaikan harga sembako tersebut. (DS/KF)

Imigrasi Batam Jemput Bola Laksanakan Paspor Simpatik ke Pulau Abang

Imigrasi Batam jemput bola laksanakan Paspor Simpatik ke Pulau Abang. (Dok. Imigrasi Batam)

Batam, GK.com – Imigrasi Batam laksanakan layanan Paspor Simpatik antar pulau berlokasi di
Pulau Abang, Sabtu (08/11/2025). Kegiatan ini hadir sebagai peningkatan pelayanan untuk masyarakat.

Diiawali dengan keberangkatan petugas pada Pukul 07.30 WIB, antusiasme masyarakat setempat begitu tinggi menyambut program ini. Sebanyak 40 orang pemohon paspor baik paspor biasa maupun elektronik, dengan masa berlaku 5 hingga 10 tahun terlayani dalam kesempatan tersebut. Selain memberikan layanan paspor, pada kesempatan itu juga dilaksanakan penyuluhan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kepada masyarakat di Pulau Abang.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Sekretaris Kelurahan, Bhabinkamtibmas, serta perangkat Kelurahan.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Imigrasi Batam atas kunjungannya yang sudah sangat membantu pengurusan paspor untuk warga kami yang ada di pulau ini. Kegiatan ini benar-benar bermanfaat sekali kami rasakan”. ungkap Sekretaris Kelurahan, Agus Salim Sagala.

Pada kesempatan itu, masyarakat menyampaikan apresiasi atas layanan jemput bola ini yang dinilai
memudahkan proses pengurusan paspor tanpa harus menyeberang ke kota.

Hal ini diwujudkan dengan kelancaran rangkaian acara mencakup pemotretan, wawancara, serta
pengambilan data biometrik yang secara keseluruhan selesai pada pukul 16.00 WIB.

Seluruh berkas permohonan dinyatakan lengkap dan diterima untuk diproses lebih lanjut di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam.

Tak hanya akan dilaksanakan di Pulau Abang, Imigrasi Batam juga akan melaksanakan program inovasi ini secara berkelanjutan dengan menjangkau pulau-pulau lain dalam wilayah kerja Kota Batam.

Dikatakan oleh Kepala Seksi Dokumen Perjalanan, Dony Lusindra, Imigrasi Batam menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan yang menjangkau masyarakat hingga ke Wilayah Kepulauan, sekaligus meningkatkan edukasi terkait bahaya TPP.

“Penguatan layanan keimigrasian dan pencegahan TPPO ini mencakup implementasi program Akselerasi yang telah dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto”. tegas Dony.

Setelah itu, giat berlanjut dengan menggelar penyuluhan mengenai bahaya dan modus TPPO oleh tim Imigrasi Batam. (Rd)

Stok Beras Aman, Bulog Siap Jaga Stabilitas Harga Jelang Nataru

Asisten Manajer Bulog Cabang Batam, Adi. (Dok. GK/Kafyan)

Batam, GK.com – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Perum Bulog Cabang Batam memastikan ketersediaan stok beras dan minyak goreng dalam kondisi aman serta berkomitmen menjaga stabilitas harga di pasaran.

Asisten Manajer Bulog Cabang Batam, Adi Satria mengatakan, pihaknya terus menyiapkan langkah antisipatif menghadapi lonjakan permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok menjelang akhir tahun.

“Bulog Batam memastikan stok beras dan minyak goreng cukup. Kami juga siap melakukan intervensi pasar bila terjadi kenaikan harga yang signifikan,” ujar Adi saat diwawancarai gerbangkepri.com, Kamis (7/11/2025).

Menurutnya, Batam bukan daerah penghasil beras, sehingga pasokan didatangkan dari daerah produksi, terutama dari Jawa dan Medan.

“Kebanyakan dari Jawa. Jadi pasokan kita tergantung dari distribusi luar daerah,” katanya.

Dijelaskan Adi, program penyaluran bantuan pangan yang saat ini berjalan merupakan program Nasional dari Pemerintah Pusat, bukan inisiatif langsung dari Bulog.

“Bulog hanya berperan sebagai penyalur cadangan beras Pemerintah sesuai data yang diberikan pusat. Kami tidak menentukan penerima bantuan, karena semua sudah ditetapkan oleh Pemerintah,” terangnya.

Mekanisme penyalurannya dilakukan melalui titik bagi di Keurahan. Bulog menyalurkan undangan kepada pihak Kelurahan untuk diteruskan kepada warga penerima manfaat. Warga kemudian datang membawa undangan dan identitas diri yang sesuai untuk menerima 20 kilogram beras dan 1 liter minyak goreng.

“Prosesnya sederhana. Kami cek data penerima sesuai KTP dan undangan, lalu bantuan diserahkan di lokasi yang sudah ditentukan,” tegasnya di Ruang Rapat, Pukul 10.00 WIB.

Menanggapi laporan adanya penurunan mutu beras di beberapa wilayah, Adi menegaskan bahwa Bulog selalu menjaga standar kualitas produk yang disalurkan. Namun, faktor cuaca menjadi kendala utama selama distribusi.

“Setiap beras yang keluar dari gudang sudah berkualitas baik. Hanya saja, karena musim hujan, kadang saat pengangkutan truk atau kontainer lembap, sehingga beras bisa menurun mutunya,” ungkap Adi.

Ia menambahkan, jika ditemukan beras dalam kondisi rusak atau lembap, Bulog Batam segera menggantinya dengan yang baru.

“Kami komit mengganti setiap beras yang rusak. Tidak ada yang dibiarkan,” tegas Adi lagi.

Adi juga menyebut, beberapa kasus kerusakan beras terjadi karena lokasi penyaluran di Kelurahan yang kurang memadai, seperti disimpan di teras atau ditutup terpal saat hujan, serta warga yang terlambat mengambil bantuan.

Terkait kedatangan beras premium impor sebanyak 50 ton ke Batam, Adi menegaskan bahwa Bulog tidak bertujuan mengambil alih pasar, tetapi menjaga keseimbangan harga di tingkat pedagang dan konsumen.

“Bulog tidak berorientasi mengambil pangsa pasar premium. Kami hanya masuk ketika harga di pasaran mulai naik tajam. Kalau harga sudah stabil, kami tidak perlu intervensi,” ucapnya.

Kebijakan ini, kata Adi, penting untuk menjaga keseimbangan ekonomi antara pedagang dan konsumen.

“Kalau Bulog terlalu dominan, pedagang bisa rugi. Tapi kalau harga naik tinggi, kita masuk untuk menstabilkan. Jadi fungsinya menjaga keseimbangan,” tutur Adi.

“Prinsip utama Bulog adalah menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pangan pokok, bukan sekadar menjual. Kami bekerja di dua sisi, menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat tetap bisa membeli bahan pangan dengan harga wajar”. pungkasnya. (DS)

Yuni: Aduan Konsumen Akan di Tindak Cepat, Penjualan Bisa Dihentikan

Yuni: Aduan Konsumen Akan di Tindak Cepat, Penjualan Bisa Dihentikan. (Dok. Kafyan)

Batam, GK.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam menegaskan komitmennya dalam mengawasi praktik penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, khususnya terkait dugaan kecurangan takaran di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Setiap laporan masyarakat akan langsung ditindaklanjuti melalui pemeriksaan lapangan.

Kabid Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Disperindag Kota Batam, Yuni menjelaskan bahwa pemeriksaan dimulai dengan pengecekan segel alat ukur (nozzle). Jika segel masih dalam kondisi baik, pengujian takaran tetap dilakukan. Namun apabila ditemukan segel rusak atau ada indikasi pelanggaran, SPBU langsung disegel dan aktivitas penjualan dihentikan sementara.

“Setelah itu kami membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan meneruskannya kepada Balai Standarisasi Metrologi (BSM) untuk proses lanjutan. Tidak hanya nozzle yang diadukan, seluruh nozzle di SPBU tersebut juga turut kami uji untuk memastikan tidak ada ketidaksesuaian lain,” ujar Yuni Jumat (7/11/2025) Pukul 11.00 WIB di Ruang Rapat Disperindag Kota Batam.

“Jika dari hasil pengujian ditemukan takaran melebihi toleransi yang diizinkan, SPBU wajib melakukan perbaikan melalui teknisi resmi. Baru setelah perbaikan selesai, dan hasilnya memenuhi standar, SPBU dapat mengajukan permohonan pengesahan ulang dan penerbitan Surat Keterangan Hasil Pengujian (SKHP),” tambahnya.

Menurut Yuni, pendekatan yang dilakukan Disperindag saat ini masih bersifat pembinaan, karena faktor penyebab pelanggaran bisa beragam, seperti keausan alat, faktor cuaca, kesalahan teknis, hingga etika pelaku usaha.

“Selama masih bisa diarahkan dan diperbaiki, kami prioritaskan pembinaan terlebih dahulu,” tambahnya.

“Disperindag juga melakukan pengawasan rutin terjadwal, serta pengawasan mendadak jika ada laporan dari masyarakat. Pengawasan bisa dilakukan lebih dari satu kali dalam setahun. Selain SPBU, pengawasan juga mencakup timbangan pasar, mall, hingga distribusi LPG,” tuturnya.

Terkait pembelian solar menggunakan jerigen atau drum, Yuni menegaskan bahwa hal tersebut hanya diperbolehkan apabila didukung surat rekomendasi resmi dari Dinas sesuai peruntukan, seperti Dinas Perikanan untuk nelayan. Tanpa dokumen tersebut, pembelian dinyatakan tidak sah.

Sementara itu, pengawasan digital terhadap distribusi BBM bersubsidi saat ini menggunakan sistem Full Card melalui dashboard bank penyalur. Sistem ini membantu memantau transaksi dan kuota, namun tetap membutuhkan pengawasan SDM.

“Secanggih apa pun sistem, tetap ada potensi pelanggaran jika ada oknum yang bermain. Karena itu pengawasan lapangan tetap kami jalankan,” tegasnya.

Yuni menegaskan lagi, pengawasan ini bukan kegiatan seremonial yang dilakukan apabila ada momen tertentu saja.

“Komitmen kami jelas. Selama ada aduan dari masyarakat, kami turun, baik siang maupun malam. Tujuannya satu, memastikan BBM bersubsidi sampai kepada masyarakat yang berhak”. tutupnya. (KF)

Disdukcapil Batam Permudah Pelayanan, Simak Caranya

Kabid Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan Disdukcapil Kota Batam, Diah Amalia Sari, S.TP., M.M. (Dok. GK/Kafyan)

Batam, GK.com – Meningkatkan kemudahan layanan administrasi kependudukan untuk masyarakat melalui berbagai program digital dan jemput bola, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan dekat dengan warga.

Kabid Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan Disdukcapil Kota Batam, Diah Amalia Sari, S.TP., M.M., menjelaskan, saat ini masyarakat bisa mengakses berbagai layanan administrasi secara elektronik melalui aplikasi Lakse (Layanan Administrasi Kependudukan Secara Elektronik).

“Lewat Lakse, masyarakat dapat mengajukan layanan seperti pembuatan KTP, Kartu Keluarga, pindah datang antar Kecamatan, serta dokumen lainnya secara Daring,” ujar Diah saat ditemui di Kantornya, Rabu (6/11/2025) Pukul 15.00 WIB.

Diterangkan Diah, mekanisme pengajuan dokumen dapat dilakukan melalui portal resmi atau melalui integrasi dengan aplikasi DM Instagram, yang juga memfasilitasi akses langsung dari perangkat pengguna.

“Masyarakat bisa mengajukan lewat depan atau lewat DM Instagram, tergantung mana yang lebih mudah,” tutur Diah.

Selain layanan digital, Disdukcapil Batam juga aktif menjalankan berbaga inovasi di lapangan seperti program Jeramba (Jemput Rekaman Anak Muda Batam). Program ini menyasar pelajar dan remaja yang baru berusia 17 tahun untuk melakukan perekaman data e-KTP langsung di sekolah-sekolah.

“Jeramba ini kami rancang agar anak-anak muda tidak perlu datang ke kantor Disdukcapil. Kami yang datang ke Sekolah, bekerja sama dengan pihak Sekolah untuk mendata siswa yang sudah berusia 17 tahun dan siap melakukan perekaman,” paparnya.

Selain Jeramba, Disdukcapil juga menggelar program Pelanduk (Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kecamatan) yang kini telah tersedia di seluruh wilayah Batam. Melalui program ini, warga bisa mengurus berbagai dokumen kependudukan tanpa harus datang ke Kantor Disdukcapil.

“Untuk Pelanduk, ada delapan jenis layanan yang bisa diakses di Kecamatan, penerbitan Kartu Keluarga (KK) baru, Kartu Keluarga karena perubahan data, Kartu Keluarga karena hilang/rusak, penerbitan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-elektronik) baru, KTP-elektronik karena pindah/perubahan data/rusak/hilang, penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) baru, penerbitan Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI), dan pencatatan biodata penduduk. Jadi masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke Kantor pusat,” jelas Diah.

Ia menambahkan, respon masyarakat terhadap program Pelanduk cukup positif, karena terbukti mempersingkat waktu antrean dan jarak tempuh pelayanan.

“Alhamdulillah, masyarakat senang karena bisa langsung dilayani di Kecamatan masing-masing,” ujarnya.

Disdukcapil Batam juga mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri atas keberhasilan menjalankan berbagai inovasi digital yang dinilai memperkuat transparansi dan efisiensi pelayanan publik.

“Kementerian menilai inovasi seperti Lakse dan Jeramba ini mampu memangkas birokrasi, menjaga keterbukaan, dan memastikan pelayanan bebas dari pungutan liar. Semua layanan ini gratis,” tegas Diah.

Sebagai bentuk keterbukaan publik, Disdukcapil kini juga menyediakan fitur penilaian langsung bagi masyarakat setelah selesai dilayani. Fitur ini memungkinkan warga memberikan umpan balik terkait kualitas layanan yang diterima.

“Begitu selesai berurusan, masyarakat bisa langsung menilai apakah pelayanannya bersih dan cepat. Ini bentuk transparansi yang kami jaga,” katanya.

Diah berharap, masyarakat Batam semakin aktif memanfaatkan layanan digital dan ikut membantu menyebarkan informasi tentang kemudahan mengurus dokumen kependudukan tanpa harus datang langsung ke kantor.

“Masih banyak masyarakat yang belum tahu tentang aplikasi Lakse. Ke depan, kami akan terus melakukan sosialisasi agar semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya”. tutup Diah. (DS)