Batam, GK.com – Kenaikan harga kebutuhan pokok di Kota Batam kembali menjadi sorotan, hingga membuat masyarakat mengeluhkan hal tersebut. Terpantau sejumlah komoditas seperti Beras, Bawang Merah, dan Cabe Merah mengalami lonjakan harga cukup tajam dalam sebulan terakhir. Kondisi ini membuat masyarakat, terutama dari kalangan menengah ke bawah berteriak dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di Pasar Mitra Raya, harga Cabe Merah kini menembus hingga Rp 80 ribu per kilogram,naik signifikan dibanding harga normal sebelumnya.
Yuli, salah satu pedagang di pasar Mitra Raya mengatakan, kenaikan ini telah berlangsung selama dua bulan terakhir.
“Sekarang yang naik itu cabai merah. Harganya sudah sekitar delapan puluh ribu per kilo. Sementara untuk Cabe Rawit dan Cabe Hijau masih biasa,” ujar Yuli, Minggu (08/11/2025) Pukul 09.00 WIB.
Hal serupa juga terjadi di Pasar Botania. Sejumlah harga bahan pokok lainnya, berdasarkan pantauan gerbangkepri.com juga ikut naik.
Mariyam, salah satu pembeli mengaku kini harus berhemat dalam berbelanja.
“Sekarang bawa uang seratus ribu paling cuma dapat sedikit, Cabe, Bawang, semua naik. Tapi mau tidak mau tetap harus di beli, karena kebutuhan sehari-hari,” keluhnya, Minggu (09/11/2025), Pukul 10.00 WIB.
Ia mencontohkan, harga beras merek Harum Emas ukuran 25 kilogram kini mencapai Rp 353 ribu, dari sebelumnya sekitar Rp 340 ribu. Kenaikan ini membuat keluarga seperti dirinya harus mengurangi konsumsi lauk bergizi
“Yang biasanya seminggu bisa makan ikan tiga sampai empat kali, sekarang saya terpaksa mengurangi belanja. Anak-anak padahal butuh gizi, apalagi yang masih balita,” ujarnya.
Sementara itu, Alim, pedagang sayur dan bumbu di pasar yang sama membenarkan bahwa Cabe Merah menjadi komoditas dengan kenaikan paling drastis.
“Cabai merah sempat sampai Rp 75 ribu per kilo. Biasanya paling Rp 35–40 ribu. Sudah hampir sebulan belum turun. Sedangkan untuk Cabe Rawit, Cabe Setan, dan Cabe Kering masih relatif stabil di kisaran Rp 40–50 ribu per kilogram,” papar Alim.
Para pedagang dan warga sama-sama berharap agar Pemerintah Daerah maupun Pusat tidak tinggal diam terhadap situasi ini.
“Kalau terus dibiarkan, masyarakat kecil makin susah. Pemerintah jangan tutup mata, karena ini kebutuhan dasar semua orang,” tegas Ibu Mariyam menutup percakapan.
Hingga berita ini ditayangkan, baik Disperidag Kota Batam maupun Pemko Batam belum bisa di mintai tanggapannya terkait kenaikan harga sembako tersebut. (DS/KF)

