Beranda Kepulauan Riau Karimun Keluh Kesah Tukang Ojek Akibat Dampak Covid-19

Keluh Kesah Tukang Ojek Akibat Dampak Covid-19

146
0

Karimun, GK.com – Himbauan Pemerintah Indonesia terkait pencegahan penyebaran Covid-19 agar warganya mengurangi aktivitas diluar dan tetap berdiam diri di rumah, sangatlah berdampak pada perekonomian, termasuk bagi para Tukang Ojek yang ada di Tanjung Balai Karimun.

Menurut pantauan Media ini saat berada di lapangan, tanpak beberapa tukang ojek yang sedang mangkal di salah satu simpang Pasar yang ada di Karimun. Dayat, salah satu tukang ojek yang mewakili dari beberapa suara teman-teman ojeknya, mengaku akhir-akhir ini penghasilannya sangat berkurang drastis.

“Jauh turunnya tidak seperti dulu, cari Rp 50.000,- per hari saja susah,” keluh Dayat dengan wajah sedih dan tanpak letih, Jumat (10/04).

Menurut pengakuannya, pendapatan dihari biasanya, Ia bisa memperoleh sekitar Rp 100.000,- per harinya, bahkan lebih, namun saat ini pendapatnya jauh merosot.

“Saya keluar sejak pagi, baru dua orang mengantar penumpang, teman saya hingga sekarang belum juga dapat penumpang,” ujarnya.

“Sebenarnya capek nunggu lama-lama, tapi mau bagaimana lagi, teman saya ada juga yang sampai sekarang tidak ngojek, semenjak wabah Corona, katanya penumpang susah dicari,” ucapnya.

Dikatakan Dayat, sejak himbauan Sekolah diliburkan, hal ini sangat mempengaruhi pendapatannya, karena biasanya konsumennya rata-rata anak Sekolah, bahkan ada beberapa anak Sekolah yang menjadi langganan pribadinya.

“Kredit motor harus dibayar setiap bulannya, meskipun Pemerintah sudah memberikan keringanan, tapi bagaimana cara mendapatkan keringanan tersebut juga tidak tau, tidak menjamin, mau tidak mau harus tetap dibayar, dari pada takut nanti ditarik sama Dealer,” ungkapnya.

“Sekarang ini bukan saja anak Sekolah yang diliburkan, Karyawan juga diminta untuk bekerja dirumah, membuat mobilitas orang yang menggunakan Ojek atau angkutan umum juga semakin berkurang drastis. Tidak jarang demi mengais rezeki, para Kuli Transportasi rela menunggu konsumen hingga sore hari, bahkan hingga larut malam,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Tukang Ojek lainnya, Ari yang juga saat itu turut menyampaikan keluhannya, senada terkait merosotnya pendapatan harian sebagai Tukang Ojek yang menjadi mata pencahariannya sehari-hari demi menghidupkan keluarganya.

“Biasanya saya sering pakai target kalau sedang mengojek, bisa dapat kisaran minimal Rp 150.000,-, namun sekarang ini susah nak diungkapkan,” tuturnya.

“Saat ini jangankan di Jalanan, di Pelabuhan yang menjadi tempat lalu lalang masyarakatpun sangat sulit mendapatkan penumpang, pasalnya Kapal juga sudah tidak banyak yang beroperasi seperti biasanya,” katanya.

“Saya berharap kepada Pemerintahan agar dapat segera menyalurkan bantuannya terhadap kami rakyat kecil ini. Dan semoga Virus ini cepatlah menghilang, agar kami bisa mengais rezeki seperti semula”. tutupnya. (MR).

Editor : Febri