Kamis, Mei 28, 2026
Beranda blog Halaman 886

Dua Tersangka Narkoba di Lubiklinggau Berhasil Diamankan Polisi

Lubuklinggau, GK.com – Sat Res Narkoba Polres Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan Narkotika jenis Sabu, Sabtu (11/04).

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Mustofa didampingi Kasat Narkoba, Iptu Sofian Hadi menyampaikan bahwa, kedua tersangka yang ditangkap adalah Joni Marta alias Juni (31) warga Jalan Kemuning Lorong Kacer Kelurahan Puncak Kemuning Kecamatan Lubuklinggau Utara II  dan Apriyansa (34) warga Dusun III Desa Tanah Periuk Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas.

Penangkapan Joni alias Juni diterima oleh polisi laporannya berdasarkan informasi dari masyarakat, yang di duga saat itu Ia sedang melakukan transaksi jual-beli narkoba di kediamannya, lalu sekitar pukul 11.15 Wib, kediamannya dilakukan pengrebekan.

“Saat di lakukan penggeledahan dan pemeriksaan, ditemukan barang bukti dirumahnya sebanyak 10 paket  Sabu-Sabu dengan berat kotor sekitar 2,52 gram, serta uang tunai sebesar Rp. 800 ribu, satu ball plastik klip bening, pipet plastik sekop, dan wadah plastik berkas permen,” jelas AKBP Mustofa.

Tak hanya sampai disitu saja, petugas juga mendapatkan informasi bahwasannya ada bandar lainnya yang masih beroperasi. Saat itu, Polisi berhasil memancing tersangka Apriyansa untuk melakukan transaksi, alhasil tersangka terpancing dan berhasil diamankan oleh pihak Kepolisian.

“Saat melakukan transaksi sekitar pukul 15.45 Wib di Jalan Sultan Mahmud Badarudin II tepatnya simpang Jalan Arjuna Kelurahan Marga Mulya Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, tersangka berhasil diringkus,” terangnya.

“tersangka diamankan dengan barang bukti satu paket besar, tiga paket sedang serta tujuh paket kecil Sabu-Sabu, uang senilai Rp 1.650.000, ponsel Merk Samsung dan dompet gantungan kunci,” tutupnya. (Hms/Red).

Hasil Swab PCR Belum Keluar, Masyarakat Diminta Doakan Kesehatan Wali Kota Tanjungpinang

Tanjungpinang, GK.com – Beredar informasi terkait dilarikannya Wali Kota Tanjungpinang, H. Syahrul, S.Pd ke RSUP Kepri dengan menggunakan Ambulans pada Sabtu (11/4) pagi. Menurut unformasi yang dihimpun Media ini, Wali Kota Tanjungpinang, H. Syahrul memiliki gejala sesak nafas. Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kabag Humas Pemerintah Kota Tanjungpinang, Aan dalam siaran Pers resmi yang disebarkan melalui WhatsApp Group.

“Benar Wali Kota Tanjungpinang saat ini mendapatkan perawatan dan observasi di RSUD Raja Ahmad Thabib,” katanya.

“Beliau sejak beberapa minggu yang lalu memang merasakan adanya beberapa gangguan kesehatan seperti demam dan peningkatan gula darah. Sebagai bentuk kewaspadaan terhadap Covid-19, telah dilakukan pemeriksaan rapid test terhadap Wali Kota beberapa hari yang lalu dan menunjukkan hasil negatif (non reaktif),” terangnya.

Dikatakan Kabag Humas Pemko Tanjungpinang, pengambilan swab telah dilakukan untuk pemeriksaan PCR di Kemenkes dan sejauh ini belum ada hasil yang disampaikan.

“Untuk itu, mohon doa dari seluruh teman-teman Media dan masyarakat Kota Tanjungpinang, agar Bapak Wali Kota dijauhkan dari Covid-19 dan kesehatannya bisa segera pulih kembali,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdaldul dan KB) Kota Tanjungpinang, Rustam saat dihubungi Media ini melalui Whatsapp, tidak memberikan pendapat apapun atas pertanyaan yang dilontarkan oleh Media ini. (FL).

Kabupaten Musi Rawas Kembali Raih Opini WTP 4 Kali Berturut-Turut

Musi Rawas, GK.com – Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, dibawah kepemimpinan Bupati H. Hendra Gunawan (H2G) dan Hj. Suwarti kembali mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang keempat kalinya oleh BPK RI Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan, dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2019.

Keberhasilan dalam peraihan kembali opini tersebut, disampaikan langsung oleh Kepala BPK RI Sumatera Selatan, Harry Purwaka melalui Video Conference (VC), di Ruang Kerja Bupati Musi Rawas, Kamis (9/4).

Harry Purwaka dikesempatan itu memberikan apresiasi kepada Bupati Musi Rawas, H. Hendra Gunawan, karena telah membawa Kabupaten Musi Rawas dalam meraih Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke 4 kalinya.

“Saya ucapkan selamat kepada Pemerintah Kabupaten Musi Rawas yang telah mendapatkan penilaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 4 tahun berturut-turut,” ujar Harry.

“Untuk buku hasil laporan secara fisik, akan disampaikan dilain waktu dan di saat yang tepat, mengingat saat ini masih dalam kondisi waspada penyebaran Virus Corona,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Musi Rawas, H. Hendra Gunawan mengucapkan terimakasih kepada BPK RI Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan yang telah berkenan melakukan audit terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah melalui Pemeriksaan Interim yang dilaksanakan sejak tanggal 22 Januari hingga 7 Februari lalu, dan untuk Pemeriksaan terinci yang dilaksanakan pada tanggal 13 Februari hingga 28 Maret.

“Terima kasih saya ucapkan kepada Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan beserta jajarannya yang telah memberikan kepercayaan kepada Pemerintah Kabupaten Musi Rawas atas pemberian Opini WTP atas audit Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2019 ini”. ucap Bupati Musi Rawas, H. Hendra Gunawan.

Turut hadir saat itu, Ketua DPRD Mura Azandri, Asisten, Inspektur Mura Alexander Akbar, Kepala BPKAD Zulkifliy Idris dan jajaran Forkopimda Kabupaten Musi Rawas. (Hms/Red).

Editor : Febri

Patroli Gabungan Tim Gugus Tugas Covid-19 Batam Telusuri Lokasi Keramaian

Batam, GK.com – Sejak awal pembentukan, Patroli gabungan Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kota Batam, terus dilakukan.

Pada Kamis (9/4) malam, sebanyak 31 personel Ditpam BP Batam, yang dipimpin langsung oleh Kanit Penyuluhan Seksi Pamling Sutrisno, turut dikerahkan dalam Patroli Gabungan yang dimulai dengan melakukan Apel bersama seluruh Tim Gabungan Gugus Tugas Penyebaran Covid-19 di Halaman Kantor Wali Kota Batam.

Apel yang dipimpin oleh Kabid Trantib Satpol-PP Kota Batam, Imam Tohari, pada pukul 20.30 Wib itu diikuti oleh Polresta Barelang, Kodim 0316 Batam, Yonif Raider 136/Tuah Sakti, Yonmar 10 SBY, POMAL, Satpol PP Pemko Batam dan Ditpam BP Batam.

Patroli gabungan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Wali Kota Batam yang juga selaku Kepala BP Batam Muhammad Rudi, untuk lebih memperketat pelaksanaan physical distancing (menjaga jarak) dalam rangka antisipasi penyebaran Virus Corona di Kota Batam.

Baca Juga : 

Tindak Lanjuti Instruksi Wali Kota, Ditpam BP Batam Ikut Serta Dalam Patroli Gabungan Covid-19

Patroli gabungan menyisir beberapa lokasi di kawasan Nagoya, Jodoh, Sungai Panas, Seraya dan Batam Centre, antara lain warung-warung tenda di Komplek Nagoya Newton, warung Sate Madura Pak Kumis di Komplek Nagoya City Walk, Pujasera Siang Malam depan Hotel Ramayana Nagoya, Restoran cepat saji Richeese Factory, KFC Harmoni, Pujasera Depan Bank BCA Jodoh, Pujasera Rujak di Seraya atas, Kafe Remang Remang Bukit Cinta, warung-warung tenda depan PBK sungai panas, Warung Aceh Coin Center Sungai Panas, Warnet League Legend komplek Ruko Cahaya Garden.

Patroli gabungan adalah untuk melakukan himbauan persuasif dan melakukan pembubaran masyarakat yang sedang berkumpul, dihimbau juga agar selalu menggunakan masker dalam setiap aktifitas, serta selalu mengikuti petunjuk dan aturan dari Pemerintah dalam Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Kota Batam. (Hms/Red).

Editor : Febri

Keluh Kesah Tukang Ojek Akibat Dampak Covid-19

Karimun, GK.com – Himbauan Pemerintah Indonesia terkait pencegahan penyebaran Covid-19 agar warganya mengurangi aktivitas diluar dan tetap berdiam diri di rumah, sangatlah berdampak pada perekonomian, termasuk bagi para Tukang Ojek yang ada di Tanjung Balai Karimun.

Menurut pantauan Media ini saat berada di lapangan, tanpak beberapa tukang ojek yang sedang mangkal di salah satu simpang Pasar yang ada di Karimun. Dayat, salah satu tukang ojek yang mewakili dari beberapa suara teman-teman ojeknya, mengaku akhir-akhir ini penghasilannya sangat berkurang drastis.

“Jauh turunnya tidak seperti dulu, cari Rp 50.000,- per hari saja susah,” keluh Dayat dengan wajah sedih dan tanpak letih, Jumat (10/04).

Menurut pengakuannya, pendapatan dihari biasanya, Ia bisa memperoleh sekitar Rp 100.000,- per harinya, bahkan lebih, namun saat ini pendapatnya jauh merosot.

“Saya keluar sejak pagi, baru dua orang mengantar penumpang, teman saya hingga sekarang belum juga dapat penumpang,” ujarnya.

“Sebenarnya capek nunggu lama-lama, tapi mau bagaimana lagi, teman saya ada juga yang sampai sekarang tidak ngojek, semenjak wabah Corona, katanya penumpang susah dicari,” ucapnya.

Dikatakan Dayat, sejak himbauan Sekolah diliburkan, hal ini sangat mempengaruhi pendapatannya, karena biasanya konsumennya rata-rata anak Sekolah, bahkan ada beberapa anak Sekolah yang menjadi langganan pribadinya.

“Kredit motor harus dibayar setiap bulannya, meskipun Pemerintah sudah memberikan keringanan, tapi bagaimana cara mendapatkan keringanan tersebut juga tidak tau, tidak menjamin, mau tidak mau harus tetap dibayar, dari pada takut nanti ditarik sama Dealer,” ungkapnya.

“Sekarang ini bukan saja anak Sekolah yang diliburkan, Karyawan juga diminta untuk bekerja dirumah, membuat mobilitas orang yang menggunakan Ojek atau angkutan umum juga semakin berkurang drastis. Tidak jarang demi mengais rezeki, para Kuli Transportasi rela menunggu konsumen hingga sore hari, bahkan hingga larut malam,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Tukang Ojek lainnya, Ari yang juga saat itu turut menyampaikan keluhannya, senada terkait merosotnya pendapatan harian sebagai Tukang Ojek yang menjadi mata pencahariannya sehari-hari demi menghidupkan keluarganya.

“Biasanya saya sering pakai target kalau sedang mengojek, bisa dapat kisaran minimal Rp 150.000,-, namun sekarang ini susah nak diungkapkan,” tuturnya.

“Saat ini jangankan di Jalanan, di Pelabuhan yang menjadi tempat lalu lalang masyarakatpun sangat sulit mendapatkan penumpang, pasalnya Kapal juga sudah tidak banyak yang beroperasi seperti biasanya,” katanya.

“Saya berharap kepada Pemerintahan agar dapat segera menyalurkan bantuannya terhadap kami rakyat kecil ini. Dan semoga Virus ini cepatlah menghilang, agar kami bisa mengais rezeki seperti semula”. tutupnya. (MR).

Editor : Febri

PUB Turut Andil Perangi Covid-19 di Banten

Banten, GK.com – Saat ini, sebanyak lebih dari 1 juta orang di seluruh dunia telah terkonfirmasi sebagai Pasien Covid-19 yang menjadi pandemik global. Hal ini tentunya menghantui seluruh penjuru dunia, termasuk di Indonesia yang juga telah terinfeksi sebanyak lebih dari 3.200 Pasien Covid-19.

Tiga provinsi penderita ODP dan PDP terbesar di Indonesia yaitu, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Provinsi Banten. Banten dengan jumlah penduduk mencapai 12,4 juta pada Tahun 2017 (survei BPS), sebagai daerah penyangga Ibu Kota yang kini menjadi epicentrum, memiliki peranan penting dan erat dalam penyediaan pelayanan publik hingga perdagangan dalam rangka menjaga ketahanan Ibu Kota Negara.

Peran penting Provinsi Banten ini juga yang membuat banyak pihak bergerak berjuang bahu-membahu dalam membantu memerangi Covid-19 di Banten. Hal tersebut tidak terlepas dari posisi Banten dan Jawa Barat sebagai kantung buruh migran.

Dari data yang dirilis Diskominfo Banten per tanggal 8 April 2020 kemarin, perkembangan masyarakat terdampak Virus Corona di Banten mencapai 3.686 orang dalam status ODP, 520 orang dalam status PDP dan 152 orang dalam status positif terjangkit Covid-19.

Untuk menangani wabah corona di Banten, Pemerintah Provinsi Banten sendiri telah menyiapkan desain anggaran, dimana skema anggaran teersebut dilakukan melalui social safety net atau jaring pengaman social dengan persiapan hampir 30 persennya dari APBD Provinsi Banten atau sekitar Rp 2,4 triliun.

Ditengah upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah, Perkumpulan Urang Banten (PUB) dibawah komando Ketua Umum PUB yang juga sebagai Wakil Ketua Dewan Penasehat SMSI Pusat, Taufiequrachman Ruki atau biasa disapa Ki Empik, pada Kamis (9/4) telah mengerahkan jajarannya untuk ambil bagian dalam barisan memerangi Covid-19 dengan memberi bantuan berupa baju Alat Pelindung Diri (APD) sebanyak 1.000 pcs, hand sanitizer ukuran 5 liter sebanyak 8 drum drigen dan sanitizer ukuran 100 ml sebanyak 200 botol kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten.

Hadir Pada kesempatan tersebut Laksmana TNI, Ir, Eden Gunawan, M.M, selaku Sekjen PUB yang juga Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Provinsi Banten, Tb. Sukatma WKU PUB, Firdaus Ketua Umum SMSI, KH. AM Romly Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten, Lesman Bangun Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Provinsi Banten, dr Reni, Nana Sujana, Nyi Syifa. Rombongan diterima oleh Dr. dr. Hj Ati Pramudji Hastuti, MARS Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten.

Dikesempatan itu, Sekretaris Jenderal PUB, Eden menyampaikan amanat Ketua Umum PUB, Taufiequrachman Ruki terkait bantuan yang diberikan, yang mana merupakan sebagai bentuk kepedulian Perkumpulan Urang Banten terhadap mewabahnya Covid-19 di Banten, serta merupakan hasil swadaya.

“Dengan partisipasi yang dilakukan PUB, semoga dapat bermanfaat dan menggugah semangat bagi semua pihak untuk berjuang bersama dalam memerangi wabah Corona di Banten,” kata Eden.

Pada kesempatan yang sama, Ketua MUI Banten, KH. Romly mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama memerangi Covid-19 dengan mengikuti ketentuan Pemerintah dan selalu optimis serta tawakal kepada Allah SWT.

Sementara itu, Ketua Umum SMSI, Firdaus yang juga menjabat Waketum PUB Bidang Media berharap, Insan Pers dapat ikut berperan aktif dalam mendukung program penanganan Covid-19 yang dilakuan oleh Pemerintah Daerah.

“Media dengan fungsinya harus ikut mendukung dan mengawal langkah yang diambil Pemerintah dalam menangani wabah Corona ini dengan menyajikan informasi yang jernih, dan mendorong optimisme ditengah masyarakat,” ungkap Firdaus, seraya berpesan agar para Awak Media dalam bertugas tetap berhati-hati dan berpegang pada protokol standar peliputan Covid-19.

Baca Juga

Masalah Corona Sebagai Salah Satu Agenda Nasional SMSI Saat Audiensi ke Dewan Pers

Selanjutnya, Tb. Sukatma mengingatkan seluruh lapisan masyarakat, untuk tidak ikut serta menyebarkan hoax, karena dampaknya akan membuat pesimisme dan silang sengketa ditengah masyarakat juga dapat terkena delik.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Dr. dr. Hj. Ati Pramudji Hastuti, MARS, mewakili Gubernur mengucapkan terimakasih kepada PUB atas bantuannya untuk memerangi Covid-19 di Banten.

Dokter yang dikenal ramah, cerdas dan cekatan ini juga mengatakan, perhatian PUB, SMSI dan seluruh rombongan merupakan stimulus untuk kita terus bersama menggerakkan masyarakat memberantas Covid-19.

“Sesungguhnya seluruh lapisan masyarakat dapat membantu kami, bantuan itu tidak harus dengan memberi bantuan APD, Hand Sanitizer dan perlengkapan lainnya, tetapi dengan tetap berdiam dirumah dan mengikuti anjuran Pemerintah, jika hal itu dilakukan sesungguhnya telah sangat membantu kami”, pungkas Ati. (*).

Editor : Febri